Shenna Love

Shenna Love
Skor 1 - 1


__ADS_3

Shenna duduk diam sesekali mencuri pandang kearah Steve yang sedang konsen mengemudikan mobil dalam hujan lebat, dia masih tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan Steve. Sukar dipercaya sebab dia benar benar merasa kalau hubungan mereka kemarin sudah usai, dia rindu sekali dengan pria ini hatinya tidak bisa berbohong lagi dan dia tidak alan pernah sanggup lagi untuk menjauh.


" Kenapa liat liat terus sayang?" Steve tersenyum tetapi tidak mengalihkan pandangannya dari jalan, dia harus konsen menyetir saat ini hujan sangat lebat ditambah dia masih jet lag jangan lupakan itu.


Shenna tersenyum memandang lurus kedepan dengan tatapan sendu," Aku kira kita ga bakal ketemu lagi... aku kira hubungan kita benar benar udah selesai." Steve lalu menggenggam jemari Shenna dan menciumnya.


" Aku sedari awal udah bilang, aku ga akan lepasin kamu Sheii. Siap siap aja .." Steve tersenyum memamerkan deretan giginya yang rapi.


Shenna tersenyum membalas Steve tetapi sudut matanya basah, Steve melihat Shenna seperti hendak menangis saat memasuki basement parkiran apartemen, setelah dia memarkirkan mobilnya dia menatap Shenna yang sudah sedikit terisak.


" Kenapa nangis lagi sayang?" Steve mengusap lembut sudut mata Shenna dengan ibu jarinya.


Shenna hanya menggelengkan kepalanya, lalu Steve tersadar sesuatu, " Cincin sama kalung kamu mana???"


Shenna menghapus airmatanya dan meringis sambil mengeluarkan dua bungkusan tisu dari dompetnya. Dengan segera disambar Steve, membuka bungkusan tisu itu dan langsung memakaikan kembali cincin dijemari wanita itu dan saat hendak kalung dileher Shenna Steve berbisik disamping ditelinga dia, " Aku hukum kamu nanti udah berani lepas kalung sama cincin dari aku."


Bisikan Steve dengan suara parau membuat bulu kuduk Shenna meremang sesaat, dia memukul pelan lengan Steve, " Apaan sih, udah ayuk naik." Mereka dengan segera turun dari mobil dan bergandengan berdua naik ke unit apartemen.


Setelah selesai mandi, mereka menikmati makan malam berdua, tadi Steve memesan makan malam agar Shenna tidak lelah memasak lagi karena ini sudah jam 20.00. Sehabis makan malam kini mereka berisirahat berdua dikamar Shenna.


" Sayang, sekarang coba kamu cerita, kamu ke Jerman ngapain dan gimana bisa balik kesini lagi?"


Shenna membenarkan posisi duduknya menghadap kearah Steve.


Sebenarnya pria itu sudah gerah sedari tadi mencoba mengontrol dirinya melihat kekasihnya itu dalam balutan baju tidur mini dress yang selalu Shenna digunakan.


" Emangnya Rara ga cerita??" Steve menggeser duduknya sedikit menjauhi Shenna agar menghindari hal hal yang tidak diinginkan.


Shenna bukan wanita penggoda dan dia sama sekali tidak punya pikiran untuk menggoda Steve, tetapi mendengar nama Rara, Shenna reflek mencondongkan badannya kearah Steve hingga baju tidurnya sedikit turun dibagian dada memperlihatkan belahan dadanya,


" Maksud kamu Rara temen aku? Emang ada hubungannya apa sama Rara??" Shenna mengerutkan alisnya


Steve mengalihkan pandangannya dan mengatur pola detak jantungnya, " Ehmm...emangnya ada berapa Rara?" Steve kembali bersingut mundur menjaga jarak dari Shenna.


" Kamu dari tadi ga jelas yah, cerita yang bener dong ini kaya lagi sesi tanya jawab, sini!! Kenapa juga mundur mundur terus emgangnya kamu undur undur!!!?" Shenna menarik tangan Steve agar memangkas jarak mereka.


Aduh ini cewe ga peka banget!!! Steve menggaruk kepalanya gusar takut tidak bisa mengontrol dirinya jika terlalu dekat dengan Shenna sekarang.


" Aku kayanya ga jadi nginep dulu deh Sheii. Aku minta tolong bang Jon jemput aku aja yah." Steve meraih ponselnya diatas nakas tempat tidur Shenna.

__ADS_1


Shenna kaget dan bingung, " Kamu kenapa sih?? Cerita ga jelas dari tadi, terus sekarang mau pulang! Kamu cuma ngerjain aku yah???!!" Ada nada marah dan kecewa yang kentara dari cara Shenna bicara.


" Bukan gitu sayang..." aduh ini gimana jelasinnya sih??! Steve semakin bingung.


Shenna menendang selimut yang menutupi kakinya, dan bangkit berdiri. " Yaudah sana silahkan keluar dan pulang sekalian ga usah balik lagi!!" Shenna hendak berjalan membuka pintu kamarnya.


Pinggulnya langsung direngkuh oleh steve dari belakang dengan cepat, " Kamu kok jadi suka marah marah gini sih??" Steve membelai sayang kepala Shenna.


" Lepasin! Sana pulang!" Shenna meronta untuk melepaskan dirinya.


" Sheii.. bukan begitu aku.."


" Lepasin ga?!!.." Shenna terus meronta untuk melepaskan dirinya dan steve mulai jengah menyadari kekasihnya ini memang keras kepala, lalu dia mengangkat Shenna dan membaringkannya dikasur sehingga Shenna memekik terkejut.


" Kamu sekarang susah dikasih tau yah Sheii.. " Mata Steve memancarkan kabut gairah dan Shenna hanya diam membeku, " Kamu ga tau atau pura pura ga tau?? dari tadi aku udah sangat menahan diri." Tanpa menunggu lagi Steve langsung memangut bibir kekasihnya.


Entah karena hasrat yang memang harus disalurkan diumur yang siap menikah ini, atau karena rindu yang sudah sangat membuncah buncah Steve seperti haus akan Shenna, seolah tidak puas dia terus merapatkan dirinya untuk menciumi Shenna, dari bibir lalu turun keleher wanita itu sehingga lenguhan halus terdengar dari bibir Shenna dan Steve yang semakin bergairah dengan gilanya meninggalkan jejak disana. Perlahan dia menurunkan tali baju tidur Shenna, gadis itu juga terlena dengan hangatnya bibir Steve yang merajai lehernya hingga dia hanya pasrah dibawah kendali Steve. Belum puas sampai disana, tangan Steve menyelip masuk kedalam baju Shenna dan dengan sekali tarikan kaitan bra Shenna sudah terlepas. Beruntung untuk Steve karena Shenna menggenakan bra tanpa tali lalu pria itu melepas bra itu begitu saja dan melemparnya sembarang arah, tanpa ragu Steve langsung memainkan tangannya pada daerah yang ditutup oleh bra sedari tadi dalam baju Shenna dan kembali memangut bibir Shenna.


" Aaah..mmmm Steve..." Nafas Shenna terengah dan dia meremas rambut Steve. Sejenak Steve menghentikan aktifitasnya, dia menegakkan badannya bertumpu pada kedua lututnya memandang Shenna yang terbaring dibawah badannya. Nafas Shenna terengah, rona merah pada pipi Shenna, bibir merahnya yang sedikit terbuka, tatapan matanya juga memancar gairah yang sama, dadanya naik turun mengatur pola nafas, baju yang tersingkap menyeplak jelas dua gundukan yang sudah tidak terbungkus bra dan bagian bawah sana yang masih belum Steve jamah terbungkus rapi dengan kain segitiga berwarna hitam.


Steve menempatkan dirinya pada posisi diantara kaki Shenna, dengan lembut mengangkat dress Shenna dan melepaskannya dilanjutkan dengan melepas bajunya sendiri, kini kondisi mereka serupa hanya sama sama menggenakan pentutup dibagian bawah saja. Dia kembali merapatkan tubuhnya dengan Shenna dan mencium bibir yang selalu dia dambakan, kulit mereka saling bergesek. Gelenyar aneh yang Shenna rasakan juga dirasa oleh Steve, dengan perlahan Steve menekuk kaki Shenna sehingga dia bisa dengan leluasa membelai lembut kaki Shenna, mengelus halus dimulai dari mata kaki, kebetis lalu paha Shenna, lenguhan demi lenguhan halus yang keluar dari bibir wanita itu seolah menjadi sorakan penyemangat untuk Steve.


Shenna jelas bisa merasakan benda tumpul yang menghimpit dirinya dibawah sana yang hanya terhalang oleh lapisan kain saja. Lalu Steve mengangkat sedikit tubuhnya dan kini yang dirasakan Shenna dibawah sana berganti dengan jemari Steve, mengelus dengan tekanan pelan naik dan turun. Ini hal baru untuk Shenna dan apa yang dia rasakan saat ini belum pernah dia alami seumur hidupnya diumur 28tahun ini dan reaksi atas semua ini Shenna melenguh dalam. " Aaaakkhmmmm...." nafasnya semakin terengah.


Dan apa yang diharapkan Steve terjadi, Shenna menahan dan mendorong bahu steve dengan sisa tenaganya. " Kita... terlalu jauh.." Nafas Shenna masih terengah karena dua jari Steve belum berpindah dari bawah sana.


Steve mengatur pola nafasnya dan menarik tangannya dari aktifitas dibawah sana, langsung berpindah kebelakang Shenna dan memeluk wanita itu dari belakang. Sejenak bangun untuk mengambil selimut dan menyelimuti tubuh mereka berdua.


" Biarin aku tidur dengan meluk kamu seperti ini yah... yuk tidur. Besok kamu masih kerja." Segera Steve memejamkan matanya untuk tidur dan Shenna hanya tersenyum bahagia mendekap lengan Steve yang melingkari tubuhnya.


Baru 10 menit mata mereka terpejam dan mencoba untuk tidur dan ponsel Shenna diatas nakas tidak berhenti bergetar ada telepon masuk. Steve yang cukup sesitif dengan suara meski hanya suara getaran sekalipun ingin melihat ponsel Shenna siapa yang menelfon terus menerus tetapi Shenna menyuruh Steve untuk mengabaikannya. Setelah getaran ke 6 kalinya Steve jengah dan bangkit mengambil ponsel Shenna. Keningnya berkerut melihat layar ponsel Shenna hingga membuat dia juga bangun untuk memeriksa.


" Ngapain bos kamu nelepon malam malam gini nonstop?!" Steve langsung menekan tombol reject dan hendak meletakkan kembali ponsel Shenna tetapi 1 pesan masuk dan Steve membaca sebaris kalimat, karena penasaran lalu Steve membuka pesan itu


Kevin


" Na..sorry untuk tadi, aku beneran lepas kontrol. Aku janji ga akan begitu lagi. Kita masih berteman kan?"


Kening Steve semakin berkerut dan Shenna sontak teringat ciumannya dengan Kevin siang tadi lalu wanita itu memucat.

__ADS_1


Steve meletakkan ponsel Shenna dengan tenang dan duduk menghadap Shenna, tatapan matanya sulit diartikan. " Bos kamu ngelakuin apa sama kamu?" Meski pertanyaan itu datar dan terdengar sederhana tapi mulut Shenna diam terkunci.


Diamnya Shenna menambah gusar hati Steve yang tidak pria itu tunjukkan saat ini. " Sheii... sekali lagi aku tanya, bos kamu ngelakuin apa sama kamu?" Kali ini pertanyaan Steve penuh dengan tekanan.


Shenna menarik nafas dalam dan menunduk,


Owwh no please dia nunduk berarti udah ngelakuin sesuatu yang salah!! Steve meremas pelan rambutnya.


" Sheii.."


" Aku ciuman sama Kevin!" Mulut Steve menganga lebar dan matanya membelak sempurna,


Apa yang wanita itu katakan???!!! Ciuman???? Mereka berciuman??!! Bukan dicium tetapi mereka berciuman??!


Shenna langsung menangis, " Aku kebawa suasana tapi otak aku selalu mikirnya kamu, saat berciuman aku mikirnya itu kamu!" Shenna mengusap airmatanya kasar dan merapikan selimut yang melorot menutupi dadanya. " Kamu!!" Dia menunjukkan jarinya tepat dimuka Steve, " Kamu udah bikin aku setengah gila karena moved ke Jerman sama mantan kamu!!!" Kini berbalik Shenna yang menyalahkan Steve.


Steve bingung harus menjawab apa, logikanya sulit mencerna bahwa kekasihnya berciuman dengan orang lain dan itu menjadi kesalahannya.


" Skor kita 1 sama! Kamu juga ciuman sama mantan kamu! Dan kamu penyebab utama aku ciuman sama Kevin!!" Wanita gila mana yang Steve temukan, tetapi dia sungguh jatuh cinta dan tergila gila dengan wanita gila ini.


Steve bangkit dan menindih badan Shenna, " Kamu kira hubungan kita ini ajang pertandingan?? Kamu bisa bisanya hitung skor dari apa yang udah kamu lakuin???"


Shenna bersingut dibawah kungkungan Steve.


Shenna hendak membantah Steve tetapi bibir Steve lebih dahulu memangut bibirnya, mereka berciuman dengan intens hasrat yang tersisa, Shenna mengalungkan tangannya pada leher Steve.


Setelah ciuman panas mereka selesai Steve menyentil pelan jidat Shenna, " Kali ini aku maafin karena aku juga ada salah sama kamu. Tapi lain kali kamu dekat dekat bos kamu, akan aku hajar bos kamu sampai ga berbentuk terus kamu aku iket dirumah ga boleh kemana mana!"


Shenna meringis mengusap jidatnya, " Tapi Kevin itu mantan juara taekwando nanti kamu yang babak belur hmmmppphh.."


Steve membekap mulut Shenna, langsung bergerak untuk memeluk dari belakang dan menarik selimut menyelimuti mereka. " Diem udah tidur aku ngantuk!!" Shenna hanya bersingut dan mencebikkan bibirnya


.


.


.


.

__ADS_1


.


Mohon dukungan like n vote nya yaahh ❤❤


__ADS_2