Siluman Putri Duyung

Siluman Putri Duyung
Pesona


__ADS_3

Miriam hanya mampu mengintip di balik sebuah kapal nelayan di dalam air, dan berharap-harap cemas ada yang segera menolong pria itu sebab ia tak bisa. Wujudnya tak boleh diketahui manusia atau mereka akan diburu.


Ternyata ada gerombolan pemuda, anak-anak para nelayan yang baru pulang dari berlayar. Mereka tak sengaja melewati tempat itu.


"Eh, ada orang pingsan oi!" sahut salah seorang dari mereka.


"Mana, mana ...."


Mereka mengelilingi pria itu dan memperhatikannya.


"Eh, ini bule!"


"Dia habis tenggelam ya?"


"Ayo kita bawa ke puskesmas."


Mereka ramai-ramai membawa pria itu ke darat. Miriam lega. Ia bisa pulang ke rumahnya di dasar laut dengan senang.


Ia bahkan bersenandung kecil mengiringi perjalanannya ke rumah. Putri duyung itu berenang berputar-putar bahkan menari dan mengajak berenang kura-kura, lumba-lumba, ikan-ikan yang ditemuinya, seakan dunia begitu indah sejak pertemuan malam itu dengan pria asing itu. Akankah ia dapat bertemu lagi dengannya? Oh, ia mengharapkannya.


Sesampainya di depan goa, ia tersenyum manis. Ia menyentuh bibirnya.


Hades yang melihat kedatangannya, baru saja akan memanggilnya tapi melihat tingkah aneh Miriam, ia membatalkan niat dan mencoba mencari tahu kenapa.


Miriam kemudian masuk ke dalam rumah.


Apa Miriam jatuh cinta ... tapi pada siapa? Hades terlihat kecewa. Akhirnya ia menemukan cinta sejatinya, atau ... Ah tidak. Cinta sejatinya adalah aku. Itu tidak akan berubah sampai kapanpun. Jadi, siapa pria yang telah membuat Miriam jatuh cinta?


Hades bertekad untuk mencari tahu saingannya.


----------+++------------


Pagi-pagi sekali Miriam telah bangun dan berangkat ke permukaan. Suasana masih sangat sepi. Hanya ada anak-anak kecil yang bermain di pinggir pantai bersama orang tuanya.


Ah, apa aku begitu bodoh? Pria itu pasti tidak bisa mengingatku karena dia dalam keadaan setengah sadar. Ah, belum apa-apa aku sudah merindukannya. Apakah dia sudah kembali pulih? Cepatlah pulih dan cari aku, aku sangat merindukanmu.


Miriam menyibak rambut merahnya yang basah ke samping. Ia bercermin pada air laut dan menyentuh wajahnya, tapi aku tidak cantik. Apa kau bisa mencintai perempuan sepertiku?


Miriam kembali menatap pantai. Apa kau akan menyukaiku apa adanya? Aku sangat menyukaimu apalagi mata birumu yang sangat indah. Cepat, cepatlah kau sembuh dan cari aku, karena aku sangat menyukaimu. Aku bukan bidadari tapi aku putri duyungmu.


Putri duyung itu masih menatap pantai sejenak sebelum ia kembali berenang ke dalam air.

__ADS_1


Siang hari putri duyung itu coba mengintai lagi pantai itu. Mulai ramai banyak orang yang sedang berkegiatan sehingga ia harus ektra waspada karena keadaannya terang dan beberapa perahu telah digunakan untuk berlayar sehingga suasana lengang dan terang.


Putri duyung itu menenggelamkan separuh wajah hingga bawah mata agar tak terlalu kentara kehadirannya. Ia masih mengintip.


Pria itu belum juga datang sampai Miriam lelah menunggu tapi ... ia tetap menunggu.


Hades, sudah membuntutinya sejak dari rumah tadi dan ia masih bingung, siapa yang tengah ditunggu putri duyung itu.


Siang itu pun usaha putri duyung itu menunggu, tidak membuahkan hasil. Ia kembali pulang dengan kecewa.


"Miriam!"


"Eh?" Putri duyung itu menoleh. Hades datang membawa sesuatu.


"Kau dari mana?"


"Mmh, hanya jalan-jalan saja."


"Aku punya sesuatu untukmu."


"Apa?"


Hades menyodorkan sesuatu. Seekor gurita kecil. "Kau suka makan ini kan?"


"Kau suka?"


"Aku suka sekali," jawab putri duyung itu senang.


"Ayo, ikut aku jalan-jalan."


"Ah, aku sedikit lelah. Aku mau istirahat saja di rumah." Gaya penolakan Miriam yang tidak biasa. Biasanya ia akan bilang tidak mau dan pergi tapi ini, ia seperti kehilangan semangat.


Hades langsung mengenali perubahannya. "Kenapa, kau sakit?" Ia langsung menyentuh kening putri duyung itu.


"Ah, aku tidak apa-apa kok. Cuma ingin beristirahat."


Sepertinya ia sedang kecewa. "Mau kutemani?"


"Oh, tidak usah. Aku hanya ingin pergi tidur. Terima kasih makanannya ya?" Buru-buru putri duyung itu masuk ke dalam goa.


"Eh, tapi ...."

__ADS_1


Terlambat, miriam telah masuk dan ia tidak bisa berbuat apa-apa. Hades memukul telapak tangannya sendiri. Ia penasaran dengan pria yang ditaksir Miriam.


Tak disangka, pria itu kembali ke pantai. Ia memang mencari Miriam, gadis yang menyelamatkannya pada orang-orang di sana tapi pria itu malah ditertawakan.


"Gadis berambut merah? Yang benar saja! Kalaupun ada, pasti kami tahu!" ujar seorang pemuda. "Bapak bermimpi kali, lihat gadis berambut merah karena gadis seperti itu tidak ada."


Ke manapun menghadap ia mendapatkan jawaban yang sama. Lalu apakah yang dilihatnya semalam itu salah tapi, saat itu ia jelas-jelas melihat gadis berambut merahlah yang menolong dirinya di pantai. Lalu kalau tidak ada yang tahu apakah ia telah ditolong oleh siluman lautan? Pria itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia kemudian termenung di pinggir pantai hingga malam.


Miriam terkejut ketika kembali ke tempat itu malam hari. Ia melihat pria itu termenung menghadap laut. Kerinduannya terpuaskan.


Pria itu sangat tampan, sama seperti yang ia lihat kemarin malam. Tidak lebih dan tidak kurang. Menatapnya saja ia terbuai, apalagi kalau bisa berdekatan kembali, tapi bagaimana caranya sedang dunia mereka berbeda.


Kalau pria itu tahu siapa dirinya, akankah pria itu menyukainya? Ia seorang siluman. Mendengarnya saja mungkin ia lari. Baru kali ini Miriam menyesal terlahir sebagai siluman.


Perlahan pria itu berdiri. Ia enggan meninggalkan tempat itu tapi mau bagaimana, ia tak tahu harus mencari gadis itu ke mana.


Saat itu Miriam panik. Ia belum puas melihat pria itu tapi pria itu sudah beranjak pergi. Tanpa disadari ia melangkah maju keluar dari tempat persembunyiannya, berenang perlahan.


Suara gemericik air membuat pria yang sudah membelakangi laut itu merasa aneh. Ia mencoba memutar tubuhnya ke belakang. Untung saja Miriam sadar dan segera menenggelamkan dirinya sehingga pria itu tidak menemukan apapun yang aneh di tempat itu. Ia akhirnya kembali melangkah pergi.


Perlahan Miriam kembali muncul di permukaan. Ia menatap punggung pria itu dan merasa kehilangan. Tak bisakah mereka bersatu? Pria itu sangat sempurna untuknya, manusia dan cinta pertamanya. Tak bolehkah ia berharap bahagia?


Sementara itu, Hades yang melihat di kejauhan antara cemburu dan kasihan. Ia cemburu gadisnya mencintai pria lain tapi di lain pihak, ia juga kasihan pada nasib cinta Miriam yang pastinya tak berbalas. Ia ingin menghiburnya.


"Miriam." Hades tiba-tiba sudah berada di belakang putri duyung itu.


Putri duyung itu menoleh dan terlihatlah air matanya yang jatuh ke air dan menjadi mutiara. "Hades?" Ia terkejut.


Sebelum putra duyung itu melakukan apa-apa, Miriam sudah menyelam dan meninggalkan Hades. "Miriam!" teriaknya dan langsung menyelam mengejarnya.


Pria itu mendengar teriakan Hades dan menoleh, tapi ia tetap tak menemukan siapa-siapa. "Mi-ri-am?" ejanya memastikan apa yang didengarnya. Kembali ia mendekati pantai. Ia penasaran dengan yang didengarnya dan itu berasal dari arah pantai. Walaupun gelap, ia memberanikan diri masuk ke dalam air setelah terlebih dahulu menggulung celana panjangnya ke atas.


Ia mencoba berjalan di dalam air masuk menyusuri tempat itu tapi ia tidak menemukan sesuatu yang aneh. Hanya saja, kakinya seperti menginjak sesuatu. Pria itu coba memasukkan tangannya ke dalam air dan membawa keluar benda itu. Sebuah mutiara berwarna putih.


Pria itu terkejut. Kenapa tidak berada di dalam cangkang kerang? Apakah ini milik seseorang? Ia kembali memasukkan tangannya ke dalam air dan menemukan lagi beberapa. Ia kemudian mencari sebanyak yang ia bisa.


"Pak Max, apa anda tidak pulang? Ini sudah malam." Seorang pria berkulit sedikit gelap berdiri di bibir pantai.


____________________________________________


Hai reader, bertemu lagi dengan author di sini. Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya penyemangat author menulis. Ini visual Maximilian Archer, pria bule yang ditaksir Miriam. Salam, ingflora. 💋

__ADS_1



__ADS_2