Shenna Love

Shenna Love
Musim Hujan Pasti Juga Akan Berlalu


__ADS_3

Shenna membuka horden jendelanya, langit sedikit kelabu.


Aaah benar, ini mendekati penghujung tahun sudah pasti akan segera musim hujan.


Dia benci musim hujan mengingatkan banyak kenangan buruk, papanya pergi saat hujan badai dan itu membuat trauma kecil dihatinya. Shenna menghela nafas pelan dia memeluk tubuhnya sendiri dan merasa bodoh dengan apa yang dia lakukan kemarin. Entah berapa jam Shenna berada dalam kuncuran air shower dan menangis, sekarang tubuhnya sedikit demam dan kepalanya pusing.


Setelah memasak bubur untuk dirinya sendiri, Shenna menelfon adiknya Ransen untuk mampir dan membelikan dia beberapa obat penurun panas dan flu, dan tentunya jangan lupa untuk tidak memberi tahu ini pada mama, bisa bisa dia di ceramahi sepanjang jalan kenangan dia sampai bergidik membayangkan betapa mamanya marah dan kuatir berlebihan saat anak anaknya sakit.


Shenna merebahkan tubuhnya yang sedikit lemas di sofa, sambil menunggu Ransen datang dia menyalakan televisi. Akhir pekan sudah pasti banyak acara tv menarik, jadi kali ini Shenna menonton dengan benar.


'TING TONG'


Suara bel apartemen membuat dia berdecak kesal.


Kenapa gak langsung masuk aja sih kan dia punya kuncinya?!


'TING TONG'


'TING TONG'


Suara bel seolah tidak sabar untuk menunggu, Shenna melangkah gontai kearah pintu dan langsung membukanya.


"Kenapa gak langsung masuk aja sih Sen?! Kamu kan punya....." Shenna terdiam jujur saja dia kaget tidak menyangka siapa yang datang dan bagaimana dia tau alamat dirinya.


"Saya gak dipersilahkan masuk??" Villy bersidekap dan tersenyum tipis.


Shenna hanya membuka lebih lebar pintunya dan Villy langsung masuk begitu saja.


Mereka duduk di sofa dan saling diam,


Ini mau adu aduan diem disini apa gimana yah?


"Anda ada keperluan apa datang kesini??" Shenna jelas menatap tidak suka kehadiran Villy diapartemennya.


"Waktu saya gak banyak saya cuma mau ngomong singkat, saya lagi ngejar penerbangan."


Gak tanya!!


"Kami akan kembali ke Jerman, dan saya akan menentap disana. Penerbangan saya 2jam lagi." Villy melirik arlojinya sebentar lalu bangkit berdiri dan melirik Shenna,


"Penerbangan Steve sudah dari subuh tadi."


DEG


Shenna merasakan sedikit sesak pada dadanya.


"Jika memang nanti Steve kembali pada kamu maka berarti saya sudah mengikhlaskan semuanya, jika Steve tidak kembali..... maka kamu tahu artinya." Villy menepuk pelan bahu Shenna, "Saya pergi, terimakasih sudah melepas Steve." Villy tersenyum tipis dan berlalu dari apartemen Shenna.


Shenna membatu, dia sulit mencerna situasi. Apa artinya ini dia tidak akan bertemu Steve kembali, kenapa Villy memberi info saat Steve sudah berangkat?? Kenapa juga Villy datang dan memberitahu ini pada dia?


Dengan hati yang gamang dia meraih ponselnya, seminggu ini memang cara yang paling tepat memantau Steve menghilangkan kerinduannya adalah lewat sosial media Steve. Terkadang pria itu mengupload foto beberapa hari sekali tentang kegiatannya.

__ADS_1


Menarik nafas panjang dan berharap Villy menyampaikan kebohongan, dia membuka sosial media miliknya dan mencari nama Steve_Aldj yang bahkan sudah dia hafal diluar kepala.


Ponsel Shenna hampir terlepas dan dia tertawa hambar begitu melihat last post milik Steve, sebuah foto jendela pesawat dengan caption 'See you Goodbye and thankyou!' lengkap dengan emoji semangat.


Beneran pergi yah ternyata? Hahaha


Cepet banget gua dilupain br*ngsek!!


Shenna menangis sesengukan kembali, dia lelah seperti ini, jika tahu jadinya akan seperti ini sudah pasti dia tidak akan membiarkan Steve memasuki hatinya kembali sangat kurang ajar.


'CEEKLEEKK' Suara pintu terbuka.


"Kak ini obatnya! Yah ampun calon istri dokter tapi bisa sakit...... Kakkkk??!! Lu kenapa nangis???" Ransen baru saja tiba dan melihat Shenna menangis tersedu sedu di sofa duduk memeluk kedua kakinya, tentu saja dia shock seketika.


Shenna tidak menjawab dan tangisan itu semakin menjadi, diluar sudah hujan lebat menambah kesedihan dihati Shenna. Ransen duduk disebelah Shenna dan mengelus punggung sang kakak tanpa banyak bertanya lagi dan membiarkan kakaknya menangis puas melampiaskan apa yang dia rasakan.


Setelah 1 jam berlalu dan tangis Shenna sudah mereda, Ransen hanya memandang Shenna. Dia sangat sayang pada kakak satu satunya ini yang selalu memanjakan dirinya sedari kecil.


"Udah bisa cerita lu kenapa?"


Shenna menghapus sisa ingus dan air matanya, tisu berserakan dilantai dan diatas meja.


"Gua udah putus sama Steve." dengan sedikit terisak dia kembali melanjutkan perkataanya,


"Steve udah balik lagi ke Jerman." Lalu dia menceritakan secara lengkap semua kejadiannya pada Ransen dimulai dari kunjungan dia kerumah sakit saat itu.


Ransen hanya terdiam dan menarik nafas panjang setelah mendengar seluruh cerita Shenna,


"Kak, lu wanita paling bodoh yang gua tau! Semua cinta itu egois dan lu berhak buat bahagia. Kenapa memikirkan orang lain? Kalau selamanya seperti itu lu gak bakal bisa bahagia. Trust me! Dan.... lu wanita yang paling baik hatinya yang pernah ada dalam hidup gua, dan.... itulah keluarga kita yang selalu lemah hati mikirin orang lain." Ransen tertawa kecil dan diam sesaat.


Shenna menatap Ransen dan langsung memeluk adik satu satunya itu, "Papa pasti bangga banget liat kita bertiga akur dan bisa survive sampai detik ini." Shenna tersenyum hangat dan itu menular Ransen ikut tersenyum dan tertawa ringan sambil menganggukan kepalanya. Seperti biasanya kan memang pasti musim hujan akan berlalu juga, pasti ini semua juga akan cepat berlalu.


"Yakin gak mau ditemenin??" Ransen berdiri sudah bersiap akan pulang.


"Yakin seyakin yakinnya, gua mau tidur. Lalu nanti malam ada janjian nongkrong sama Rara. Lu pulang aja Sen gak apa apa."


"Yaudah. Kalau makin gak enak badan kita kedokter yah. Gak usah keluar kalau belum sehat. Gua balik dulu. Byee!"


Setelah Ransen pulang Shenna langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur untuk tidur, meski hatinya sangat merindukan Steve tetapi mengetahui bahwa pria itu baik baik saja dan tetap melakukan aktifitasnya dengan baik maka itu cukup buat Shenna, toh dia bisa memantau Steve dari media sosialnya.


Steve i love you so much....


Lalu Shenna tertidur karena dia cukup lelah menangis sendiri.


****


Shenna, Rara, Andro dan dua lelaki sahabat Andro sudah duduk dengan manis di sebuah lounge bar Vip. kali ini mereka memilih untuk tidak diruangan tertutup, hanya sebuah tempat disamping balkon yang masih dapat melihat dance floor dibawah dan live Dj yang membawakan musik.


Wajah Rara dan Shenna memerah karena beberapa gelas wine yang mereka tenggak malam itu, mereka duduk santai dan bercanda. Shenna serasa lupa akan masalahnya, jam sudah menunjukan pukul 21.30 tetapi mereka masih betah berlama disana menikmati dentuman musik dan minuman.


"Sheiiii, muka lu lucu udah merah!" Rara tertawa berkata disamping telinga Shenna karena dentuman musik cukup mengganggu. Dan Shenna hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, matanya sudah agak berat.

__ADS_1


"Sini hape lu.." Rara mengambil ponsel Shenna dan memfoto gadis itu, lalu timbul niat iseng menguploadnya ke sosial media milik Shenna.


Rara tau bahwa pasti ketiga pria itu memasang notif untuk sosial media Shenna jika mengupload sesuatu.


Penampilan Shenna cukup santai tetapi tetap seksi, memakai mini dress pendek bermotif polkadot warna kuning dengan belahan dada yang rendah pasti ketiga pria itu panas melihat foto Shenna pikir Rara.



Rara menambahkan caption Chillin with love ❤


Lalu menyimpan ponsel Shenna dan tertawa senang. Begitulah kelakuan Rara, memang ratu iseng tetapi dia mempunyai maksud tersendiri agar Steve melihat post an ini dan keblingsatan.


Hahahaha pasti dia gerah banget liat foto Sheii yang begini!!


Rara tau bahwa Steve ke Jerman dan hanya untuk seminar, Rara sudah mengetahui semuanya sebab Steve selalu menghubungi dia untuk menanyakan kabar Shenna, nomor ponsel Rara di dapat saat minggu lalu dia menunggu Shenna dikantor.


Flash back on


"Ra, Sheii bener gak mau ketemu sama gua??" Steve terlihat frustasi, ini sudah hari ketiga dia menyambangi kantor Shenna. Jadwal praktek dan operasi semua dia alihkan dahulu pada doker lainnya, dia hanya ingin menyelesaikan permasalahannya dengan Shenna.


"Udah lu tenang aja dulu, kasih dia waktu. Lu sabar! Nanti gua bantu buat ngomong sama Sheii."


"Ra.. soal mantan gua, gua uda beresin dan kita sepakat untuk berteman aja gak lebih.


Gua beneran serius sama Sheii." Steve menghembuskan nafasnya kasar.


"Tiga hari lagi gua harus ke Jerman, ada seminar cabang rumah sakit disana. Dan makan waktu 1 minggu kurang lebih. Gua kuatir 1 minggu gua pergi nanti Sheii udah di sekap sama bos lu!"


Rara tertawa renyah, "Ini kandangnya bos gua, lu jangan macem macem ngomongin dia, dia banyak mata mata disini!" Rara seperti menganggap kekuatiran Steve sebagai lelucon, "Udah lu tenang aja gua yang jagain Sheii."


Steve hanya mendengkus tak suka, biar bagaimanapun dia tidak bisa memaksa Shenna saat ini, dia hanya berharap Rara bisa membantunya dan Shenna akan segera kembali padanya, demi Tuhan Steve sangat merindukan kekasihnya.


Flash back off


"Sayang!! Pulang yuk udah malem, besok aku sama Sheii masih ngantor." Rara mengayun ayunkan lengan Andro kekasihnya dan Andro mengangguk setuju.


"Aku juga jadi nginep apartemen Sheii aja yah, jadi abis anter aku sama Sheii kamu harus langsung pulang!"


"Iya sayangku." Andro mengecup pucuk kepala Rara dan segera memanggil bill tagihan.


Shenna mengerjapkan matanya untuk mengembalikan penuh kesadarannya, dia sedikit teler tetapi masih dalam kadar normal. Dia merenggangkan badannya sedikit, "Yuk pulang!!" Shenna mengangkat kedua lengannya.


Ditempat lain jauh dari lokasi Shenna dan Rara, tiga pria yang sedang menikmati waktu santai mereka bersamaan mendapat notifikasi Shenna mengupload foto baru.


Jansen


Gua harus unfoll dia kalau mau cepet move on!!! Gilaaaa gooddess!!!!!


Kevin


she's sexy like usual!!

__ADS_1


Steve


Hollysh*t Sheiii!!!! kamu pakai baju apa itu??!!! Aarrghhh bisa gila gua!! Rara mana katanya mau jagain??!!!


__ADS_2