Shenna Love

Shenna Love
Extra part 2


__ADS_3

Hari ini Shenna menuju kantor dengan membawa 2 paperbag besar. Ada ratusan kartu undangan pernikahannya, dia meletakkan dua kantong itu di jok mobilnya dan menghela nafas panjang. Sebenarnya dia sedikit bingung sebab tak seperti kebanyakan wanita lainnya yang suka mengupload kehidupan pribadi ke sosial media, Shenna malah tidak sama sekali menunjukan tanda tanda dia akan menikah di sosial medianya kecuali 5bulan lalu Rara mengupload Steve melamar dirinya di restoran menggunakan ponselnya itupun langsung Shenna hapus meski sudah mendapatkan lebih dari 300 ucapan selamat sebab Rara dengan gilanya menulis caption yang sangat......alay!


' Horeee aku senang dilamar!!' Haloooo manusia purba mana yang akan menulis caption demikian?!, hanya akan mempermalukan dirinya saja. Dan kini hari pernikahannya hanya tinggal 2minggu lagi maka inilah saatnya membagikan kartu undangan dan dia merasa malas jika harus menerima banyak pertanyaan orang - orang. Shenna melengos dan membawa paperbag itu keluar mobilnya.


Setelah drama ratusan kalimat pertanyaan, puluhan pelukan dan ratusan ucapan selamat dari tiap divisi yang Shenna sambangi untuk membagikan kartu undangan kini dia duduk dengan lemas diruangannya.


Gilaa hampir semua tanya 'kok tiba tiba kewong aja??', emang harus banget bikin pengumuman kalau gue uda lamaran dan preweed segala yah?? Mana ada tiba tiba semua juga gua urus sampe pusing!!


Iya memang tidak ada yang tau bahwa selama 5bulan ini Shenna mengurus pernikahannya, dari mulai mencari gaun, decor, katering semua Shenna lakukan bersama Steve. Dia ingin merasakan repotnya mengurus pernikahan yang hanya satu kali seumur hidupnya dan pernikahannya ini semua sesuai dengan impiannya dan Steve.


Shenna memandang 3 kartu undangan yang belum dia bagikan untuk lantai teratas kantor ini. Apa lagi kalau bukan kantor CEO nya alias Kevin, ada undangan untuk Kartika sang sekretaris dan Daniel sang asisten pribadi. Harusnya Kevin sudah bisa menerima pernikahan Shenna tetapi dilihat dari cara dia menatap Shenna, dia sangat yakin bahwa Kevin masih mempunyai rasa terhadap dirinya. Tapi mau tidak mau dia juga harus membagikan kartu undangan ini, jadi dia memaksakan dirinya untuk bangkit dan naik kelantai ruangan Kevin.


Shenna keluar dari lift dan mengerutkan jidatnya,


Tika sama pak Daniel kemana kok kosong gini???


dia meletakkan undangan milik Kartika dan Daniel dimeja mereka masing masing, Shenna lalu mengetuk pintu ruangan Kelvin. Setelah ketukan kedua kali tidak ada jawaban dia membuka pintunnya.


" Kev aku masuk yah, ini...." Shenna terkejut dan membelakkan matanya, dia bingung harus bereaksi apa dengan apa yang dilihatnya. Kevin sedang dipeluk oleh seorang gadis dari samping.


Bukan, bukan pelukan romantis seperti yang kalian bayangkan. Ini lebih cocok dibilang wanita mungil itu seperti akan memanjat tubuh tinggi Kevin, sedikit bergelayut dan memaksa Kevin.


Seketika ketiga manusia itu terbeku, Shenna kaget, Kevin lebih kaget lagi dan wanita mungil itu bingung. Kevin tersadar langsung memaksa melepas wanita itu,


" Ehmm , Nana.. ada apa??" Setelah berdehem Kevin memasang wajah itu lagi, wajahnya yang tersenyum seolah baik baik saja tetapi tatapan matanya yang sendu.


" Mmm sorry ganggu, aku cuma mau kasih ini aja." Shenna sedikit tak enak hati dan canggung menghadapi tatapan mata Kevin dan langsung menyerahkan undangan itu.


" Maaf yah sekali lagi aku ga tau, aku permisi dulu."


Kevin mengambil tanpa melihatnya, yang terpenting saat ini adalah meluruskan kesalahpahaman Shenna tentang wanita diruangannya. " Tunggu Na.." Kevin menahan lengan Shenna, " Dia itu bukan...." pria itu sejenak tersadar untuk apa dia menjelaskan pada Shenna.


Shenna mengerutkan alisnya bingung dan menepis pelan tangan Kevin, " Its ok, aku juga salah tadi main masuk. Itu.." Shenna menunjuk kartu undangannya.


" Datang yah..." Shenna tersenyum tulus dan permisi keluar ruangan Kevin.


Kevin terdiam, datang?? Datang kemana??


Dia melihat kartu ditangannya yang ternyata adalah undangan pernikahan Steve dan Shenna. Kevin langsung terkekeh hambar.


***


Akhirnya hari itu datang juga, hari yang sudah sangat dinantikan oleh keluarga besar Aldjaya dan keluarga Keynard. Awalnya Shenna berpikir bahwa pertemuan dua keluarga akan berlangsung canggung terlebih boleh dibilang kasta keluarga Steve sangat jauh diatas keluarga Shenna, tetapi semua kekuatiran dia tidak terbukti. Dia sangat bersyukur keluarga besar Steve semua baik hati, ramah dan menghargai keluarga Shenna, tak lain tak bukan karena Liana begitu heboh membangga banggakan Shenna calon menantunya itu dihadapan keluarga besar Aldjaya.


Diadakan di hotel terbesar di ibukota, secara megah dan mengundang 2000 tamu undangan. Banyak relasi orang terpandang bahkan artis diundang, untuk hal ini sebenarnya Shenna tidak setuju tetapi ini keinginan Kakek Steve jadi dia tidak berani membantah. Dari semalam keluarga besar juga sudah menginap, Shenna menempati kamar suite bersama Rara yang menjadi bridesmaid, dan Steve bersama Christian yang menjadi bestman. Mengikuti tradisi, mereka tidak bertemu sejak 3hari lalu dan baru akan bertemu saat pemberkatan di gereja nanti.


Shenna berjalan anggun dengan gaun pengantinnya, gaun elegan dan memliki panjang hampir 5 meter. Berjalan perlahan menuju altar didampingi oleh pamannya sebagai wakil papanya. Steve berdiri didepan altar menahan titik air disudut matanya hingga tangan Shenna diserahkan padanya.


" Cantik..." bisiknya dengan suara pelan.

__ADS_1


Acara berlangsung khitmad, hingga pembacaan janji suci banyak pasang mata yang ikut terharu dan menangis.


" Atas kuasa yang diberikan Tuhan padaku, dan dengan Rahmatnya, saya nyatakan kalian sebagai suami istri yang sah! Silahkan mencium pasangan anda."


Riuh tepuk tangan haru membahana digereja siang itu, menjadi saksi Steve dan Shenna berciuman dan mengikat janji suci.


Acara malam itupun berlangsung sukses dan meriah, banyak artis didatangkan untuk mengisi acara. Hampir 4 jam Shenna dan Steve berdiri menerima ucapan selamat dari tamu undangan. Kini acara sudah selesai, Rara menemani Shenna untuk kembali ke kamarnya.


" Sheii udah beres semua yah, masih mau dibantu apa lagi?? Kalo udah oke semua gua balik dulu yah Andro udah nungguin gua dari tadi kesian."


Shenna memeluk Rara erat, sahabatnya ini ikut andil dalam hubungannya dengan Steve dan banyak sekali membantu dirinya.


" Thankyou banget yah Ra udah selalu ada buat gua dan udah bantu gua dari kemaren cape cape."


" Aduh apaan sih Sheii, kita kan Bff " Rara terbahak dengan gaya alaynya, " Jangan lupa pake lingrie dari gue yah Sheii, nanti info info ke gua sakit apa kaga!"


" Mulai lagi luh gilanya!" Shenna menoyor pelan jidat Rara,


" Ra, ada titipan dari Steve" dia menyerahkan sebuah amplop putih pada Rara.


" Apaan nih?? Cek yah? Haha kalau nominalnya dibawah 5juta gua tolak." Canda Rara sembari membuka amplopnya. Setelah melihat isinya dia terlonjak kaget, " Sheiiiiii!!!!!!!!!" Rara menutup mulutnya dan memukul lengan Shenna berulang kali.


Shenna terbahak, " Aduh sakit Raaaa"


" Ini serius Sheiii???!!!" Rara menatap 2 buah tiket WINDSTAR CRUISES untuk 10D9N, ini curises kelas dunia yang akan membawa keliling eropa dan nominalnya mencapai ratusan juta.


" Iya serius buat lu sama Andro tapi jangan macem macem yah lu berdua belum sah!!" Shenna masih terbahak, " Itu dapet diskonan juga soalnya yang punya kerabat kakek Steve. Sekali lagi thanks yah Ra udah selalu bantu gua." Shenna memeluk erat sahabatnya itu.


Muka gila ini jala jala semua dikira gua ikan kali!!! Shenna menatap pias lingrie dari Rara dan menyimpannya kembali. Lalu dia menggenakan baju tidur mini dressnya yang masih manusiawi.


Terdengar suara pintu terbuka, " Sayang... kamu udah mandi? Istirahat gih, aduh aku juga cape banget. Aku mandi dulu yah." Steve yang sudah kembali segera masuk kedalam kamar mandi.


Shenna berbaring diranjang dengan perasaan tidak karuan, dia takut, malu, cemas dan was was menjadi satu.


Aduh bakal kejadian malam ini ga yah? Tuhan Nana takut.. Shenna meringis dan melipat tangan dengan konyolnya dia berdoa.


Terdengar pintu kamar mandi dibuka, Shenna terlonjak dan berpura pura untuk tidur. Steve yang memang tau Shenna hanya berpura pura setelah memakai boxernya dan bertelanjang dada, dia segera menyusul Shenna naik keatas ranjang.


" Aaakh...!!!" Shenna mendelik sebal karena Steve memencet hidungnya hingga dia sulit bernafas.


" Siapa suruh kamu pura pura tidur?? Bukannya nyiapin baju suaminya" Steve terbahak


Shenna yang sebal ingin membalas perbuatan Steve, tetapi pria itu lebih cepat, menarik dia hingga jatuh kedalam pelukannya. Shenna bersingut dalam dekapan Steve mencium dalam aroma sabun yang menenangkan hatinya, dia mendengakkan kepalanya dan bertatapan dengan Steve. Entah siapa yang memulai yang jelas mereka sudah larut dalam ciuman yang panas.


Mungkin ini waktunya!!! Steve dengan gerakan pasti melucuti pakaian Shenna hingga wanita itu tidak menggenakan sehelai benangpun, Shenna masih malu dia menutupi bagian tubuhnya. Steve tersenyum dan melepas boxernya juga. Astaga Steve memang sudah sangat berhasrat, Shenna terbelak menatap milik Steve batinya menjerit.


Apakah akan muat????!!!!! Pasti sakit sekali!!


Steve bisa melihat wajah pucat Shenna, dia mengukung Shenna dengan bertumpu pada lengannya, " Trust me sayang, aku pelan pelan." Pria itu menggerayangi tubuh Shenna hingga lenguhan demi lenguhan terdengar dan memeriksa bagian bawah Shenna dengan jarinya apakah sudah siap.

__ADS_1


" Aku mulai yah sayang..." Suara Steve terdengar parau, Shenna menelan ludahnya kasar. Steve memposisikan dirinya dan mencoba menerobos pertahan terakhir Shenna.


" Aakhh saa...sakit Steve.." shenna mencengkram erat lengan Steve.


" Sebentar sayang.." Steve juga merasakan sedikit sakit tetapi masih bisa ditahan dan mencoba untuk terus menerobos.


Baru masuk 1/4 bagian dan Shenna sudah tidak bisa menahan lagi rasa sakitnya, " Saakitttt.. aku ga mau, lepasin..." Tanpa sadar Shenna menarik rambut Steve hingga pria itu ikut menjerit sakit.


Steve sedikit shock dan bingung dengan keadaan yang baru saja terjadi, dia bangun, menarik diri dan berhenti mencoba.


Shenna bersingut karena sakit yang dirasakannya, dia hendak memeluk lututnya, tetapi tanpa sengaja lututnya menghantam milik Steve yang sedang tegang tegangnya. Seketika itu juga Steve memekik kesakitan jeritannya bagaikan serigala yang melonglong, Shenna meringis ngilu. Disitulah Steve langsung turn off!


..


Steve tidur membelakangi Shenna, meski tadi Steve sudah berkata tidak apa apa saat dia berulang kali mengucap maaf tetap saja ranjang ini terasa dingin karena sikap diam Steve. Shenna merasa sangat bersalah pada Steve, dia hanya takut karena ini memang yang sangat pertama untuknya, bukankah itu wajar? Dia menatap punggung Steve yang polos, dengan jarinya dia mengelus punggung Steve mengikuti ukiran tatto dipunggung pria itu.


" Stop it sayang, tidur gih udah malam." Hanya itu respon dari Steve, tetapi Shenna tetap tidak menghentikan perbuatannya. Akhirnya Steve menahan tangan Shenna tanpa berbalik badan, " Stop it.. udah tidur."


Shenna melepaskan pegangan tangan Steve, kali ini dia memeluk Steve dari belakang dan mengusap tubuh polos Steve mencoba untuk menggodanya. Akhirnya pria itu jengah, melepas pelukan Shenna dan membalikan badannya. " Kamu mau apa Sheii?? Jangan mancing aku kalau kamu sendiri belum siap." Masih ada sisa kesal dalam hati Steve sebenarnya tetapi dia juga tidak ingin memaksa Shenna.


Wanita itu tidak bergeming, menatap mata Steve dalam dan mulai memainkan jarinya diwajah Steve dari alis, mata, hidung hingga ke bibirnya. Lalu Shenna mengecup bibir Steve, " Aku siap kok.." ucapnya.


Steve terdiam dan menghela nafas, " Tidur aja, kamu pasti cape.." dia mengusap kepala Shenna dan menyelimuti mereka berdua kembali.


Shenna kesal dengan perlakuan Steve, dia menendang selimut itu, bangkit dan memposisikan dirinya diatas Steve mencengkram pelan bahu pria itu. " Aku mau lakuin itu sekarang sama kamu!!"


Steve terperangah dengan tingkah Shenna hingga tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa, wanita itu kesal Steve malah menertawakannya. Saat Shenna hendak berpindah posisi tangan Steve menahannya,


" Kali ini kalau aku udah mulai aku ga bakal stop.." Terpancar hasrat yang mulai kembali dari mata pria itu.


" Kalau begitu jangan stop..." Shenna meraih pipi Steve dan menarik pria itu dalam ciumannya.


.


.


.


.


Ciuman diciptakan oleh alam sebagai cara jitu mengakhiri kata - kata yang berlebihan.


- Ingrid Bregman


Kadang lebih baik kulepaskan sekian tahun dari hidupku daripada suatu momen yang indah.


- Pearl Bailey


Mohon dukungan like, komen dan votenya yah kakak sekalian. Aku baca setiap komen kalian satu satu dan aku beneran merasa tersanjung dan makasih banget sama kalian semua. aku terhura gaez 😆😆

__ADS_1


xoxo


__ADS_2