Shenna Love

Shenna Love
Bahaya


__ADS_3

Kevin menekan asal tust pianonya, libur panjang akhir pekan ini terasa menjengkelkan untuk dia. Tadinya dia berencana untuk mengajak Shenna berlibur ke pantai atau gunung, karena Kevin tahu Shenna sangat suka dengan alam. Tetapi semua pesan dan telefon dia diabaikan oleh Shenna sehingga seluruh rencananya gagal, bagaimana tidak karena sedari hari jumat malam hingga hari minggu siang ini Shenna tidak kunjung merespon ajakan Kevin. Menyambangi apartemen Shenna sudah Kevin lakukan tetapi mengetuk berapa kalipun tidak ada jawaban hingga satpam apartemen berkata bahwa setiap akhir pekan biasa Shenna akan pulang kerumah orangtuanya. Dan sialnya Kevin sudah lupa total dimana rumah Shenna dulu.


Tatapan mata Kevin meremang, mengingat bagaimana perlakuan dingin Shenna sekarang terhadap dirinya. Mungkin ini kesalahan dia dimasa lalu, tapi Kevin tersadar bahwa sekarang ada dua lelaki saingan dia yang tidak bisa dianggap remeh. Pertama Jansen, tetapi dari melihat cara Shenna menatap pria itu tidak terlalu istimewa jadi sementara Kevin boleh bernafas lega tetapi bagaimana dengan dokter itu? Kevin hampir hampir tidak bisa membaca tatapan Shenna pada dokter muda itu, dan sepertinya dokter itu saingan terberat Kevin. Sampai kapanpun Kevin tidak akan rela jika Shenna jatuh kepelukan pria selain dirinya.


Perasaan gantengan juga gua, itu dokter persis preman, tattoan, bewokan juga! Masa Nana demen yang modelan begitu??


Batin Kevin, dia mengacak rambutnya hingga berantakan. Diliriknya ponsel yang tergeletak begitu saja diatas pianonya,


Sama sekali tidak ada pesan balasan dari Nana!


Kevin mulai menekan tust piano dan memainkan alunan lagu yang mewakili perasaan hatinya.


Shenna Shenna shenna.. Kevin mengucap nama itu berulang kali dalam benaknya.


Tiba tiba ada dentingan notifikasi pada ponselnya, Kevin melirik malas dan melihat.


'Shenna.Asterta mengunggah postingan baru'


Kevin tersikap sesaat, dengan menahan nafas dan perasaan campur aduk dia membuka media sosialnnya dan terpampang foto dokter itu dipaling atas lamannya diunggah oleh Shenna.


Seperti dihantam palu besar, sesaat kepala dan hati Kevin tidak begitu sinkron ditambah membaca caption yang tertulis disitu. Perlahan tapi pasti ucapan selamat untuk Shenna memenuhi komen pada foto tersebut,


'Congratz Sheii sudah gak jomblo!'


'Selamat yah Shenna akhirnya pecah telor.'


'Widiihh pacarnya yah?? uda lope lope aja'


'Sheiii gua jeles nih!!!'


Komen sejenis itu terbaca disana, semua mengucapkan selamat ada juga yang terang terangan mengaku cemburu.


Kevin menggenggam ponselnya erat, hatinya sakit tetapi dia tidak bisa berbuat lebih banyak selain...


Dia menelfon Shenna berulang kali dan meninggalkan pesan untuk wanita itu berharap Shenna menjawab semua itu tidak benar. Memang dia telah berkata akan bersikap layaknya teman untuk Shenna, tetapi sudah jelas perasaan cinta itu masih ada dan tidak bisa diingkari begitu saja bagi Kevin. Tetapi seperti biasa Shenna mengabaikan pesannya.


Besok masuk kerja, Shenna harus gua introgasi!


Kevin menghempas ponselnya begitu saja.


****


Shenna tertidur pulas dimobil, Steve mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali pria itu melirik Shenna dengan tatapan sayangnya, dan masih belum percaya wanita ini sungguh memilih dia. Jika bisa saat ini Steve sangat ingin menghentikan waktu sehingga dia punya waktu lebih lama untuk memandangi wajah tidur kekasihnya yang menurut dia sangat menggemaskan.


Steve mengelus pipi Shenna dengan jarinya membuat Shenna terusik, begitu matanya terbuka wajah Steve yang kadar tampannya keterlaluan itu sudah tersenyum manis didepannya.


"Kita udah sampai?" Shenna dengan suaranya yang serak khas bangun tidur melihat kesekitar dan mereka berada di parkiran gedung sepertinya.


"Ini dimana??" Shenna lanjut bertanya karena bingung dimana dia berada.


"Kita diapartemen aku sayang. Kamua bawa kan baju ganti yang aku suruh kemarin??"


Shenna hanya menganggukan kepalanya karena masih belum sepenuhnya mencerna situasi.


"Yuk turun..." Steve mematikan mesin mobilnya dan menggandeng Shenna mengikuti dirinya.


Begitu memasuki unit apartemen Steve, Shenna membelakan matanya karena akhirnya dia menyadari dimana apartemen ini.


"Steve ini di Davindelaude Apartement??!" Tanya Shenna heboh.


Steve hanya tersenyum, dia memegang bahu Shenna dan membimbing wanita itu menuju kamar mandi didalam kamar tidurnya.

__ADS_1


"Kamu mandi dulu dan ganti baju. Abis itu aku mau ajak kamu dinner. Aku pake kamar mandi diluar."


Shenna hanya tersenyum pias, dia berada di apartemen termahal dan termewah dikota ini. Apartemen ini hanya terdiri dari 2 tower dengan 50 lantai, tiap lantainya hanya dihuni oleh 2 unit apartemen. Bisa bayangkan betapa luasnya apartemen ini, lantainya marmer berkualitas tinggi dan jangan tanya perabotan yang ada didalam apartemen sudah pasti gaji Shenna sebulan hanya mampu membeli 1 panci saja didapur Steve mungkin.


Shenna dengan terkagum sejenak memandangi interior kamar mandi lalu dengan segera membersihkan dirinya.


Untung gua kagak udik udik amat bisa operasiin semua shower shower ini. hahaha!


Shenna beruntung karena apartement ini menjalin kerja sama dengan perusahaannya dulu saat pak Setya masih menjabat di Global Techno untuk fasilitas smarthome. Dan mereka sempat diundang datang untuk melihat kecanggihan fitur smarthome pada apartemen ini.


Saat Shenna sedang melakukan ritual mandinya terdengar ketukan pintu.


"Sayang aku lupa kasih tau nyalain showernya tadi.."


"Aku bisa!" Teriak Shenna dari dalam.


Steve tertegun sesaat.. how come..


"Oke." Jawab Steve singkat.


Setelah selesai mandi Shenna juga sudah menggunakan bajunya didalam kamar mandi tadi, Shenna sibuk merapikan baju kotornya dalam tas yang dia bawa. Tiba tiba pelukan dari belakang mengejutkan Shenna, Steve yang sudah selesai segera menghampiri Shenna ke dalam kamarnya dan memeluk wanita itu dari belakang.


"Kamu wangi." Steve menyusupkan kepalanya dalam ceruk leher Shenna dan mengendus harum tubuh kekasihnya.


"Steve geli, lepasin. Itu juga sabun punya kamu."


Steve tidak menggubris Shenna dan masih tetap bertahan dengan posisinya.


"Kamu kok hebat bisa mengoperasikan showernya, tadi kamu juga ngeh ini dimana. Kamu pernah kesini yah??"


Shenna membalikan badannya dan tersenyum sebal pada Steve "Kamu kira aku seudik itu yah??! Haha!"


Steve hanya tertawa ringan. "Jujur sama aku, gimana caranya tadi kamu bisa tahu."


"Sheiiii!! Aku serius!" Steve kesal.


"Hahaha! Iyaa sorry. Apartemen ini ada kerjasama dengan perusahaan sayang, untuk teknologi Smarthomenya. Jadi aku pernah diundang kesini dengan bos aku dulu."


Ekspresi Steve mengeras seketika, "Kamu kesini dengan bos kamu berdua aja??! Ngapain aj?!"


Tersadar sepertinya Steve salah sangka, Shenna segera menceritakan siapa atasan dia awalnya hingga kini menjadi Kevin, dan Steve hanya menganggukan kepalanya dengan raut wajah tak terbaca.


"Kamu tinggal disini sendiri? Sejak kapan?" Shenna menuntaskan rasa penasarannya sejak tadi karena dia masih berpikir Steve tinggal dikawasan mewah bersama mamanya seprti dulu.


Kini mereka duduk dengan santai di tepi kasur untuk mengobrol sebentar.


"Iya sendiri. Sejak harus kerja dirumah sakit, dari sini lebih dekat. Rumah mama kejauhan."


Shenna hanya membulatkan mulutnya tanda paham.


"Udah beres semua kan yuk kita pergi makan." Steve bangkit berdiri. Namun tiba tiba timbul niat iseng Shenna ingin menyengkat kaki kekasihnya itu.


Shenna menyelipkan kakinya diantara kaki Steve agar saat Steve melangkah dia akan tersandung, Shenna tidak sejahat itu karena ada karpet tebal dikamar ini Steve tidak akan kesakitan setidaknya bila pria itu terjatuh. Tawa iblisnya membahana dalam hati Shenna.


Tetapi mungkin dewi fortuna berpihak pada Steve, bukannya melangkah tetapi Steve membalikan badannya dengan maksud untuk menarik Shenna bangun dan tidak bisa dihindari Steve terjatuh akibat terbelitnya kaki mereka.


Bukan jatuh kelantai tetapi kearah Shenna, dengan terkejut otomatis Shenna bersingut diatas ranjang untuk menghindari benturan. Terjatulah Steve diatas badan Shenna dan dengan cepat menumpukan siku lengannya agar wanita itu tidak tertimpa badannya yang besar.


Sungguh posisi yang sangat berbahaya, mereka terdiam sesaat saling menatap, Ada perasaan terkejut juga grogi.


Gak aman banget posisi gini!

__ADS_1


Shenna dengan segera mendorong dada Steve agar bisa bangun. "Sorry tadi aku..."


Tapi Steve malah melakukan hal lain, tangan Shenna ditahan oleh Steve. " Sebentar...." ada hasrat tertahan dalam sirat mata Steve membuat Shenna sulit berkata kata.


Shenna menelan ludahnya dengan susah payah.


Ini mungkin yang namanya bangunin uler tidur!!!


Steve tidak membuang waktu dan kesempatan dengan segera dia mel*mat lembut bibir kekasihnya. Ciumannya dalam dan berhasrat, Shenna pun terlena dengan permainan bibir Steve dan dia melingkarkan tangannya dibelakang leher Steve seakan diberi lampu hijau lelaki itu menurunkan ciumannya keleher Shenna berusaha agar tidak meninggalkan jejak berbahaya. Lenguhan halus keluar dari bibir Shenna membuat Steve semakin berhasrat perlahan dia turun kembali kebahu Shenna dan menciumnya dengan lembut. Steve menurunkan baju Shenna sedikit yang menutup bahu wanita itu, beruntung untuj Steve karena baju Shenna berkerah lebar sehingga mempermudah jalan Steve. Dan tereksposlah tulang selangka Shenna. Dikecupnya perlahan daerah itu dan semakin berhasrat sehingga Steve meninggalkan jejak kemerahan disana.


Lenguhan Shenna kembali terdengar lebih panjang dan kali ini Steve memaksakan dirinya untuk sadar. Pria itu bangkit berdiri, dadanya naik turun dengan nafas tidak beraturan berusaha untuk mengontrol dirinya. Shenna ikut tersadar dan segera membenahi bajunya yang sudah agak melorot dan duduk dengan kikkuk diranjang Steve.


*Bahaya bange*t!!


"Maaf.." Suara Steve terdengar parau.. "I love you so much Sheiii, dan aku brengsek untuk gak bisa kontrol diri kalau dekat kamu."


Shenna dengan segera bangkit berdiri dan memeluk Steve erat, dia mengadahkan kepalanya untuk melihat wajah kekasihnya itu karena perbedaan tinggi badan mereka cukup jauh.


"I love you too sayang! Jangan ngomong kayak gitu yah." Steve tersenyum senang dan membalas pelukan Shenna erat.


***


Shenna dan Steve sudah menyelesaikan makan malam romantis mereka, tanpa Shenna duga Steve membawanya makan malam di hotel bintang lima.


Untung baju gua ga malu maluin!


Kini mereka sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah mama Shenna, meski besok hari senin dan Shenna harus kembali bekerja tetapi mobil Shenna masih dirumah mamanya sehingga mengharuskan wanita itu berangkat ke kantor dari rumah mamanya besok pagi pagi.


"Terimakasih today sayang! Aku senang banget." Shenna melepas seatbeltnya sesaat setelah Steve memarkirkan mobilnya didepan rumah.


"Sama sama! Masuk gih udah malam, aku gak enak sama mama nanti kakau kamu pulang terlalu larut. Nanti kalau aku sudah sampai apartemen aku telfon kamu."


"Oke! Kamu hati hati yah jalan pulang. Kabarin aku segera. daaah!!"


Saat Shenna hendak membuka pintu, Steve yeng merasa sayang berpisah begitu saja menarik pelan lengan Shenna dan mengecup bibir kekasihnya, kecupan demi kecupan Steve lancarkan hingga berubah menjadi ciuman dalam, sampai nafas Shenna mulai tidak beraturan barulah Steve berhenti.


Mereka tersenyum bersamaan dan Shenna bersiap untuk turun dari mobil Steve, setelah mengucapkan perpisahan dia melambaikan tangannya seiring dengan hilangnya mobil Steve dari pandangannya.


Shenna kembali membersihkan dirinya dikamar mandi dan berkaca.


Astagaaaaaa!!! Shenna tidak menyangka Steve membuat tanda kepemilikannya dibawah tulang selangka Shenna. Wajah dia bersemu merah mengingat kejadian tadi.


Bahaya banget!!!! Aaaarrghhh!!!


Setelah selesai mandi Shenna memeriksa ponselnya, ada panggilan tidak terjawab dari Steve dan meninggalkan pesan bahwa lelaki itu sudah sampai dan sedang mandi. Shenna menjawab pesan Steve terlebih dahulu lalu memeriksa pesan lainnya.


Rara


"Sheii angkat telfon gua!!!!"


"Shenna Asterta keynard!!!!!!!!!!!"


"Double sialan gua penasaran abis!! Lu beneran jadian sama pak dokter???!"


"Lu berani banget cuekin telfon dan pesan gua!!!


Liat yah besok Sheiiiii!!!!!"


Kevin


"Nana besok aku mau bicara!!"

__ADS_1


Ini lebih bahaya nampaknya Shenna menelan ludahnya kasar.


__ADS_2