Shenna Love

Shenna Love
Ekstra part 1


__ADS_3

Shenna mengetuk ngetuk jarinya diatas meja kerja Steve, seperti biasa saat jam makan siang mereka akan menghabiskan waktu bersama. Hari ini Shenna ijin setengah hari dikantor, tidak terasa hari pernikahannya dengan Steve tinggal 3bulan lagi dan minggu ini dia akan melakukan sesi foto prewedding. Mereka hendak pergi untuk membeli beberapa barang dan pakaian untuk keperluan sesi foto, tetapi tiba tiba seorang dokter muda masuk dan meminta bimbingan pada Steve.


Tiap tahunnya Djaya hospital memang membuka kesempatan untuk mahasiswa kedokteran baru magang ditempatnya, tetapi hanya dokter terbaiklah yang akan terpilih. Tidak untuk tahun ini, Djaya hospital membukanya untuk umum sehingga calon dokter baru yang melamar melebihi kuota. Terpaksa Steve juga turun tangan sebagai mentor, dan disinilah bencana untuk Shenna karena calon dokter yang dibawah mentor Steve 80% adalah wanita.


" Sudah diundi dari sananya sayang." Itu alasan Steve saat Shenna bertanya kenapa anak mentornya hampir semuanya wanita. Bukannya Shenna kurang percaya diri, dia juga tau Steve hanya mencintai dia tapi yang membuat dia kesal adalah calon dokter itu semuanya berusaha mencari perhatian Steve dengan agresif. Bisa ada yang chat dan telepon setiap waktu memakai alasan bimbingan, bahkan ada yang berani mendatangi apartemen Steve tapi itu sudah dintegur dan tidak boleh ada yang melakukannya lagi, dia bisa tenang. Dan untuk saat ini mereka mengincar ruangan pribadi Steve untuk bimbingan secara pribadi seperti sekarang.


" Jadi casenya dia mengalami gagal jantung kongestif setelah trasnpalasi keduanya." Wanita yang Shenna tau bernama Rosye itu adalah anak mentor Steve.


Pepet terusss jangan kasih kendor!! Shenna jengah melihat wanita itu duduk terlalu dekat dengan Steve. Mereka duduk dibangku dan meja yang telah disediakan dalam ruangan Steve untuk bimbingan.


" Bagaimana dengan ginjalnya dan hasil biopsi?" Steve membaca beberapa lembar hasil rekam medis.


" Kedua ginjalnya tidak berfungsi lagi dok, ini berarti...."


" Kemungkinan selamat dibawah 30%.." Steve memijat pangkal hidungnya dan menarik nafas.


" Masukan pengejut internal itu akan membantu


v-tach-nya dan memberinya waktu agar tidak gagal jantung."


" Jadi dia tidak akan bisa mendapatkan transpalasi ketiganya dok??" Tangan Rosye tiba tiba memegang tangan Steve.


Braaaaakkkkk! Tiba tiba Shenna menggebrak meja sehingga dokter Rosye dan Steve melihat kearah dia bersamaan. Dokter Rosye seketika menelan ludah dan menyadari Shenna bukan lawannya.


" Ada serangga tadi, berani banget lewat depan aku jadi aku pukul sampe mati." Nada bicara Shenna penuh penekanan dan tatapan matamya dingin. Steve menghembuskan nafas dalam, merasa ini bukan hal baik.


" Dokter Rosye nanti kamu ajak dokter Kafka untuk menemani diruang operasi, beliau juga ahli jantung hebat disini. Saya sepertinya akan ada urusan, jadi nanti bilang ke dokter Kafka itu atas perintah saya." Steve melirik arlojinya.


" Owh ok baik dok, saya permisi dulu.." wanita itu melirik Shennna dan tersenyum canggung lalu keluar dari ruangan Steve.

__ADS_1


Setelah kepergian wanita itu, Steve menghampiri Shenna yang duduk dikursi kerjanya. Lelaki itu menunduk dan menumpukan kedua tangannya pada pegangan kursi mengungkung Shenna dengan jarak wajah mereka hanya 10cm.


" Serangga apa sih yang dengan lancangnya ganggu calon istri aku??" Steve tersenyum smrink menatap Shenna.


Wanita itu tetap memasang wajah datar, " Serangga yang seneng megang megang calon suami orang."


Steve menahan senyumnya, " Jadi kamu jealous ceritanya??"


" Hehh.. bukan level aku. Atau..kamu juga senang dia megang megang tangan kamu tadi??" Shenna berdecih sinis. " Minggir... aku mau pulang aja!" dia menepis tangan Steve dari pegangan bangku.


" Kamu tuh judes banget yah Sheii, dosa tau begitu sama calon suami." Steve merengkuh pinggang Shenna dan memeluk wanita itu.


" Kamu ga sadar diri ada aku masih suka dipegang pegang cewe lain! Lepasin!" Shenna berontak.


" Janga memulai yah Sheii..." Steve memasang wajah seriusnya, karena dia sudah cukup lelah meladeni Shenna yang suka sekali marah marah belakangan ini.


Steve mendengus pelan, jika sudah begini lebih baik dia ngalah sebab Shenna dengan wajah datarnya itu adalah petaka untuk dia. " Ga sayang, mana mungkin aku marah sama kamu. Aku yang salah tadi, lain kali kalau ada yang megang tangan aku, aku putusin tangannya. Ganjen banget!"


Shenna menahan bibirnya agar tidak tersenyum tetapi senyuman Steve menular hingga wanita itu tersenyum memperlihatkan giginya yang putih.


" Aku serius yah Steve lain kali kamu kasih buat jadi bahan pegang pegangan sama cewe lain aku ga mau nikah sama kamu! Dan itu kamu yang rugi!"


Steve menjitak pelan jidat Shenna, " Iya sayangkku, yauda aku ganti baju dulu. Jadikan kita mau beli baju ke mall?" dia menganggukan kepalanya dan mecium pipi Steve.


***


Hari ini mereka melakukan sesi foto prewed setelah kemarin mereka tiba di Labuan Bajo, lokasi ini sudah pasti dipilih oleh Shenna yang menyukai nuansa alam dan menolak tawaran Liana untuk melakukan prewedding di 5 negara bagian. Shenna tidak menyetujuinya, 'Buang buang uang aja!' menurutnya tetapi hal itu hanya disampaikan ke Steve.


Dress midi bewarna merah menjadi pilihan Shenna, sebenarnya Steve tidak setuju dengan dress itu dan kemarin mereka sempat berdebat tapi lagi lagi Steve kalah berdebat dengan kekasihnya.

__ADS_1



" Sayang.. kamu ga bawa luaran apa?? Itu kebuka banget bajunya. Nanti banyak yang liat." Steve masih berusaha untuk bernegosiasi dengan Shenna.


" Kamu bawel banget yah dari kemarin, kan kita sesi foto aku pake baju ini cuma diatas boat, nanti kalau uda di Komodo aku ganti baju kok!" Shenna berdengus sebal masih tidak habis pikir ternyata Steve sangat posesif.


" Aku ga suka kalau banyak yang liatin kamu.." Steve memeluk Shenna dari belakang dan bersingut diceruk leher wanita itu, mencium dalam aroma manis yang selalu dia suka.


" Aku suka kamu begini kadang manis banget.." Shenna memeluk lengan Steve yang melingkari tubuhnya, " Tapi jangan over aku bisa jengah juga!" Shenna manyun memajukan bibirnya yang membuat Steve sangat gemas.


" Uhuk.. maaf saya tidak tau, saya cuma mau info boatnya udah siap." Seorang asisten fotografer tiba tiba membuka pintu cotage tempat Shenna menginap tanpa tahu kedua insan yang sedang berpelukan itu.


Steve hanya mendengus sebal dan mengangguk, Shenna tertawa karena dia tau Steve merasa terganggu. " Jangan suka marah marah melulu kamu udah tua." Shenna mencubit pelan pipi Steve gemas, dan pria itu hanya melengos sebal.


.


.


.


Ada kalanya kita bagai berada di dua ujung tebing yang berbeda dan membangun jembatan yang saling menghubungkan dengan cinta.


- Becca Kaufman & Paula Ramsey


Saling mencintailah, dan kalian pun akan bahagia.


Semudah dan sesulit itu saja.


- Michael Leunig

__ADS_1


__ADS_2