Shenna Love

Shenna Love
Steve Manusia Sweet


__ADS_3

Shenna membuka pintu mobil Steve bagian penumpang dan seketika ekspresinya terkejut dan tersenyum manis, sebuah buket bunga mawar merah serta boneka beruang kecil bertuliskan I'm Yours sudah bertengger manis duduk dibangku.


"Apaan sih emangnya pacaran abg?" Shenna segera masuk dan duduk dibangku mobil begitu sudah mengambil boneka dan buket bunganya sambil tersenyum manis.


Gak berubah selalu sweet gini ihhh!!!


Shenna gemas.


"Gak apa apa biar kamu senyum terus." Steve mengelus halus pipi Shenna dengan punggung jari tangannya.


"Steve soal mama sama Ransen kamu gak perlu kaget dengan tingkah mereka yah. Mereka memang begitu suka hebohan." Shenna merasa tidak enak hati karena tadi mama dan Ransen bereaksi cukup memalukan, apalagi mama pake acara kepo bertanya tanya perihal kehidupan pribadi Steve.


"Tenang aja, aku gak berpikiran apa apa kok, lagian itu kan tandanya mama kamu nerima aku. Haha dan sekarang aku tau semua sifat konyol kamu turun dari siapa." Steve menjalankan mobilnya keluar dari komplek rumah Shenna dan siap membelah jalanan ibukota malam ini.


Malam minggu dari libur panjang ini tidak membuat jalanan terlalu ramai mungkin karena akhir minggu panjang jadi banyak sebagian orang memilih untuk pergi berlibur keluar negri maupun keluar kota.


Lampu malam dan suasana yang mendukung menjadi penambah aura romantis yang terjadi didalam mobil, Steve memutar lagu lagu bertemakan jatuh cinta, bersenandung sambil menggenggam jemari Shenna yang sesekali dikecupnya dalam.


Demi Tuhan Shenna merasa seperti remaja usia tanggung yang baru merasakan jatuh cinta, rona pipinya bersemu merah dan bibirnya tidak berhenti melukiskan senyuman bahagia sedari tadi. Sedari dulu memang Steve lah yang membuat hatinya meleleh dengan segala perlakuan manis dan dominannya, wajahnya cukup macho untuk kategori pria dewasa. Jangan ditanya postur tubuh Steve sangat menawan dengan badan tegap berisi dan tinggi badan 185cm membuat Shenna merasa nyaman ketika berada dalam pelukan pria itu.


Pasti kalau dirumah sakit ini orang banyak jadi inceran suster sama dokter muda nih!!


" Steve...." Shenna ingin menuntaskan penasarannya.


"Hmmm??"


"Kamu kalau lagi kerja suka digodain sama dokter cewe atau suster suster gak??"


Steve melirik Shenna sekilas karena terkejut dengan pertanyaan jenis itu dan tertawa memperlihatkan giginya yang putih rapi berjejer.


"Kenapa tanya begitu?"


"Yah.. mau tau aja. Pasti iya kan??? banyak yang godain kamu!" Shenna menelisik raut wajah Steve.


"Gak sebanyak yang godain kamu Sheii. Itu di handphone kamu pasti isi chat nya semua cowo yang lagi adu aduan buat modusin kamu." Steve mengelus sayang pucuk kepala Shenna. "Lagian mau siapa yang godain aku juga gak bakal tertarik, aku aja bisa jaga hati aku cuma buat cewe yang keras kepala ampun ampunan selama 7 tahun." Lanjut Steve sambil tersenyum menggoda kearah Shenna.


Shenna hanya bisa terdiam dan merasakan wajahnya panas,


*Le*mah banget sih lu Na, di gombalin begitu aja udah merah muka lu!!

__ADS_1


Shenna memalingkan wajahnya kearah jendela mobil dan sekuat hati menahan senyuman yang mungkin akan melebar selebar jalan tol jika tidak dikontrol.


"Sayang."


"Hah apa?? Manggil apa?" Shenna terkejut Steve memakai panggilan sayang untuk dirinya.


"Sayang. kamu sayangnya aku." Steve tersenyum manis yang bisa melelehkan hati Shenna seketika.


Shenna memasang wajah sok cool agar tidak terlalu kentara bahwa sebenarnya saat ini dia sangat ingin meloncat loncat dengan riang gembira.


"Ehmm!" Shenna berdehem. "Kenapa?"


Steve tertawa kecil melihat tingkah Shenna yang menurutnya sangat manis.


"Sayang, jujur yah aku jealous banget sama bos kamu itu. Kenapa sih dia bisa manggil kamu dengan nama rumah kamu. Lalu, juga dengan teman pria kamu kemarin kenapa dia bisa kenal mama kamu dan Ransen?? Memang mereka kenal kamu dari kapan?" Steve tanpa malu mengungkapkan kecemburuannya.


Shenna tertegun dengan pertanyaan Steve, memang dirinya tidak pernah mengungkapkan pada siapapun bahwa ketiga pria ini adalah orang dimasa lalu yang kembali datang untuk merebut hati Shenna kembali kecuali pada Rara sahabatnya dan Kevin saat dia emosi malam itu.


"Hmm itu.." Shenna bingung merangkai kata untuk menjelaskan pada Steve. "Mereka itu, mantan gebetan aku dulu Steve. Sama kaya kamu yang dateng buat ngejar aku lagi." Shenna berucap lambat lambat sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Steve terdiam tidak menyangka bahwa jawaban dari pertanyaannya bisa menambah kadar posesifnya terhadap Shenna dari dua pria tersebut. Dua pria itu tidak boleh dianggap remeh, bisa jadi dua pria tersebut bisa merebut Shenna dari pelukannya.


"Siapa yang kamu kenal duluan?" Tanya Steve posesif.


Shenna melebarkan matanya sesaat.


"Kevin, bos aku." Jawab Shenna cepat.


"Siapa yang paling lama jalan sama kamu?" Tanya Steve kembali.


"Jansen, yang ketemu di mall kemarin."


"Siapa yang kamu paling suka dulu??"


"Jan..sen.." Jawab Shenna ragu.


"Siapa yang..."


"Stoppppp!!" Potong Shenna, "Siapa mereka dulu dan sekarang udah beda! Yang penting sama siapa aku sekarang dan perasaan aku sekarang. Itu udah cukup." Lanjut Shenna.

__ADS_1


Steve menatap dalam mata Shenna sebentar dan fokus menyetir mobil kembali, setelah itu kebisuan tercipta diantara mereka sampai Steve masuk kedalam area restoran dan memarkirkan mobilnya.


Setelah mobil berhenti Steve hanya menghembuskan nafasnya tanpa berancang untuk turun dari mobil dan membuat Shenna ikut terdiam bingung harus melakukan apa.


Duhh kok perasaan gua gak enak yah.


Shenna menelan ludahnya kasar dan melihat keluar jendela, terpampang dipenglihatannya sebuah restoran tempat Steve mengajak untuk makan malam merupakan restoran yang cukup nyaman dan banyak spot unik untuk berfoto. Dengan desain retro dihias banyak lampu lampion tergantung, beberapa vespa tua dan sepeda ontel ditiap sudutnya.


Wahh tempatnya cozzy banget!


Shenna membalikan badannya kearah Steve, disaat bersamaan juga Steve merangsekan badannya maju kearah Shenna tanpa aba aba Steve langsung memangut bibir Shenna dengan penuh damba dan hasrat yang besar. Shenna yang terkejut dan tidak siap tentu saja hanya bisa membatu dan membelakan kedua matanya.


Ciuman panas Steve tidak mengendur sedikitpun malah menambah agresif dan dalam hingga dia terhanyut dalam keahlian Steve untuk memainkan bibir dan lidahnya. Steve semakin memajukan badannya, sembari menekan tuas pada kursi Shenna hingga bagian sandaran kursi Shenna terdorong kebelakang dan terentang. Kini posisi Shenna sudah hampir tiduran menambah leluasa Steve untuk menjamah leher Alwina dan sedikit demi sedikit tangannya turun mengerayang pada bagian dada Shenna. Dengan sigap Shenna menahan tangan Steve dan melepas pangutan bibir mereka.


"Kamu mau ngapain??" Shenna yang masih terengah nafasnya sehabis melakukan ciuman panas dengan Steve tetap tidak mengendurkan kewaspadaannya.


Pandangan mata Steve tajam dan dalam, sama halnya dengan Shenna dia juga menarik nafas untuk memasok oksigen pada paru parunya.


" ku cemburu...." Tenggorokkan Steve tercekat.


"Aku cemburu dan takut kamu direbut mereka. Aku gak tau apa yang membuat kamu milih aku sedangkan.." Steve menarik nafasnya dalam.


"Sedangkan aku bukan orang yang mengesankan kamu dulu dan malah kehadiran aku dulu seperti menjadikan kamu selingkuhan aku." Steve membetulkan posisi duduknya dan menyandarkan kepalanya pada kemudi mobil.


Shenna menarik tuas sandaran kursinya dan membetulkan posisi dia serta rambutnya yang sudah berantakan akibat ulah Steve.


"Aku milih kamu bukan ada alasan khusus banget di masa lalu Steve, karena.." Shenna mengelus sayang pipi Steve yang ditumbuhi bulu bulu halus.


"Karena pada saat kalian bertiga kembali mengusik hidup aku. Cuma kamulah yang berhasil menerobos sampai kehati aku." Shenna memajukan badannya dan mencium pipi Steve.


"I choose you Steve Aldjaya, apapun yang terjadi jangan membuat kamu meragukan aku." Shenna tersenyum lebar pada Steve.


kata kata dari Shenna seolah menjadi suntikan doping penambah kekuatan Steve, pria itu kembali tersenyum dan bahagia. Steve dengan segera mematikan mesin mobilnya dan menggandeng Shenna untuk turun dan masuk kedalam restoran dengan perasaan yang membuncah dan bahagia.


"Steve...." Shenna mengeratkan pegangan tangannya pada Steve saat hendak memasuki restoran, menarik Steve untuk berdiri sejajar dengan tinggi badannya dan membisik di telinga Steve.


"Aku gak pernah tau kalau kamu sangat ahli dalam berciuman dan tangan kamu gatel sekali suka meraba ke bagian bagian sensitif. 5 tahun kamu di Jerman sama mantan kamu pasti kalian udah make out!!"


Dengan segera Shenna menghempas tangan Steve dan berlalu masuk kedalam restoran meninggalkan Steve yang terbengong di depan pintu masuk.

__ADS_1



__ADS_2