
sekarang mentari sudah berada di ufuk barat pertanda bahwa sebentar lagi malam hari akan tiba. Di perjalanan menuju istana, Xue Yi juga membeli beberapa makanan yang berada di pinggir jalan kota Meigui, tentu saja yang membayarnya adalah Min rhey.
selama perjalanan menuju istana kerajaan Xue, Min rhey dan Xue Yi juga berbincang-bincang sambil tertawa karna lelucon yang mereka buat masing-masing, Sekarang Xue Yi juga sudah mulai bersikap santai kepada Min rhey sehingga mereka berdua terlihat sangat dekat dan akrab layaknya sepasang kekasih yang berjalan di pinggir jalan.
mereka berdua juga tak luput dari perhatian para pejalan kaki yang berlalu lalang di jalanan kota Meigui, banyak sekali tatapan kagum yang di tujukan kepada mereka berdua, bagaimana tidak, jika mereka berdua memiliki paras yang sangat mengagumkan bagi para lawan jenis mereka masing-masing, tidak ada juga yang berani mengganggu mereka berdua karna mereka tahu siapa pemuda yang berbaju hitam tersebut yang berjalan berdampingan dengan gadis cantik di sampingnya.
Kabar Min rhey mengalahkan keenam orang petinggi sekte pedang tunggal sudah tersebar ke seluruh penjuru kota Meigui hanya dalam waktu beberapa puluh menit ketika para penonton meninggalkan stadion pertandingan, bahkan mungkin dalam beberapa hari saja kabar tersebut akan tersebar ke seluruh benua timur atau seluruh alam rendah kultivator.
setelah beberapa puluh menit berlalu akhirnya Min rhey dan Xue Yi sudah berada di dalam istana kerajaan Xue, Min rhey dan Xue Yi tidak mendapatkan halangan apapun ketika Melawati gerbang kerajaan, pasalnya prajurit yang berjaga di sana sudah mengenali Min rhey dan Xue Yi bahwa Meraka berdua adalah tamu atau orang spesial bagi ratu Xue.
Sekarang Min rhey dan Xue Yi sudah berada di ruang tahta kerajaan Xue, untuk menemui Ratu Xue. Min rhey dan Xue Yi juga sudah memberi salam hormat kepada ratu Xue yang duduk di kursi singgananya.
"aku kira kau tidak akan datang kesini Min rhey!" ucap ratu Xue kepada Min rhey dengan nada santai sambil tersenyum hangat.
Min rhey yang mendengar perkataan dari ratu Xue hanya terkekeh menanggapi perkataan dari ratu Xue tersebut.
"jadi sebenarnya apa yang akan kau lakukan kesini?" tanya Ratu Xue kepada Min rhey dengan nada santai.
Min rhey yang mendengar pertanyaan Ratu Xue tersebut langsung mengangkat kepalanya lalu mengalihkan perhatiannya kepada ratu Xue sambil tersenyum penuh makna.
"apa lagi kalau bukan mengurus patriak Se dan kelima penatuanya itu!" jawab Min rhey sambil tersenyum penuh makna menatap wajah ratu Xue.
ratu Xue yang mendengar jawaban Min rhey tentu saja merasa sedikit terkejut, ia mengira bahwa Min rhey akan mengurus permasalahan tersebut setelah pertandingan yang di adakan kerajaan Xue selesai.
bahkan para petinggi-petinggi kerajaan yang berada disana juga merasa sedikit terkejut, karna mereka juga memiliki pemikiran yang hampir sama dengan ratu Xue.
"aku kira kau akan mengurusnya setelah pertandingan selesai! kenapa kau terlalu terburu-buru seperti itu?" ucap Ratu Xue setelah terdiam selama beberapa saat sambil bertanya kepada Min rhey.
__ADS_1
"saya hanya berpikir jika menyelesaikan permasalahan ini lebih cepat maka akan lebih baik, karna jangan sampai kita terlalu lama sampai-sampai suatu hal yang tidak diinginkan akan terjadi!" jawab Min rhey menanggapi pertanyaan Ratu Xue dengan nada yang sopan.
Ratu Xue dan para petinggi-petinggi yang berada di sana yang mendengarkan jawaban Min rhey terdiam sejenak memikirkan jawaban Min rhey lalu segera menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan Min rhey tersebut.
mereka semua juga berpikir jika permasalahan Patriak Se dan kelima penatuanya tidak cepat di selesaikan dan murid-muridnya yang masih berada di dalam wilayah sekte pedang tunggal, bisa jadi pemberontak akan terjadi di kerajaan Xue.
"hah, baiklah, pergilah ke ruang bawah tanah istana tempat di mana mereka di kurung, Jendral Chao temani Min rhey kesana!" ucap ratu Xue sambil menghela nafas kepada Min rhey lalu mengalihkan pandangannya ke jendral Chao yang berada tak jauh di kursinya.
"baik yang mulia ratu! ayo anak muda!" ucap jendral Chao kepada Ratu Xue sambil menangkupkan kedua tangannya memberi hormat lalu berbalik seraya mengajak Min rhey menuju ruang bawah tanah istana.
Min rhey langsung memberi hormat kepada ratu Xue, lalu hanya menganggukkan kepalanya menanggapi ajakan jendral Chao lalu segera mengikuti langkah kakinya dari belakang.
sedangkan Xue Yi yang dari tadi diam saja menyaksikan pembicaraan mereka langsung cemberut ketika Min rhey langsung pergi begitu saja tanpa berkata-kata kepada dirinya sehingga ia merasa di abaikan.
ratu Xue yang melihat hal tersebut hanya tersenyum manis melihat tingkah putri semata wayangnya itu, lalu ia langsung segera memanggil Xue Yi lalu mengajaknya berjalan-jalan ke taman belakang istana.
setelah beberapa saat berjalan, akhirnya Min rhey dan Jendral Chao sudah berada di ruang bawah tanah istana atau lebih tepatnya tempat di mana patriak Se dan kelima penatuanya di kurung.
Di penjara tersebut juga terpasang sebuah array yang dapat membuat seseorang yang berada di tahap raja alam ke bawah tidak dapat menggunakan energi Qi-nya, walaupun array tersebut tidak terpasang patriak Se juga sudah tidak dapat melakukan apapun karna sebelumnya Min rhey telah menghancurkan dantian miliknya sehingga ia tidak bisa berkultivasi lagi dan membuatnya menjadi orang biasa yang tidak memiliki tahap kultivasi, sedangkan peta penatuanya hanya ada beberapa orang yang dantiannya hancur.
Setelah Jendral Chao menghilangkan array yang berada di penjara tersebut, ia langsung membuka pintunya lalu melangkahkan kakinya memasuki penjara tersebut di ikuti dengan Min rhey dari belakang.
"apa yang akan kau lakukan kepada mereka anak muda? apakah kau akan langsung memenggal kepalanya?" tanya jendral Chao kepada Min rhey sambil mengalihkan perhatiannya ke belakang menatap Min rhey yang berdiri di belakangnya.
"jika kita langsung memenggal kepala mereka, itu sangat membosankan paman, aku punya cara tersendiri untuk mengurus hal yang seperti ini!" jawab Min rhey menanggapi pertanyaan dari jendral Chao sambil tersenyum mengerikan.
jendral Chao yang mendengar dan melihat senyum mengerikan yang terlukis di wajah Min rhey langsung membuat bulu kuduknya berdiri.
__ADS_1
"apakah paman bisa membangunkan mereka terlebih dahulu?" tanya Min rhey kepada jendral chao yang masih tersenyum mengerikan.
Jendral Chao yang mendengar pertanyaan Min rhey tersebut hanya menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan tersebut, tapi ia juga merasakan sesuatu yang sangat mengerikan akan segera terjadi di depan matanya.
Di waktu yang bersamaan, Xue Yi dan ratu Xue sudah berada di Gasebo yang terletak di taman belakang istana, Di sana hanya ada mereka berdua sambil menikmati teh yang telah di bawakan oleh pelayan.
pemandangan di sana juga tak kalah indah dengan taman yang berada di depan istana, di sana juga terdapat berbagai macam bunga-bunga berwarna-warni yang indah serta lampu-lampu jalan yang terbuat dari batu kristal yang membuat pemandangan di sana semakin damai dan tentram di malam hari.
"Yi'er apakah kau suka dengan Min rhey?" tanya Ratu Xue kepada Xue Yi dengan nada yang menggoda.
Xue Yi yang mendengar pertanyaan dari Ratu Xue langsung terkejut sehingga membuat pipinya langsung berubah menjadi berwarna merah seperti kepiting rebus, Xue Yi tidak menyangka bahwa ibunya itu akan mempertanyakan hal yang seperti itu, padahal dirinya saja tidak tahu pasti apakah ia menyukai Min rhey.
ratu Xue yang melihat ekspresi Xue Yi dan langsung terdiam karna malu setelah mendengar pertanyaannya langsung tersenyum manis dan juga sedikit mengerti apa yang di rasakan oleh Xue Yi kepada Min rhey, karna ia juga seorang wanita yang pernah jatuh cinta kepada seorang lelaki.
"katakan saja Yi'er, apa yang kamu rasakan jika bersama dengan Min rhey!" ucap ratu Xue kepada Xue Yi sambil mengelus pucuk kepalanya dengan lembut.
Xue Yi yang mendengar perkataan Ratu Xue atau ibunya, langsung mengalihkan perhatiannya kepada ratu Xue, menatap wajahnya dengan tatapan malu-malu.
"se-sebenarnya Yi'er juga tidak tahu pasti ibunda, tapi Yi'er selalu merasakan kehangatan yang luar biasa jika berada di samping Min rhey, sehingga Yi'er selalu ingin berada di sampingnya!" ucap Xue Yi dengan terbata-bata menjelaskan apa yang ia rasakan ketika sedang bersama dengan Min rhey sambil menyentuh dada kirinya.
Ratu Xue yang mendengar perkataan Xue Yi tersebut hanya terkekeh pelan menanggapi perkataan dari Xue Yi, ia juga memaklumi Xue Yi yang belum mengerti perasaan yang ia rasakan tersebut karna Xue Yi juga masih berumur 16 tahun dan juga selalu terkurung di dalam kamar sehingga Xue Yi tidak terlalu tau banyak kehidupan orang-orang lain di luar.
Kembali ke Min rhey.
Sekarang keenam orang petinggi sekte pedang tunggal sudah terbangun, mereka juga sangat terkejut ketika mengetahui bahwa diri mereka sudah berada di dalam penjara dan terikat rantai, yang paling mengejutkan bagi mereka adalah ketika ia melihat pemuda yang tadi pagi menghajar mereka hanya dengan sekali pukulan.
Min rhey yang melihat mereka semua sudah terbangun, langsung tersenyum mengerikan, sedangkan keenam orang yang melihat senyum mengerikan yang terlukis di wajah Min rhey membuat mereka seolah-olah sedang berada di depan dewa kematian langsung yang membuat mereka bergidik ketakutan serta semua bulu kuduk mereka berdiri.
__ADS_1
**Bersambung~
jangan lupa kasih bintang lima, like, vote, dan komen jika ada yang salah atau punya saran, agar Author semakin semangat dan rajin nulisnya, ok**?