SISTEM PENGUASA ABSOLUTE

SISTEM PENGUASA ABSOLUTE
125. MENUJU ALAM IBLIS, PUTRI DJEVELENS LEVIA


__ADS_3

"Di'er sarankan, Kakak lebih baik masuk ke dalam portal dimana Raja iblis dan pasukannya keluar!" Ucap Min Di Lhyn kepada Min rhey seraya menunjuk ke arah portal yang ia maksud berada.


Min rhey yang mendengar saran Min Di Lhyn tersebut menjadi heran dan kebingungan karna tidak tahu apa alasan Min Di Lhyn sehingga menyarankan masuk ke portal itu.


"apa kakak tidak berpikir bahwa Raja iblis tidak membawa semua iblis yang berada di tempatnya ke benua timur ini?" Tanya Min Di Lhyn yang melihat ekspresi wajah Min Rhey yang kebingungan.


Min Rhey yang mendengar perkataan Min Di Lhyn tersebut, langsung mengerti alasan Min Di Lhyn menyarankan memasuki portal dimensi tersebut sehingga membuat dirinya tersenyum penuh makna.


"Poin pengalaman!... Baiklah, Di'er ayo kita pergi!" Ucap Min Rhey dengan penuh semangat kepada Min Di Lhyn.


Tapi Min Di Lhyn yang seperti masih ingin mengatakan suatu hal kepada Min Rhey mengurungkan niatnya karna Min Rhey yang sudah sangat bersemangat ingin pergi.


Tanpa berlama-lama lagi, mereka berdua langsung melesat dengan kecepatan yang stabil ke arah portal dimensi berada.


Setelah puluhan menit berlalu, akhirnya Min rhey dan Min Di Lhyn telah berada tepat di depan portal dimensi tersebut.


Tanpa berlama-lama lagi, Min Di Lhyn langsung mengaktifkan portal dimensi tersebut hanya dengan menjentikkan jari kecilnya.


Tiba-tiba portal dimensi itu sedikit bergetar lalu tercipta lubang hitam yang tak berdasar.


"Hei Di'er, apa kau tidak bisa melakukan cara lain, kenapa kau Hanya selalu menjentikkan jarimu saja?" Tanya Min Rhey sambil menatap Min Di Lhyn yang berdiri di sampingnya dengan tatapan aneh.


"karna ini memang sangatlah mudah bagi Di'er!" Jawab Min Di Lhyn dengan santai tanpa menolehkan kepalanya ke Min Rhey.


Min rhey yang mendengar jawaban Min Di Lhyn tersebut, membuat dirinya semakin penasaran dengan kemampuan dan kekuatan Min Di Lhyn, bagaimana tidak? jika orang-orang pada umumnya untuk mengaktifkan portal dimensi mereka membutuhkan batu roh untuk memberikan energi pada portal dimensi dan juga semakin jauh tempat yang akan di tuju maka akan semakin banyak juga batu roh yang di butuhkan.


Sedangkan Min Di Lhyn hanya menjentikkan jarinya untuk mengaktifkan portal dimensi, jika ada mahluk hidup yang berakal yang mengetahui hal tersebut mungkin kepala mereka meledak karna memikirkan cara Min Di Lhyn yang mengaktifkan portal dimensi yang benar-benar di luar nalar mereka.


"Baiklah, kakak ayo kita langsung masuk!" Lanjut Min Di Lhyn seraya mengalihkan pandangannya ke arah Min Rhey.


Min rhey yang mendengar perkataan Min Di Lhyn tersebut langsung melangkahkan kakinya memasuki portal dimensi tersebut di ikuti oleh Min Di Lhyn dari belakang.


Wungggg!


Portal dimensi itu berdengung ketika Min rhey dan Min Di Lhyn memasukinya, beberapa detik kemudian Lubang hitam tak berdasar tersebut perlahan-lahan mulai menghilang di udara kosong, seperti tidak terjadi apa-apa.


FLASH BACK: ON


Dua hari sebelumnya, tepat di waktu raja iblis telah mati terbunuh oleh sosok misterius yang mengendalikan tubuh Min Rhey, Di sebuah alam yang sangat jauh dari alam rendah kultivator tempat dimana raja iblis tinggal.


Dapat terlihat sebuah istana yang berdiri kokoh, yang sangat besar dengan penampakan yang sangat mengerikan dan aneh, dengan warnanya yang terdiri dari warna hitam dan merah darah dengan berbagai macam bentuk tengkorak yang menghiasi setiap pilar istana tersebut. Yap, istana tersebut adalah istana raja iblis.


Di suatu ruangan di dalam istana tersebut, terdapat seorang iblis yang menampilkan wajah terkejut, khawatir dan ketakutan yang bercampur menjadi satu tergambar di wajahnya karna melihat kristal jiwa raja iblis yang mulai meredup pertanda bahwa raja iblis telah mati.

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang, iblis itu langsung keluar dari ruangan tersebut sambil membawa kristal jiwa raja iblis di tangannya dan berlari dengan tergesa-gesa menuju ruang tahta melewati lorong-lorong yang cukup panjang.


Tak butuh waktu lama sehingga iblis itu telah sampai di depan pintu yang sangat tinggi dan lebar yang merupakan pintu masuk ruang tahta.


Krekkkk!


Dapat terdengar suara benda yang bergesekan ketika pintu tersebut terbuka dan menampilkan iblis yang membawa kristal jiwa raja iblis.


Seorang anak gadis iblis yang terlihat seperti anak perempuan yang masih berumur 12 tahun dengan perawakan kulit merah mudah, memakai sebuah jubah berwarna hitam dengan corak-corak berwarna merah muda, rambut panjang sepinggang berwarna kecoklatan, pupil mata yang juga berwarna merah muda, gigi yang tajam seperti hiu dan dua tanduk yang berada di sisi kanan dan kiri kepalanya serta memiliki tinggi badan kurang lebih 140 Cm.


Iblis kecil tersebut yang sedang duduk di kursi singgasana langsung mengalihkan perhatiannya ke arah iblis yang baru masuk itu, bukan hanya iblis kecil itu saja tapi semua iblis yang berada di dalam ruang tahta istana tersebut.


"Mo-mohon maaf atas kelancangan hamba yang mulia putri Djevelens Levia!" Ucap iblis yang membawa kristal jiwa raja iblis yang sudah berada di hadapan Iblis kecil yang merupakan putri raja iblis, Djevelens Levia. dengan posisi satu lutut menyentuh lantai sambil menangkupkan tangannya kearah Djevelens Levia.


"Langsung saja, apa ada masalah?" Tanya Djevelens Levia kepada iblis yang berada di hadapannya dengan suara datar dan ekspresi datar.


"Ba-baik, kri-kristal jiwa raja iblis Djevelens konge telah meredup!" ucap iblis tersebut dengan ekspresi wajah ketakutan serta keringat dingin yang bercucuran di dahinya.


Satu kalimat yang keluar dari mulut iblis tersebut langsung membuat seluruh ruangan menjadi hening, bahkan jika ada orang yang menjatuhkan sebuah jarum maka suaranya dapat di dengar oleh semua iblis yang berada di dalam sana tapi sayangnya tidak ada yang menjatuhkan jarum sehingga tidak ada yang dapat mendengarnya.


Banggg!


Duarrrr!


Bagaimanapun Raja iblis Djevelens konge adalah ayahnya tentu saja ia merasa sangat sakit dan emosi ketika mendengar kristal jiwa ayahnya yang telah meredup pertanda bahwa ayahnya telah mati.


Tapi meskipun begitu ia mencoba untuk tetap mengendalikan emosi dan kesedihan yang berada di dalam hatinya, Walaupun dia seorang iblis tapi ia juga masih memiliki hati dan perasaan.


Sebelum kepergian Djevelens konge ke alam rendah kultivator, Djevelens Levia di minta untuk menggantikan posisinya sebagai seorang raja iblis selama ia pergi ke alam rendah kultivator, karna bagaimanapun juga Djevelens Levia merupakan penerus Raja iblis selanjutnya.


"Hmm baiklah, Kau boleh pergi sekarang!" Ucap Djevelens Levia dengan nada datarnya kepada iblis yang berada di hadapannya yang sudah gemetar ketakutan dangan keringat dingin yang hampir membasahi seluruh tubuhnya ketika merasakan aura membunuh yang tiba-tiba keluar dari dalam tubuh Djevelens Levia.


Tanpa berlama-lama setelah memberi hormat kepada Djevelens Levia, iblis tersebut langsung bergegas keluar dari ruang tahta tersebut.


"jadi apa yang harus kita lakukan sekarang yang mulia putri Djevelens Levia?" Tanya seorang iblis yang berada tak jauh dari sisi kanan ruang tahta tersebut.


"Kalian semua diam saja, biar aku sendiri yang memikirkan apa yang harus kita lakukan kedepannya, untuk sekarang kalian boleh bubar!" Ucap Djevelens Levia dengan memandangi seluruh iblis yang berada di dalam sana satu persatu dengan raut wajah yang sangat serius lalu kemudian berdiri dari kursi singgasana dan segera bergegas berjalan keluar dari ruang tahta.


Walaupun Djevelens Levia terlihat kecil tapi ia sangat di takuti oleh para iblis yang berada di sana, bukan hanya karna ia putri dari raja iblis sehingga ia sangat di takuti tapi dari segi kekuatan ia juga hampir menyamai Djevelens konge atau bahkan melebihinya.


Para iblis yang mendengar perkataan Djevelens Levia hanya menganggukkan kepalanya tanda paham dan setuju, mereka tidak berani untuk menentang keputusan Djevelens Levia tersebut.


"Jadi sekarang apa yang harus kulakukan? secara tidak langsung aku juga telah menjadi raja iblis sebagai penerus ayahku. dari dulu aku memang sudah menentang dan tidak suka penyerangan ke alam rendah kultivator itu..."

__ADS_1


"... Walaupun aku tidak suka dengan pola pikir ayahku yang suka menyiksa, membunuh dan menyerang mahluk hidup lain terutama kepada manusia tapi aku sebagai putrinya tentu merasa sangat sakit ketika mendengar kabar kematiannya..."


"... meskipun begitu aku juga tidak boleh memperlihatkan kesedihanku di depan para iblis, karna itu bisa saja menjatuhkan harga diriku sebagai penerus raja iblis Djevelens konge!" Batin Djevelens Levia yang sangat sedih memikirkan situasi yang terjadi sekarang, ia sangat bingung harus mengambil tindakan seperti apa kedepannya.


Di satu sisi Djevelens Levia sangat marah dan ingin membalas kematian ayahnya kepada manusia yang telah membunuhnya, Ia dapat dengan mudah mencari tahu siapa pembunuh ayahnya menggunakan rekaman dari kristal jiwa, tapi di satu sisi lagi ia tahu dan paham kenapa ayahnya mati terbunuh karna itu salahnya sendiri yang tidak ingin menghentikan penyerangan kepada alam rendah kultivator.


Tapi ada satu hal yang penting yang juga Djevelens Levia tidak ketahui, yaitu perintah langsung dari kaisar dewa iblis kepada raja iblis untuk membunuh seorang manusia.


FLASH BACK: OFF


Min Rhey dan Min Di Lhyn yang telah memasuki portal dimensi, mendapati dirinya terus melesat di lorong kehampaan sehingga tak lama kemudian mereka berdua dapat melihat setitik cahaya yang semakin lama semakin membesar.


Di waktu yang bersamaan, portal yang berada di depan istana raja iblis, sekarang Portal dimensi tersebut sedikit bergetar lalu muncul sebuah lubang hitam yang tak berdasar di tengahnya pertanda seseorang akan keluar dari sana.


Dua iblis yang di tugaskan untuk menjaga portal dimensi tersebut langsung berusaha dan salah satu dari mereka berlari masuk ke dalam istana untuk melaporkan kejadian tersebut.


setelah beberapa saat, akhirnya berita tersebut telah di ketahui oleh Djevelens Levia dan seluruh iblis yang memiliki jabatan yang berada di dalam ruang tahta istana.


"apa ayahku tidak mati sehingga ia berhasil kembali kesini, tapi itu tidak mungkin terjadi karna kristal jiwanya telah redup. jadi siapa yang akan keluar dari portal dimensi itu?" Batin Djevelens Levia yang kebingungan atas kejadian tersebut.


Djevelens juga sempat berpikir bahwa manusia yang akan keluar dari sana tapi pemikiran tersebut langsung ia buang jauh-jauh karna menurutnya sangat sulit untuk manusia mencapai alam yang ia tinggali karna jika ingin menggunakan portal dimensi setidaknya manusia itu membutuhkan batu roh tingkat rendah yang sangat banyak, sedangkan batu roh di alam rendah kultivator sangatlah langkah keberadaannya.


Para petinggi-petinggi iblis yang berada di dalam ruang tahta tersebut juga memiliki pemikiran yang sama dengan Djevelens Levia sehingga mereka tidak terlalu khawatir, mereka hanya berpikir bahwa ada seorang iblis yang pergi secara diam-diam dan sekarang telah kembali. tapi sayang sekali pemikiran mereka semua salah besar.


Tiba-tiba dari dalam lubang hitam tak berdasar yang berada di tengah-tengah portal dimensi itu keluar sebuah kaki kanan yang melangkah dengan kokoh, kemudian seluruh bagian tubuhnya telah keluar dari portal dimensi tersebut di ikuti oleh anak perempuan di belakangnya, Yap kedua orang tersebut adalah Min rhey dan di belakangnya adalah Min Di Lhyn.


"Di'er, ini di mana?" Tanya Min Rhey kepada Min Di Lhyn tanpa menolehkan kepalanya ke belakang untuk menatap wajah Min Di Lhyn dan hanya mengalihkan perhatiannya ke sekitar untuk melihat keadaan.


"Sekarang kita telah berada di alam Iblis!" jawab Min Di Lhyn dengan santai kepada Min rhey.


"Aaaa!!!!" Min rhey berteriak terkejut setelah Min Di Lhyn menjawab pertanyaannya.


.


.


.


.


.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2