
Kevin Kaindra Adriawan
Meski mendapat cap tidak tahu malu bagi Kevin tidak mengapa, asalkan Shenna bisa kembali tergila gila hanya untuknya. Dulu saat Shenna mengejar cintanya, Kevin tidak terlalu menanggap serius karena disamping saat itu Shenna baru saja lulus dari bangku SMA serta pola berpikir Shenna yang masih belum bisa bersanding dengan Kevin. Dan Kevin memilih untuk berpacaran dengan teman Shenna yang sepantaran dengan dirinya, pasti itu sangat membuat Shenna patah hati dan terluka.
Bisa bertemu kembali dengan Shenna mungkin merupakan suatu pertanda untuk Kevin, diusianya yang memasuki 34 tahun sudah menjadi makanan sehari harinya untuk menerima pertanyaan 'Kapan Kawin?' dari mamanya. Pusing, mumet yang dirasakan Kevin setiap harinya, dan ternyata menurut dia saat ini sang Dewi Fortuna sudah ada dipihaknya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, Shenna sudah menjelma menjadi wanita dewasa yang matang. Jangan lupakan juga tubuh proposional seksi nya dimata Kevin, bentuk pinggang yang sangat rangkul-able.
Pokoknya gimana pun caranya Shenna harus jadi milik gua. Batin Kevin.
Setiap hari bertemu dikantor merupakan keuntungan untuk Kevin, dia bisa PDKT sesukanya, lebih banyak peluang untuk bisa meluluhkan Shenna.
Gak bakalan sulit pikir Kevin, mengingat dulu Shenna tergila-gila hanya pada dirinya. Tetapi mungkin benar kata pepatah, bunga yang cantik akan selalu dikelilingi lebah. Entah pepatah dari mana yang Kevin dengar, tapi yang pasti memang begitu keadaannya. Saingan potensial Kevin bukan hanya 1 orang tetapi 2 orang!! Itupun belum terhitung pria pria lainnya yang mengejar tetapi tak mendapat respon sedikitpun.
Sekarang Kevin harus membuang semua sifat sok cool nya di depan Shenna, tidak bisa bermain taktik tarik ulur, tidak bisa gegabah, tidak bisa juga terlalu mendesak. Salah langkah saja, Shenna sudah pasti bisa jatuh kepelukan pria lain.
Bukan Kevin tidak laku atau tidak ada stok wanita lagi, tetapi jaman sekarang mencari wanita baik itu susah. Semua hanya memandang tampangnya dan kesuksesannya. Tetapi dia tau, Shenna buka tipikal wanita seperti itu. Shenna rajin, pekerja keras, dia jujur apa adanya, dan yang paling penting wajah cantik Shenna saat ini benar benar membuat Kevin mabuk kepayang.
George Steve Aldjaya
Kalian pernah terpesona pada pandangan pertama? Dari kejauhan melihat saja kalian sudah bisa merasakan adanya getaran itu, kalian akan berteriak dalam hati ini tipe gua bangettt!!! Meski bisa saja kalian tidak saling mengenal saat itu.
Itulah yang Steve rasakan saat pertama kali melihat Shenna berjalan menuju meja tempat dimana dia dan sahabatnya Rio berjanji untuk makan siang bersama dengan teman Rio.
__ADS_1
Persis seperti dalam adegan film dimana pemeran utama wanita masuk dalam adegan dan tiba tiba waktu berjalan sangat lambat. Angin menerbangkan rambut sang pemeran utama wanita tetapi tidak mengurangi kadar kecantikannya sedikitpun.
Diam membisu tidak banyak bicara yang hanya Steve lakukan saat pertama berkenalan, entah menguap kemana semua keberanian dia. Disamping karena memang tidak pernah begitu terpesonanya pada wanita yang baru ditemui dan memang juga karena Steve tidak pernah sekalipun PDKT dengan wanita.
Villy yang merupakan pacar pertamanya saat itu sebenarnya juga bukan wanita yang dia cintai, berpacaran karena terpaksa menerima. Terpaksa kok sampai 5 tahun???! Iya disamping Villy yang tidak mau pisah sama sekali dan juga kedua orang tua mereka saling mengenal sehingga menambah kesulitan Steve untuk berpisah dari Villy. Lagipula saat itu Steve tidak menyukai siapapun jadi dia membiarkan saja Villy berada disampingnya sampai selama itu.
Hanya bisa menggunakan kata break untuk menghindari segala sifat posesif Villy yang selalu membuat Steve jengah.
Dan kehadiran Shenna bagaikan penawar rasa gundahnya saat itu, seperti remaja bodoh yang baru jatuh cinta pertama kali tingkah Steve saat itu begitu kentara. Kiriman buket bunga hampir setiap hari, berbagai hadiah dan kejutan terus Steve berikan yang tidak pernah dia berikan sebelumnya pada Villy, padahal Villy bisa dibilang lebih pantas menerima semua itu dibandingkan Shenna saat itu.
Hingga akhirnya seperti kata pepatah sepandai pandinya tupai melompat pasti jatuh juga. Villy mencium gelagat Steve sudah mempunya gandengan baru. Sebelum kata break berubah menjadi putus sungguhan, Villy harus bertindak. Hanya mama Steve yang bisa menolong dia, dengan segala drama derai air mata akhirnya diputuskan secara sepihak oleh mamanya. Steve bisa mengambil gelar spesialis ke Jerman, harus kembali bersama dengan Villy sebagai syarat untuk biaya ditanggung penuh mamanya.
Lemah tak berdaya memang keadaan Steve saat itu, dia belum mempunyai pekerjaan dan tabungannya tidak akan cukup untuk mengambil gelar spesialis yang harganya tidaklah murah. Terpaksa melepas Shenna dan kembali bersama Villy terbang ke Jerman, dalam hati Steve berjanji akan mencari Shenna kembali nanti.
Sheii.. siap siap gua bakal milikin lu lagi!
Jansen Chrisyandi
Playboy kata yang pas untuk Jansen. Gebetannya banyak, mantan nya tersebar dimana mana, yang mengejar dia dari semasa sekolah hingga kuliah tidak terhitung. Pernyataan cinta dari wanita sudah sering didengar. Tetapi tatapan mata seorang Shenna bisa membuatnya membeku sesaat, dan boleh dibilang Shenna merupakan tipe gadisnya.
Kedekatannya dengan Shenna berlangsung cukup lama, Jansen merasa nyaman. Tetapi perasaan nyaman itu lambat laun menimbulkan pertanyaan dalam benaknya.
__ADS_1
Gua bakal masih bisa tetap bebas gak yah pas pacaran nanti??????
Pertanyaan bodoh dan gagasan bodoh juga yang didapat Jansen dari teman teman prianya yang notabene para player juga ternyata menjadi penyesalan Jansen.
Ada pepatah lama yang mengatakan, ibarat melepas emas demi kotoran. Tidak sadar karena sama sama kuning.
Dia melepas Shenna hanya untuk wanita yang bisa diajak bersenang senang sesaat dan berakibat pada nilai kuliah yang anjlok dan Jansen dihukum oleh orangtuanya tidak mendapat uang saku lagi. Fasilitas mobil dan kartu kredit ditarik. Jansen harus berjuang untuk kembali mengambil hati orangtuanya dengan cara mengejar prestasi di kuliah di singapur.
Saat semua sudah berlalu dan aman, Jansen pun sudah menjadi playboy insaf. Sempat beberapa kali berpacaran tetapi selalu merasa ada yang salah dengan pasangannya, Jansen tidak pernah puas dan selalu membandingkan.
Entah apa dan siapa yang dia jadikan bahan perbandingan, sudut hatinya selalu merasa ada yang salah. Secara tidak sengaja bertemu Shenna kembali setelah 7 tahun berlalu
*As*taga ini dia yang selalu gua cari!! Setiap gerak gerik Shenna, senyumnya, tingkah malu malu dan grogi, judes dan galak wajahnya selalu bisa membuat Jansen terpesona.
Kena karma kan gua!! Batin Jansen yang selalu terbayang bayang wajah Shenna setiap malam.
*Ta*pi kayanya si Kevin bos Sheii juga naksir sama dia, susah banget.
Shenna juga sekarang sulit untuk didekati, pesan dan telefon dari Jansen selalu diabaikan. Jansen gak akan pernah rela jika Shenna jatuh kepelukan Kevin, setiap kali melihat Kevin menggandeng tangan Shenna, hati Jansen serasa diremas dan tidak nyaman.
Apalagi jika Jansen tau bahwa dia mempunyai 1 saingan lagi yang bahkan sudah merebut ciuman Shenna!
__ADS_1
Bagai 3 kesatria yang siap berperang, mereka bertiga tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan Shenna. Entah keberuntungan atau kesialan untuk Shenna, kenapa juga harus bertiga sekaligus, kenapa juga baru sekarang, dan kenapa juga membuat kepala Shenna mau pecah!!?