
"kakak, harus ingat! jangan langsung membunuh mereka jika mereka tidak menyerang kakak duluan!" Ucap Min Di Lhyn kepada Min Rhey melalui pikirannya karna mereka berdua saling terhubung.
Min Rhey yang mendengar perkataan Min Di Lhyn di dalam pikirannya sedikit tersentak lalu membalikkan badannya menatap Min Di Lhyn.
"Jadi Di'er hanya akting menangis ya?" Tanya Min Rhey melalui pikirannya kepada Min Di Lhyn.
"tentu saja Di'er hanya berakting, tidak mungkin Di'er benar-benar ketakutan dengan gertakan iblis sampah seperti mereka!"Jawab Min Di Lhyn atas pertanyaan Min Rhey dengan nada yang sedikit kesal, karna Min Rhey benar-benar mengira dirinya ketakutan hingga menangis seperti barusan.
Di waktu yang bersamaan, seluruh iblis yang berada di dalam ruang tahta tersebut masih bertekuk lutut dengan tubuh yang gemetar serta keringat dingin yang bercucuran di seluruh tubuh mereka akibat dari aura membunuh dan kultivasi Min Rhey yang menekan mereka semua.
"A-aura membunuh ini ba-bahkan melebihi a-aura membunuh raja iblis Djevelens Konge!"
"i-ini benar-benar sulit di percaya, aura kultivasinya jauh melampaui aura kultivasi raja iblis Djevelens Konge padahal dia hanya berada di tahap pembentukan tubuh, bagaimana bisa dia melakukan ini?"
Para petinggi iblis yang bertekuk lutut itu sangat terkejut dan ketakutan ketika merasakan aura yang di keluarkan oleh Min Rhey.
"Te-ternyata dugaanku dari tadi memang benar, manusia itu memang menyembunyikan tingkat kultivasinya!" Batin Djevelens Levia yang terbata-bata yang berusaha untuk mendongakkan kepalanya menatap Min Rhey yang berdiri membelakangi bekas pintu masuk ruang tahta.
Kembali ke Min Rhey, setelah mengetahui bahwa Min Di Lhyn hanya berakting, Min Rhey langsung menarik kembali aura yang keluarkan.
Seluruh iblis yang berada di dalam sana langsung merasa lega ketika merasakan beban yang menekan tubuh mereka sudah menghilang, walaupun nafas mereka masih terengah-engah.
Setelah beberapa saat, Djevelens Levia telah mengatur kembali pernapasannya.
"Manusia! namamu Min Rhey 'kan?" Tanya Djevelens Levia kepada Min Rhey untuk memastikan namanya.
Min Rhey hanya menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan dari Djevelens Levia tersebut.
"Walaupun aku sangat marah sehingga timbul rasa dendam di hatiku karna mengetahui bahwa dirimu yang telah membunuh ayahku, tapi aku memaklumi tindakan mu itu karna kesalahan ayahku sendiri yang menyerang Alam rendah kultivator, aku bukanlah iblis yang bisa dengan mudah di kuasai oleh nafsu membunuh dan rasa belas dendam!" Ucap Djevelens Levia kepada Min Rhey mengutarakan isi hatinya.
Min Rhey yang mendengar perkataan Djevelens Levia hanya terdiam tanpa ekspresi, karna ia tidak bisa mempercayai 100% perkataan iblis kecil yang berada di depannya itu, apalagi dia adalah raja iblis baru, yang bisa saja mempunyai 1001 niat licik kepada dirinya atau bahkan Alam rendah kultivator.
__ADS_1
"Ah, sebelumnya aku minta maaf, perkenalkan namaku adalah Djevelens Levia, putri dari raja iblis Djevelens Konge dan juga raja iblis baru yang menggantikan raja iblis sebelumnya!" Ucap Djevelens Levia memperkenalkan diri kepada Min Rhey dengan berdiri dari kursi singgasananya lalu sedikit membungkuk seraya kedua tangannya sedikit mengangkat ujung bajunya memberi hormat layaknya seorang putri kerajaan kepada Min Rhey.
Semua iblis yang melihat perilaku Djevelens Levia membuat diri mereka sangat terkejut serta menampilkan ekspresi wajah yang terperangah.
"Yang mulia raja iblis, kenapa sampai-sampai anda harus memberi hormat seperti itu kepada manusia?"
"Itu sangat tidak pantas untuk anda lakukan yang mulia raja iblis!"
Para petinggi iblis itu langsung mengomentari perilaku Djevelens Levia yang seperti itu kepada Min Rhey.
Bukan hanya para iblis itu saja yang terkejut atas perilaku Djevelens Levia, bahkan Min Rhey juga sangat terkejut karna ia benar-benar tidak menyangka jika ras iblis yang selama ini di gambarkan oleh orang-orang adalah mahluk hidup yang memiliki sifat angkuh, sombong, dan hanya bisa membunuh, sekarang di depan matanya memberi hormat seperti seorang putri kerajaan apalagi Djevelens Levia juga sempat mengeluarkan kata 'maaf' dari dalam mulutnya yang terdengar seperti tanpa ada paksaan.
"Kalian semua diam saja!" Ucap Djevelens Levia kepada para petinggi iblis yang berada di dalam sana.
Para petinggi iblis yang mendengar perkataan Djevelens Levia mau tidak mau langsung menurutinya dan diam di tempatnya tanpa protes lagi karna mereka semua juga takut kepada Djevelens Levia.
"Di'er, kenapa iblis yang satu ini seperti itu?" Tanya Min Rhey kepada Min Di Lhyn dengan ekspresi keheranan setelah melihat perilaku Djevelens Levia kepada dirinya.
"Kakak harus tau, tidak semua iblis mempunyai perilaku buruk yang suka membunuh, ada juga beberapa di antaranya yang memiliki perilaku yang baik yang tidak menyukai pertumpahan darah dan mengharapkan kedamaian!" Jawab Min Di Lhyn kepada Min Rhey lalu menatap Djevelens Levia.
"Di'er memang mengarahkan kakak ke sini untuk mencari poin pengalaman tapi bukan berarti membunuh semua iblis yang kakak jumpai di alam iblis ini, dan tujuan utama kita ke sini adalah agar kakak bisa belajar menilai mahluk hidup bukan hanya dari satu sudut pandang saja, apakah kakak mengerti?" jelas Min Di Lhyn katas pertanyaan Min Rhey.
Min Rhey yang mendengar penjelasan dari Min Di Lhyn hanya menganggukkan kepalanya menanggapi penjelasan Min Di Lhyn tersebut, walaupun sebenarnya Min Rhey tidak terlalu paham maksud Min Di Lhyn tapi Min Rhey sekarang tidak ingin banyak tanya dulu.
"Min Rhey, jika kau tidak punya tujuan yang penting datang ke sini, aku memiliki suatu permintaan!" Ucap Djevelens Levia kepada Min Rhey yang dari tadi tidak menanggapi perkataannya.
Para petinggi iblis yang mendengar perkataan Djevelens Levia kepada Min Rhey, sekali lagi di buat terkejut karna memiliki permintaan kepada seorang manusia yang masih berumur belasan tahun, tapi mereka tetap memilih diam karna tidak ingin membuat marah Djevelens Levia jika mereka selalu membantah keputusannya.
"Sebenarnya aku memang punya tujuan tapi itu bisa di urus belakangan, jadi apa permintaan mu raja iblis?" Ucap Min Rhey dengan nada datar kepada Djevelens Levia menanggapi perkataannya setelah terdiam beberapa detik untuk berpikir.
"Kau tidak usah memanggilku raja iblis, panggil saja aku Levia, dan permintaan ku adalah aku ingin kau membantuku untuk melawan pasukan kaisar iblis vestlig regjering dan pasukan aliansi raja iblis lainnya yang membantah keputusan ku untuk menghentikan penyerangan ke Alam rendah kultivator!" Jelas Djevelens Levia kepada Min Rhey mengenai permintaannya.
__ADS_1
"Baik, aku bersedia membantumu untuk melawan pasukan kaisar iblis vestleg rengginang siapalah itu!" Ucap Min Rhey dengan penuh semangat tanpa pikir panjang kepada Djevelens Levia.
"Hehehehe, ternyata ada banyak poin pengalaman di alam iblis ini, poin pengalaman tunggu aku, aku akan datang menjemput kalian!"Batin Min Rhey yang kegirangan karna akan melawan pasukan kaisar iblis yang di katakan oleh Djevelens Levia.
Di sisi lain, para petinggi iblis yang dari tadi hanya terdiam mendengarkan percakapan antara Min Rhey dan Djevelens Levia tidak bisa berkata-kata lagi, karna mereka tahu betul sifat Djevelens Levia yang jika sudah memutuskan suatu hal maka itu sangat sulit untuk di ubah atau bahkan mustahil.
"Baiklah, untuk saat ini kalian berdua tinggal dulu di istana ini!" Ucap Djevelens Levia kepada Min Rhey dan Min Di Lhyn.
"Ta-tapi yang mulai raja iblis, jika ada yang mengetahui bahwa di istana ini tinggal dua orang manusia, maka itu bisa membuat kericuhan di kalangan penduduk yang berada di dalam wilayah anda karna masih banyak penduduk yang juga membantah dan menolak keputusan anda untuk menghentikan penyerangan ke Alam rendah kultivator!"
"itu benar yang mulia, apalagi jika hal ini sampai di telinga kaisar iblis vestlig regjering dan raja iblis lainnya, sudah dapat di pastikan ini akan memicu masalah yang lebih besar, dan anda akan di anggap sebagai pengkhianat ras iblis karna telah menjalin kerjasama dengan manusia!"
Para petinggi iblis langsung memperingati Djevelens Levia dengan konsekuensi yang akan terjadi atas tindakan yang ia ambil.
"Aku tahu hal itu, kalian juga harus merahasiakan hal ini, dan bukankah aku sudah di anggap sebagai penghianat karna memutuskan untuk menghentikan penyerangan ke Alam rendah kultivator? Apalagi kaisar iblis vestlig regjering dan raja iblis lainnya juga memang ingin menghapuskan kerajaan iblis Djevelens ini dari alam iblis untuk selamanya?..."
"... Mengenai penduduk yang membantah atau menolak keputusanku itu sudah hal biasa dalam pemerintahan karna akan selalu ada pihak pro dan kontra, Aku melakukan semua ini bukan untuk kepentingan pribadi tapi untuk kepentingan ras iblis agar bisa berdamai dan menjalin hubungan kerjasama dengan ras manusia atau bahkan seluruh ras yang ada di alam semesta ini, apakah kalian mengerti maksudku?" Jelas Djevelens Levia kepada para petinggi iblis seraya menatap mereka satu persatu.
Para petinggi iblis yang mendengar penjelasan Djevelens Levia tersebut kembali terdiam, mereka sebenarnya juga menginginkan hal yang sama seperti Djevelens Levia tapi sebelumnya mereka tidak bisa mengutarakan niatnya ketika Djevelens Konge yang masih menjadi raja iblis karna bisa saja mereka langsung di bunuh di tempatnya, sehingga mereka takut untuk mengambil tindakan.
Min Rhey yang mendengar perkataan Djevelens Levia kepada para petinggi iblisnya, seketika menyadari suatu hal dan juga langsung memahami maksud Min Di Lhyn tadi.
"Dia memang iblis tapi niatnya sangatlah luar biasa hebat dan mulia karna ingin menciptakan kedamaian antar seluruh ras yang ada di alam semesta ini, aku bahkan melupakan tugas utamaku kenapa aku di reinkarnasikan dan hanya fokus meningkatkan kekuatanku..."
"...tugasku dan niatnya sama-sama untuk menciptakan kedamaian tapi tanpa kekuatan yang dahsyat, itu sangatlah mustahil untuk di wujudkan. Djevelens Levia aku akan membantumu untuk mewujudkannya karna itu juga memang merupakan tugasku!" Batin Min Rhey dengan penuh tekad dan semangat di dalam hatinya dan menampilkan ekspresi wajah yang sangat serius.
Sedangkan Min Di Lhyn yang melihat ekspresi wajah Min Rhey langsung tersenyum senang karna berpikir bahwa Min Rhey sudah betul-betul paham apa yang ia maksud tadi walaupun penjelasannya tidak langsung mengarah pada perdamaian antar seluruh ras.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung~