
Keesokan harinya.
mentari mulai menampakkan diri dari arah ufuk timur menyinari seluruh daratan, kicauan-kicauan burung serta hembusan angin yang sejuk membuat suasana di pagi hari tersebut semakin damai.
Min rhey yang masih tertidur di dalam kamarnya langsung membuka kelopak matanya dengan perlahan ketika merasakan sinar mentari yang menyinari wajahnya yang masuk melalui jendela kamarnya.
Min rhey bangun lalu menggosok matanya lalu berjalan menuju kamar mandi serta membawa handuk yang di lilitkan di pinggangnya.
setelah beberapa saat Min rhey telah membersihkan dirinya lalu keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggangnya.
Min rhey hanya mengenakan pakaian yang serupa dengan pakaian yang selalu ia kenakan yaitu pakaian berwarna hitam dengan garis-garis bercorak naga berwarna emas serta jubah yang senada menggantung di belakangnya, sehingga membuat penampilan Min rhey sangat mewah dan berwibawa.
setelah mengenakan pakaiannya, Min rhey berjalan menuju pintu kamarnya setelah berada di luar kamarnya Min rhey berjalan menuju ruang makan untuk menyantap sarapan pagi bersama kedua orangtuanya dan Mou long serta keluarganya.
sebelumnya Ibu Mou long menolak untuk tinggal bersama dengan Min rhey, tapi Min rhey mencari alasan bahwa ibunya membutuhkan seseorang untuk membantunya memasak dan mengurus rumah agar Ibu Mao long tinggal di rumahnya bersama dengan kedua adik kembar Mou long yaitu, Mou Lang dan Mou ling.
setelah Min rhey menyantap sarapan pagi bersama orang-orang yang tinggal di rumahnya ia kembali berjalan menuju kamarnya.
setelah berada di dalam kamarnya, Min rhey berjalan menuju tempat tidurnya lalu duduk di atasnya, Min rhey memeriksa beberapa cincin-cincin penyimpanan yang telah ia persiapkan Ketika masih berada di dalam Goa kemarin yang akan ia berikan kepada Keluarga Min-nya.
setelah memeriksa dan memastikan semua cincin penyimpanan Min rhey menganggukkan kepalanya kecil tanda puas.
"ini semua pasti sudah cukup!" ucap Min rhey sambil memegangi beberapa cincin penyimpanan.
"apa yang akan aku lakukan setelah ini?" lanjut Min rhey sambil memegangi dagunya berpikir tentang apa yang ia lakukan setelah memberikan sumbangan kepada keluarga Min-nya.
"mungkin lebih baik aku membantu orang-orang untuk meningkatkan kekuatannya terutama ayahku dan para penatua!" ucap Min rhey mengangguk-anggukkan kepalanya.
Min rhey berniat untuk membantu meningkatkan kekuatan orang-orang yang berada di dalam keluarga Min, agar kejadian seperti penyerangan yang baru-baru ini terjadi tidak terulang kembali.
setelah memikirkan beberapa hal, Min rhey beranjak dari atas tempat tidurnya berjalan menuju pintu kamarnya untuk keluar dari ruangan kamar tidurnya.
setelah berada di luar kamar, Min rhey langsung berjalan menuju tangga tapi langkahnya terhenti ketika seseorang memanggilnya.
"tuan muda!" ucap Mou long dari belakang Min rhey berjalan menghampiri dirinya.
__ADS_1
"ada apa?" tanya Min rhey membalikkan badannya menatap Mou long yang telah berada di hadapannya.
"Anda mau pergi kemana tuan muda?" tanya Mou long dengan nada yang sangat sopan sambil membungkukkan badannya serta menangkupkan tangannya menghadap Min rhey.
Min rhey hanya memutar bola matanya ke arah lain melihat sikap Mou long yang sangat sopan kepada dirinya, lalu ia berkata,
"aku akan pergi ke aula pertemuan keluarga!" jawab Min rhey dengan nada malas.
"apakah aku boleh ikuti anda tuan muda?" tanya Mou long lagi sambil mendongakkan kepalanya lalu menundukkan kepalanya kembali.
"terserah kau saja!" jawab Min rhey lalu membalikkan badannya berjalan keluar rumah.
Mou long yang mendengar jawaban Min rhey langsung tersenyum senang lalu mengikuti langkah kaki Min rhey dari belakang.
Min rhey terus berjalan menuju Aula pertemuan keluarga di ikuti Mou long dari belakang seperti seekor anak ayam yang mengikuti induknya.
Dalam perjalanan menuju Aula pertemuan keluarga, banyak sekali orang-orang yang tinggal di kediaman keluarga Min yang melihat Min rhey.
"salam tuan muda dermawan!"
orang-orang yang melihat Min rhey, langsung memberi salam sambil membungkukkan badannya serta menangkupkan tangannya menghadap Min rhey memberi hormat.
Min rhey yang mendapati perilaku tersebut dari orang-orang yang melihat dirinya hanya menganggukkan kepalanya kecil lalu melambaikan tangannya tanda menerima salam mereka, walaupun Min rhey merasa sedikit tidak enak dengan perlakuan orang-orang tersebut yang seperti itu kepada dirinya.
Dalam perjalanan menuju Aula pertemuan keluarga, Min rhey juga dapat melihat para pemuda pemudi yang sedang berdiri di dalam wilayah menara kultivasi, mereka semua sedang meningkatkan kekuatan kultivasinya di dalam menara kultivasi.
setelah beberapa saat Min rhey telah sampai di depan pintu besar Aula pertemuan keluarga, Min rhey melangkahkan kakinya mendekati pintu besar Aula pertemuan keluarga tersebut, lalu mendorong pintu besar tersebut.
krekkkk!
terdengar suara pintu yang terbuka yang membuat semua orang yang berada di dalam aula pertemuan keluarga, mengalihkan perhatiannya kepada asal suara yaitu pintu besar yang sudah terbuka.
ketika pintu besar tersebut telah terbuka dengan sempurna, dapat terlihat seorang pemuda yang mengenakan pakaian berwarna hitam dengan garis-garis bercorak naga berwarna emas serta sebuah jubah yang senada menggantung di belakangnya.
pemuda tersebut tak lain dan tak bukan adalah Min rhey, min rhey yang mendapati semua orang memandang dengan tatapan penuh tanda tanya, hanya tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju ke kursi yang berada di pusat ruangan atau kursi patriak keluarga.
__ADS_1
semua orang memandangi Min rhey dengan tatapan tanda tanya, karna mereka semua tidak tahu mengapa Min rhey ke aula pertemuan keluarga, padahal menurut mereka yang berada di dalam aula pertemuan keluarga tidak ada yang terlalu penting untuk di bahas.
"kenapa kau ke sini rhey'er?" tanya Min Hao kepada Min rhey yang sudah berada di hadapannya.
Min rhey yang mendapati pertanyaan dari Min Hao hanya tersenyum menanggapi pertanyaan tersebut lalu mengibaskan tangannya untuk mengeluarkan beberapa cincin penyimpanan yang telah ia persiapkan kemarin.
setelah cincin penyimpanan tersebut berada di tangan Min rhey, Min rhey langsung melemparkan cincin penyimpanan tersebut kepada Min Hao tanpa menjawab pertanyaannya.
Min Hao langsung menangkap beberapa cincin penyimpanan tersebut, ketika beberapa cincin penyimpanan tersebut telah berada di tangan Min Hao, Min Hao memandang kembali wajah Min rhey seperti orang yang butuh jawaban tentang apa yang berada di dalam cincin penyimpanan tersebut, tapi Min rhey hanya tersenyum terus lalu menganggukkan kepalanya kecil.
Min Hao yang melihat sikap Min rhey semakin penasaran dengan apa yang ada di dalam cincin penyimpanan tersebut, Min Hao langsung memasukkan kesadaran spiritualnya ke dalam cincin penyimpanan tersebut.
tiba-tiba Min Hao membelalakkan matanya serta menjatuhkan rahangnya setelah menarik kembali kesadaran spiritualnya, Min Hao memandangi cincin penyimpanan yang baru saja ia periksa lalu memandang Min rhey secara bergantian.
Min Hao kembali memeriksa cincin-cincin penyimpanan lainnya yang berada di tangannya, dan tentu saja setiap ia memeriksa satu Cincin penyimpanan ekspresinya sama seperti ketika memeriksa cincin penyimpanan yang pertama ia periksa.
para penatua yang melihat ekspresi wajah Min Hao, juga menjadi penasaran apa yang berada di dalam cincin penyimpanan tersebut sehingga membuat Min Hao sangat terkejut seperti itu.
para penatua tersebut melangkahkan kakinya mendekati Min Hao yang masih membelalakkan matanya serta menjatuhkan rahangnya sambil memandangi cincin penyimpanan yang berada di tangannya itu.
"apa yang ada di dalam cincin penyimpanan ini patriak?" tanya penatua ke empat sambil menunjuk cincin penyimpanan yang berada di tangan Min Hao.
Min Hao langsung tersadar dari keterkejutannya ketika mendengar pertanyaan dari penatua keempat, Min Hao tidak menjawab pertanyaan tersebut tapi ia hanya langsung memberikan cincin penyimpanan tersebut kepada penatua ke empat.
penatua keempat langsung memeriksa cincin penyimpanan tersebut ketika telah berada di tangan, seketika ekspresinya juga sama dengan Min Hao ketika melihat apa yang ada di dalam cincin penyimpanan tersebut.
para penatua yang lain yang melihat ekspresi penatua ke empat setelah memeriksa cincin penyimpanan, juga mengambil cincin penyimpanan tersebut, seketika wajah para penatua tersebut juga terkejut membelalakkan matanya serta menjatuhkan rahangnya sama seperti kedua orang yang memeriksa cincin penyimpanan sebelumnya.
"hahahah!"
Min rhey yang dari tadi melihat keterkejutan orang yang telah mengetahui isi cincin penyimpanan yang telah berikan langsung tertawa terbahak-bahak karna merasa sangat lucu melihat ekspresi orang-orang tersebut.
"itu adalah sumbangan dariku untuk keluarga!"
Bersambung.
__ADS_1