Shenna Love

Shenna Love
Hari Patah Hati Berjamaah


__ADS_3

Jansen mungkin sedang mencoba mencapai batas keberuntungannya untuk memiliki Shenna, tadi sepanjang perjalanan dia dan Ransen kembali dari sehabis memancing kemarin sore, Ransen sudah menceritakan bahwa kakaknya kini telah resmi berpacaran dengan dokter muda. Jansen yang penasaran tidak menyangka bahwa dokter muda yang menjadi pacar Shenna adalah lelaki yang tempo kemarin dia temui dimall bersama Shenna.


Hati Jansen sakit sebenarnya mengetahui Shenna telah resmi menjadi milik orang lain, dia kecewa dan patah hati sejujurnya. Dan pagi ini dia memutuskan untuk ikut pulang bersama Ransen hanya demi menanyakan kebenarannya pada Shenna meski dia tau Ransen tidak mungkin mengada ada dalam bercerita. Ternyata apa yang terpampang didepan matanya lebih dari sekedar penuntasan pertanyaan dalam hatinya, tetapi juga sangat menyakitkan hati dan matanya sekaligus melihat Shenna tertawa bahagia bersama lelaki lain.


"Hai Sheii kamu mau kemana pagi pagi??" Pertanyaan Jansen mungkin terdengar biasa dengan senyum ramah menghiasi bibirnya tetapi sorot matanya tidak bisa berbohong ada sirat luka yang nyata disana dan Steve dengan jelas melihat itu. Steve sadar bahwa pacarnya sangat dicintai oleh lelaki didepannya ini. Dan Ransen memilih untuk masuk kedalam rumah terlebih dahulu menghindari perang cinta segitiga kakaknya.


"Anda bertanya seolah tidak ada orang lainnya disini." Sinis Steve, "Sheii akan pergi bersama dengan saya!"


Shenna merasa suasana tidak kondusif segera menengahi. "Hai Sen, iya sepertinya kami sudah harus berangkat. Aku duluan yah." Shenna hanya tersenyum dan segera memberi isyarat agar Steve menghentikan tatapan menghujam pada Jansen, dan dengan segera seperti sengaja Steve merangkul Shenna menggiring pada kursi penumpang dan membukakan pintu mobilnya untuk Shenna lalu membimbing wanita itu masuk kedalam mobil sambil mengelus sayang kepala kekasihnya. Shenna hanya tersenyum kaku karena dia sangat tahu Steve sedang memanasi Jansen, lalu Steve melirik Jansen sekilas dan masuk kedalam mobil segera menghidupkan mesin dan pergi dari hadapan Jansen.


Sepanjang perjalanan menuju Djaya Hospital terasa sangat jauh untuk Shenna, padahal jarak dari rumahnya ke rumah sakit lumayan dekat. Raut muka Steve sangat tidak bersahabat, bibirnya kadang mengerucut kesal, jidatnya berkerut seakan alisanya bisa menyatu dan bibirnya kadang mengeluarkan umpatan untuk kendaraan lain yang menyalip mobilnya.


Shenna bergidik ngeri dan menelan ludahnya kasar.


Kenapa jadi dia yang marah marah gak jelas?!


Baru Shenna hendak membuka mulutnya untuk mencairkan suasana


'BIIIIPPPPPPPPPP!' Steve menekan klakson mobilnya panjang dan mengumpat "Bisa bawa motor gak sih jadi orang??? B*go banget!"


Shenna menganga terkejut dan membelakkan kedua matanya padahal jarak motor tersebut dengan mobil steve masih jauh.


Fix udah gak waras ini orang!!


"Kamu kenapa marah???" Todong Shenna.


Steve melirik sekilas pada Shenna. "Siapa yang marah??" Elak Steve.


"Yah kamu lah!! Dari tadi emosi begitu bawa mobilnya!" Shenna menatap kesal Steve.


"Ngarang aja! Siapa yang emosian??" Steve masih saja berkilah.


Shenna menyipitkan matanya dan melirik Steve kesal.


"Puter balik!!!! Aku mau pulang aja!! Anterin aku pulang!!"


Steve mendadak kelabakan dan berusaha membujuk kekasihnya.


"Kok gitu kamu?? Katanya mau temenin aku. Kan nanti kita juga mau piknik." Steve merajuk agar Shenna tidak marah padanya.


Shenna hanya melirik sinis dan mendengus.


"Tuh lihat aku udah bawain kamu cemilan yang banyak biar kamu senang." Steve menunjuk sekantong plastik aneka makanan ringan dibangku belakang.


"Mood aku rusak sama kamu!" Shenna bersidekap memalingkan wajahnya.


Tidak terasa mereka sudah sampai dirumah sakit dan Steve segera memarkirkan mobilnya di area parkir khusus.


"Kamu jangan marah. Aku minta maaf yah, aku tadi kaya anak kecil." Steve membuka seatbeltnya dan mencondongkan badannya kearah Shenna.


"Sayang....." karena sama sekali tidak ada respon dari Shenna maka Steve dengan sedikit memaksa menarik dagu Shenna untuk menatapnya tanpa menyakiti wanita itu. Dan dengan segera mel*mat bibir Shenna dalam. Steve dengan dominan mencium bibir kekasihnya, dengan kepiawaiannya memainkan bibir dan lidahnya membuat Shenna hanyut terlena.


Cu.. curang!!!! Dasar Steve sialan!!


Shenna hanya bisa mengumpat dalam hatinya meski dia juga hanyut dalam permainan Steve.


Steve dan Shenna berjalan beriringan masuk kedalam gedung rumah sakit, begitu memasuki lobby utama dan suasana lumayan ramai untuk pagi itu. Mungkin memang benar tidak ada kata libur untuk sakit sehingga membuat para dokter dan suster tetap harus bekerja meski 24jam sekalipun.


Terdapat sebuah Coffee Shop di lobby utama, disana lumayan ramai dan harus mengantri untuk memesan makanan. Ada beberapa dokter dan keluarga pasien sarapan disana sekedar duduk untuk menikmati secangkir kopi panas dan croissant hangat.

__ADS_1


Beberapa dokter yang tengah menikmati sarapannya bergegas berdiri begitu melihat Steve dan mengucapkan selamat pagi, terlihat mereka mengobrol sesaat. Ah Shenna hampir saja lupa bahwa kekasihnya merupakan calon kepala rumah sakit yang ditunjuk langsung oleh pemiliknya yaitu kakek Steve. Shenna menunggu dikursi untuk menunggu Steve memesan makanannya.


Steve datang menuju meja Shenna menunggu membawa nampan berisikan 2 potong roti lapis dan 2 gelas kopi latte panas. Hampir semua mata tertuju pada Steve dan Shenna, sebagian karyawan dan suster sudah pasti penasaran dan bertanya tanya siapa Shenna dan apa hubungannya dengan Steve karena yang mereka tahu bahwa Steve adalah high quality single yang menjadi incaran hampir seluruh wanita single dirumah sakit ini baik dari suster, bagian operasional sampai dokter disini. Tidak pernah sekalipun terlihat dekat dengan seorang wanita manapun.


Steve melirik arlojinya singkat, "Sekarang baru jam 06.45 kita punya waktu 1jam buat sarapan dan santai sejenak nanti diruangan aku yah."


Shenna mengabaikan perkataan Steve dan sibuk melihat sekeliling lobby rumah sakit dengan matanya.


Shiitt gua harus hitung dari angka berapa ini????


Terlalu banyak semut mengincar gula!!


Karena merasa diabaikan Steve mengelus sayang pipi kekasihnya itu. "Sayang kamu dengarin aku gak sih??" Pergerakan yang Steve lakukan membuat reaksi terkejut dan kesal dimulai dari suster dibagian informasi, suster yang lewat membawa trolley obat sampai dokter wanita muda yang lewat di lobby itu. Bahkan dengan mata Shenna sendiri melihat ada suster yang menatapnya kesal secara terang terangan dan menghentakkan kakinya sambil meremas sebuah dokumen ditangannya yang Shenna yakini itu adalah rekam medik pasien.


Shenna memindai isi lobby dengan matanya wajahnya setenang air mengalir di pedesaan, namun dalam hatinya penuh dengan umpatan dan makian seperti lautan manusia demo digedung pemerintahan.


kemarin terakhir berapa?? tujuh??


berarti sekarang delapan, sembilan, sepuluh, sebelas, **** banyak banget!!!!! Dua be...


"Kak Steve...!!!!" Suara itu mengejutkan Shenna dan Steve juga langsung menoleh kesumber suara.


Senyum Steve mengembang melihat wanita itu, wanita yang Shenna yakini berusia sepantaran dengan dirinya, wajahnya manis dengan rambut panjang dikuncir kuda, memakai jubah dokter berlengan pendek dipadu dengan dress floral selutut sebagai **********.


"Kak Steve ada rapat dokter yah??? Pagi banget kesininya." Wanita itu menggelayut pada lengan Steve dengan manja.


Shenna hampir saja menjatuhkan roti lapis dari tangannya, dia terbelak kaget.


Apa dia... apa dia si nomor satu??!


Shenna menatap Steve dengan aura membunuh yang kuat sehingga Steve pun menyadari itu dan menelan ludahnya kasar, sembari melepas tangan wanita itu dia berkata "Key... Keysha.. Lepasin dulu. Kenalin ini pacar kakak. Seumuran kamu, namanya Shenna."


Keysha langsung menatap Shenna antusias. "Halo kenalin aku Keysha adik sepupu kak Steve." mengulurkan tangannya. Shenna tersikap dan bernafas lega segera menjabat hangat tangan Keysha.


Keysha tersenyum menggoda. "Ciyeee kak Steve udah move on dapet pacar cantik banget lagi!" Keysha menyikut pelan perut Steve dan mendapat pelototan dari Steve.


Setelah menghabiskan sarapan yang penuh dengan drama bagi Shenna akhirnya dia dan Steve berjalan naik menuju ruangan kerja Steve. Dari mulai di lobby sampai pada ruanganny Steve menggandeng Shenna mesra sehingga sudah menciptakan statement dan gosip pasti diantara para suster bahwa kini dokter idola mereka sudah tidak lagi single dan memiliki seorang kekasih wanita yang cantik.


Shenna duduk dengan santai dibangku kerja Steve sambil memainkan bangkunya memutar kearah kiri dan kanan, mengamati Steve yang duduk disebrangnya sedang membereskan beberapa berkas untuk meeting nanti. Kata Steve meeting ini tentang pasien yang dia operasi minggu lalu memiliki kasus kelainan jantung langka sehingga Steve mengumpulkan para dokter spesialis untuk memberi arahan tentang tindakan lanjutan setelah operasi. Setelah membereskan berkas yang akan dibawanya, Steve membuka sebuah lemari kecil yang terletak diruangannya, mengeluarkan sebuah kemeja lengan pendek dan jas dokternya.


Tanpa malu malu Steve membuka kaos polosnya dan akan menggantinya dengan kemeja dihadapan Shenna. Seketika Shenna memalingkan kursi dan wajahnya yang bersemu merah karena terang terangan melihat peruk abs milik Steve yang menggugah imannya.


Shitt cobaan apa ini?!!


Steve yang memang sengaja ingin menggoda Shenna berjalan mendekati wanita itu dengan kondisi yang masih bertelanjang dada, menarik pegangan kursinya dan memutarnya agar Shenna menghadap dia lalu mengungkung Shenna pada kursinya.


"Kamu kenapa kok mukanya merah??" Goda Steve sambil mengelus lembut pipi Shenna.


Shenna tentu saja kaget bukan main, "Kamu gak tau malu yah cepat pake bajunya!" Wajah Shenna semakin merah dan panas.


Steve tertawa senang karena berhasil menggoda Shenna dan melepaskan kungkungannya untuk segera memakai bajunya "Hahaha rasain balesan aku buat tadi pagi!"


Shenna tersentak dengan perkataan Steve yang ternyata dia memang sengaja ingin mengerjai dia.


Lu ngerjain salah orang steve! Shenna menyipitkan matanya dan memandang Steve kesal, dia segera berdiri dan menghampiri Steve dengan segera masuk keantara celah Steve dan kemeja yang akan dikenakannya. Steve terkejut Shenna cukup gesit menyelinap karena celah antara tubuh dan kemejanya tidak terlalu lebar untung saja kepala Shenna dan dagunya tidak saling membentur.


Shenna langsung melancarkan aksinya, menatap Steve dengan tatapan sensual dan menggoda, dengan sengaja dia memegang kerah bajunya sendiri yang sedikit rendah lalu mengelus dada telanjang Steve dengan tangan satunya.


"Ka.. kamu ngapain sayang??" Steve tergagap karena merasa takut gejolak hasratnya meledak melihat Shenna terang terangan menggoda dirinya.

__ADS_1


Sambil mengelus halus seringan jaring laba laba didada Steve yang bidang dan keras Shenna sedikit mendesahkan suaranya "Kamu... mau ga..?"


"Ma.. mau ap.. apa???" Steve mulai salah tingkah.


"Kamu.. mau gak tolongin ambil minum aku haus!!" Shenna mendorong keras dada Steve sambil tertawa puas karena melihat Steve sudah sepenuhnya gusar akibat perbuatannya.


Sialan gua hampir ketipu!! Steve kesal dengan Shenna dan segera memakai kemejanya untuk mengejar Shenna karena ingin menjitak kepala kekasinya itu. Shenna tertawa dengan sangat gembira sambil menjulurkan lidahnya mengejek Steve.


Ketika Shenna sudah tertangkap oleh Steve dan dalam posisi Steve memeluk Shenna dari belakang tiba tiba pintu ruangan Steve terbuka.


"Dokter Steve rapat akan..." Seorang dokter wanita dengan penampilan yang cukup sexy dan menarik itu terkejut dengan apa yang tersaji didepan matanya, dia terpaku beberapa saat sampai Steve berdehem.


"Maaf saya tidak tahu ada orang lain disini." Kata dokter wanita itu seolah menganggap Shenna orang lain.


Shenna menautkan alisnya kesal mendengar penuturan dokter waniat itu, Steve langsung membalas dengan tatapan dinginnya "Tidak apa apa tetapi lain kali ada baiknya dokter Stella mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan ini kekasih saya bukan orang lain!"


*****


Rapat berjalan dengan lancar dan selesai sesuai perkiraan waktu Steve, Shenna juga tidak terlalu lama menunggu diruangan Steve. Kini mereka dalam perjalanan menuju puncak gunung sesuai rencana mereka untuk piknik berdua. Jalanan tidak macet dan lancar, hanya dalam waktu 3 jam mereka sudah sampai, hamparan luas kebun teh tersaji didepan mata. Udara sejuk dan sinar matahari hangat menambah indahnya suasana disana.


Steve membawa dua sepeda gunung dibelakang mobilnya, setelah memarkirkan mobilnya mereka duduk sejenak untuk berpiknik kecil ala mereka sebelum mereka menikmati kebun teh dengan bersepeda berdua.


"Sayang, mana ponsel kamu. Aku pinjem." Steve menadahkan tangannya meminta ponsel Shenna.


Tanpa banyak bertanya Shenna langsung menyerahkan ponselnya dan matanya tetap menatap pemandangan didepannya.


"Sayang fotoin aku cepet." Steve menyalakan mode kamera pada ponsel Shenna meminta untuk difoto.


Shenna melengos sesaat tetapi segera mengambil foto Steve dan kembali menikmati pemadangan tanpa mau pusing kekasihnya sedang melakukan apa pada ponselnya.


Setelah beberapa saat Steve mengembalikan ponsel Shenna dan mengajaknya untuk bersepeda sebelum matahari semakin terik. Shenna yang setuju segera menyimpan ponselnya di tas selempang yang dia bawa.


Mereka bersepeda dan berkeliling seru hingga 1 jam lamanya, karena hari sudah mulai semakin siang mereka kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan mencari restoran untuk makan siang.


Sedari tadi saat bersepeda Shenna merasakan getaran pada ponselnya yang tidak habis habisnya, kini dengan duduk nyaman dimobil Shenna membuka ponselnya untuk melihat siapa yang menelfonnya.


Rara 15 misscall 28 chat


Kevin 9 misscall 40 chat


Jansen 2 misscall 9 chat


dan masih ada lagi dari beberapa teman yang mengucapkan selamat dan ucapan lainnya di media sosialnya.


Apa apaan ini???!


Shenna membuka media sosialnya dan melihat dia baru saja membuat postingan baru.



Foto Steve diunggah di media sosial Shenna,


Dengan Caption tertulis


When i saw you i fell in love and you smiled because you knew . - William shakespeare


Shenna menatap Steve dengan mulut ternganga tidak percaya apa yang kekasihnya ini lakukan, Steve yang sudah mengetahuinya hanya bertanya ringan sambil tersenyum simpul.


"Dapet berapa like sayang??"

__ADS_1


Media sosial Shenna jarang sekali memposting sesuatu karena dia tidak ingin beberapa orang mengetahui kehidupannya, dia hanya aktif sebagai pemberi like saja. Karena sudah lama tidak memposting sesuatu tentu saja sekali Shenna memposting semua teman Shenna mendapat notifikasi itu, pantas saja Rara, Kelvin dan Sean bertubi tubi menghubungi dia.


Mungkin hari ini hari patah hati bagi semua penggemar Shenna dan terutama Kevin dan Jansen.


__ADS_2