Shenna Love

Shenna Love
We Were Kissing


__ADS_3

Bunyi bell di apartemen Shenna seolah mendesak untuk segera dibukakan pintunya,


Gak sabaran banget sihhh!


Shenna menggerutu dan bergegas menuju pintu.


Begitu pintu terbuka Shenna hanya menghela nafas panjang.


*Ke*napa tadi gak gua ngintip dulu sih siapa yang dateng!?? Sesal Shenna dalam hatinya.


"Ada perlu apa?" Shenna hanya menanggapi malas tamu tak diundangnya malam ini.


"Kamu gak mempersilahkan aku masuk??" Kevin menatap Shenna dingin seolah banyak sekali yang ingin dia introgasi dari wanita itu.


Shenna mempersilahlan Kevin masuk dengan membuka lebih lebar pintunya, dan menutup pintu tetapi tetap mengganjal dengan doorsafety.


*K*alau ada apa apa seengaknya gua bisa kabur.


Tapi ini kan apartemen gue sendiri,


kenapa gua yang harus kabur??!!


"Kenapa bengong disana Na??" Shenna tersentak dan melihat Kevin sudah duduk dengan manisnya di sofa.


"Ada keperluan apa kamu kesini?" Shenna berjalan malas menghampiri Kevin dan duduk dengan menjaga jarak.


Kevin menatap Shenna dan mendengus tak suka dengan jarak yang diciptakan Shenna.


"Kamu kenapa mengabaikan semua telefon dan pesan aku Na??" Kevin mencoba melunakkan suaranya.


Shenna bingung harus menjawab apa, dalam hatinya sangat ingin tegas dan menolak Kevin, tetapi dia masih bekerja di perusahaan Kevin yang bisa berdampak dengan pekerjaannya, tapi rasa tidak nyaman seperti ini sangat mengganggu dia. Shenna menghela nafasnya,


"Aku rasa itu semua tidak perlu dijawab, aku merasa semua itu tidak ada kaitannya denga pekerjaan jadi..." Shenna membuang pandangannya kesembarang arah menghindari tatapan tajam dari mata Kevin.


Rahang Kevin mengeras, dia merasa bingung mengapa saat ini wanita dihadapannya sangat susah dia taklukkan.


"Na, kamu tau kan perasaan aku sama kamu?? Dan aku ingin kamu jadi milik aku.. Aku serius Shenna."


Shenna kesal dengan sikap keras kepala Kevin, mungkin sekarang saat yang tepat untuk menegaskan.


"Aku rasa semua itu ga benar. Ini semua hanya perasaan sementara kamu, mungkin karena kita ketemu lagi setelah sekian lama dan aku tetap seperti anak kecil dimata kamu nantinya." Potong Shenna cepat.


Kevin menatap Shenna heran,


"Apa yang kamu bicarakan Na??" Kevin berdecih dan tertawa hambar. "Yang semua kamu katakan ini tentu saja tidak benar, aku tau perasaan aku nyata Na. Kamu bisa..."

__ADS_1


"Sudah malam Kev! Sebaiknya kamu pulang.." Shenna merasa percuma menjelaskan dan sungguh ingin mengakhiri ini semua, segera dia berdiri bergegas menuju arah pintu keluar.


Kevin mengusap wajahnya frustasi dan berjalan kearah Shenna.


"Aku harus membuktikan apa supaya kamu percaya Na???" Dengan segera Kevin memeluk Shenna erat


Aduhhh mati sih ini!!


Shenna mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Kevin


"Kev lepas." Desis Shenna kesal.


"Naaa, please!!" Kevin memotong ucapan Shenna dan menatap dalam mata Shenna.


Jangan, jangan, jangan deketin muka lu kesini!


Jerit Shenna dalam hati.


Tetapi memang itulah pergerakan yang Kevin lakukan seolah ingin menuntaskan niatnya yang tadi tertunda yaitu mencium bibir Shenna yang sudah sangat dia dambakan sejak pertama.


Begitu Kevin mendekatkan bibirnya pada bibir Shenna dengan segera dia memalingkan wajahnya sehingga Kevin hanya mencium pipi Shenna. Nafas shenna memburu cepat, dia sangat takut dan tidak mau hal ini terjadi.


Kevin memegang dagu Shenna dan mengarahkan wajah Shenna kearahnya, sekali lagi Kevin berusaha untuk mencium dia dan mungkin kali ini Shenna tidak bisa menghindar karena tengkuknya sudah tertahan oleh tangan Kevin.


"Jangan...hmmp!!"


Shenna tersentak hanya sepersekian detik dia sudah terlepas dari Kevin dan kini sudah berada dalam pelukan pria berbadan tegap dengan aroma yang sangat dia rindukan.


"St.. Steve?! kamu..." Shenna yang masih shock dengan perlakuan Kevin juga tak kalah shock kembali karena melihat Steve.


Steve melihat sekilas kearah Shenna kesal dan kembali mengarahkan matanya pada Kevin tajam.


"Saya harap anda bisa sopan untuk tidak dengan lancangnya memeluk pacar saya apalagi dengan berani menciumnya seperti tadi! Dan saya harap anda segera pergi dari sini sebelum saya yang menyeret anda keluar!"


Kevin yang tersadar dari keterkejutannya segera membetulkan posisinya dan menatap Steve dan Shenna secara bergantian lalu berdecih sinis.


"Saya jelas tau Nana tidak memiliki kekasih jadi mungkin anda yang tidak tahu malunya mengaku sebagai kekasih dia.." Kevin berupaya kembali untuk menarik Shenna dari pelukan Steve.


Karena masih shock Shenna tertarik kearah Kevin dan dengan segera Steve menahan lengan Shenna yang satunya lagi. Kini dia berada ditengah dengan kedua tangannya ditarik oleh Kevin dan Steve


Persis adegan pilem boliwuddd ini mah!!!!!!


Saat Kevin dan Steve berupaya untuk menarik Shenna dan sebelum mereka adu otot Shenna menghentak keras kedua tangannya sehingga terlepas dari Kevin maupun Steve.


"Lepaassinn!!" Jerit Shenna "Dan keluar kalian dari apartemen gua!!!!" Lanjutnya sambil menunjuk kearah pintu dengan dada naik turun dan nafas yang memburu karena emosi.

__ADS_1


Kevin dan Steve tersentak bersamaan, terkejut dengan teriakan Shenna yang bisa membuat pecah gendang telinga mereka.


"Na.."


"Sheiii.."


Ujar Steve dan Kevin bersamaan.


"Diam kalian!!!!! Segera keluar karena saya mau istirahat!!" Shenna membuka lebar pintu apartemennya.


Pasti gua disangka orang gila sama tetangga sebelah!


Kevin merasa sebaiknya dia menuruti keinginan Shenna dahulu karena bagaimanapun juga besok dia mempunyai banyak waktu dikantor dan dia lebih berpeluang. Kevin berjalan keluar dan saat sudah didepan dia membalikan tubuhnya.


"Na, aku pulang dulu. Besok kita bahas ini dikantor." Sambil melirik sinis kearah Steve.


Shenna hanya menghela nafasnya kasar, dan Kevin pun berjalan, baru beberapa langkah dia mendengar pintu apartemen Shenna ditutup cepat dan terdengar suara kunci.


"Sial!!!! Gua kecolongan sama dokter itu!!!" Kevin mencoba menggedor kembali pintu Shenna.


"Sebaiknya anda pulang atau tidak saya akan menelfon security dibawah untuk mengusir anda!" Teriak Steve dari dalam.


Kevin kesal dan merasa dia juga sudah sangat lelah hari ini tidak ada waktu bermain kucing kucingan seperti ini, dia merasa sebaiknya dia pulang dan mengurus Shenna besok.


*Pa*lingan bentar lagi dia juga diusir Nana. Batinnya.


Shenna shock, kedua matanya membelak sempurna dan mulutnya membuka lebar.


*In*i ada apa lagi sih???!!!


Merasa harus membereskan ini semua dan harus segera berisitirahat Shenna hendak mengusir Steve yang masih saja mengintip kepergian Kevin melalui door viewer.


Shenna menepuk bahu Steve untuk menyadarkan dia segera pergi dari apartemennya.


"Kenapa anda masih disini??? Silahkan keluar hmmpphhhh!!!" Kali ini Shenna tidak bisa menghindar, Steve dengan segera berbalik badan untuk memeluk dan memangut bibir Shenna, dalam dan rakus.


Pelukan Steve semakin mengerat, Steve mengigit kecil bibir Shenna agar terbuka dan kembali menanamkan bibirnya disana, ciumannya terasa intim dan tersirat kecemburuannya yang besar.


Saat keduanya serasa kehabisan oksigen barulah Steve melepas pangutannya dari bibir Shenna. Nafas keduanya memburu, Shenna masih shock dan tergugu.


Steve mengusap bibi Shenna yang lembab akibat perbuatannya dengan ibu jarinya.


"Dibagian mana lagi dia menyentuh kamu Sheii??" Suara Steve rendah dan serak terdengar sangat seksi ditelinga Shenna, dengan segera dia tersadar.


"Ka.. kamu!! ki.. kita!! kamu ngapain..??" Shenna bingung merangkai kata kata yang akan keluar sehingga menciptakan seulas senyuman dari bibir Steve.

__ADS_1


"We were kissing! And you are mine." Steve memeluk erat Shenna kembali, dan berbisik di telinga Shenna hingga Shenna meremang.


"Ingat Sheii.. cuma aku yang pantas."


__ADS_2