
Shenna berjalan dengan langkah lugas seperti biasanya pagi ini, telefon dari Rara semalam yang membuyarkan ciuman panasnya dengan Steve. Mengingatkan Shenna harus ke kantor lebih awal hari ini, Rara yang sudah mengajukan cuti panjangnya sedari 3 bulan lalu untuk liburan bersama pacarnya Andro meninggalkan banyak pekerjaan untuk Shenna.
Dia yang asik gua yang sengsara ngurus kerjaan dia. ini siapa yang atasan siapa yang anak buah sih??!!
Begitu sampai lantai divisinya, Shenna segera duduk dimeja depan komputer Rara untuk menyalin beberapa berkas, setelah selesai menyalin dan mengintruksikan beberapa bawahannya mengenai pekerjaan hari ini Shenna masuk ke dalam ruangannya.
Begitu Shenna membuka pintu, ada sebuah kotak berukuran besar berwarna pink pastel bertengger di atas mejanya, diikat dengan pita berwarna silver begitu memikat mata.
Kado siapa nih???
Shenna meletakkan tas dan berkas bawaannya, segera mengangkat kotak tersebut dan membukanya.
Dress???!!!!
Ada kartu terselip dan Shenna membacanya.
Dear Shenna
Nanti malam jm7.30 aku jemput di apartemen. Jangan lupa pakai baju ini.
xoxo
Dari siapa ini?!
Shenna membuka pintu kantornya dan memanggil OB yang bertugas dilantai divisinya.
"Pak Alif! Ini dari siapa yah? Bapak yang taro paket ini dimeja saya??" Shenna memperlihatkan kotak kado tersebut.
"Iya saya buk Shenna yang taro dimeja ibu, tadi pagi ada kurir yang anter."
"Pengiriminya siapa yah pak?"
"Aduh saya kurang tahu buk. Saya hanya menerima paket saja dari kurir."
"Yasudah baik. Makasih yah pak."
"Baik buk. Permisi." Pak Alif pamit dan menunduk sopan.
Shenna masuk kembali dalam ruangannya dan berpikir keras siapa pengirim bingkisan ini.
Kevin? Jansen? Steve?
Gilaaa gua uda kaya artis banyak yang ngejar! Haha!
Apa mungkin Steve??
*Dari dulu yang suka surprise macem begini kan Steve.
Iya pasti dari Steve
Tiba tiba pipi Shenna memerah mengingat ciuman panasnya dengan Steve semalam.
Bisa gila gua*!!
****
Seharian ini Shenna bekerja dikantor menjadi uring uringan, sejujurnya dia sangat memikirkan lelaki itu. Iya lelaki yang sudah dengan lancangnya mencium dia kemarin.
Banyak pesan masuk di ponsel Shenna sebenarnya, dari Kevin, Steve dan Jansen. Semua Shenna abaikan,
dia tidak ingin menambah beban hati dan pikirannya dengan ketiga pria aneh yang bisa bisanya datang kembali kedalam hidupnya dan bertiga sekaligus.
__ADS_1
*Wa*ah udah jam5 aja. Waktunya pulang!!
Melihat jam dinding diruangannya sudah menunjukan waktu untuk pulang, Shenna bergegas membereskan berkas yang berserakan dimejanya untuk segera pulang.
Sebelum ada cobaan baru mending gua buru buru pulang aja!!
Bukan tanpa alasan Shenna bergegas untuk pulang karena sudah beberapa kali jika dia terlambat pulang alias lembur maka hanya butuh waktu beberapa menit saja Kevin sudah akan bertamu keruangannya dan mengusik hidup damai Shenna.
Begitu sampai di apartemen Shenna segera makan, mandi dan mengistirahatkan tubuhnya.
Sesaat dia tersadar perihal dress yang dia dapat tadi pagi. Jam sudah menunjukan pukul 18.45, dia punya waktu 45 menit untuk bersiap.
Pake gak yah?? Tapi ini dari siapa???
Dilihatnya dress dengan tali spaghetti dan detail rumbai manik menawan.
Cakep banget sih.. Tapi dari siapa yah??
Pake dulu aja deh liat siapa yang jemput.
Shenna bersiap dan menggunakan dress tersebut, berias seadanya dan menunggu pangeran mana yang akan menjemput dia sambil berharap cemas.
Duduk di sofa ruang tamunya sambil menonton televisi, Shenna menunggu dilihatnya jam di ponselnya menunjukan pukul 19.25
Bentar lagi nih!!
'TING TONG!!'
Bel apartemen Shenna berbunyi, dia sengaja tidak mengintip pada lubang door viewer agar menjadi kejutan untuk dirinya sendiri.
Cantik. anggun dan seksi.
Itulah isi kepala sang pria.
Shenna terdiam melihat lelaki yang berdiri di hadapannya.
Siapa sebenarnya yang gua harapin?? Perasaan apa ini?? kecewa??
"Jadi kamu yang kirim dress ini Kev??"
Kevin hanya tersenyum dan mengangguk menjawab pertanyaan Shenna.
"Kamu udah siap?? Yuk kita berangkat." Kevin langsung menggenggam erat tangan Shenna dan mengajaknya untuk keluar apartemen.
Sepanjang perjalanan Shenna hanya diam membisu, dia kalut dalam pikirannya,
kenapa gua kecewa???? Gua harepin siapa???
"Kamu diam aja Na?" Kevin memulai pembicaraan untuk memecah kesunyian yang sedari tadi menyelimuti perjalanan mereka.
"Kamu gak suka sama surprise aku?" merasa diabaikan Kevin mengerutkan kedua alisnya.
"Na?? Nana??" Kevin mengguncang lengan Shenna dan menepikan mobilnya kebahu jalan.
"Hah?? Apa? Gimana?? Kita udah sampe??" Shenna terkejut dan membuka seatbeltnya dengan reflek.
Kevin mendengus pelan.
"Kamu kenapa? Mikirin siapa dari tadi?? Jansen??? atau dokter itu??? Kamu kecewa aku yang dateng???" Pria itu seolah bisa menebak pikiran Shenna dan air muka Kevin mendadak dingin karena kesal, tatapan matanya tajam menunjukkan ketidak sukaannya.
__ADS_1
Shenna menelan ludahnya kasar dan berdecak.
Kenapa jadi begini sih??
"Kamu udah sejauh mana sama Jansen atau dokter itu????"
Pertanyaan Kevin barusan membuat darah Shenna mendidih dan naik langsung ke kepalanya.
"Saya rasa itu bukan urusan anda pak Kevin. Anda hanya atasan saya, tidak berhak mencampuri urusan pribadi saya!"
Mendengar Shenna menjawab demikian membuat Kevin cukup tersentil dan menghela nafas panjang, dia merasa tidak ingin ribut dan menjadikan suasana yang tidak enak Kevin terdiam sebentar. "Kita jangan berantem yah, maaf aku tanya begitu. Aku lanjut jalan yah." Kevin tersenyum manis sambil mengelus sayang kepala Shenna.
Sesampainya di restoran tempat mereka akan makan Kevin segera memarkirkan mobilnya.
Suasana cukup ramai karena ada yang mengadakan pesta ulang tahun sepertinya dan untung saja Kevin sudah memesan tempat VIP terlebih dahulu.
"Yuk turun." Kevin membuka pintu untuk Shenna dan menggandeng lengan Shenna untuk mengikutinya masuk ke dalam Restoran.
Setelah berbicara dengan resepsionis mereka diantar menuju ruang VIP.
"Silahkan masuk Bapak Kevin dan ibu.. Mohon maaf untuk ketidaknyamanannya dengan suasan ramai ini, dikarenakan ada yang merayakan hari jadi pernikahan." Pelayan tersebut membungkuk sopan dan keluar ruangan untuk memberi privasi pada pelanggannya
Acara makan malam berlangsung canggung dan terasa tidak nyaman untuk Shenna, dia ingin segera pulang dan tidur saja rasanya. Kevin beberapa kali terlihat ingin mengungkapkan perasaannya secara resmi tetapi Shenna selalu dengan liciknya mengubah topik atau mengalihkan pembicaraan.
"Aku ke toilet dulu yah." Shenna bangkit berdiri dan untuk kesekian kalinya menghindari acara 'nembak' dari Kevin.
Huuff apa gua kabur aja kali yah langsung pulang?! Hahaha besok gua dipecat mungkin.
Shenna mencuci tangannya di wastafel dan berjalan keluar toilet untuk kembali keruangannya.
"Senang banget keliatannya, dinner romantis. Pake baju juga cakep banget, make up cantik begitu cuma buat nunjukin ke bos kamu??"
Suara berat itu tiba tiba menghentikan langkahnya dan Shenna memutar tubuhnya untuk melihat siapa yang berbicara.
Steve bersender pada tembok lorong jalan menuju ruang VIP, bersidekap dan menatapa Shenna dalam.
Shenna tergugu melihat Steve. Kemeja putih membalut tubuh atletisnya, menggenakan jas formal tanpa dikacing dengan celana hitam membungkus kaki tingginya.
Kira kira dia sakit gak sih pas jatoh dari surga?? Ganteng amat coba!!
"Kenapa diam??? Kayak... ketauan abis selingkuh kamu!" Steve berjalan mendekat dan memegang dagu Shenna untuk diarahkan menatap wajahnya.
Belum sempat Shenna menjawab, tiba tiba Steve ditarik paksa oleh Kevin
"Udah gua bilang jangan ganggu, Shenna milik gua!"
Kevin langsung melayangkan tinjunya tepat dipipi Steve.
'BUGHHHH!!!'
Steve langsung jatuh tersungkur, Shenna terkejut bukan main sampai memekik.
Tetapi hanya dalam hitungan detik Steve membalikan keadaan dan membalas Kevin hingga mereka berdua terlibat perkelahian persis seperti anak SD rebutan layangan di gang kampung kampung.
Shenna hanya membisu dan menyaksikan dua pria berkelahi memperebutkan dirinya persis kaya di film film laga sedang dilerai oleh beberapa pelayan hingga membuat beberapa pengunjung menonton mereka.
Ini apaan? Gua dimana?
Shenna segera tersadar dan dengan segera mengambil tas dan ponselnya.
Ini waktunya buat kabur!!
__ADS_1