
Hari Senin ini akan menjadi hari yang sibuk dan membahagiakan untuk perusahaan tempat Shenna bekerja, dimana hari ini akan menjadi peresmian dan perkenalan pada publik PT. Global Techno menjadi PT.KLV Techno.
Rangkaian bunga berbagai bentuk dan variasi dari berbagai pihak sudah berjejer di depan gedung perusahaan, mengucapkan selamat untuk Kevin Kaindra Adriawan atas peresmian perusahaannya. Tidak sedikit juga yang mengucapkan selamat pensiun bahagia untuk pak Setya Adriawan.
Shenna yang tengah sibuk diruangannya, sehabis brieving pagi team PR untuk mengintruksikan posisi serta tugas masing masing team dalam acara tersebut. Shenna selaku salah satu bagian tim sukses acara ini mengecek sekali lagi daftar susunan acara, naskah pidato untuk pak Setya dan Kevin, koordinasi dengan panitia dan EO terkait, serta tak lupa mengintruksikan bawahannya untuk menghubungi pers lagi. Acara memang baru akan dimulai 2 jam lagi, tetapi seluruh karyawan kantor yang berpatisipasi sudah siap ditempatnya dan sibuk mengurusi berbagai hal sejak subuh tadi.
Ditengah kerepotan yang terjadi dalam ruangan Shenna tiba-tiba ada suara ketukan pintu.
'TOK TOK TOK!'
"Masuk." Shenna tetap tidak mengalihkan pandangannya dari berkas dimejanya.
Sebuket box bunga segar diletakan dihadapannya.
contoh ilustrasi bunganya 😆
Shenna bingung dan heran, diliriknya Rara sudah berdiri manis dihadapannya. Senyum Rara terlihat licik penuh arti mirip seperti mafia sehabis transaksi barang ilegal.
"Raaaa! Lu kata ruangan gua buat tempat nerima bunga. Nohhh taro depan kantor atau di hall tempat acara sih. Kagak liat meja gua uda mau meleduk saking penuhnya sebentar lagi erupsi nih meja!" Shenna mengomel begitu tau pelaku pembawa buket box bunga raksasa ini adalah Rara sahabatnya yang paling tengil.
Rara hanya mesem mesem sendiri dan melirik Shenna penuh arti sampai Shenna merasa aneh.
"Kerasukan jin apa lu Ra??"
"Pagi hari yang indah nan cerah ini sungguh membuat semua makhluk berbahagia, terlebih ada seorang wanita yang disinyalir dikejar kejar oleh 2 pengusaha dan 1 dokter spesialis jantung yang bisa membuat jantung ini bedegup lebih kencang." Rara malah menjadi puitis.
Shenna menautkan kedua alisnya,
"Ra... sehat??"
"Aduhhhhh Sheiii lemot amat sih!!!!! ini bunga buat eluuuuuuuu!!!!" Rara akhirnya ngegas juga.
"Buat gue?? Bunga??"
"Nihhhh coba baca.! Yah Tuhan kapan Andro bisa romantis gini sih sama gua???" Rara mencabut kertas note pada buket bunga dan menepelkan tepat dijidat Shenna.
"Iiissshh Rese lu ahh!!" Shenna mencabut note itu dari jidatnya dan membaca dengan seksama.
GOOD MORNING SHEIII
SEMOGA HARI INI SELALU BAHAGIA
SEMANGAT KERJANYA
__ADS_1
YOU'RE THE APPLE OF MY EYE ❤
Xoxo
Steve
Shenna mengernyitkan keningnya.
"Norak!" Shenna menyimpan note itu dalam lacinya dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi.
"Norak norak tapi mukanya merah!!" Colek Rara
"Iiissh rese yah Ra!!" Shena ngamuk.
"Hahahahahah!! Yah ampun Sheiii! Udalahh pesona Steve emang gak bakal bisa bikin lu berkutik! Terima ajaaah udah." Rara tidak akan pernah puas menggoda Shenna.
Shenna bersiap akan melempar pulpen kearah Rara.
"Udah udah bercandanya, ayuk turun kita gladi bersih." Rara menghindar agar tidak terkena lemparan pulpen maut Shenna.
Shenna dan Rara segera turun ke hall bawah untuk mengikuti gladi bersih acara nanti. Terlihat Kevin tengah sibuk untuk mengintruksikan beberapa orang terkait acara peresmiannya, sejenak mata Kevin dan Shenna beradu pandang. Kevin dengan segera melemparkan senyuman mautnya untuk Shenna.
Gilaaaa!! Shenna membelakan matanya dan memegang dadanya, jantungmya seketika berdegup tidak normal.
Rara yang sadar akan situasi panas ini segera menyenggol Shenna
"Rese loh yaaah Ra dari tadi!!" Shenna balas menyikut Rara dan hanya disambut oleh gelak tawa Rara.
Acara peresmian berjalan lancar, bisa dikatakan sangat lancar dan sukses. Acara ini disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun TV bisnis. Berkat koneksi pak Setya juga Kevin, perusahaan mendapatkan respon yang sangat positif baik nasional maupun internasional. Banyak pihak memuji bagaimana suksesnya setiap tahapan acara tadi, dan tidak sedikit pujian yang Shenna terima atas kerja kerasnya menjadi salah satu panitia tim sukses acara.
"Kamu hebat, sungguh tidak sia sia saya percaya sama kamu Sheii!" Pak Setya menggenggam erat tangan Shenna. "Saya tidak akan pernah kuatir menyerahkan perusahaan ini pada Kevin dan tentu juga ada kamu Sheii." Secara reflek juga pak Setya menyatukan tangan Kevin dan Shenna bersama dengan tangannya.
Shenna sedikit canggung dan terkejut tetapi tidak ingin merusak momen ini.
"Terimakasih sudah percaya saya pak Setya, terimakasih sudah membimbing saya sampai dengan hari ini. Mungkin hubungan kita memang atasan dan bawahan, tetapi rasa hormat saya untuk pak Setya lebih dari itu, bapak sosok yang sangat saya hormati!" Shenna menatap dalam mata pak setya, hanya mereka yang tahu bagaimana ikatan baik diantara mereka tidak akan pernah pudar.
"Berbahagialah pak juga dengan Ibu, kalian bisa pensiun sangat bahagia ke Hawaii" Lanjut Shenna tersenyum sangat bahagia.
"Kev akan menjaga perusahaan ini dengan sangat baik, Om jangan pernah kuatir dan bisa percaya sama Kevin." pak Setya hanya menepuk pundak Kevin dan tersenyum sangat bangga, dia tahu bahwa keponakannya sangat bisa dia andalkan.
Acara sudah selesai, hanya tinggal menikmati jamuan hindangan untuk para tamu dan karyawan. Hari ini karyawan diliburkan bekerja, setelah acara ini usai maka mereka boleh pulang dan besok kembali bekerja seperti biasa.
Shenna duduk disalah satu meja dan menikmati hidangan tersaji bersama dengan Rara, sebagian karyawan sudah ada yang pulang sebagian masih ada yang tinggal untuk memberesi sisa acara tadi.
Saat sedang asik mengobrol dan ghibah, tiba tiba Kevin datang seperti pengacau untuk Shenna.
__ADS_1
"Boleh ikut gabung?"
"Masih banyak meja kosong disna pak!" Ketus Shenna dan langsung mendapat sikutan lengan dari Rara.
"Silahkan duduk aja pak.." Rara senyum cengengesan.
"Sheii! Gua mau samperin Keysha dulu yah kayanya tadi dia mau kasih gua bahan kerjaan besok." Rara segera berdiri dari kursinya.
"Ngarang aja lu! Sejak kapan??" sewot Shenna karena tahu dia akan tinggal berdua dengan Kevin.
"Sejak Pak kevin liatin gue." Rara berbisik ditelinga Shenna dan segera pergi sambil tertawa riangnya.
Rara setan!
"Ehhmm." Kevin berdehem untuk mencairkan suasana.
"Kalau seret minum aja pak, tuh meja tempat ambil air putih." Shenna melanjutkan makannya tidak mau ambil pusing dengan keberadaan Kevin.
"Kalau manggil bapak sekali lagi saya cium beneran disni Na." Kevin berbisik rendah ditelinga Shenna.
Shenna membelakan matanya.
Udah ga waras ini orang!!!
"Ada yang bilang sama aku, pagi ini ada orang spesial yang mendapatkan buket bunga spesial juga."
Shenna menelan ludahnya kasar.
*Ge*rcep amat dapet info, awas kalo lu yang bocor Ra!! Gua lakban beneran mulut lu.
"Bener begitu Na?" Kevin melepaskan jas dan dasi yang melekat di badannya, dan kini hanya menggenakan kemeja putih yang sedang dia gulung hingga ke siku.
*Su*ngguh menyiksa mata sekali panorama ini!!
"Dari siapa Na?" Kevin masih sibuk dengan kegiatan menggulung lengan kemejanya.
"Kok diem?? Pita suaranya ketinggalan dirumah?" Kevin menatap mata Shenna dalam dan ada sirat sendu terpancar disana walaupun tidak terlalu kentara.
"Kalau itu dari Jansen aku harap kamu buang! Aku gak suka!"
"Jansen???! Bukan!!" Shenna reflek membantah ucapan Kevin.
"Berarti... Masih ada berapa banyak lagi saingan aku Na??" kevin menautkan kedua alisnya menatap Shenna dalam.
Ya Tuhan salah ngomong lagi gua!
__ADS_1
Shenna tersenyum hambar.