SISTEM PENGUASA ABSOLUTE

SISTEM PENGUASA ABSOLUTE
64. NONA CHAO WULEI


__ADS_3

"hei! jaga sikapmu apakah kau tidak tahu siapa sebenarnya nona Chao wulei!" teriak marah penjaga tangga tadi kepada Min rhey sambil menghunuskan ujung tombaknya kepada Min rhey.


"hah! Nona!" Ucap Min rhey dengan nada yang sedikit berteriak karna terkejut ketika mendengar penjaga tangga memanggil wanita muda resepsionis dengan sebutan 'Nona' sambil memandangi mereka secara bergantian.


"hahahaha! sudah, sudah!" ucap wanita muda resepsionis yang di panggil nona Chao wulei oleh penjaga tangga sambil tertawa terbahak-bahak lalu melambaikan tangannya kepada penjaga tangga yang menghunuskan tombaknya kepada Min rhey.


penjaga tangga langsung menarik kembali tombaknya ketika mendapatkan perintah dari wanita muda yang berdiri di belakang Min rhey.


Min rhey menfokuskan pandangannya kepada wanita muda resepsionis yang dari tadi menemaninya berkeliling dengan tatapan yang seperti membutuhkan sebuah jawaban.


"ah, baiklah-baiklah aku mengerti!" ucap wanita muda tersebut yang mengerti dengan tatapan Min rhey yang seperti itu.


"maaf sebelumnya, perkenalkan namaku adalah Chao wulei pemilik paviliun merak putih!" ucap wanita muda tersebut memperkenalkan dirinya dengan nada yang sopan sambil membungkukkan badannya sedikit.


Min rhey yang mendengar perkataan Chao wulei merasa sedikit terkejut, Min rhey benar-benar tidak menyangka bahwa ketika ia baru tiba di paviliun merak putih ia langsung di layani oleh pemilik paviliun tersebut.


"tapi kenapa kau yang berjaga di meja resepsionis?" tanya Min rhey kepada chao wulei karna merasa penasaran kenapa pemilik paviliun yang berjaga langsung di meja resepsionis.


"ah, soal itu karna aku malas duduk di ruanganku sendirian jadi aku memutuskan untuk berjaga di meja resepsionis sambil melihat-lihat pemuda tampan seperti dirimu!" jawab Chao wulei dengan nada menggoda di akhir kalimatnya sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Min rhey.


ketika Min rhey mendengar kalimat akhir dan melihat kedipan mata Chao wulei, Min rhey langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain karna benar-benar tidak suka perilaku perempuan yang seperti itu.


30 menit kemudian.


akhirnya Min rhey bisa naik ke lantai 4 bersama Chao wulei tanpa kartu VIP paviliun merak putih, itu di karenakan Chao wulei sudah menganggap Min rhey sebagai teman walaupun mereka berdua belum kenal terlalu lama dan belum terlalu mengenal satu sama lain.


setelah Min rhey mengelilingi seluruh tempat yang terdapat pill dan tanaman herbal di lantai 4 di temani oleh Chao wulei, akhir Min rhey dapat menyimpulkan bahwa Pill tertinggi yang terdapat di paviliun merak putih hanya berada pada bintang 4 sedangkan untuk tanaman herbal hanya mempunyai usia selama 50 sampai 200 tahun.


Chao wulei mengajak Min rhey naik ke lantai 5 atau lebih tepatnya adalah ruangan kerja Chao wulei yang sebenarnya, tak butuh waktu lama akhirnya mereka berdua sampai di ruangan kerja Chao wulei.


"jadi bagaimana tuan muda, apakah ada yang menarik perhatianmu setelah melihat-lihat yang ada di paviliunku?" tanya chao wulei kepada Min rhey setelah duduk di kursi kerjanya.

__ADS_1


"Nona Chao wulei apakah anda mau menjalin kerjasama bersama dengan diriku dalam bidang bisnis sumber daya?"tanya Min rhey tanpa menjawab pertanyaan chao wulei yang duduk di kursi yang telah di sediakan di depan meja kerja Chao wulei.


sekarang Min rhey berniat untuk menjalin kerjasama dalam bidang bisnis Sumber daya bersama paviliun merak putih, walaupun Min rhey memiliki poin sistem yang sangat banyak yang bahkan bisa membeli seluruh isi alam rendah kultivator tapi menurut Min rhey membangun sebuah bisnis juga akan menambah wawasannya.


Chao wulei terdiam untuk beberapa saat Ketika mendengar perkataan Min rhey yang mengajaknya membuat kerjasama dalam bidang bisnis sumber daya kultivator, Chao wulei hanya mengira bahwa Min rhey datang di paviliunnya untuk mencari sumber daya yang ia butuhkan untuk menaikkan tingkat kultivasinya atau kekuatannya.


Tapi Chao wulei benar-benar tidak menyangka bahwa seorang pemuda yang terlihat umurnya bahkan belum cukup 20 tahun mengajaknya menjalin sebuah kerjasama bisnis.


"bagaimana nona Chao wulei? apakah anda tertarik?" lanjut Min rhey bertanya lagi kepada Chao wulei, karna Chao wulei masih terdiam seperti orang yang sedang menghayal.


"apa yang bisa kau lakukan atau berikan tuan muda, jika bekerjasama dengan paviliunku?" tanya Chao wulei yang telah sadar dari lamunannya ketika mendengar perkataan Min rhey.


Chao wulei merasa heran dan bingung tentang apa yang bisa dilakukan atau diberikan Min rhey jika ia bekerjasama dengan paviliunnya.


Min rhey yang mendengar pertanyaan Chao wulei tiba-tiba tersenyum penuh makna lalu melambaikan tangannya dengan santai untuk mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan dari sistem yang telah ia persiapkan beberapa menit yang lalu ketika ia telah memasuki ruangan kerja Chao wulei.


Min rhey sudah memperkirakan sebelumnya bahwa Chao wulei akan mengajukan pertanyaan seperti itu karna merasa tidak percaya atau bingung kepada dirinya.


"cobalah periksa isi cincin penyimpanan ini!" ucap Min rhey sambil memberikan cincin penyimpanan kepada Chao wulei yang baru saja ia keluarkan dari ruang penyimpanan inventori sistem.


tiba-tiba Chao wulei membelalakkan matanya serta menjatuhkan rahangnya karna terkejut setelah melihat isi cincin penyimpanan tersebut dengan mengalirkan kesadaran spiritualnya.


apa yang dilihat Chao wulei adalah tumpukan-tumpukan sumber daya yang sangat berharga seperti Pill bintang 5 yang sudah lama tidak pernah terlihat di kerajaan Xue atau bahkan seluruh kekaisaran timur.


di tumpukan-tumpukan tersebut juga terdapat tanaman-tanaman herbal yang mempunyai usia 300 sampai 500 tahun.


Untuk semua yang berada di dalam cincin penyimpanan tersebut, Min rhey hanya menghabiskan poin sistemnya sebanyak kurang lebih 100 ribu poin sistem.


Chao wulei dapat mengetahui pill dan tanaman herbal tersebut walaupun ia tidak pernah melihatnya, karna ia juga sesekali membaca buku-buku tua dan sering mendengar penjelasan kakeknya mengenai pil dan tanaman herbal.


"hehehe, bagaimana nona Chao wulei?" tanya Min rhey lagi kepada Chao wulei yang masih dalam ekspresi terkejutnya sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


Chao wulei tersadar dari keterkejutannya lalu mengalihkan perhatiannya kepada Min rhey sambil menatapnya dengan tatapan serius, lalu berkata,


"siapa kau sebenarnya? dari mana kau mendapatkan itu semua?" tanya Chao wulei dengan tatapan serius dan nada yang serius kepada Min rhey.


Chao wulei tidak dapat percaya bahwa seorang pemuda yang belum cukup 20 tahun memiliki sumber daya langka yang sangat banyak seperti itu.


"ah, maaf sebelumnya aku lupa memperkenalkan diriku, perkenalkan namaku adalah Min rhey seorang tuan muda dari keluarga Min di kerajaan Tan..."


"aku mendapatkan sumber daya itu di sebuah gua yang terletak di kedalaman hutan perbatasan kerajaan Xue dan kerajaan Tan!" jelas Min rhey dengan sedikit kebohongan kepada Chao wulei.


Chao wulei yang mendengar perkataan Min rhey hanya menganggukkan kepalanya kecil tanda mengerti walaupun ia masih sedikit tidak percaya kepada Min rhey mengenai asal dari sumber daya yang ia miliki.


2 jam kemudian.


selama beberapa jam Min rhey dan Chao wulei berbincang-bincang membahas kerjasama bisnis yang mereka telah sepakati.


Min rhey juga membuat sebuah syarat mengenai kerjasamanya dengan Chao wulei yaitu, Identitas Min rhey tidak boleh di ketahui oleh orang-orang bahwa sumberdaya tersebut berasal dari dirinya dan juga Min rhey menyuruh Chao wulei untuk bersikap santai dan tidak memanggil dirinya lagi tuan muda.


Chao wulei juga bertanya kepada Min rhey, mengapa Min rhey memberikan sembur daya tersebut kepada dirinya kenapa Ia tidak memakainya saja, tapi Min rhey hanya menjawabnya dengan kebohongan agar Chao wulei tidak mengetahui kekuatan Min rhey.


"mengenai penempatan Pill dan tanaman herbalnya, pasti kau bisa mengaturnya kan?" tanya Min rhey dengan nada santai kepada Chao wulei.


"soal itu, serahkan saja kepadaku Min rhey!" jawab Chao wulei menatap wajah Min rhey sambil tersenyum manis.


Min rhey hanya menganggukkan kepalanya kecil setelah mendengar jawaban Chao wulei.


"baiklah aku akan pergi dulu, besok aku akan datang lagi!" ucap Min rhey sambil berdiri dari tempat duduknya lalu bergegas keluar dari ruangan kerja Chao wulei.


"baiklah, hati-hati di jalan Min rhey!" ucap Chao wulei sambil menganggukkan kepalanya kecil.


setelah beberapa saat berjalan akhirnya Min rhey telah keluar dari paviliun merak putih, sekarang Min rhey berniat untuk mendatangi paviliun Navas api yang merupakan paviliun yang menyediakan berbagai macam senjata dan artefak.

__ADS_1


**Bersambung~


I LOVE YOU YANG NGE-VOTE DAN NGELIKE KOMENNYA SENDIRI😘🥰**


__ADS_2