Shenna Love

Shenna Love
Extra Part 3


__ADS_3

" Ma kali ini Nana udah bener bener marah pokoknya, Steve selalu begitu ma! Ga pernah mau denger apa yang Nana bilang!"


'Graukkkk'


'Graukkkk'


" Bulan lalu Nana uda ngalah buat ikutin kemauan Steve untuk resign dari kantor tapi apa??? Selalu bikin Nana emosih!!"


'Graukkkk'


'Graukkkk'


" Lalu apa kemarin itu juga maksa harus pakai supir! Sekarang Nana ga boleh nyetir sendiri, lalu mobil buat apa?? Pajangan doang???"


'Graukkkk'


'Graukkkk'


Ransen dan mama Myra duduk diruang keluarga, menatap Shenna dengan datar sambil makan kerupuk kemplang dengan santainya. Shenna berapi api menceritakan semua kekesalannya, ini hari sabtu dan Steve ada jadwal praktek maka itu sedari pagi dia sudah menyambangi rumah mamanya untuk berkeluh kesah.


" Shenna udah bilang ribuan kali ma sama Steve untuk ga buang duit dengan percuma, tapi nyatanya apa?? Cuma masuk kuping kanan keluar kuping kiri!"


'Graukkkk'


'Graukkkk'


" Ma tau ga sih itu mobil di parkiran apartemen hampir 1 blok mobilnya Steven ma!! Koleksi koleksi hobi apa lah kesel loh beneran!"


'Graukkkk'


'Graukkkk'


Shenna terdiam, dia memandang nanar mamanya dan Ransen, " Kalian serius?????"


'Graukkkk'


'Graukkkk'


" Aduh cabe kerupuknya pedes, Sen ambilin mama minum cepet!" Mama Myra menepuk tangannya yang penuh dengan remah kerupuk, Ransen berdecak tetapi tetap berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.


Shenna memasang wajah 'serius lu?', amarah dia yang berkobar kobar diabaikan. " Ma.........!!" Seakan ingin merajuk pada mamanya tetapi dia mala diabaikan, dia benar benar ingin menangis.


" Mama minum dulu.. pedes." Mama Myra menenggak air minumnya segera setalah Ransen kembali untuk membawakan minum untuknya.


" Aaaaahhhh...." Mama Myra bertahak mengundang pandangan geli dari Shenna.


" Na... kamu itu udah kaya ratu drama disinetron! Kamu sama Steven menikah baru dua bulan loh, ributin hal hal kecil terus, lagian mama liat liat kamu yang ga ad toleransi sama Steve deh"


Shenna ternganga, ini beneran mama belain Steve????Gimana bisa sih mama uda kaya sekutu Steve????!!!


" Ma...."


" Diam dengar mama dulu!" Mama Myra mengacungkan jari telunjuknya, " Nana kamu udah umur 29 tahun, sudah jadi istri orang. Coba bersikap dewasa deh.. mama pusing sama kamu."


" Emang!! Kakak lagian suka banget marahin kak Steve dari awal sampe sekarang! Udah kayak orang hamil aja suka marah marah" Ransen ikut menimpali


Shenna bergidik mendengar ucapan Ransen,


Hamil????!!!!!


" Hehh kamu bocah bau kencur tau dari mana soal ibu hamil????!!" Mama menjewer telinga Ransen,


" Awas yah kamu Sen sama pacar kamu jangan aneh aneh kalau sampe hamil duluan mama bisa kebiri kamu!!"


" Aduh apaan sih ma kenapa jadi Ransen???" Lelaki itu meringis kesakitan mengusap telinganya.

__ADS_1


Mama masih terus mengomeli Ransen dan Shenna tidak terlalu peduli, dia masih terpaku dengan kalimat Ransen tadi, Hamil????? Shenna beranjak dan menaiki tangga keatas menuju kamar lamanya meninggalkan Ransen dan mama diruang tamu.


Percuma ngomong sama mama, dia malah belain Steve!


Shenna mendudukan dirinya dipinggir kasur, mengambil ponselnya diatas nakas yang sedari tadi dia tinggalkan. Banyak pesan dan telepon dari Steve meminta maaf atas pertengkaran kecil mereka tadi pagi soal Steve membeli sebuah mobil diam diam minggu lalu dan baru diketahui Shenna tadi pagi. Mengabaikan pesan Steve, dia termenung mengingat bahwa dia belum datang bulan dan ini sudah terlambat 3minggu, sejenak dia mengecek kalender.


shenna memegang perutnya, masa sih???


Seminggu setelah pesta pernikahannya, dia dan Steve memang pergi berbulan madu dan seperti menggila Steve melakukannya sehari bisa 2x seperti jadwal minum obat! Shenna sampai kewalahan meladeni Steve. Bahkan setelah pulang dari bulan madu mereka, Steve juga intens 'menghampiri'nya.


Kayanya gua harus periksa, tapi gimana yah??? Beli test pack dulu aja kali yah..


****


Steve mendesah kesal, Shenna selalu mengabaikan pesan dan teleponnya jika wanita itu sedang marah.


Kenapa sih akhir akhir ini Sheii suka banget ngambek yah?? Tapi gua juga salah sih beli mobil ga diskusi dulu...


" Dok, tadi pasien terakhir. Ini rangkuman rekam medik seluruh pasien dihari ini, dan ini hasil medical tuan Sergio yang akan dioperasi pekan depan."


Suster yang berjaga menemani Steve praktek menyerahkan beberapa berkas.


" Okeh terimakasih sus." Steve bergegas membereskan barang bawaannya dari ruang praktek dan naik keatas untuk keruangan pribadinya.


Sepanjang jalan dia terus berpikir sikap Shenna yang berbeda dimulai dari 2minggu lalu. Steve menyuruh Shenna untuk resign dari pekerjaannya, awalnya wanita itu menolak keras tetapi esoknya dia melunak. Dan yang lebih aneh lagi, Shenna sendiri tau bahwa Steve memang punya kebiasaan menunda untuk membereskan barang barangnya setelah pulang kerja. Tapi kebiasaan Steve itu malah memancing emosi Shenna 2minggu belakangan. Belum lagi kalau Steve salah bicara ataupun melakukan apa saja yang tiba tiba bisa menyinggung Shenna. Pokoknya belakangan ini Shenna seolah membenci Steve, apapun yang pria itu lakukan selalu salah dimata istrinya itu.


Apa jangan jangan............ Steve menggaruk kepalanya yang tidak gatal, masa ia sih? Kan masih baru banget...


Steve melirik arlojinya, sudah pukul 14.00 siang harusnya Shenna sudah mengabari dia ingin dijemput dari rumah mamanya atau tidak. Ponselnya hingga kini juga tidak menandakan adanya balasan dari Shenna, pria itu memutuskan untuk menghubungi Ransen.


" Halo... Sen, kakakmu masih disana?"


" Owwh sudah pulang, yasuda oke deh. Thankyou yah salam buat mama."


Steve menutup teleponnya, bergegas untuk menyelesaikan pekerjaannya dahulu, agar bisa pulang untuk berbaikan dengan istrinya lagi.


" Sayang.." Steve membuka pintu kamarnya dan berpaspasan dengan Shenna yang baru keluar dari kamar mandi.


Wanita itu sedikit terkejut, tetapi secepat angin dia kembali mengatur ekspresinya. Shenna hanya melirik Steve sekilas dan berjalan menuju ranjang.


Sebelum Shenna menyentuh ranjang pinggulnya direngkuh oleh Steve, " Sayang.. kok aku dicuekin terus sih?? Kamu masih marah?"


Shenna tidak bergeming, pikirannya bingung karena dia baru saja melihat hasil testpacknya dan dia bingung bagaimana harus bereaksi apalagi menyampaikannya pada Steve.


" Kamu beneran masih marah sama aku??" Nada manja pria itu bisa menggoyahkan batu karang sekalipun, Steve membenamkan kepalanya pada ceruk leher Shenna. " Aku tau kenapa kamu marah marah terus, susah kendaliin emosi dan moody..." Suara Steve kini terdengar parau.


Shenna tercengang, mungkin ini yang namanya dokter hebat kali yah?? Jadi beneran dia udah tau??


Dia menelan ludahnya kasar dan perlahan membalikkan badan kearah Steve.


" Ka..kamu beneran udah tau??" Shenna menatap Steve gusar.


Pria itu hanya menganggukan kepalanya lalu detik itu juga dia langsung menyambar bibir Shenna,


" Iya aku udah tau... kamu pasti kangen..." Steve berbicara disela ciuman mereka.


Kangen????? shenna bingung dan melepas ciuman mereka, lalu menahan bahu Steve. " Maksud kamu kangen apa yah??"


Pria itu tersenyum penuh arti tanpa memberi jawaban Steve mengangkat Shenna dan membaringkan wanita itu diranjang, Shenna kaget dan bingung. Lalu Steve secepat kilat membuka baju dan celananya, " kangen ini...." Steve dengan percaya dirinya menunjuk junior miliknya yang sudah sangat ready untuk berperang


Shenna ternganga sempurna, dia tidak percaya apa yang Steve lakukan. Detik itu juga Steve maju untuk menerjang Shenna tetapi kalah cepat, dada bidang Steve tertahan sesuatu. Pria itu terperanjat, istrinya menahan badannya dengan telapak kakinya.


Wajah Shenna tidak bersahabat, Steve menelan ludahnya kasar. Gua salah lagi yah??


Pria itu langsung mendudukkan diri di pinggir ranjang dan takut untuk menatap istrinya.

__ADS_1


Shenna bangkit berdiri, " Buang jauh jauh pikiran mesum kamu, belajar puasa buat 1 tahun!"


Steve yang tidak terima dengan ultimatum Shenna langsung mendengakkan kepalanya, belum sempat dia berucap apa apa Shenna lebih dulu melemparkan sesuatu kewajah Steve dan berlalu keluar kamar.


Benda itu kecil, tetapi dilempar tepat diwajah Steve juga merasa kesakitan. Dia meringis sambil mengusap jidatnya lalu memungut benda yang Shenna lempar tadi. Ini.....astaga!!!!!!!!!


" Sayang kita jadi papa mama beneran yah????!!!!!" Steve berlari menyusul Shenna yang tengah sibuk dimeja dapur membuka bungkusan makanan yang Steve beli tadi. Steve memeluk Shenna dari belakang dan mengusap sayang perut istrinya, meski Shenna tidak membalas pelukan Steve dan cuek tetapi senyuman lebar terukir dibibir manisnya.


****


Steve berlari tergesa menuju ruang operasi, dia baru saja selesai melakukan operasi by pass pada pasiennya dan melihat ponselnya ada pesan dari mamanya bahwa Shenna sudah berada dirumah sakit karena pecah ketuban. Delapan setengah bulan penantian Steve, delapan setengah bulan yang dilalui dengan berat. Bagaimana tidak, selama masa hamil istrinya itu benar benar seolah membenci dirinya. Tidur diruang tamu, kerap dimarahi, dicuekin bahkan pernah Shenna pulang kerumah mamanya karena tidak ingin melihat wajah Steve. Steve berharap persalinan berjalan lancar dan harapan paling besarnya semoga isitrinya kembali menjadi istri manisnya lagi. Dia sudah tidak tahan lagi dengan semua drama ibu hamil ini!


" Ma...." kedua mama saat ini sedang harap harap cemas, " Its ok, Steven masuk dulu keruang operasi yah." Sebagai cucu pemilik rumah sakit, ditambah statusnya sebagai kepala rumah sakit belum lagi profesinya juga sebagai dokter membuat 1000% akses kemudahan bagi Steve untuk ikut meramaikan ruang operasi meski sudah ada 3 dokter lainnya didalam belum lagi suster yang bertugas.


Dengan menggunakan masker, pakaian steril bewarna hijau dan penutup kepalanya Steve memasuki ruang operasi dan ketiga dokter didalam langsung menganggukan kepala menyapa pria itu.


Terlihat Shenna sedang duduk membungkuk memeluk bantal besar untuk disuntik epidural dari punggungnya oleh dokter anastesi, dokter obygin juga sedang bersiap dan dokter spesialis anak yang juga merupakan adik sepupu Steve yaitu Keysha memberi semangat pada Steven dengan gaya khasnya.


" Hai sayang.." Steve mengelus kepala Shenna dengan lembut, " Semua oke yah...."


Wanita itu tidak menjawab Steve dia hanya memegang jemari Steve dan pria itu bisa merasakan telapak tangan yang basah dan dingin milkk istrinya yang menandakan bahwa dia sangat takut dan cemas.


Setelah suntikan epidural diberikan, Shenna dibaringkan oleh suster, kedua tangannya direntangkan dan hidungnya dipakaikan selang okseigen. Steve duduk disebelah Shenna, mengelus sayang pipi istrinya, " Kamu ga akan berasa tau tau nanti denger suara baby nangis." Steve terkekeh menghibur Shenna, mungkin karena profesinya sebagai dokter dia bisa bersikap lebih tenang meski ada sedikit cemas tetapi dia percaya, sebab 3 dokter yang menangani Shenna saat ini adalah yang terbaik dibidangnya.


Shenna tersenyum kaku, dia cemas itu wajar sebab baru pertama kali dia berbaring dimeja operasi belum lagi pandangannya terhalangi oleh sebuah tirai kecil dia tidak bisa melihat apa yang dilakukan oleh dokter obygin itu disana.


Ga keliatan apa apa, perut gua di obok obok juga gua ga tau..


Sejenak Shenna memandang Steve yang tengah mengamati jalannya operasi cesarnya, dia merasa bersalah pada suaminya sebab selama masa hamilnya dia banyak menyiksa Steve.


" Steve...." Shenna memanggil dengan suara pelan, pria itu reflek melihat istrinya dan tersenyum.


" I love you...." Shenna tersenyum dan menatap Steve dalam.


" I love you more...." Steve mengecup jidat Shenna dan seketika itu juga terdengar suara tangisan bayi yang nyaring.


Mata Shenna dan Steve berbinar bersamaan, dokter Obygin itu mengangkat tinggi bayi perempuan yang masih basah dan ada noda darah melebihi tinggi tirai kecil didepan Shenna agar wanita itu bisa melihatnya, " Selamat Dokter Steven dan Ibu Shenna, anak perempuan yang cantik dan sempurna." Lalu suster segera mengambil alih bayi itu untuk dibersihkan dan diperiksa oleh dokter Keysha.


Sudut mata Shenna basah, dia tidak bisa menahan harunya. Dia sudah resmi menjadi seorang mama.


" Terimakasih sayang...." Steve mengecup singkat bibir Shenna.


Tak lama kemudian Keysha datang menghampiri Shenna dan Steve, " Congratz yah kak Steve, Sheii.. ini anaknya sehat udah diperiksa nanti hasil pemeriksaan langsung aku kasih pas vaksin hepatitis B yah.." Keysha menyerahkan bayi mungil yang sudah dibungkus dengan kain bewarna pink pastel bermotif pita yang sudah Shenna persiapkan sebelumnya.


" Aku udah siapin nama yang pas sesuai permintaan kamu Sheii..." Steve mengelus perlahan pipi bayi mungilnya yang keriput khas bayi baru lahir.


" Jadi keputusan kamu namanya siapa?" Shenna masih memandang takjub bayi yang terbaring didadanya.


" Stevalina Oriel Aldjaya, dalam bahasa latin artinya perempuan emas.


Shenna tersenyum bahagia, " Bagus, aku suka.." Steve memeluk Shenna dan putri kecilnya dengan hati hati, tidak ada yang lebih membuatnya bahagia selain ini. Dia bersyukur untuk 7 tahun lalu dia bisa berkenalan dengan Shenna dan untuk 2tahun lalu takdir mempertemukan mereka kembali hingga sekarang dia bisa memiliki Shenna seutuhnya."


.


.


.


.


.


.


xoxo

__ADS_1


duajempol


mohon dukungan like dan votenya 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2