Shenna Love

Shenna Love
Istirahat Beban Hati (yang gagal)


__ADS_3

Hari ini merupakan hari terakhir bekerja bagi para karyawan, minggu ini pasalnya besok sampai dengan 4 hari kedepan adalah long weekend, tanggal merah dan hari kejepit dijadikan sebagai hari cuti bersama.


Shenna bahagia sekali karena selama libur ini dia berencana hanya akan bermalas malasan dirumah mama, dan yang paling membuatnya bahagia adalah bisa kabur sejenak dari para lelaki yang suka menyatroni apartemennya tanpa kenal waktu.


Dan misi Shenna hari ini adalah mengabaikan segala bentuk panggilan, pesan singkat dan telefon dari ketiga manusia ajaib tersebut. Dia hanya ingin memantapkan hatinya tanpa mau terpengaruh apapun. Karena dalam hati Shenna sebenarnya sudah memilihi satu nama, tetapi masih ada rasa trauma sedikit dan ketakutan kecewa kembali. Jadi Shenna memilih untuk mengistirahatkan beban hatinya sementara.


Dering telefon di meja kerja Shenna sudah berbunyi mungkin yang ke 10 kalinya dari Kevin, semua Shenna abaikan.


Pasti bukan urusan kerjaan! Batin Shenna, pasalnya jika menyangkut pekerjaan pasti Kartika sebagai sekretaris CEO yang akan menghubungi dia.


Pak Daniel pun sudah diutus untuk memanggil Shenna tetapi dia cerdik untuk kabur ketoilet saat tau pak Daniel akan datang keruangannya.


Bisik bisik gosip karyawan dari divisi lainpun sudah tak bisa dihindari lagi, Shenna hanya memasang wajah bodo amatnya dan tidak menanggapi apapun. Tapi ada kekuatiran dalam dirinya jika Kevin nekat untuk datang keruangannya di jam kerja seperti ini, pasti akan menimbulkan lebih banyak masalah lainnya.


Shenna tetap memilih untuk fokus bekerja tatkala ponselnya terus bergetar menandakan banyaknya pesan masuk dan panggilan masuk.


Buset 25 misscall dan 145 message belum terbaca!


Shenna mau tertawa saja rasanya belum pernah terbayangkan dalam hidupnya bisa terjebak dalam posisi seperti ini.


Tiba tiba pintu ruangan Shenna terbuka dan benar saja kekuatirannya menjadi nyata, Kevin berdiri diambang pintunya, memasang wajah kesalnya dan menatap Shenna sebal.


Kemeja kerja hitam Kevin terlihat sedikit kusut, lengan panjang kemeja yang sudah tergulung hingga ke batas sikunya, dasinya sudah terlepas entah kemana.


Berantakan gitu aja bisa tetep ganteng yah. Heran aku tuh.


Tanpa diminta Kevin masuk dan mendudukan dirinya di kursi depan Shenna.


"Kamu.. kenapa hindarin dan cuekin aku begini sih Na??" Kelvin mendengus kasar sambil mengusap wajahnya.


Sebenarnya Shenna tidak tega sama sekali bersikap seperti ini, tetapi dia harus tegas.


"Aku udah bilang Kev saat kerja tolong bersikap profesional, udah banyak gosip gak enak soal aku dan kamu dikantor, dan aku udah tegasin sama kamu kalau aku gak bisa terima peraasaan kamu Kev. Perasaan aku uda gak sama lagi."


"Dan aku juga udah bilang kan kalau aku gak akan nyerah segampang itu, kamu bisa tumbuhin lagi perasaan kamu asal kamu kasih kesempatan jangan cuekin aku!"


Taneman kali ditumbuhin iiisshh!!! Jengah Shenna.


"Kev please... jangan begini, perasaan gak akan bisa dipaksa."


Shenna jengah akan sikap Kevin yang semena mena dan suka memaksa.


Kevin terdiam membaca raut wajah Shenna, hatinya bagai diremas remas ditolak seperti ini oleh Shenna.


"Gak ada sedikitpun rasa kamu buat aku Na?" Tanyanya putus asa.


Shenna hanya diam dan menunduk lalu menghembuskan nafasnya. Bingung bagaimana merangkai iata tanpa menyakiti Kevin.


"Udah gak usa dijawab. Aku ngerti." Sebelum Shenna menjawab Kevin sudah berdiri dan keluar dari ruangan Shenna membanting pintu dengan keras.


Sorry. Hanya itu yang terucap dari dalam hati Shenna.


****

__ADS_1


Shenna sudah menyiapkan tas berisi keperluannya selama pulang tidur dirumah mama. Selepas jam kantor dia langsung memacu mobilnya menuju kediaman mama.


Setidaknya lepas dari urusan Kevin, Jansen maupun Steve selama 4 hari merupakan anugrah buat Shenna.


Perjalanan memakan waktu hampir 2 jam karena macet, alasan inilah yang membuat Shenna membeli unit apartemen yang terletak dipusat kota dekat dengan kantornya. Jika dia memilih untuk pulang pergi kantor dari rumah mama mungkin dia akan mengalami yang namanya tua dijalan.


Jam sudah menunjukkan pukul 19.15 Shenna baru tiba dirumah mama, dia memarkirkan mobilnya dan segera masuk.


"Maaaaaaa. Nana pulang!!!" Begitulah suara Shenna yang cempreng khas anak kecil yang hanya dikeluarkan jika dia pulang kerumah.


"Iidihh anak perawan yah gak ada berubahnya suka teriak teriak begitu. Gak malu kamu sama umur!" Mama mengambil ahli tas yang dibawa oleh Shenna.


Shenna hanya cengengesan , "Udah jangan, berat ma tas Nana. Sini Nana bisa. Mama masak apa??? Nana laperrr!!"


"Ada sop bakut sapi sama emping kedoyanan Ransen. Yaudah cepet sana kamu mandi dan makan bareng, Ransen udah laper nungguin kamu dari tadi."


"Siap ibu bos!"


Shenna bergegas memasuki kamarnya yang sudah sangat dia rindukan dan segera membersihkan badannya untuk makan malam bersama Ransen adiknya juga mamanya.


Setelah Shenna selesai mandi dia segera turun untuk makan malam bersama, dimeja makan sudah ada Ransen duduk sambil memainkan ponselnya dan mama sedang menyiapkan lauk serta nasi dibantu mbok Jum.


"Heyy bocah! Gimana kuliah kamu lancar? Kapan skripsi??"


Shenna mendudukan dirinya di depan Ransen.


"Hai kak. Lancar dongg!! Semester depan udah bisa skripsi sebenarnya tapi Ransen bingung soalnya masih ada mata kuliah wajib juga, belum tau mau putusin semester depan atau semester depannya lagi baru skripsi. Takut ambyar."


"Owh yah kak. Udah beberapa hari kemarin.." Sebelum Ransen melanjutkan kata katanya, mama Myra terlebih dahulu memberi isyarat mata agar Ransen tidak bocor mulutnya dan langsung dimengerti oleh Ransen.


"Beberapa hari kemarin kenapa dek?" Shenna merasa ada yang janggal antara mama dan adiknya.


*Kenapa lagi nih duo lawa*k!?


"Ehmm.." Ransen berdehem "Udah beberapa hari kemarin si mama ngeluh pundaknya suka sakit."


Mama Myra langsung membelakkan matanya dan memasang wajah *K*ok jadi mama???!


"Bener ma??? Pundak mama emang kenapa??"


Shenna segera memandang mamanya dengan kuatir.


"Eengh iya nih!! Duh pundak mama belakangan suka pegel kaya lagi gendong beban aja." Mama menggerak - gerakkan bahunya seperti mau senam SKJ.


"Gendong beban apaan ma??" Ransen menimpali.


"Beban kapan punya calon mantu Sen!" Mama melirik Shenna dan dibalas dengan tatapan malas oleh Shenna.


"Doain aja yah ma supaya lancar kaya jalan tol!!"


Shenna memutar bola matanya malas.


Malam itu ditutup dengan obrolan serta candaan diruang tamu sambil menonton televisi. Beginilah keseharian Shenna jika sedang pulang kerumah mamanya. Dia merasa ada beban yang lepas.

__ADS_1


**


Shenna berusaha menggapai ponselnya di atas nakas yang sedari tadi bergetar tak berhenti.


*S*iapa sih telfon terus???? Aduhh kesel banget!!


Shenna melihat ada 12 panggilan tak terjawab hari ini dari Steve, dan dia melirik sekarang sudah pukul 10 siang.


Shenna enggan untuk menelfon kembali dan memilih untuk membalas pesan Steve saja.


Dr. Steve


"Kamu dimana Sheii? Sedari tadi aku ketok apartemen kamu gak ada jawaban. Kata security kamu gak pulang dari kemarin!!"


"Sheii jawab telefon aku!!"


"Shenna kamu dimana?? Jangan bikin aku kuatir yah!!"


Shenna mendesah kasar, Apa sih lebay sekali manusia ini!!


Shenna


"Aku pulang kerumah mama!"


Hanya itu balasan dari Shenna dan dengan segera dia mengnonaktifkan ponselnya agar tidak diganggu lagi.


Shenna merenggangkan badannya, bangun siang seperti ini jarang dilakukannya, jadi dia merasa moodnya sedang baik dan tidak ingin dirusak oleh ketiga pria tersebut.


Dengan masih menggunakan piyama tidurnya dengan rambut dicepol berantakan Shenna turun kebawah untuk mengisi perutnya dahulu.


Saat tiba didapur dia segera mengisi gelas dengan susu dingin dan meminumnya, terdengar suara obrolan sayup sayup dari ruang tamu.


"Ada tamu yah mbok?" Shenna bertanya pada mbok Jum yang sedang sibuk mencuci piring sisa makan.


"Iya non. Ada temen den Ransen lagi bertamu. Udah dari minggu lalu dateng kesini terus, main dan juga ngobrol sama Nyonya. Hampir tiap hari dateng bawain makanan buat nyonya."


"Oowwh.." Shenna hanya memebulatkan mulutnya dan mengangguk.


Shenna segera menyiapkan makanan untuk mengisi perutnya, diatas meja sudah tersedia nasi uduk, bihun goreng, ayam goreng serta sambal kacang dan lauk sayur lainnya.


Aduhh gilee syurgaah sekali pulang kerumah mama!


Tanpa malu malu Shenna menyendokan sesendok nasi penuh kedalam mulutnya, gak perlu jaim gak perlu kuatir sebab ini rumah mamanya statement pasti dari otak Shenna.


Saat sedang mengunyah dengan susah payah karena mulut terisi penuh terdengar suara mama.


"Ayuk makan dulu sini nak Jansen, nanti tante panggilin Shenna nya." Disusul oleh sosok Jansen dan Ransen memasuki ruang makan keluarga.


Seketika Shenna mematung dengan mulut terisi penuh, mama tercengang melihat anak perawannya beringas, Ransen membelakkan matanya tak percaya kakaknya akan mempermalukan dirinya sendiri dan Jansen terlihat sedang bersusah payah menahan ketawanya.


Yang namanya beban hati gak ada long weekend kayaknya!!!!! Tidaaakk!!


Shenna menangis dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2