
Hades mengambil ancang-ancang. Setelah itu ia langsung menyerang penyihir jahat itu dengan tombaknya yang seperti garpu talak dengan 3 ujungnya yang runcing mengarah ke tubuh siluman ular raksasa itu.
Namun sebelum mengenai tubuh penyihir jahat, makhluk itu mampu menghindari dengan gesit,
bahkan menyerang dengan ekornya ke arah tubuh Hades. Putra duyung yang berubah raksasa itu tak menduga serangan mendadak itu hingga terhempas ke dinding gua.
Gua bergetar dan lebih banyak lagi batu dan pasir yang berjatuhan. Getarannya cukup terasa hingga ke pantai. Orang-orang di pantai mulai berlarian karena menyangka ada gempa besar yang menyerang tempat mereka berada.
"Ya Allah, apalagi ini?" Max bertanya-tanya karena kali ini getarannya cukup terasa.
"Max, ini bahaya. Bagaimana kalau kita tarik Miriam keluar dari air? Aku takut ada gempa di dalam laut yang menyebabkan tanah di dalam laut terbelah dan kita masuk ke dalam sana."
"Jangan berandai-andai, Anna. Ingat pesan Hades! Aku percaya akan apa yang dikatakannya. Ini satu-satunya cara agar Miriam tetap hidup kembali." Pria itu menatap Anna. "Kalau kau takut, kau boleh menepi."
"Kak, Max." Anna merengut, kesal.
"Aku percaya pada Hades, Anna. Aku akan menunggui Miriam."
Karena mulai kedinginan, Anna menepi sambil tetap memperhatikan Max.
Di dalam gua, Hades kembali menyerang sambil mengukur kemampuan lawan. Sejauh ini, penyihir ular itu masih menghindari tanpa mau melawan membuat dirinya sulit mengetahui kemampuan lawan yang dihadapi.
Satu kali dengan cerdiknya, Hades melakukan gaya berputar saat menyerang hingga ia bisa menyerang sampai 2 kali setiap putaran. Saat itulah, dia menusuk ekor penyihir jahat hingga binatang siluman itu menjerit kesakitan.
"Agghh!" Teriakannya menggema ke seluruh ruangan di dalam gua dan menyebabkan dinding gua bergetar hebat hingga kembali bebatuan dan pasir berjatuhan dari langit-langit gua.
__ADS_1
Raja beserta para penyihir duyung telah keluar dari jala raksasa karena sihir bola pelindung telah dilepas. Mereka kini menyaksikan apa yang bisa Hades lakukan untuk menaklukkan penyihir ular laut itu.
Penyihir ular laut itu murka karena ekornya tertusuk tombak laut Hades. Ia kini menyiapkan serangan tandingan yang bisa melumpuhkan lawan. Berengsek! Aku sudah berbaik hati hanya mempermainkanmu dengan berputar-putar di dalam gua tapi ternyata kau memilih neraka. Baik. Terimalah ini!
Penyihir itu menyatukan tangannya dengan membuat bola kabut di tengah telapak tangan dan mulai menyerangnya. Ia melempar bola kabut itu ke arah Hades.
Putra duyung itu menghindar. Serangan bola kabut mengenai dinding gua dan menyebabkan ledakan kecil yang kembali membuat gua bergetar. Getarannya kali ini sungguh dasyat karena bekas serangannya membuat dinding gua bolong dan batu-batu juga pasir berjatuhan kembali.
Miriam dan makhluk lain yang terkunci di dalam bola kehidupan beberapa kali terpaksa terguncang di dalam bola itu tapi mereka hanya sanggup melihat dan tak bisa melakukan apa-apa. Mereka berdoa agar Hades kali ini bisa memenangkan peperangan ini.
Bola kabut kembali dibuat, tapi Hades lebih waspada. Ia kini menghindar sekaligus menyerang dengan tombak.
Seketika ruang gua itu gaduh. Pertempuran antara 3 ular melawan bala tentara duyung saja sudah sangat ramai, kini ditambah dua raksasa yang saling menyerang, membuat ruangan penuh dengan kepulan pasir dan bebatuan yang ikut runtuh bersama, saat gerakan keduanya menghantam sesuatu.
Penyihir ular itu setiap menghindar atau ekornya menghantam dinding, kepulan pasir dan bebatuan berjatuhan sedang geraknya sangat lincah. Walau begitu, beberapa kali tubuhnya kena diserang putra duyung itu karena Hades juga bergerak cepat menyerang penyihir ular laut itu.
Penyihir ular laut itu memang telah luka-luka tapi makhluk itu masih bisa menyerang Hades dengan kekuatan penuh menandakan serangan Hades tidak ada apa-apanya untuk penyihir jahat itu.
"Bagaimana ini? Sepertinya luka-luka pada penyihir ular laut itu tidak ada pengaruhnya sama sekali dan hanya sanggup membuat penyihir itu naik darah. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Raja pada para penyihirnya.
"Kami akan mencoba membantu dengan menyerangnya Raja," ucap salah satu penyihir duyung itu memberi solusi.
Tepat saat itu juga, Hades akhirnya terkena serangan bola kabut milik penyihir ular laut itu yang menyebabkan bahunya terluka. "Agghh!" Putra duyung itu menyentuh bahunya.
"Hades!" seru Miriam dari atas. Gadis itu jatuh bersimpuh melihat Hades terluka.
__ADS_1
Penyihir jahat itu tersenyum. Ia bahkan tidak membiarkan putra duyung itu untuk beristirahat dan kembali menyerang.
Raja yang melihat itu segera berteriak. "Ayo cepat, lakukan sesuatu!"
Seorang penyihir duyung juga kemudian melempar ke arah penyihir ular laut, panah sihirnya yang berubah menjadi panah berapi dan mengenai tubuh siluman ular laut itu.
Panah tertancap di tubuh penyihir ular itu dan segera padam yang meninggalkan bekas menghitam di sekitar luka terkena anak panah itu.
Berengsek! Kini siluman ular laut itu beralih pada para penyihir duyung itu karena telah dilukai dari belakang. Salah seorang penyihir duyung kembali membuat bola perlindungan hingga saat penyihir jahat itu menyerang dengan bola kabutnya, serangan hanya mengenai tempat kosong.
Ia kembali diserang Hades dengan tombaknya hingga kembali tubuhnya terluka. "Aghhh!" teriakannya kesakitan. Berengsek mereka curang!
Mata ular itu kini memancarkan kemarahan. Tiba-tiba dari mata penyihir ular itu mengeluarkan bola api yang turun seperti air mata. Ya, air mata api. Penyihir jahat itu kini mengeluarkan air mata api! Rasakan ini duyung kerdil!
Karena air mata api itu tak bertahan lama berada di dalam air, ia segera melempar air mata api itu ke segala arah. Air mata yang turun banyak itu ia lempar pada Hades, Raja dan penyihirnya dan juga bala tentara duyung.
Bala tentara duyung yang berhasil membunuh satu ular laut itu kini direpotkan dengan serangan dari penyihir jahat itu. Sekali lempar, air mata api itu berhasil membuat beberapa tentara duyung hangus terbakar. Bahkan sempat melukai ular miliknya. Teriakan menyayat hati kembali terdengar dari mereka yang terkena air mata api itu.
Hades pun yang mau membantu tak bisa berbuat banyak karena kali ini ia juga bertubi-tubi dilempari air mata api itu hingga beberapa kali mengenai tubuhnya. "Agh! Ugh!"
Serangan penyihir raja berupa panah itu juga dipatahkan oleh air mata api karena saat keduanya bertemu malah berubah menjadi es dan panah itu jatuh.
Perang di dalam gua itu semakin mengguncang daerah itu bahkan membuat air laut menjadi hangat. Efeknya membuat daerah pantai mengalami guncangan mirip gempa yang memicu air bergolak. Hal itu menyebabkan perahu karet Miriam bergoyang hingga tubuh Miriam jatuh ke dalam air.
"Miriam!" teriak Max. Pria itu segera mengejar tubuh gadis itu dan meraihnya sebelum sampai ke dasar laut. Ia kemudian membawanya kembali ke atas. Ada Anna di dekat perahu dan membantu menaikkan kembali Miriam ke dalam perahu.
__ADS_1
"Terima kasih," sahut Max.