
Kevin selalu mengawali harinya dengan mengirim pesan singkat untuk Shenna, entah itu sapaan selamat pagi, kata kata penyemangat, ajakan makan siang nanti maupun kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaannya.
Apapun itu Kevin akan selalu mencoba berkomunikasi dengan Shenna dan biasanya Shenna akan mengabaikannya kecuali jika itu berhubungan dengan pekerjaan.
Semua itu dilakukannya memang dengan kesadaran hatinya sendiri, meski mengetahui bahwa wanita itu sudah memiliki kekasih itu tak mengapa.
Tidak, Kevin tidaklah berniat untuk merebut kekasih orang atau jadi apa itu istilahnya pebinor, dia hanya membiarkan hatinya berada dititik batas kesanggupannya hingga pada akhirnya nanti dia bisa berkata sudah cukup.
Pagi ini dia mencoba peruntungannya lagi, mengambil ponselnya dan mengirimi Shenna pesan singkat sebelum mandi dan bersiap ke kantor.
Ke**vin
"Pagi Nana, nanti siang temanin makan siang yuk. Ada restoran sushi baru mau aku coba**."
Dan seperti biasa setelah mengirim pesan Kevin akan mencoba berbesar hati bahwa dia akan diabaikan dan meletakan begitu saja ponselnya berlalu untuk pergi mandi. Selesai mandi dia segera bersiap, memakai kemeja kerja serta jas, pakaian formal yang dipilihnya hari ini karena akan ada meeting dengan klien sore harinya.
Mengambil ponsel serta tas dokumennya untuk pergi bekerja, Kevin turun untuk menemui Daniel yang sudah datang untuk menjemputnya. Dalam perjalanan Kevin melihat banyak pesan singkat yang dia terima dari para wanita yang mengejar dia, dia sama sekali tidak tertarik. Mengutak atik asal ponselnya, membuka foto Shenna pada media sosialnya dan menghela nafas panjang.
Andai kamu bisa jadi milik aku Nana..
'Ting'
Tiba tiba ponsel Kevin menampilkan notifikasi ada pesan, ada pesan singkat dari Shenna!
Nana ❤
"
Pagi kev, boleh nanti kita lunch bareng."
Begitu senang dan terkejutnya hingga Kevin secara reflek menepuk kencang kursi depan sebelah Daniel yang sedang mengemudikan mobil hingga Daniel
terkejut dan menginjak rem.
"Ada apa pak?" Daniel mengengok kebelakang memastikan Kevin baik baik saja.
"Ehmm! Tidak apa apa. Lanjutkan jalan." Kevin berdehem untuk menormalkan mimik wajahnya.
Hanya pesan sesingkat itu saja sudah membuat mood Kevin begitu bagus hari ini, sesudah sampai di depan lobby kantor dia turun dengan senyum jumawanya.
Dalam perjalanan ke kantor Shenna dan Rara memilih untuk naik taksi online, Rara hanya terus memandang Shenna, menelisik wanita disampingnya hingga Shenna merasa jengah.
"Lu tau gak tatapan mata lu itu masuk lewat kuping gua nembus sampe ke otak! Ngeliatin apaan sih lu?" Shenna menoyor pelan jidat Rara.
"Iissshh. Rese yah Sheii!!" Rara membetulkan posisi duduknya dan menghela nafas panjang, "Gua bingung sama lu, mobil dari Steve ada di apartemen tapi kita malah... hmmmpph!!"
Shenna membekap mulut Rara, "Udah gua bilang gak usah sebut sebut nama dia lagi, nanti mobilnya gua balikin kerumah tante Liana. Tunggu weekend, gua belum sempat. Udah deh Ra, gua beneran udah gak mau pusing mikirin dia lagi." Shenna tersenyum lebar.
"Hmmpph Lepasin aaah!" Rara melepaskan tangan Shenna pada wajahnya,
"Gila lipstik gua sampe belepotan. Terserah lu deh Sheii, cuma apapun keputusan lu jangan sampe lu nyesal. Itu aja! Dan apapun itu gua selalu dukung lu asal itu bikin lu bahagia." Shenna hanya memberikan senyum manisnya yang lebar menanggapi Rara.
Shenna merasa dia pasti bisa melupakan Steve, *B*enarkah? Itu yang memang seharusnya kan?
__ADS_1
Dia lelah, dia memilih untuk melepas masa lajangnya dengan harapan agar dia bahagia bukan menderita seperti ini. Meski perasaan dan hatinya tidak untuk Kevin tetapi dia akan mencoba.
Seengaknya Kevin gak punya mantan pacar yang pernah jalin hubungan 10 tahun lamanya! Dibandingin gua sama yang 10 tahun apa sih?! Cuma serbuk jasjus!
****
Tidak terasa jam makan siang sudah hampir tiba, hari yang sedikit hectic untuk Shenna dan team, mereka mereivew berita dari media tentang ulasan produk yang baru kemarin diluncurkan, ini penting bagi perusahaan jika ada review yang kurang baik maka itulah tugas Shenna dan team untuk meluruskan segala pemberitaan.
"Okeh rapat selesai, hasil review semua memuaskan meski ada beberapa media yang so so yang penting bukan hal negative. Terimakasih team!" Shenna menutup rapat siang ini dan akan segera bersiap untuk makan siang diluar bersama Kevin.
Rara yang masih harus membereskan hasil rapat tadi, seperti memerintahkan yang lain untuk mengumpulkan notulen dan sebagainya, dia kehilangan jejak Shenna.
**** kemana dia?! Cepat banget!
Rara dengan cepat mengambil ponsel dan dompetnya untuk mengejar Shenna. Dia langsung turun menuju lobby dan benar saja Shenna dan Kevin sedang berjalan menuju pintu keluar.
"Sheiiii!!!!" Rara berteriak sekuat tenaganya memanggil Shenna dengan suara yang cukup menggelegar hingga Kevin pun tersikap dengan suara Rara.
Muka sama badan boleh imut tapi suaranya lebih gede dari geledek!
Kevin sedikit menatap ngeri Rara, dia semakin yakin Rara pelaku yang menjambak rambutnya tempo hari.
Shenna mengerutkan alisnya menatap Rara yang berlari ngos ngos an kearahnya, "Lu mau kemana?? Hosh hosh hosh ayuk makan siang barengan!!" Rara berusaha untuk berbicara sambil mengatur nafasnya yang terengah karena berlari.
"Lu kayak kesurupan! Iya gua mau keluar makan sama Kevin, kenapa emangnya??"
"Gua ikut!!!" Tanpa tau malu dan basa basi Rara langsung mengamit lengan Shenna, Kevin yang mengerutkan alisnya kali ini.
"Boleh yah pak Kevin yang baik hati dan ganteng. Pleaseee!!!" Rara merayu Kevin dengan pandangan sok imutnya dan hanya dibalas anggukan pasrah oleh Kevin.
Kevin
Gak bakal gua biarin lu berduaan, gua udah janji sama Steve, janji adalah utang!
Rara
Shenna hanya terdiam canggung duduk didalam mobil, Rara dengan celotehan khasnya sedari tadi berbicara tentang ini itu, sedangkan Kevin sesekali tersenyum pias kearah Shenna.
Ini absurt banget sumpah, pasti Rara sengaja!
Kevin memarkirkan mobilnya disebuah restoran bernuansa jepang, restoran ini baru dan berada disebuah hotel bintang 5.
Gilaaaa Sheii mau dibawa makan kehotel, emang lunch plus plus kali yah?! Bisaan aja nih pak bos!
Rara berdecak melihat gedung hotel dihadapannya.
Shenna dan Kevin berjalan berdampingan masuk kedalam restoran dan Rara berdiri dibelakang dengan jarak 5 langkah, dia mengambil kesempatan untuk memfoto Shenna dan Kevin dari belakang dan memgirimkannya pada Steve.
Rara
*sending picture*
"Mereka mau lunch berdua, untung gua cerdik minta ikut. Lu tenang aja!"
Rara menyimpan ponselnya kembali, menyusul Shenna dan mengamit lengan Shenna sambil tertawa cengengesan. Shenna memandang malas Rara dan menoyor kepalanya pelan lalu berbisik ditelinga Rara.
__ADS_1
"Gua tau lu sengaja minta ikut. Siapapun yang nyuruh lu gua gak peduli! Awas lu macem macem!"
Rara langsung terbahak mendengar perkataan Shenna lalu balas berbisik, "Gua suporter nomor satu si dokter, siapa tau gua juga kebagian super car satu bijik!!"
Shenna menjitak kepala Rara kali ini. "Gila lu!!!"
Dilain tempat, Steve baru saja selesai membahas seminar yang dia bawakan tadi bersama seorang profesor di universitas tersebut, getar di ponselnya sejenak dia abaikan karena dia tau tidak mungkin dari Shenna sebab wanita itu memblokir nomor ponselnya. Setelah semuanya beres dan dia berjalan kearah parkiran mobil, hendak kembali ke apartemennya barulah Steve mengambil ponselnya dan mengecek siapa yang mengirim pesan.
Sekali dia melihat Rara dan mengirimkan foto, sejenak jantung dia seperti berhenti berdetak sesaat, dia menelan ludahnya sebelum membuka foto tersebut.
Kedua lututnya terasa lemas seketika, mood ny langsung down. Steve kesal, sedih dan cemburu bersamaan, dia menghela nafas panjang melihat foto yang Rara kirimkan. Dia bingung harus merespon seperti apa, hatinya sakit.
Steve
"Speechless Ra 💔"
Hanya itu yang bisa Steven utarakan, karena memang dia kehabisan kata kata untuk ini. Steve menjalankan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata, dia hanya ingin cepat tiba diapartemennya untuk menghubungi Shenna dengan nomor ponselnya yang lain. Dia tak sanggup lagi seperti ini dia sangat merindukan kekasihnya.
Picture perfect memories
Scattered all around the floor
Reaching for the phone 'cause, I can't fight it anymore
And I wonder if I ever cross your mind
For me it happens all the time
It's a quarter after one, I'm all alone and I need you now
Said I wouldn't call but I lost all control and I need you now
And I don't know how I can do without, I just need you now
Another shot of whiskey, can't stop looking at the door
Wishing you'd come sweepin' in the way you did before*
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon like dan votenya, sangat berarti buat booster author nulis ❤❤❤
__ADS_1
Terimakasih