Shenna Love

Shenna Love
Kilasan Masa Lalu ( Dr. Steve)


__ADS_3

Setiap satu tahun sekali akan ada event besar menyambut hari ulang tahun Ibukota, event pekan raya tersebut dirayakan secara besar besaran selama satu bulan penuh. Banyak sekali mikro usaha yang akan berpartisipasi, mulai dari brand ternama, terbaru hingga produksi rumahan skala menengah.


Dan acara ini menjadi ajang ladang rezeki untuk beberapa orang, seperti Shenna saat ini. Mahasiswa semester lima yang bekerja untuk mencari uang saku dan mengisi hari liburan kuliahnya, ada banyak sekali mahasiswa dan mahasiswi yang mencari pekerjaan sambilan dalam acara ini karena untuk pendapatannya terbilang fantastis untuk para mahasiswa tersebut. Fisik yang kuat dan daya tahan tubuh yang bagus harus dimiliki karena acara ini berlangsung selama satu bulan penuh dan berada di lapangan terbuka meski ada bebrapa hall dalam bangunan juga digunakan.


Berbagai lapisan masyarakat turut berbondong bondong untuk datang meramaikan acara tersebut, berbagai wisata kuliner, promo barang terbaru hingga sale beberapa merk tertentu menjadi incaran setiap orang.


Disinilah Shenna yang bekerja sambilan pada brand otomotif, seragam kerja juga disiapkan dan pekerjaannya menjual produk yang baru diluncurkan untuk diperkenalkan pada masyarakat.


Hari hari sibuk melekahkan dan menyenangkan juga Shenna rasakan karena untuk acara ini terbilang besar dan persiapannya sangat matang. Banyak selebriti yang ikut andil mengisi acara hiburan, bahkan Walikota, beberapa mentri serta President di negara ini pun turut memeriahkan pembukaan acara pakan Raya ini.


Tepat seminggu setelah acara berjalan seorang sahabat Shenna menghubunginya untuk janjian makan siang di acara tersebut, Rio nama sahabat Shenna. Bukan sahabat yang terlalu akrab, dan dia berkata akan datang ke acara tersebut karena mengunjungi sahabatnya yang menjadi dokter jaga untuk acara tersebut. Tetapi Shenna berpikir tidak masalah karena selain menjalin persahabatan juga dia sudah lama sekali tidak menyapa pria itu.


"Sheii!!! Disini!" Rio mengangkat tangannya berteriak memanggil Shenna karena memang suasana disana sangat ramai pengunjung, belum lagi berbagai suara dari speaker berlomba lomba mempromosikan barang dagangannya.


Shenna yang sudah melihat keberadaan Rio berjalan menuju stand makanan yang menyediakan bangku dan meja untuk pengunjungnya.


"Hai Rio. Sorry yah lama. Tadi stand rame banget, jadi jam istirahatnya harus gantian." Shenna menyapa ramah dan langsung mendudukan dirinya yang kelelahan hampir lima jam berdiri.


"Santai aja, gua juga baru duduk ini." Rio tertawa renyah. "Owh iaa kenalin ini sahabat gua, Steve. Dia sama kayak lu sebulan disini kerja jadi dokter jaga." lanjut Rio.


Shenna tersenyum ramah menyambut tangan Steve untuk berkenalan. Pria dengan kacamata bingkai tipisnya terlihat memang tipikal orang pintar, memakai kemeja lengan panjang, senyum yang memang manis dan tatapan yang hangat dibalik manik matanya yang berwarna cokkat pekat. Tetapi sama sekali tidak menarik perhatian Shenna saat itu. Begitulan kesan pertama saat berkenalan dengan Dr.Steve.


Rio yang memang saat itu menyandang status kadal berbisa, takut akan ada skandal yang terjadi antara Shenna dan Steve, jadi dengan segera membisikan pada Shenna.


"Jangan jatuh cinta yah. Dia udah ada 'pawang'nya."


Shenna yang saat itu memang tidak tertarik hanya terkekeh pelan. Obrolan dan candaan ringan saat makan siang hingga tak terasa sudah habis jam istirahat Shenna.


"Rio. kayanya gua harus balik deh. Jam istirahat udah mau habis, gak enak sama anak anak yang lain. Apalagi weekend gini rame banget orang dateng." Shenna melirik arloji yang melingkari tangannya dan bersiap untuk bangun dan pamit.


"Owh ok sip gap apa apa. Eh eh Sheii, tunggu." Rio menahan Shenna. "Gini, nih dokter edan gak punya temen sebulan disini, jadi boleh gak dia minta kontek lu buat janjian kalau mau lunch atau dinner bareng." Lanjut Rio cengengesan, entah apa tujuan pria itu yang sempat mewanti shenna untuk tidak jatuh cinta pada Steve shabatnya namun dengan sengaja menggeiring mereka untuk bertukar nomor ponsel.


Terlihat saat itu Steve memelototkan matanya pada Rio dan mengucapkan kata 'rese lo' dengan isyarat bibirnya saja. Shenna mematung melihat interaksi dua manusia didepannya.


"Owwhh okeee. Santai aja, boleh kasih aja Rio kontek gua, kan lu ada nomor whasaap gua. Gua duluan yah uda mepet waktu nih. okeee! Byeeee!" Shenna berjalan untuk pamit dan tidak ambil pusing kejadian barusan.

__ADS_1


Tiga hari berlalu dan Shenna juga sudah lupa dengan persoalan Rio dan Steve.


Tiba tiba saat melihat handphone nya di jam istirahat ada sebuah pesan dari nomor tidak dikenal yang sudah terkirim dari pukul 10 pagi tadi.


03747488xxxxx


"Hai Shenna. Ini Steve teman Rio. Kalau tidak sibuk dan keberatan apa boleh nanti makan siang bersama?"


Shenna


"Hai Dokter... Baik boleh, sekarang jam makan siang saya. Apa dokter sudah bisa istirahat sekarang?"


Setelah terkirim, segera ada balasan dari Steve.03747488xxxxx


"Oke Bisa saya jemput di stand kamu yah sekarang. kamu di stand otomotif kan yah?"


Shenna


"Iya benar. Baik saya tunggu."


Selama tiga minggu hingga event besar tersebut berakhir. Hari hari Shenna diisi oleh Steve, makan bersama, pulang pergi bersama. Dan Shenna sangat senang berteman dengan Steve. Dibalik sikapnya yang pendiam di awal perkenalan ternyata Steve orang yang sangat menyenangkan dan lucu.


Awalnya Shenna tidak mau terlalu dekat dengan kekasih orang, takut di cap pelakor.


"Saya sedang break dengan pacar saya." kata-kata itulah yang keluar saat Shenna mengobrol perihal kekasih Steve.


"Kami sudah berpacaran selama lima tahun sedari awal kuliah sebagai dokter hingga sekarang. Mungkin ada banyak hal yang dipaksakan diawal hubungan jadi kami


harus break." lanjutnya.


Dari informasi yang Shenna dapat, Villy Albiansono nama kekasih Steve, dan Villy yang mengejar cinta Steve sedari awal.


Nama Albiansono bukanlah nama asing di telinga masyarakat kota ini. Karena siapa yang tidak tahu keluarga Albiansono adalah keluarga pencetak turunan dokter dokter hebat bahkan ada yang menjadi tokoh masyarakat. President negara ini pun juga mempunyai dokter pribadi bermarga Albiansono.


"Hebat!! Harusnya kalian cocok bersama. Sama sama dokter. Sayang sekali hubungan kalian."

__ADS_1


Shenna mengungkapkan isi pikirannya.


Dengan hanya mengulas senyum hambar Steve melanjutkan. "Perasaan tidak bisa dipaksa terus menerus."


Kedekatan jalinan hubungan Shenna semakin erat dengan Steve, setelah event besar itu berakhir mereka masih tetap bertemu dan menghabiskan waktu bersama.


Steve ternyata adalah tipikal pria romantis penuh dengan kejutan. Shenna sangat tidak menyangka, apalagi dibalik wajahnya innocent dan profesinya sebagai dokter ternyata Steve memiliki banyak tatto ditubuhnya yang selalu dia tutupi.


Kejutan hari ulang tahun Shenna yang hanya berbeda sehari dengan Steve, makan malam romantis di hotel terkenal, nonton midnight dadakan, kado kado dan hadiah mahal terus berdatangan. Sungguh Shenna hanyalah wanita yang memakai perasaan.


*Le*mah hati ini, gak kuat so sweet banget ini laki.


Shenna ingin sekali menyangkal perasaannya tetapi akhirnya terjerumus juga hanyut terlena dengan perlakuan manis Steve.


Setelah dekat dengan hampir tiga bulan, perlakuan dan perhatian Steve mendadak berubah dan bahkan sulit dihubungi. Shenna tetap berpikiran positif,


*M*ungkin sibuk kali yah lagi urus surat izin praktek.


Tetapi semakin kesini logika Shenna sudah berjalan.


Ini mah gua dijauhin! coba gua cari tau lewat Rio deh..


"Steve lagi berantem sama pacarnya Sheii. Mereka kan udah mau ke Jerman berdua buat lanjut studi jadi dokter spesialis. Jadi, gak tau ada masalah apa, pacarnya Steve lagi ngambek. Steve lagi berusaha merayu rayu pacarnya. Tiga minggu lagi mereka berangkat ke Jerman sekitar lima tahun gitu deh buat lanjut ambil spesialis. Emangnya kenapa Sheii?"


Jawaban Rio ketika Shenna bertanya perihal kesibukan Steve cukup membuat Shenna terguncang, shock, kecewa dan patah hati sekaligus.


"Gak apa apa Rio. Gak ada apa apa kok." Lirik Shenna.


"Kan udah gua bilang jangan suka sama Steve, dia udah ada pawangnya. Mereka uda pacaran lama banget dan dua keluarga udah saling dukung."


kata-kata terakhir Rio menyadarkan dan membuat Shenna kesal sekaligus.


*Se*tan!! Habis manis sepah dibuang. Gua cuma buat pelarian jenuh aja sama ceweknya??? kampret!!


Shenna langsung memblokir nomor ponsel Steve dan begitulah akhirnya kisah Shenna dan dokter Steve si fucekboy nomor dua!!

__ADS_1


__ADS_2