
Waktu sudah hampir menunjukan tengah malam, sebagian manusia mungkin sudah terlelap ke alam mimpi karena besok hari senin dan harus memulai aktifitas kembali setelah long weekend. Tetapi waktu tengah malam ini tidak juga menyurutkan niat sebagian orang untuk masih bertahan dengan suasana liburnya, terlihat beberapa kelab malam masih ramai pengunjung. Hingar bingar musik masih terdengar riuh, pengunjung masih ada yang asik berjoget mengikuti alunan musik tanpa peduli bahwa besok adalah hari dimana mereka sudah harus bekerja kembali.
Jansen contohnya, lelaki itu tengah duduk menikmati suasana alunan musik di kelab malam. Rokok ditangan kanannya, segelas minuman alkohol ditangan kirinya. Matanya terpejam kepalanya bergoyang ringan mengikuti dentuman musik yang mungkin bisa memecahkan gendang telinga orang awam yang tidak pernah mengunjungi kelab malam. Bukan kebiasaan Jansen untuk merokok dan minum minuman beralkohol seperti ini, terkadang memang dia bersama sahabatnya mengunjungi kelab malam hanya untuk berkumpul. Tetapi malam ini berbeda, suasana hati pria itu tidak baik hari ini karena parah hati melihat wanita pujaannya sudah memiliki kekasih.
Sejak pagi pulang dari memancing dengan Ransen dia belum tidur, padahal selama memancing juga mereka tidak tidur dikapal. Lingkar matanya menggelap dan raut mukanya tegang. Beberapa sahabatnya juga tidak mengetahui yang terjadi dan tidak banyak bertanya.
Sesosok wanita cantik dengan pakaian kurang bahan duduk dipangkuan Jansen, wanita tersebut adalah wanita penghibur yang dirujuk teman teman Jansen untuk menghibur pria itu. Mata Jansen terbuka dan melihat wanita itu, Jansen yang sedikit mabuk malam itu meracau tidak jelas. "Sheii.."
Sesaat dia sadar wanita yang dihadapannya bukanlah Shenna, Jansen tidak pernah kekurangan wanita. Dia juga tidak pernah ditolak oleh wanita, Shenna dulu juga tergila gila padanya bukan? Tetapi sikap Shenna sekarang membuat Jansen frustasi.
Wanita itu merangkulkan tangannya pada bahu Jansen dan menggodanya, Jansen yang sudah sedikit mabuk tergoda dan mencumbu wanita itu dengan liar. Sesaat Jansen menyebutkan nama Shenna lirih dan melanjutkan ciuman panasnya dengan wanita itu. Teman teman Jansen yang merasa ciuman panas itu adalah tontonan yang menarik langsung beraksi merekam adegan itu dan membagikannya di group mereka. Group yang berisikan 5 orang laki laki termasuk Andro pacar Rara didalamnya.
Malam itu Andro sedang bersama Rara diruang tamu rumah Rara, mereka sudah kembali dari liburan mereka sabtu kemarin. Andro yang terkejut dengan video tersebut reflek memperlihatkan pada Rara.
"Astaga yank, liat deh!!" Andro memperlihatkan ponselnya pada Rara.
Rara terkejut dan membelakkan matanya "Sheii emang lebih pantes sama dokter itu!!"
****
Shenna terbangun dengan hati dan mood yang gembira pagi ini, dia masih merasakan perasaan bahagia itu. Sekilas dia melihat jarinya melingkar cincin pemberian Steve, dan tersenyum simpul.
Setelah mandi dan bersiap kekantor dia segera turun untuk sarapan bersama mamanya. Waktu masih menunjukan pukul 06.30 tetapi Shenna memang harus berangkat lebih awal karena jarak kantor yang lumayan jauh dari rumah mamanya.
Shenna tampil cantik hari ini, katanya demikian kalau sedang jatuh cinta pasti terlihat lebih cantik. Blouse putih lengan panjang dan celana bahan menjadi pilihan Shenna hari ini. Dia menuju ruang makan dimana mamanya sedang asik menikmati sarapan pagi kue dan kopi panasnya.
"Pagi ma. Nana gak sarapan yah, minum susu aja. Nanti pulang kantor Nana langsung balik ke apartemen ok." Shenna meminum susu dinginnya yang dikeluarkan dari Kulkas.
Mama memandang Shenna lurus. "Kamu.... kalau udah gak tahan sama Steve, mending cepetan kawin yh Na. Jangan sampai hamil diluar nikah."
Shenna yang mendengar kata kata mamanya langsung tersedak susunya dan batuk tanpa ampun hingga wajahnya memerah dan matanya berair.
Bukan tanpa alasan mama Myra berkata demikian, tetapi memang beginilah liarnya kehidupan anak muda jaman sekarang. Terlebih putrinya ini sudah memiliki kekasih yang lebih dewasa 7 tahun darinya, memilih tinggal dengan mandiri di apartemen. Sudah pasti mama Myra kesulitan mengawasi putri semata wayangnya.
Shenna memandang jengah mamanya setelah dia sudah bisa mengontrol dirinya dari batuk yang mematikan itu. "Mama apaan sih??? Nana gak bakal macem macem melewati batas lah!"
"Yahhh kamu bisa aja ngomong begini sekarang, kalau udah berdua...... hmmm ada setan lewat juga susah kontrol. Bisa kejadian tuh yang iya iya!" Ucap mama Myra santai. "Yang penting ingat pesan mama, kalau uda gak tahan minta dikawinin aja!!" lanjutnya.
Shenna jengah segera mengambil tas nya dan pamit pada mamanya. "Da ah! Nana berangkat yah!" Shenna mencium pipi mamanya dan segera berjalan ke pintu.
"Iya hati hati, inget pengaman!!" Teriak mama Myra dari dalam.
Emak gua gak waras!!!!
Sepanjang perjalanan menuju kantor berbeda dengan biasanya Shenna yang mendengar musik sekarang ada Steve menemaninya berbicara di telefon. Mereka berbagi cerita tentang kegiatan hari ini, diselingi humor oleh Steve yang membuat Shenna tertawa terbahak. Pria itu suka mendengar tawa kekasihnya yang menurutnya sangat merdu ditelinganya.
Tidak terasa Shenna sudah sampai dikantor, dia tetap melanjutkan telefonnya dengan Steve, memarkirkan mobilnya, membeli kopi kesukaannya dan menuju lobby gedung kantor semua itu masih ditemani Steve dengan setia. Senyum Shenna merekah sempurna, dia bahagia.
Shenna dan Steve bercengkrama asik di telefon sampai terdengar suara
"Nana!!" Steve yang mendengar lewat sambungan telefon jelas tahu suara siapa itu terlebih sebutan Nana membuat telinganya panas.
Kevin jelas bisa menebak dengan siapa Shenna berbicara di telefon karena nama pria itu terlontar beberapa kali sedari tadi Kevin mencuri dengar sebelum memanggil Shenna.
"Ayuk naik bersama dan ini sudah waktunya masuk kantor, jangan menelfon lagi ada yang ingin aku bicarakan." Kevin dengan sengaja mengucapkan kalimat tersebut dijarak yang dekat agar Steve mendengarnya dan tanpa persetujuan Shenna dia merebut ponsel Shenna dan mematikan sambungan telefon dan mencabut headset Shenna.
"Brengsek!!" Maki steve diseberang sana. Dia jelas tahu pria itu sengaja melalukan itu, tidak mungkin Shenna yang memutuskan sambungannya. Dengan segera Steve menelfon kembali tetapi tidak diangkat jadi dia memutuskan untuk mengirim pesan.
Steve ❤
"Bos kamu itu sengaja yah??? Telfon aku kalau sudah bisa."
__ADS_1
"Love you. Semangat yah kerjanya dan jaga perimeter aman dari bos kamu itu!"
****
Shenna melangkah gontai mengikuti Kevin keruangan pria itu, bagaimana tidak karena ponsel Shenna sengaja dibawanya agar wanita itu mau mengikuti permintaannya untuk berbicara pagi ini.
Shenna melirik arloji dilengannya masi menunjukan pukul 07.45
Udah mulai jam kerja dari hongkong kali yah!
pemaksaan!!! Aaarrgh!!
Shenna mengumpat kesal dalam hatinya.
Denting lift berbunyi menandakan mereka telah sampai pada lantai kantor Kevin. Kevin berjalan lebih dahulu memasuki ruangannya disusul Shenna, gadis itu bisa bernafas sedikit lega karena Tika sang sekretaris belum datang. Jika tidak pasti akan timbul gosip gosip lainnya.
Kevin duduk dengan tegap pada kursi kerjanya, Shenna duduk disebrang mejanya menghela nafas panjang.
Bakal ruwet ini.
"Ada masalah apa Kev?" Shenna bertanya agar ini cepat selesai.
Kevin menatap nanar Shenna, gadis di hadapannya ini kenapa begitu sulit dijangkau. Sekilas Kevin melihat sesuatu berkilau dijari Shenna, termenung sejenak. Dia tau cincin itu berlian asli.
"Kamu benar sudah resmi dengan dokter itu?" Kevin berusaha menunjukan muka tegarnya.
Shenna bingung harus bereaksi bagaimana melihat ekspresi Kevin. Dia menunduk dan menganggukan kepalanya. Kevin tersenyum kecut, "Yasudah congratz yah. Sana siap siap jam 09.30 kita berangkat ke kantor Jansen, urus final launching produk kerjasama." Kevin mengusap pelan kepala Shenna dan gadis itu tersenyum canggung menatap Kevin.
Shenna lupa sebenarnya dia harus berangkat bersama Kevin ke kantor Jansen. Setelah meminta ponselnya kembali, Shenna segera permisi keluar dari ruangan Kevin. Shenna berjalan menuju ruangannya sembari menelfon Steve dan menjelaskan bahwa dia harus ke kantor Jansen bersama Kevin perihal urusan kerja. Steve yang cemburu sempat marah tetapi Shenna merayu dan membujuk kekasihnya dengan baik sehingga Steve menurut saja pada Shenna.
"Jam 12 siang aku ke kantor kamu, kita lunch bersama." Steve tidak ingin dibantah dan setelah mengucap perpisahan Shenna menutup telfonnya.
Setelah sampai dilantai divisinya Shenna bergegas masuk kedalam ruangannya untuk menyiapkan berkas yang perlu dibawa. Shenna terkejut bukan main begitu masuk kedalam ruangannya, Rara duduk dengan santai dikursi kebesaran Shenna dan mengintimidasi Shenna lewat tatapannya. Rara menggunakan dagunya untuk memberi isyarat agar dia duduk didepannya.
*****
Setelah bercerita semua yang terjadi pada Rara, gadis itu hanya mangut mangut tanda mengerti.
"Udah puas denger ceritanya??? Sekarang lu bantuin gua siapin berkas kerjasama buat Ocean Giant Textile buru!!!" Shenna memerinta Rara sehingga gadis itu mendelik kesal.
"Owwwh iyaaa Sheiii!!! Ada 1 lagi berita penting!" Rara mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan Shenna video Jansen mencumbu wanita di kelab malam.
Shenna menautkan kedua alisnya "Tumben dia begitu, bukannya dia gak ngerokok yah?" Shenna seolah tidak mengenal pria di video itu.
"Kata teman teman di group Andro, si Jansen ngigoin nama lu terus Sheii." Rara cekikikan.
"Aduh udalah video itu jangan kalian sebarin kasian Jansen kan..."
"Ududududuuh baik anet cihhh ibu Shenna!" Rara mencolek dagu Shenna .
Shenna hanya memelototkan matanya geram.
..
Shenna dan kevin berdua didalam mobil menuju kantor Jansen. Suasana hening tanpa pembicaraan hanya terdengar lagu dari ponsel Kevin yang terhubung ke mobil, dan Shenna berkali kali berdecak canggung karena Kevin dengan sengaja memutar lagu Cemburu dari Dewa19 berkali kali dengan volume yang besar.
Ingin kubunuh pacarmu
Saat dia cium bibir merahmu
Di depan kedua mataku
Hatiku terbakar jadinya, cantik
__ADS_1
Aku cemburu
Ingin kubunuh pacarmu
Saat dia peluk tubuh indahmu
Di depan teman-temanku
Makan hati jadinya, cantik
Aku cemburu
Meskipun aku pacar rahasiamu
Meskipun aku selalu yang kedua
Tapi aku manusia
Yang mudah sakit hatinya
Shenna terbatuk saat sudah kelima kalinya Kevin memutar lagu itu, Kevin menoleh sesaat ke Shenna dan tersenyum. "Minumlah kalau seret." lalu dia mengikuti lirik lagu itu dengan menekankan kata Aku cemburu!
Selama janur kuning belum melengkung!! Batin Kevin
Kevin dan Shenna memasuki gedung kantor Jansen dan langsung dipersilahkan menuju ruang meeting untuk bertemu Jansen. Begitu memasuki ruang meeting Shenna sedikit terkejut melihat penampilan Jansen yang cukup menyedihkan. Wajahnya kuyu dan pucat, rambutnya tidak serapi biasanya dan matanya merah seperti tidak tidur berhari hari. Kevin mengerutkan alisnya melihat tampilan Jansen dan segera menyunggingkan senyumnya.
Pasti patah hati juga nih manusia! Kevin tertawa dalam hatinya. Kevin merasa sedikit diatas angin karena jika diurutkan posisinya dia berada di nomor dua dan Jansen sudah pasti dinomor tiga.
Meeting berlangsung singkat dan cepat Jansen yang tidak konsentrasi terkadang menatap Shenna lama sehingga sekretaris Jansen beberapa kali berdehem untuk menyadarkan atasannya itu.
Duh untung cepet kelar meetingnya! Jansen cukup jengah dengan perbuatan Kevin yang dengan sengaja ingin memanasi Jansen dan tatapan intimidasi dari Jansen juga tak luput Shenna terima.
Kini mereka sudah dalam perjalanan kembali menuju kantor, sebentar lagi jam makan siang.
"Naa, lunch dulu yuk." Kevin tidak ingin menyiakan kesempatan.
"Hmm sorry Kev, Steve udah nungguin aku di kantor." Shenna tersenyum tidak enak. Dan Kevin hanya membalas dengan senyuman pias.
Saat Kevin hendak memarkirkan mobilnya dia menyuruh Shenna untuk turun duluan.
"Katanya udah ditungguin gih sana turun duluan."
"Beneran gak apa apa??" Shenna merasa tak enak hati.
"Iya tenang aja Na, santai. kita kan temen." Kevin tersenyum lebar menyembunyikan luka hatinya.
Shenna tersenyum hangat membalas Kevin dan segera turun dari mobil berjalan menuju lobby kantornya. Begitu memasuki lobby kantor terlihat Steve sedang duduk memainkan ponselnya diruang tunggu, banyak pasang mata mengamati sosok dokter tampan itu. Shenna membalas sinis tatapan para wanita yang mencuri pandang kekasihnya itu dan segera menuju tempat Steve.
"Halo boleh kenalan? Kamu ganteng banget sih!!" Shenna mengejutkan Steve yang menunduk memainkan ponselnya.
"Sayang." Steve segera berdiri memeluk kekasihnya dan mengecup jidat Shenna.
Kevin yang baru saja masuk menuju lobby melihat pemandangan itu, senyum bahagia Shenna.
Senyuman itu... dan di detik itu juga Kevin tersenyum sendu menyadari mungkin tidak ada lagi celah dihati Shenna. Dia berjalan menuju tempat Shenna dan Steve berdiri, Steve yang menyadari itu wajahnya langsung berubah tegang. Shenna membalikkan badannya mengikuti arah pandangan Steve dan terkejut melihat Kevin berjalan kearah mereka.
Aduhhhh jangan ribut disni please!!! Shenna berdoa dalam hatinya.
Begitu Kevin sudah bediri dihadapan mereka, Shenna menelan ludahnya kasar.
Kevin tersenyum lebar menenangkan Shenna, lalu menatap Steve dalam dan menepuk bahu Steve sedikit kencang.
"Jangan pernah lu lepasin atau nyakitin gadis sebaik Shenna, Jika itu terjadi gua orang pertama yang akan rebut dia dari lu!" Kevin tersenyum dan berlalu meninggalkan Shenna dan Steve yang tertawa kesal.
__ADS_1