Shenna Love

Shenna Love
Dokter Ahli Jantung


__ADS_3

"Kamu udah kenal sama Shenna duluan yah??" Todong Liana pada Steve, dan Steve hanya tersenyum cengengesan menanggapi pertanyaan mamanya.


"Kalau iya kenapa disuruh kenalan kamu pura pura gak kenal?? Jangan jangan Shenna kesini mau cari kamu???!! Iya benar!??" Liana memukul lengan Steve keras 'Plakkk!!!!'


"Jawab mama Steve!!!"


"Aduh maa! Sakit dong. Apaan sih main pukul pukul aja emangnya Steve masih anak kecil??"


Steve mengelus lengannya yang memerah akibat ulah mamanya.


"Kamu kalau ditanya suka gak mau jawab yah! Heran mama!!" Liana yang kesal sambil membetulkan posisi duduknya didalam mobil. Karena dia dan Steve sedang dalam perjalanan menuju Mall siang itu.


"Iya ma iya. Aku udah kenal Sheii dari awal dan iya dia kesini mau cari aku." Steve menjawab mamanya sambil tersenyum jumawa terlihat sekali raut muka bahagia terukir diwajahnya.


Liana tampak dengan seksama memperhatikan Steve.


" Jangan jangan..... Shenna gadis itu yah??!!! Sheii nya kamu??!!" Tanya Liana heboh sambil menepuk kedua tangannya menyadari sesuatu. "Benar bukan Steve??!!" Liana tampak tidak sabar menunggu jawaban dari putra tunggalnya.


Steve tersenyum semakin lebar dan melirik kearah mamanya, senyumannya seperti jawaban yang telah Liana nanti nantikan.


"Kyaaaaa!!!" Liana menepuk kencang bahu Steve dan kembali berbicara "Aduh mama turut senang deh kalau begitu!"


"Aduh maa sakit kenapa harus pake mukul sih??!" Steve memegang bahunya meringis yang tidak selamat dari tingkah heboh mamanya.


"Hahahah mama seneng Steve, mama turut senang buat kamu. Semoga beneran tuh Shenna jadi calon mantu mama yah!!"


Liana masih dengan heboh gembira karena anaknya menemukan apa yang dia cari selama ini.


Dalam hati Liana ada perasaan bersalah karena dia turut andil dalam memisahkan Steve dengan Shenna dulu karena pengaruh Villy. Seperti hal nya pernikahan politik, penggabungan 2 keluarga besar di dunia kedokteran juga bukan hal yang ingin dia tolak. Tetapi akibat keras hatinya Liana dulu malah membuat luka hati anaknya dan Villy, Steve harus merelakan orang yang sungguh dia cintai dan Villy juga menderita memaksakan cintanya untuk Steve. Karena pernikahan tanpa cinta merupakan kesalahan terbesar yang pernah Liana lakukan, tetapi kehadiran Steve merupakan penghiburan bagi hatinya yang sakit akibat perceraian dengan mantan suaminya.


Siang itu matahari bersinar terik seolah ingin menunjukan kehebatannya pada manusia dibumi, mobil Steve melaju cepat dijalan membawa dirinya dan Liana untuk memenuhi janjinya menemani mama yang sangat dia sayangi itu berbelanja di mall.


Tetapi tidak dengan Shenna, gadis itu masih terpaku belum sepenuhnya mencerna apa yang telah terjadi tadi. Mobilnya masih terparkir baik dan menyala di tempar parkir Djaya Hospital.


Shenna menggaruk tengkuknya pelan.


Tadi gua nembak Steve??


Muka gileeeeee!! Mau taro dimana muka gua!!! kenapa gua jadi agresif begini???


Shenna menutup mukanya malu.


Wanita itu juga membenturkan kepalanya pelan pada kemudi mobil mengingat kejadian tadi.


Flash back on


"I love you George Steve Aldjaya!!" Teriak Shenna lantang. Dan Steve hanya termangu sesaat dia membelakkan matanya tidak percaya tetapi dengan segera dia menarik Shenna kembali dalam pelukannya dan segera menyambar bibir tipis Shenna yang berwarna merah muda karena terlalu senang.


Mereka berciuman cukup lama dan dalam, Steve benar benar tidak memberi celah bagi Shenna untuk melepaskan diri hingga akhirnya Shenna terseret dan membalas ciuman Steve, seolah diberi lampu hijau Steve semakin mengeratkan pelukannya dan merajai punggung Shenna.


Setelah pasokan oksigen habis barulah mereka melepaskan ciuman panas itu, nafas Steve dan Shenna bersahutan untuk mengambil oksigen guna memenuhi paru paru mereka.


Steve menatap dalam mata Shenna, bibirnya tersungging senyuman yang menggoda. Dia menarik Shenna mendekat padanya, merapikan rambut Shenna yang sedikit berantakan akibat ciuman panas mereka dan membisik disebelah telinga wanita itu.


"Jadi kamu nembak aku Sheii?? Aku mau kok jadi pacar kamu. Tapi dengan syarat kamu harus mau jadi calon istri aku." Steve mengeluarkan suara yang serak dan halus sampai Shenna harus memejamkan kedua matanya dan menggigit pelan bibirnya untuk meredam dirinya yang meremang akibat suara Steve ditelinganya.

__ADS_1


Shenna tersadar dan segera menarik diri untuk menciptakan jaraknya dengan Steve.


"A.. apa?? Si.. siapa yang nembak kamu!?? Ge er aja kamu!" Shenna menjawab angkuh pertanyaan Steve untuk menutupi kegugupannya.


Steve tersenyum lebar dengan segera mengambil kotak cincin dari tangan Shenna, membukanya dan diambilnya cincin itu lalu disematkan dijari manis Shenna.


"Jangan pernah dilepas, ini sebagai tanda kalau kamu punya aku. Dan inget cincin ini kalau kamu mau selingkuh dari aku sama bos kamu atau teman pria kamu kemarin itu." Steve mengaitkan jarinya dengan jari Shenna dan menggenggamnya erat.


"Nanti malam malam aku kerumah jemput kamu, kita dinner bareng. Sekalian aku mau kenalan sama keluarga kamu!" Steve kesal teringat kemarin Jansen menyinggung soal keluarga Shenna seolah sudah mengenal dekat.


Shenna hanya bisa terkejut dan membisu atas apa yang terjadi barusan, Steve mencium kembali bibir Shenna sekilas dan bersiap keluar dari mobil Shenna.


"Nanti aku telfon yah, mama udah lama nunggu aku nanti dia ngamuk. Byee!!" Steve melambaikan tangannya dan bergegas berlari kecil memasuki gedung rumah sakit.


Flash back off.


Jadi gua uda gak jomblo lagi ini??!!


Shenna masih membenturkan kepalanya pada kemudi mobil dan sejurus kemudian senyuman tercipta pada bibir mungil itu. Dengan segera dia memasukan gigi dan menjalankan mobilnya membelah jalanan ibukota siang itu bergegas untuk pulang kerumah dengan perasaan senang.


****


Jam dinding menunjukan pukul 17.00 setelah terbangun gara gara telefon Steve dari tidur siangnya Shenna bergegas masuk ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap kencan dengan pacarnya setelah hampir 6 tahun menyandang status single.


Memang sehabis dekat dengan Jansen terakhir Shenna tidak merasa tertarik untuk berpacaran, sempat dekat dengan beberapa pria tetapi dia merasa kurang cocok jadi tidak berhubungan lebih lanjut. Dan Steve lah yang beruntung untuk mendapatkan status pacar dari Shenna.


Shenna selesai bersiap, dengan memakai rok midi dan atasan hitam menjadi pilihan Shenna sesuai dengan permintaannya pada Steve untuk pergi makan malam nonformal.



Shenna berjalan turun dari tangga menuju ruang keluarganya, mama Myra sedang menyiapkan lauk makan malam dan Ransen sedang asik menonton televisi.


"Eh kak. Iyaa lagi bokek nihh! Bagi duit buat jalan jalan dong!" Ransen menadahkan tangannya pada Shenna.


Shenna memelototkan matanya pada Ransen dan menoyor kepala adik satu satunya itu.


"Cari kerja sana!! Mala minta duit aja!"


"Aduhhh kan Ransen masih kuliah kali!"


Shenna menjitak pelan kepala adiknya tetapi tetap memberikan beberapa lembar uang padanya.


"Jangan boros yah!! Awas minta lagi sama mama!"


"Asik!! Gitu dong kakakku yang cantik. By the way mau malming sama kak Jansen yah?? cantik bener uhuy!"


"Bukan!!!" Shenna menjawab tegas. "Mau malming sama pacar kakak dong!!!" Shenna mengibaskan rambutnya dan segera menuju ruang makan.


Mama yang sedang sibuk menyiapkan makan malam dengan segera menghentikan pekerjaannya melihat anak perempuannya sudah tidak lesu seperti kemarin, dengan tatapan sejuta pertanyaan.


"Apaan sih ma ngeliatinnya gitu amat??" Shenna menuang segelas air dingin digelas dan duduk dimeja makan.


"Kamu mau kemana? Sama Jansen??" Mama ikutan duduk dimeja makan untuk mengintrogasi Shenna, dan disusul Ransen yang menimbrung tidak mau ketinggalan berita.


"Kenapa semuanya ngomong Jansen Jansen terus sih?? Emangnya Nana ga punya teman lain apah?!" Shenna mulai Sewot mendengar nama Jansen terus.

__ADS_1


"Yah terus siapa pacar kakak??" Ransen menimpali.


"Pacar????!!!" Mama heboh mendengar kata pacar.


"Kamu udah punya pacar Nana??? Pacar beneran?? bukan sewa kaya di pilem pilem gitu???"


Shenna menyipitkan matanya mendengar pertanyaan mamanya.


Emak gua korban sinetron!!


Baru saja Shenna ingin menjawab, mbok Jum datang


"Non Nana ada tamu diluar."


Shenna segera mengembangkan senyumnya dan menjawab ." Ok Mbok, Makasih."


Melirik kearah mamanya dan Ransen "Ma, Sen! Ikut yuk, Nana mau kenalin seseoranf." Shenna cengengesan dan Ransen menetap geli senyuman kakaknya.


"Malam tante. Saya Steve, saya mau ijin untuk ajak Shenna keluar." Steve mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan mama Mrya. Dengan menggenakan kaos polos berwarna hitam dan kemeja kotak sebagai luaran untuk menutupi tatto disekujur lengannya, dan celana panjang jeans biru. Steve mengembangkan sempurna senyumnya menambah kadar ketampanannya malam itu.


Mama Myra menyambut ukuran tangan Steve dengan pandangan menelisik.


"Jadi kamu pacarnya Nana??"


Steve tersenyum kikuk dan menganggukan kepalanya. "Sepertinya begitu tante."


Shenna hanya menahan senyumannya mendengar jawaban Steve.


Ransen yang tidak mau kalah menjulurkan tangannya, "Kenalin. Ransen adik satu satunya kak Nana!"


Shenna langsung memandang Ransen sinis,


Awas aja kalau ni anak berulah.


Steve menyambut uluran tangan Ransen dan mereka berjabat tangan.


Setelah dipersilahkan duduk oleh mama, dan mbok Jum mengambilkan segelas minuman untuk Steve. Ruang tamu mendadak seperti menjadi ruang introgasi untuk Steve.


"Kamu kerja apa? Dimana?" Mama mulai melancarkan aksinya untuk mengintrogasi pacar anak perempuannya.


Aduh Tuhan.. Mama kepo sekali!!


Shenna meringis ingin menjawab mama, tetapi terlebih dahulu mama mengangkat jarinya didepan muka Shenna.


"Mama tanya Steve bukan kamu Na.. "


Buset!! Mama belajar dari mana bisa gaya begitu?!


Shenna membelakkan kedua matanya.


"Saya dokter ahli jantung di Djaya Hospital Tante. Tante lupa saya yang menangani tante di IGD saat tangan tante retak menggantikan dokter IGD?" Steve menjawab dengan senyuman yang ramah.


Mama dan Ransen membuka mulutnya bersamaan.


"Owwwwhhhhhhh dokter!!!"

__ADS_1


Mama dan Ransen serempak menjawab Steve membuat Shenna menutup mukanya malu.


Mulai lagi nih dua orang!!!


__ADS_2