Shenna Love

Shenna Love
Gila Lu Ndro!


__ADS_3

Katakanlah jika Shenna memang tergolong wanita populer saat ini, kemanapun kakinya melangkah pasti akan segera menyedot perhatian sekelilingnya. Langkahnya lugas, badannya yang ramping selalu dibalut dengan pakaian yang pas dipandang mata, menarik dan tidak berlebihan. Wajahnya juga cantik, kulitnya putih mulus ditambah rambut panjangnya yang terawat selalu terlihat menawan. Seperti saat ini tanktop hitam dan rok midi floral menjadi pilihannya untuk hangout santai bersama Rara, setelah usai acara kantor tadi siang Rara dan Shenna memilih untuk menghabiskan waktu bersama malam ini di mall pusat kota.



Shenna memilih naik taxi sore ini untuk bertemu Rara dan Andro pacar Rara tentunya, mereka sudah bersahabat dengan baik semenjak kuliah. Jadi Shenna tidak risih dan merasa jadi obat nyamuk diantara Rara dan Andro, lagipula gaya pacaran Rara dan Andro sudah seperti sahabat karib karena hubungan mereka sudah terjalin dari sekolah SMA.


Macet dan sudah pasti akan diantar pulang oleh pasangan sahabatnya itu membuat Shenna yakin pasti tidak akan menyetir sendiri menuju lokasi pertemuan.


Shenna membuka ponselnya untuk mengirim pesan pada Rara


"Ra lo dimana? gua udah on the way yah!"


Rara


"Gua sama Andro lagi nyari parkiran, yaudah begitu lu udah sampe gua tunggu d cafe biasa yah!"


Shenna


"Ok! Pesenin gua beef lasagna sama lemon tea yah! LAPER!!"


Rara


"Siap buk bos!!"


Perjalanan Shenna memakan waktu 20 menit hingga akhirnya dia tiba di mall dan langsung menuju cafe


tempat janjian bersama Rara.


Setelah melihat Rara yang duduk bersama Andro, Shenna langsung menghampiri dan duduk untuk segera memakan makanannya.


"Yah ampun Sheii. Pelan aja.. santai. Makanan lu gak bakal lari." Andro tercengang melihat Shenna makan buru buru


"Laperrrr gue laperrrr!!" Shenna tidak peduli sekitar dan masih sibuk dengan makanannya.


"Udah biar aja sayang, dia emang begitu. Hafal aku mah." Rara sibuk memainkan game permen di ponselnya.


Setelah menghabiskan makanannya, Shenna mengelap mulutnya.


"Abis ini apa plan kita??"


"Andro ngajakin nongkrong di cafe tuh." Rara masih asik dengan gamenya.


"Laaah emangnya ini warung kopi?? Ini kita juga lagi di cafe kali Ndro!" Shenna jengah dengan perkataan Rara.


"Stop yah Sheii manggil gua 'ndro ndro', sambit es batu nih!" Andro memang paling tidak suka dipanggil Ndro, semua mengoloknya dengan nama itu 'GILA LU NDRO' sedari dia duduk dibangku sekolah dan dia tidak suka.


Rara dan Shenna tertawa bersama, karena bagi mereka itu hal yang lucu.

__ADS_1


"Maksud Rara tuh gua mau ajakin lu pada nongkrong di cafe yang baru dibuka sama temen gua, daerah Kemang sana. Yuk lah cabut! Siapa tau dapet minum gratis." Andro bergegas berdiri untuk memanggil pelayan meminta bill.


"Jiaaah laki bini sama aja yahh. Muka gratisan!" Shenna menggelengkan kepalanya sembari mengeluarkan beberapa lembar yang dari dompetnya untuk membayar makanannya.


"Harus itu!!!" Andro dan Rara kompak menjawab, Shenna memutar bola matanya malas.


Perjalanan memakan waktu 30 menit karena macet dan bertepatan dengan jam pulang kantor.


" Senin nih, macet deh." Andro yang menyetir mobil mulai kesal dengan kemacetan ibukota.


Shenna hanya memainkan ponselnya malas, ada banyak chat Kevin dan Steve yang dia abaikan.


"Ra." Shenna memulai pembicaraan "Gua beneran pusing sama bos lu nih!!" lanjut Shenna.


"Kenapa lagi sih doi??" jawab Rara , dan Andro hanya menyimak meski tidak nyambung dengan ceritanya.


"Banyak banget! Kesel loh gua. Dia beneran bertindak seolah gua punya dia dan lu tau gak sih, dia tau soal bunga kiriman Steve tadi pagi. Bukan lu kan yang bocorin??" Selidik Shenna.


"Pak Daniel tuh informannya." Rara menyimpan ponselnya di tas. "Gua ketemu pak Daniel di lift saat mau keruangan lu, dan gua jamin dia baca diem diem itu kartu di buket bunga lu!" Lanjut Rara.


"Diihh males yah! punya mata mata." Shenna gemas mendengar penuturan Rara.


Setelah sampai ditujuan dan memarkirkan mobilnya, Andro memandang kedua gadis dimobilnya yang masih belum juga turun karena asik berceloteh sedari tadi. "Emang ada apaan sih??" Tanya Andro penasaran.


"Sheii lagi di kejar kejar sama pengusaha sukses sayang. Ada lagi tuh dokter ahli jantung! Daaaannn temen kamu itu tuh comeback again!!" Dengus Rara.


"Iyaaa temen kamu tuh! kombek kombek ga jelas!" Rara bersidekap.


"Kombek apaan sayang? Siapa??" Andro semakin tidak mengerti arah pembicaraan Rara.


"Ini berdua apaan sih???" Shenna mulai jengah melihat perdebatan kedua makhluk di hadapannya.


"Harap maklum Sheii, pacar gua telmi!!" Rara berupaya menenangkan Shenna padahal tidak perlu.


"Temen kamu Jansen tuh si manusia gak jelas dateng lagi dan ngusik hidup Sheii!!" Lanjut Rara.


"Jansen maksud kamu si Jansen itu temen aku?" Andro mulai membuat kesal Rara.


"Emang temen kamu yang namanya norak macem jangkar itu ada berapa??? Heh??" Rara mulai naik pitam padahal tidak perlu.


Shenna mulai bingung dengan situasi panas yang padahal tidak perlu ini.


"Owh kalau maksud kamu si Jansen yang itu yah nanti juga ketemu, Jansen yang itu kan yah? Jansen kan baru forgood sari singapur 3 bulan lalu, dia ada di dalem pasti. Kan yang buka Cafe temen main kita juga temen aku sama Jansen. Emang Jansen kenapa??"


Shenna hanya terhenyak mengingat perkataan Andro barusan bahwa dia akan bertemu Jansen di dalam.


Sedangkan Rara tergugu akan sikap telmi pacarnya itu.

__ADS_1


"Gua pingsan aja lah!!!" Rara memejamkan matanya dan meyender pada kursi mobil.


"Sayang kamu kenapa????" Andro mengguncang lengan Rara panik.


****


Tak perlu waktu lama untuk membuktikan ucapan Andro. Setelah berbasa basi sejenak pada pemilik cafe, Shenna, Rara dan Andro mendapat kursi diruangan VIP dan dipersilahkan duduk menikmati jamuan serta acara pembukaan cafe tersebut, dan sudah jelas sekali ada Jansen diruangan VIP itu.


Memakai kemeja hitam yang digulung hingga sikunya dipadu dengan jeans navy serta sepatu kets putih, sungguh Jansen bagaikan sahara di padang gurun. Indah dan menyejukkan jiwa jiwa yang haus dibelai.


Shenna menelan ludahnya kasar, seolah ada batu ditenggorokannya membuat dirinya tak nyaman saat manik matanya dan manik mata hitam legam milik Jansen bertemu.


Jansen tersenyum manis semanis madu, lalu mengeluarkan ponselnya mengetik sesuatu.


Ponsel Shenna bergetar menandakan ada pesan masuk, Shenna langsung memeriksa ponselnya guna menyibukan dirinya agar tidak perlu bertatap dengan Jansen lagi.


08373926xxxxxx


"Sungguh kamu cantik banget malam ini... aku gak rela semua mata cowo liatin kamu!"


Shenna mengerutkan alisnya, tidak butuh waktu lama dan dia tau ini pasti nomor Jansen.


Shenna mengabaikan pesannya.


08373926xxxxxx


"Kamu cuekin aku Sheii?? Nanti pulang sama aku yah.. tadi kamu dateng sama Andro n Rara kan? Pasti kamu gak bawa mobil. Nanti aku ngomong sama Andro."


Shenna


"GA PERLU!!"


08373926xxxxxx


"Ikut aku pulang atau aku kesana sekarang dan umumin kita udah pacaran!"


Shenna menggenggam erat ponselnya kesal, dia sungguh emosi dan tidak bisa mengontrol lelaki lelaki aneh yang berada dihidupnya sekarang. Kevin, Steve dan Jansen benar benar membuat kepalanya sakit dengan tingkah ajaib mereka sekarang.


Terlihat Jansen, Andro dan beberapa lelaki lainnya sedang menikmati minuman yang dihidangkan dimeja lainnya diruangan VIP sambio bersenda gurau. Sedangkan Rara dan Shenna asik berdua 1 meja sembari mengobrol dan bergosip.


Tiba tiba ponsel Rara bergetar, setelah membaca pesan yang masuk, Rara merengut wajahnya dan memperlihatkan isi ponselnya pada Shenna.


Sayangku Andro


"Sayang. katanya Jansen mau anter Sheii pulang. Udah aku okein yah!"


Shenna pias melihat isi pesan itu,

__ADS_1


Gila lu Ndro!!


__ADS_2