Shenna Love

Shenna Love
I Was Made For Loving You


__ADS_3

Kevin memarkirkan mobilnya di cafenya, dia janji dengan 4 orang teman yang juga membangun cafe ini bersama untuk kumpul malam ini. Menghabiskan akhir pekan bersama sebagai sesama lajang meski ada 1 diantaranya yang sudah menikah, tapi prinsip mereka jika sudah ngumpul semua adalah lajang. Cafenya besar, banyak didatangi food blogger bahkan artis, modal yang dikeluarkan tidaklah sedikit karena mereka menggunakan jasa arsitek terkenal untuk mendisain bangunan cafe hingga benar benar cozy dan modern.


Kevin melangkah masuk dan disambut oleh manager restoran, matanya menangkap ada beberapa ornamen dekor dekat panggung.


" Ada acara yah pak malam ini?"


" Owh itu.." Manajer menunjuk ornamen dekor, " Iya pak nanti ada yang mau melamar kekasihnya disini, mau nyanyi gitu sama band katanya." Manajer itu tersenyum dan dibalas anggukan oleh Kelvin.


Pria itu duduk disudut restoran menunggu teman temannya tiba, pikirannya melayang sejak tragedi ciumannya dengan Shenna dikantor sikap wanita itu jelas berubah. Shenna menjaga jarak, bicara seperlunya dan menghindari basa basi, awalnya Kevin berpikir bahwa Shenna hanya canggung tetapi tanpa sengaja kata Kevin menatap bekas merah dileher Shenna, owh dia lelaki dewasa dan dia tau bekas apa itu. Meski sudah ditutupi makeup oleh Shenna dan wanita itu menggunakan baju dengan leher tinggi tetap saja matanya terlalu jeli hingga menangkap tanda merah itu meski sudah samar.


Aneh hatinya memang sakit tapi dia paham sampai kapanpun dia tidak akan bisa memiliki Shenna, hati wanita itu jelas bukan untuknya, yang terpenting dia sudah berjuang untuk mendapatkan cintanya meski gagal. Jadi Kevin sudah mulai ikhlas tapi sekedar untuk memandang kecantikan Shenna setiap hari dikantor bukan masalah besar kan? Kevin rasa itu sah sah saja selama dia tidak melewati batas.


Tak lama satu persatu sahabat Kevin mulai datang, mereka larut dalam obrolan dan candaan tak lupa juga beer menemani mereka.


" Nanti bakal ada temen gua mau nembak cewenya disini." Ucap salah satu sahabat Kevin yang bernama Yassa.


" Maksud lu itu??" Kevin menunjuk berbagai ornamen disamping panggung.


" Iya.. dia mau ngajak cewenya married." Yassa tertawa, " Jadi kalian para lajang lapuk kapan nyusul??"


" Itu bukan nembak kali Yass, namanya ngelamar!" Ucap salah satu lelaki lainnya bernama Edo.


" Aah sama saja itulah! Kalian ga empet kelamaan jomblo?? Ganteng ganteng kok jomblo!" Tawa Yassa meledak dan 2 lelaki itu termasuk Kelvin hanya meringis sebal.


Tak lama kemudia datanglah seorang lelaki, Yassa yang melihatnya segera berdiri dan mengangkat tangannya untuk menyapa. " Heeey bro, gimana kabar lu??" Mereka berpelukan ala lelaki sesaat,


" Gimana udah siap lahir batin belum?" Yassa menepuk nepuk pundak pria itu.


Kevin kaget tetapi tetap menampilkan wajah datarnya,


Jadi yang mau dilamar itu...


" Owh yah kenalin 3 manusia absurt ini sahabat gua, sama sama yang bangun cafe ini." Pria itu satu persatu menyalami sahabat Kevin.


Dan tiba giliran Kevin mereka hanya saling pandang,


" Ga usah, kalau dia gua udah kenal." Kevin berucap datar dan dingin.


" Owh iya benar, karena kita sudah kenal maka saya harap anda bisa tetap disini untuk memberi selamat secara langsung nanti." Steve memasang wajah tak berdosanya.


" Woow.. saya sangat suka kepercayaan diri anda, tapi bukankah belum tentu diterima?" Kevin berdecih.


Yassa dan dua orang lainnya merasa aneh dengan situasi ini, dan mencoba mencairkan suasana.


" Ini pada lagi ngomongin apa yah??"


Steve menepuk pelan pundak Yassa, " Bukan apa apa Yass, gua kesana dulu yah mau test vokal.." Steve tersenyum miring mengabaikan Kevin, mengangkat tangan pada yang lainnya dan berlalu dari meja Kevin.


" Kaya bagus aja suaranya, bagusan juga gua pasti.." cibir Kevin pelan tetapi masih bisa didengar oleh Yassa.


Pria itu terbahak sebentar lalu menepuk pundak Kevin,


" Bagus Kev.. jagoan band dulu dia pas masi SMA, tapi pas kuliah ngambil dokter. Dia cowo multitalend, mana cewenya cantik banget lagi.."


Kevin mendengus tak suka, " Emang lu tau cewe nya???"


Yassa menautkan kedua alisnya, " Kemarin Steve tunjukin fotonya pas ketemu gua, lagian lu kenal dimana sama Steve??"


" Ga penting!" Kevin menatap malas Steve diatas panggung yang sedang memainkan set gitarnya, mereka beradu pandang sesaat lalu Steve memutuskan pandangan itu.


" Kita coba test vokal yah..." Steve berbalik badan berbicara pada drummer dan basis dibelakangnya,


" Mainin kunci G lalu k F..." Steve memberi instruksi singkat.


Kemudian terdengar nada lagu dimainkan, situasi cafe saat ini belum ramai pengunjung, jam masih menunjukkan pukul 17.45. Biasa ramai pada pukul 19.00 keatas.


Kevin mengenal alunan musik yang dimainkan, tak lama terdengar suara Steve bernyanyi di mic langsung pada reff


Dia untukku


Bukan untukmu


Dia milikku


Bukan milikmu


Pergilah kamu


Jangan kau ganggu


Biarkan kami


Berbahagia


Kamu


Tak akan mungkin


Mendapatkannya


Karena dia


Berikan aku


Balasan cinta


Janganlah kamu banyak bermimpi, oh

__ADS_1


Dengan lirik yang sudah diganti ganti Steve bernyanyi sambil menatap Kevin meremeh, beberapa orang disana yang menyadari lirik lagu yang sudah berganti mengerutkan alis. Kevin hanya mendengus kasar tak suka, dia tau Steve sedang menyindir dirinya.


****


Shenna berbaring bosan disofa apartemennya, bolak balik tubuhnya berguling karena bosan. Menyalakan televisi dan hanya menggonta ganti chanelnya, hari ini malam minggu dan Steve sudah mewanti dari jumat kemarin kalau mereka tidak bisa bertemu akhir pekan ini karena Steve akan sangat sibuk. Ada operasi besar katanya, operasi yang memakan waktu 10jam lebih.


Transpalasi jantung??? Hari sabtu sore sore?? Kok iya banget perasaan?! Ponsel Steve juga sulit dihubungi, Shenna gusar menerka jangan jangan Steve main belakang lagi.


Ting Tong


Ting Tong


Ting Tong


Bel apartemen Shenna dipencet dengan tidak manusiawi, bunyi tidak berhenti. Shenna berdecak sebal,


siapa sih mencet bel kaya begitu???! Dia mengintip dari lubang door viewer dan melengos lalu membuka pintu.


" Mau ngapain lu kesini setelah berhianat sama gua???!" Rara hanya cengengesan, Shenna sudah tentu mengetahui cerita Steve ke Jerman dan Rara berkejasama dengan Steve dibelakangnya.


" Judes amas sih??" Rara nyelonong masuk dan langsung duduk di sofa, " Cepet ganti baju kita pergi nongki cantik dan gaul ala anak hitz!"


Shenna mengerutkan alisnya, " Hahh??"


" Ga usah bengong, ayuk cepet ganti baju yang seksi, dandan yang cakep biar glow up!" Rara mendorong Shenna masuk kedalam kamar dan langsung membongkar lemari pakaian Shenna, dia menyeleksi pakaian untuk shenna hingga isi lemari berantakan semua.


" Aduhh gila lu yah, apa apaan sih Ra.. gua ga mau tau nanti lu harus beresin yah!!!" Shenna berdecak sebal dengan kelakuan sahabatnya yang otaknya kurang 1/4 ini.


" Iya bawel nanti gua beresin, nih lu pake baju ini!" Rara menyodorkan sebuah dress putih sabrina rendah untuk Shenna pakai.


" Udah kaya mau kondangan aja pake ini, ga ah!"


" Pakeeeeee." Rara sungguh memaksa Shenna hingga mau tidak mau wanita itu menurut dan Rara membantu untuk memoles make up diwajah Shenna.


" Ini beneran mau kondangan atau mau nonkrong si?? Lebay banget penampilan gua.."



" Kaga lebay, apanya yang lebay lu liat gua juga pake dress kok," Shenna menatap penampilan Rara memang dia juga menggunakan dress formal tetapi bewarna navy. " Kita nongkrongnya tempat hitz, supaya kaga malu maluin, yuk cepet Andro udah nungguin dibawah."


" Ehh bukan nongkrong sama temen Andro lagi kan yang kemarin?? Pada ngerokok sinus gua sampe kambuh.. terus eluuu juga yah posting foto gua kacau lu! Steve marah tau!!" Bukannya merasa bersalah Rara malah terbahak.


" Bukan sama temen Andro, kita bertiga aja! Yauda sih santai aja bilang ke Steve jangan marah marah melulu udah tua!" Rara kembali tertawa dan menyeret Shenna untuk segera turun menemui Andro.


Mereka bertiga kini dalam perjalanan menuju tempat yang Shenna sendiri tidak tau, " Ini sebenarnya mau kemana sih? Jauh amat belom sampe sampe??"


Sudah 1 jam setengah dijalan dan Shenna mulai jengah.


Andro membelokkan mobilnya memasuki sebuah cafe, Shenna terbelak kaget. " Eh lu berdua ngapain bawa gua kesini?? Ga mau ayuk cepat keluar!" Shenna mengguncang pundak Andro hingga lelaki itu terkejut.


" Kesurupan apa sih lu Sheii??" Andro berdecak kesal karena dia sedang memarkirkan mobilnya dan hampir menyenggol mobil tamu lainnya.


" Sheii lu kebanyakan ngerem dirumah, lu ga tau ini cafe hits banget!" Rara berbicara dengan gaya tengilnya.


" Tapi Ra ini cafe tuh..." Shenna tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena Rara menaruh tangannya dimulut Shenna.


" Udah diem ikut aja sih, biar lu jadi lebih gaul dikit!"


Shenna meronta mencoba melepaskan tangan Rara dengan kesal. Tetapi Rara emang kuat tenaganya sehingga dia bisa menyeret Shenna untuk masuk kedalam cafe.


Saat mereka masuk kedalam cafe, mata Rara, Shenna dan kevin langsung bertatapan. Rara terkejut dan berbisik pada Shenna, " Kok si pak bos bisa disini Sheii??"


" Gua bilang juga apa jangan kesini, cafe ini punya dia.." Shenna berbisik pelan tetapi masih bisa didengar oleh Andro dan Rara.


Dua pasangan itu saling bertatapan dan cekikikan bersama, Andro menggeleng pelan dan berjalan menuju meja yang sudah dipesan terlebih dahulu dan disusul oleh Rara dan Shenna.


Pertunjukkan bentar lagi nih, apa gua balik aja kali yah? Dari pada sakit hati! Kevin berancang untuk bangkit berdiri dan berkata ingin pulang tetapi 3 teman Kevin lainnya menahan dia dan dengan berat hati Kevin kembali duduk.


Shenna dan Rara sibuk memesan makanan, Andro bermain ponselnya. Setelah selesai memesan makanan Shenna menatap kearah panggung.


" Nanti ada live musicnya.."


" Kok lu tau???" Rara kaget mengira Shenna sudah mengetahui rencana Steve.


" Pernah kesini dibawa pak boss, biasanya ada live music kalau malam." Rara hanya menghela nafas lega dan menganggukkan kepalanya.


Steve mengintip dari belakang melihat Shenna sudah datang, senyumnya yang merekah mendadak menyurut melihat pakaian yang Shenna kenakan.


Gua udah ga mau percaya sama Rara lagi! Setiap kali keluar sama Rara selalu Sheii pake baju seksi! Ga abis pikir beneran! Steve mendengus tak suka, lalu dia melihat Kevin sedang menatap kekasihnya dari tempat duduknya.


Ini lagi satu ga bisa kondisikan mata!


Entah mungkin karena tatapan Steve memghujam tajam atau Kevin juga sensitif hingga mata kedua pria ini bertemu, lalu Steve segera memberi isyarat dengan kedua jarinya menusuk mata dan menunjuk Shenna agar Kevin paham bahwa dia tidak boleh menatap kekasihnya. Kevin memutar bola matanya malas dan mendengus kasar.


" Sheii pinjem ponsel lu!" Rara menadah tangannya untuk meminta ponsel Shenna.


Wanita itu sedang sibuk memeriksa ponselnya untuk menunggu kabar Steve yang sedari siang hilang peredarannya langsung bersingut dan menyembunyikan ponselnya, " Gak!! Mau ngapain lagi lu? Abis post foto begitu kemarin sekarang mau ngulangin lagi??"


Rara langsung terbahak, " Curigaan aja lu yeee sama gua, sini pinjem ga aneh aneh gua mau selffie abis kamera lu kan bagus.. sini pinjem!" Rara memaksa Shenna


Shenna tetap menaruh curiga terhadap Rara, " Gak, lu pasti mau aneh aneh!"


Rara memberi isyarat mata pada Andro, sang kekasih langsung mengangguk mengerti langsung membantu Rara merebut ponsel Shenna dan berhasil.


" Lu berdua kompak sekali yah!! Balikin ga sini!" Shenna menadahkan tangannya meminta ponselnya kembali setelah Andro melempar ponsel itu ke Rara.


Terjadi aksi rebut rebutan ponsel hingga suara mic mengalihkan perhatian Shenna.

__ADS_1


" Malam semuanya..." Steve tersenyum sangat sangat manis diatas panggung.


Shenna langsung membolakan matanya, mulutnya terbuka lebar dan dia sudah tidak mengingat ponselnya lagi.


Astaga Tuhan!!!! Steve ngapain??? Gua ga mimpi kan???


" Malam ini saya mau mempersembahkan sebuah lagu untuk seseorang yang spesial dalam hidup saya." Steve duduk disebuah bangku dan memangku gitar diatas panggung kecil itu yang sudah di dekor dengan elegan.



Apa nyanyi????? Emang dia bisa nyanyi????!!!!


Shenna hanya bisa ternganga dan berperang batin sendiri, dia sungguh tidak bisa berkata kata lagi.


Alunan lagu dimainkan, Steve memetik gitarnya. Tatapan mata Shenna tidak bisa berbohong kalau dia sangat sangat terpesona saat ini.


A dangerous plan, just this time


A stranger's hand clutched in mine


I'll take this chance, so call me blind


I've been waiting all my life


Please don't scar this young heart


Just take my hand


I was made for loving you


Even though we may be hopeless hearts just passing through


Every bone screaming (I don't know what we should do)


All I know is, darling, I was made for loving you


Hold me close


Through the night


Don't let me go, we'll be alright


Touch my soul and hold it tight


I've been waiting all my life


I won't scar your young heart


Just take my hand


'Cause I was made for loving you


Even though we may be hopeless hearts just passing through


Every bone screaming I don't know what we should do


All I know is, darling, I was made for loving you...


Saat Steve selesai menyanyi hampir seluruh isi pengunjung di cafe seperti tersihir dan memberikan tepuk tangan riuh, terutama para gadis gadis lajang berteriak menyoraki bahkan ada yang berteriak dengan tidak tahu malunya mengajak kenalan, membuat Shenna gerah.


Steve berdehem sesaat, lalu menanggalkan gitarnya. Berdiri mengambil mic nirkabel itu berjalan menghampiri Shenna, Rara yang merasa ini adalah momennya segera merekam adegan itu dengan ponsel Shenna.


" Shenna Asterta Kerynard..." Steve berjalan turun dari panggung itu kearah Shenna hingga jantung gadis itu berdegup kencang tidak terkondisikan.


Steve semakin dekat dan kini berdiri di hadapan Shenna, hingga gadis itu menjadi sulit bernafas dengan benar.


" Will you marry me?" Steve langsung berlutut dihadapan Shenna dan menyodorkan kotak cincin yang sudah terbuka.


Seisi cafe mendadak riuh dengan acara lamaran dadakan ini, Steve tersenyum canggung, tidak bisa dipungkiri bahwa dia sangat cemas saat ini, Shenna menutup mulutnya dengan telapak tangannya, sudut matanya terlihat basah. Wanita itu menganggukkan kepalanya dan menangis, Steve langsung bangkit berdiri untuk memakaikan cincin dan memeluk Shenna erat. " Terimakasih!" bisiknya.


" Cincin aku jadi ada dua dari kamu.." Shenna berbisik ditelinga Steve.


" Kamu bandel pake baju seksi banget nanti aku hukum!"


.


.


.


.


.


Fin


Terimaksih saya ucapkan untuk kalian yang setia baca novel pertama saya ❤


Antara senang dan sedih ini tamat, semoga dengan segera saya menulis cerita baru lainnya.


Kenapa novelnya singkat banget? saya ga suka bikin bikin masalah berat, novel ini emang sengaja dibikin ringan cm buat pembaca senyum senyum aja.


Jika kalian berkenan nanti saya akan kasih ekstra part novel ini.


Sekali lagi terimaksih semuanya!


Xoxo

__ADS_1


Duajempol


__ADS_2