SISTEM PENGUASA ABSOLUTE

SISTEM PENGUASA ABSOLUTE
127. BERTEMUNYA MIN RHEY DAN DJEVELENS LEVIA


__ADS_3

Bahkan Djevelens Levia juga yakin, kedua iblis yang berjaga di pintu masuk istana yang telah mencapai tahap saint dan holy saint tidak bisa menciptakan ledakan dan getaran yang seperti barusan, karna istana itu terbuat oleh material yang sangat kuat. Sehingga terbesit sebuah pemikiran di dalam otak Djevelens Levia bahwa kedua iblis itu telah mati di tangan kedua manusia yang baru muncul tersebut.


"Apa maksud anda yang mulia raja iblis?" Tanya salah satu iblis dengan kebingungan kepada Djevelens Levia yang tidak paham atas perintahnya yang memerintahkan mereka untuk 'bersiap'.


"kalian harus bersiap untuk menghadapi dua manusia yang baru saja muncul itu, Jika mereka langsung menyerang kita semua yang berada di dalam ruangan ini, tentu saja kita tidak boleh tinggal diam saja, kita juga harus membalasnya!"Jawab Djevelens Levia kepada iblis yang baru saja melontarkan pertanyaan barusan dengan nada serius sambil memandangi seluruh petinggi iblis yang berada di dalam sana.


Djevelens Levia mengatakan hal tersebut karna ia juga merasakan kedua manusia itu sudah dekat dengan pintu masuk ruang tahta.


Di sisi lain, Sekarang Min Rhey dan Min Di Lhyn sudah berada tepat di depan pintu raksasa yang terlihat sangat kokoh, pintu tersebut adalah pintu masuk ruang tahta istana raja iblis.


Dalam perjalanan Min Rhey menuju pintu tersebut, Ia juga telah membunuh puluhan prajurit iblis yang langsung menyerang dirinya ketika melihat kedatangannya, tentu saja Min Rhey membunuh mereka semua dengan sangat mudah tanpa mengeluarkan setetes keringat pun.


Sebelumnya, Min Rhey telah di ingatkan oleh Min Di Lhyn setelah melewati pintu masuk istana, untuk tidak langsung membunuh iblis yang tidak menyerangnya tapi sayangnya semua iblis yang melihat kedatangan Min Rhey langsung menyerang dirinya sehingga Min Rhey langsung membunuhnya.


Walaupun Min Rhey sedikit heran dan bingung atas peringatan Min Di Lhyn tersebut, tapi Min Rhey tidak memprotesnya dan hanya menuruti peringatan Min Di Lhyn tersebut.


"Apakah ruangan ini sudah tepat, Di'er?" Tanya Min Rhey kepada Min Di Lhyn Setelah membunuh dua prajurit iblis yang menjaga pintu tersebut dengan memisahkan kepalanya dari tubuhnya.


Min Di Lhyn yang mendengar pertanyaan dari Min Rhey hanya menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Min Rhey, dari awal Min Di Lhyn terus mengarahkan Min Rhey menuju pintu tersebut dengan alasan ada sesuatu yang penting di sana.


Tanpa berlama-lama Min Rhey langsung mengaliri tangan kanannya yang terkepal dengan sejumlah energi Qi, lalu menariknya ke belakang sehingga sejajar dengan dadanya dan langsung melesatkan tinjunya ke pintu raksasa tersebut, seketika,


Banggg!


Krakkkk!


Duarrrr!


Terdengar suara dentuman keras yang memekakkan telinga seperti antara benda keras yang saling bertabrakan ketika kepalan tangan Min Rhey dan pintu raksasa tersebut bersentuhan, sehingga tercipta retakan yang seperti jaring laba-laba di permukaan pintu raksasa itu dan beberapa detik kemudian langsung meledak menjadi butiran-butiran batu yang beterbangan kesana kemari.


Setelah debu-debu yang menghalangi penglihatan menghilang, sekarang Min Rhey dapat melihat ruangan di balik pintu raksasa tersebut terdapat belasan iblis dan juga seorang iblis kecil yang duduk di kursi singgasana yang terletak di pusat ruangan tersebut.


"Akhirnya kalian sampai juga di sini manusia!" Ucap iblis kecil yang duduk di kursi singgasana tersebut yang merupakan Djevelens Levia dengan nada datar tanpa ekspresi kepada Min Rhey dan Min Di Lhyn.


Min Rhey yang mendengar perkataan Djevelens Levia sedikit terkejut karna ia tidak tahu bagaimana bisa kedatangannya sudah di tunggu oleh iblis kecil tersebut.

__ADS_1


Sedangkan para petinggi iblis yang telah melihat kedatangan Min Rhey dan Min Di Lhyn menaikkan kewaspadaan mereka dan bersiap jika hal yang di katakan Djevelens Levia terjadi, walaupun mereka dapat melihat tingkat kultivasi Min Rhey yang hanya berada di tahap pembentukan tubuh sedangkan Min Di Lhyn tidak memiliki energi Qi sedikitpun.


Min Rhey memperhatikan dengan seksama iblis kecil yang duduk di kursi singgasana tersebut mulai dari dari atas hingga bawah.


"hmm, lumayan juga, Status!" Batin Min Rhey setelah memperhatikan perawakan iblis kecil tersebut yang menurutnya sedikit menarik dan langsung mengecek status iblis kecil itu.


[Ding]


[STATUS


NAMA. : Djevelens Levia


RAS. : iblis


TITEL. : Raja iblis baru


UMUR. : 53.012 tahun


KULTIVASI: Dewa Hitam *6]


Min Rhey memperhatikan layar hologram yang menampilkan status iblis kecil tersebut sehingga Min Rhey mengetahui bahwa namanya adalah Djevelens Levia serta merupakan raja iblis baru.


bisa di katakan bahwa Djevelens Levia merupakan kultivator yang jenius karna telah mencapai puncak ranah prajurit Dewa, Dewa hitam dengan umur yang masih 50 ribuan tahun.


Tapi yang membuat Min Rhey paling terkejut adalah umur Djevelens Levia yang berbanding terbalik dengan penampilannya yang seperti anak berumur 12 tahun.


"dia ini gadis iblis atau nenek peyot? apalagi di dalam sini dia yang paling tua!" Batin Min Rhey yang juga mengecek status iblis lainnya yang berada di dalam sana.


"Siapa kalian sebenarnya? dan apa yang kalian inginkan?" Tanya Djevelens Levia karna melihat Min Rhey dan Min Di Lhyn hanya berdiam diri di tempatnya.


"Di'er, kita ke sini untuk mengumpulkan poin pengalaman kan'?" Tanya Min Rhey dengan raut wajah canggung kepada Min Di Lhyn dengan nada pelan seraya mengalihkan perhatiannya ke samping, setelah mendengar pertanyaan Djevelens Levia.


"Ah, kakak iblis perkenalkan aku Min Di Lhyn dan dia kakakku Min Rhey dan juga dia yang telah membunuh raja iblis dua hari yang lalu, hebat kan'?" Ucap Min Di Lhyn menjawab pertanyaan dari Djevelens Levia dengan nada dan ekspresi polos ala anak kecil sambil menunjuk Min Rhey tanpa menghiraukan pertanyaannya.


Min Rhey yang mendapati dirinya tidak di hiraukan dan mendengar perkataan Min Di Lhyn langsung menampilkan ekspresi wajah yang tidak enak di pandang.

__ADS_1


Sedangkan para iblis terutama Djevelens Levia yang mendengar perkataan Min Di Lhyn tersebut membuat wajahnya mengeras karna sangat emosi dan juga hatinya yang menggebu-gebu karna terbakar api amarah setelah mengetahui bahwa manusia yang berada di depannya adalah manusia yang telah membunuh ayahnya.


"Kurang ajar! lancang sekali kau anak manusia rendahan!"


"apakah kau tidak tau, kau ada di mana dan berhadapan dengan siapa?"


"Hanya seorang kultivator tahap pembentukan tubuh bisa membunuh yang mulia raja iblis Djevelens konge, jangan bercanda!"


Para petinggi iblis langsung berteriak marah setelah mendengar perkataan Min Di Lhyn dengan menatap tajam Min Rhey dan Min Di Lhyn serta menghunuskan senjata mereka masing-masing.


Sedangkan Djevelens Levia masih terdiam di tempatnya mencoba untuk menenangkan dirinya dari api amarah yang berada di dalam hatinya, perlu di ketahui bahwa Djevelens Levia selalu berpikir panjang dan selalu memperhatikan iblis yang berada dalam wilayahnya, sehingga ia tidak pernah mengambil keputusan yang tergesa-gesa yang bisa saja menimbulkan ancaman bagi dirinya dan sekitarnya.


"Huaaaa! kakak, hiks! Di'er takut, hiks!" Min Di Lhyn langsung berlindung di belakang Min Rhey seraya memegang kaki bajunya sambil menangis terisak-isak ketika melihat dan mendengar teriakan para iblis yang menyeramkan.


"beraninya kalian membuat adikku menangis! kubunuh kalian semua!" Ucap Min Rhey yang marah setelah melihat Min Di Lhyn menangis ketakutan dan bersembunyi di belakangnya.


"Adikku memang pintar mencarikan ku poin pengalaman!" Batin Min Rhey yang senang.


Tanpa pikir panjang, Min Rhey langsung melepaskan aura membunuh dan kultivasinya pada tahap Dewa Api di waktu yang bersamaan.


Swoshhhhh!


Saking kuatnya aura yang di keluarkan oleh Min Rhey sehingga tercipta hembusan udara dengan Min Rhey sebagai pusatnya.


Seluruh iblis yang berada di dalam ruangan tersebut tanpa terkecuali Djevelens Levia langsung bertekuk lutut karna merasakan seperti ada beban yang sangat berat di pundak mereka serta mereka kesulitan untuk bernafas akibat aura membunuh yang di keluarkan oleh Min Rhey.


"kakak, harus ingat! jangan langsung membunuh mereka jika mereka tidak menyerang kakak duluan!" Ucap Min Di Lhyn kepada Min Rhey melalui pikirannya karna mereka berdua saling terhubung.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung~


__ADS_2