
"modifikasi Teknik ilmu pernapasan api, ketenangan jiwa!" ucap Min rhey menyebutkan nama tekniknya seraya terus menghindari serangan-serangan dari kelima orang tersebut, tiba-tiba,
Bukkk!
"Urggg!"
Swoshhh!
bangggg!
keempat penatua tersebut memuntahkan seteguk darah kental dari dalam mulutnya lalu langsung melesat ke belakang seperti layangan putus sehingga menabrak dinding pembatas Qi transparan yang menciptakan sebuah suara yang sangat nyaring di telinga para penonton.
sedangkan patriak Se yang melihat keempat penatuanya terlempar kebelakang, langsung melompat ke belakang untuk menjaga jarak dari Min rhey, Patriak Se benar-benar terkejut dan tidak menyangka bahwa pemuda yang ia hadapi sekarang sangatlah hebat.
para penonton yang melihat keempat penatua terpental ke belakang sehingga tak sadarkan diri lagi menjadi bingung dan heran di waktu yang bersamaan, pasalnya mereka melihat Min rhey hanya berdiri tenang sebelum mereka terpental kebelakang, bahkan para petinggi-petinggi yang berasal dari berbagai Keluarga, sekte, dan organisasi-organisasi yang duduk di wilayah kursi VIP juga merasakan hal yang sama dengan penonton lainnya.
tapi sebenarnya Apa yang Min rhey lakukan kepada keempat penatua tersebut adalah Min rhey memukulnya dengan kecepatan yang sangat tinggi di tambah dengan efek teknik pernapasan yang ia gunakan sehingga para penonton melihat Min rhey tidak melakukan apa-apa.
"hehehehe, ayolah pak tua, keluarkan semua kemampuanmu!" ucap Min rhey sambil terkekeh serta tersenyum mengejek ke arah Patriak Se yang berdiri beberapa meter di depannya.
Patriak Se yang mendengar perkataan Min rhey yang membuat dirinya merasa di remehkan membuat wajahnya memerah karna semakin emosi kepada Min rhey.
"baiklah, anak muda jika itu yang kau inginkan!" ucap Patriak Se dengan nada emosinya sambil menunjuk ke arah Min rhey.
"Teknik pedang tunggal, langkah kelima, pedang kesepian!" ucap Patriak Se menyebutkan nama teknik andalannya yaitu teknik pedang tunggal sekaligus nama dari sektenya.
patriak Se melesat ke arah Min rhey dengan kecepatan yang sangat tinggi yang menciptakannya fluktuasi udara di sekitarnya, sebagai seorang kultivator yang telah mencapai tahap tuan alam tentu kecepatan maksimalnya bukan main sehingga orang-orang yang berada di bawah tahap tuan alam tidak bisa melihat pergerakan patriak Se.
Hanya dalam sekejap mata, patriak Se sudah berada di depan Min rhey lalu langsung mengayunkan pedangnya dari atas kebawah berniat membelah dua Min rhey.
Boommmm!
duarrrrr!
Tapi walaupun Patriak Se sudah menggunakan teknik andalannya, Min rhey masih saja dapat menghindari serangannya dengan Mudah, sehingga Pedang patriak Se mengenai lantai arena yang menciptakan sebuah ledakan yang sangat besar yang memekakkan telinga, tapi tidak membuat dinding pembatas hancur.
__ADS_1
"baru pertama kali ini aku melihat seorang kultivator yang berada di tahap raja alam bertarung dengan serius!"
"iya, dampak dari serangannya juga sangatlah besar, jika bukan dinding pembatas itu mungkin dampaknya juga akan stadion ini!"
"tapi pemuda yang bernama Min rhey itu memang sangatlah kuat, padahal ia hanya berada di tahap pembentukan tubuh tapi bisa mempecundangi orang yang berada di tahap raja alam!"
"apakah dia ingin menikahi dengan putriku ya?"
"jangan bermimpi putriku lebih cantik daripada putrimu, jadi Putriku lebih pantas bersama dengan pemuda itu!"
Hiruk pikuk antar penonton dapat terdengar ketika menyaksikan pertarungan satu lawan satu Min rhey dengan patriak Se, mereka semua semakin mengagung-agungkan Min rhey.
Boommm!
Boommm!
Duarrrrr!
Duarrrrr!
Setelah beberapa menit berlalu, Min rhey yang terus menghindari semua serangan patriak Se tanpa tergores sedikitpun akhirnya memutuskan untuk melancarkan serangan balik.
dalam waktu yang bersamaan ketika Min rhey menghindari serangan dari Patriak Se, Min rhey mengalirkan sejumlah energi Qi-nya kapada tangannya yang terkepal lalu mengayunkannya ke depan dengan kecepatan tinggi mengarah ke Dantian Patria Se, tiba-tiba,
Bukkk!
Krassss!
"urgggg!"
Swoshhhhh!
Bangggg!
Duarrrr!
__ADS_1
Ketika kepalan tangan Min rhey mengenai tepat tempat Dantian Patriak Se dapat terdengar suara retakan yang berasal dari dalam tubuh Patriak Se, sehingga patriak Se langsung memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya.
Patriak Se terpentpal sangat keras ke belakang seperti layang-layang putus yang tertiup angin kencang sehingga menghantam dinding pembatas energi Qi yang membuat dinding tersebut hancur, yang membuat patriak Se terus melesat sehingga menabrak Dinding stadion yang menciptakan sebuah retakan seperti jaring laba-laba dengan patriak Se yang menjadi pusatnya.
tak lama kemudian setelah Patriak Se menabrak dinding, ia langsung terjatuh ke lantai dan tak sadarkan diri lagi.
para penonton yang menyaksikan hal tersebut terdiam sambil membuka lebar-lebar mulut mereka karna terkejut melihat patriak Se terpental kebelakang dengan sangat keras, walaupun mereka semua tidak tahu pasti apa yang terjadi, tapi mereka yakin bahwa Min rhey yang melakukan hal tersebut.
mereka semua benar-benar tidak menyangka bahwa patriak Se Young So dari Sekte pedang tunggal yang terkenal kejam dan sudah mencapai tahap raja alam *2 dapat di kalahkan dengan sangat mudah oleh seorang pemuda yang bahkan umurnya belum cukup 20 tahun, tanpa tergores sedikitpun serangan dari Patriak Se.
para peserta yang dari tadi menyaksikan pertarungan Min rhey dengan keenam petinggi Sekte pedang tunggal, langsung berpikir untuk tidak ingin melawan Min rhey di dalam arena atau bahkan di luar, mereka takut jika bertarung dengan Min rhey bisa saja mereka mati mengenaskan hanya dengan satu kali serangan.
sedangkan Ratu Xue yang melihat bahwa pertarungan Min rhey telah selesai, memutuskan untuk segera menaiki arena pertama tempat di mana Min rhey berada setelah memerintahkan Lei Huang Ju untuk menghilangkan dinding pembatas energi Qi transparan.
setelah beberapa saat berjalan akhirnya Ratu Xue dan ketiga jendralnya sudah berada di dekat Min rhey, Min rhey mengalihkan perhatiannya kepada ratu Xue, ratu Xue yang mendapatkan tatapan dari Min rhey itu langsung menganggukkan kepalanya kecil tanda mengerti atas tatapan Min rhey tersebut.
Ratu Xue langsung memberi perintah kepada jendral chao untuk segera menangkap patriak Se dan kelima penatuanya untuk di penjerakan di ruang bawah tanah istana kerajaan Xue.
setelah beberapa saat akhirnya keenam orang tersebut sudah di bawah pergi oleh jendral Chao, sedangkan Xue Yi yang berada di kursi peserta yang sudah menenangkan dirinya dari rasa sedihnya ketika menyaksikan pertarungan Min rhey segera bergegas menuju tempat Min rhey berdiri.
Xue Yi langsung memeluk Min rhey dengan sangat erat ketika sudah berada di hadapan Min rhey, walaupun Xue Yi menahan air matanya agar tidak keluar tapi tetap saja air matanya keluar membasahi pipinya, para penonton yang melihat hal tersebut juga merasa terharu karna mereka juga paham apa yang dirasakan Xue Yi.
"kau kenapa Xue Yi?" tanya Min rhey kepada Xue Yi sambil mengelus-elus pucuk kepalanya dengan lembut.
"jangan seperti itu lagi, aku tidak ingin di tinggalkan olehmu!" ucap Xue Yi dengan penuh perasaan kepada Min rhey bahkan ia tidak menyadari dirinya tidak bersikap formal lagi kepada Min rhey.
Ratu Xue yang mendengar perkataan Xue Yi tersebut hanya tersenyum canggung, karna ia tidak menyangka bahwa putrinya dapat melakukan hal tersebut.
"apakah kau takut kehilangan diriku?" tanya Min rhey kepada Xue Yi dengan nada menggoda tepat di telinganya.
Xue Yi yang mendengar perkataan Min rhey langsung mengangguk kepalanya kecil, lalu tiba-tiba ia langsung melepaskan pelukannya ketika menyadari apa yang ia lakukan barusan yang membuat pipinya memerah seperti kepiting rebus.
Setelah beberapa saat berlalu, ratu Xue langsung mengumumkan bahwa pertandingan babak kedua akan segera di mulai kembali setelah arena pertama di selesai di perbaiki.
**Bersambung~
__ADS_1
jangan lupa kasih bintang lima, like, vote, dan komen jika ada yang salah atau punya saran, agar Author semakin semangat dan rajin nulisnya, ok**?