SISTEM PENGUASA ABSOLUTE

SISTEM PENGUASA ABSOLUTE
62. ZUI CAO MENOLAK


__ADS_3

"apakah kau ingin ikut denganku menjelajahi seluruh tempat yang ada?"ucap Min rhey sambil memegangi kedua pundak Zui cao lalu membungkukkan badannya agar sejajar dengan tubuh Zui cao.


Zui cao yang mendengar ajakan dari Min rhey terdiam karna tidak tahu maksud Min rhey yang mengatakan menjelajahi seluruh tempat yang ada.


"apa maksud tuan menjelajahi seluruh tempat yang ada?" tanya Zui cao dengan tatapan yang penuh tanda tanya kepada Min rhey.


"maksudku adalah kita akan pergi ke tempat-tempat yang belum pernah kau dan aku kunjungi, apakah kau sudah mengerti?" jawab Min rhey lalu bertanya kembali kepada Zui cao.


Zui cao yang mendengar jawaban Min rhey, hanya menganggukkan kepalanya kecil tanda mengerti dari Maksud Min rhey.


"lalu apakah kau ingin ikut?" tanya Min rhey lagi kepada Zui cao setelah melihat Zui cap menganggukkan kepalanya.


"Anu-!"


bang!


belum sempat Zui cao menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba Pintu tokonya terbuka dengan sangat keras sehingga menciptakan suara yang keras.


Zui cao dan Min rhey langsung mengalihkan perhatiannya kepada Pintu toko yang telah terbuka, Zui cao dan Min rhey dapat Melihat satu orang pria paruh baya dan dua pria dewasa yang berdiri di belakangnya yang seperti pengawal pria paruh baya tersebut.


"hei anak kecil, waktu pembayaranmu sudah tiba!" ucap pria paruh baya tersebut dengan nada sedikit berteriak ketika melihat Zui cao.


Zui cao langsung mendekati pria paruh baya tersebut dengan langkah kaki yang sedikit gemetar karna takut.


"paman, tolong beri aku waktu satu Minggu lagi untuk mengumpulkan uang!" ucap Zui cao membungkukkan badannya lalu mendongakkan kepalanya menatap pria paruh baya tersebut.


"kurang ajar! aku sudah kehabisan kesabaran memberimu waktu!" ucap pria paruh baya tersebut sambil berteriak marah, lalu mengangkat tangannya untuk menampar pipi Zui cao.


Zui cao yang melihat hal tersebut hanya terdiam pasrah menerima tamparan tersebut, tapi ketika telapak tangan pria paruh baya itu hampir mengenai wajah Zui cao, tiba-tiba,


swosh!


Min rhey yang berada beberapa meter di belakang Zui cao, tiba-tiba menghilang lalu langsung berada di samping Zui cao sambil menahan telapak tangan pria paruh baya yang tinggal sedikit lagi mengenai pipi Zui cao.


"hah!"

__ADS_1


pria paruh baya dan kedua pria dewasa yang melihat hal tersebut tidak bisa tidak terkejut. ia tidak menyangka bahwa pemuda yang terlihat belum cukup 20 tahun itu mempunyai kecepatan yang sangat tinggi bahkan mungkin jauh berada di atasnya.


"kenapa kau menggangguku anak muda?" tanya pria paruh baya menatap tajam wajah Min rhey, walaupun di dalam hatinya merasa sedikit bergetar karna terkejut.


Min rhey langsung melepaskan tangan pria paruh baya tersebut, lalu memandanginya dengan tatapan datar lalu berkata,


"aku tidak suka jika seseorang memukul anak kecil!" ucap Min rhey dengan nada datar.


Zui cao yang tadinya pasrah akan menerima tamparan dari pria paruh baya sambil menutup kelopak matanya, akhirnya Zui cao membuka kembali kelopak matanya ketika mendengar suara Min rhey.


Zui cao menjadi bingung ketika tamparan pria paruh baya tersebut tidak mengenai pipinya padahal tadi ia sudah yakin bahwa tinggal sedikit lagi telapak tangan pria paruh baya tersebut menyentuh pipinya, tapi ketika Zui cao melihat Min rhey berada di sampingnya ia langsung dapat mengerti apa yang telah terjadi barusan sehingga telapak tangan pria paruh baya tersebut tidak mengenai pipinya.


"kenapa kau ingin memukul anak kecil ini?" lanjut Min rhey bertanya dengan nada datar menatap wajah pria paruh baya yang berdiri di depannya.


"hei! jaga sikapmu di depan tuanku!" ucap salah satu pria dewasa yang berdiri di belakang pria paruh baya dengan nada yang sedikit berteriak kepada Min rhey, ia merasa kesal karna Min rhey bersikap tidak menghargai tuannya itu atau pria paruh baya tersebut.


"kenapa dengan sikapku!" ucap Min rhey dengan nada datar mengalihkan perhatiannya kepada pria dewasa yang berteriak tadi.


"kau! kurang ajar!" ucap pria dewasa tersebut lalu langsung mengeluarkan senjatanya yang berupa sebilah pedang dari dalam cincin penyimpanan.


Pria dewasa tersebut langsung melesat menuju Min rhey sambil menghunuskan pedangnya kepada Min rhey, pria paruh baya yang melihat aksi anak buahnya atau pengawalnya itu hanya tersenyum sinis, sedangkan Zui cao merasa sangat khawatir karna ia berpikir bahwa Min rhey akan tamat.


Dengan kecepatan yang sangat tinggi yang tidak dapat dilihat dengan mata membuat orang-orang yang berada di sana tidak tahu apa yang telah di lakukan Min rhey kepada pria dewasa yang menyerangnya.


Min rhey sebenarnya menangkap pedang tersebut lalu meremasnya sehingga pedang tersebut patah lalu Min rhey mengarahkan aura pembunuhnya yang kuat yang terfokuskan kepada pria dewasa tersebut seorang diri yang membuatnya tersungkur ke lantai.


untuk beberapa saat pria paruh baya dan pria dewasa serta Zui cao yang menyaksikan hal tersebut, terdiam beberapa saat untuk mencerna apa yang baru saja terjadi.


"A-apa yang barusan terjadi? bagaimana mungkin dia selamat?" ucap pria paruh baya yang sudah tersadar dari lamunannya ketika melihat dengan jelas anak buahnya tersungkur di lantai sambil mengeluarkan seteguk darah dari dalam mulutnya.


pria paruh baya tersebut langsung mengalihkan pandangannya ke pada Min rhey, ketika matanya menatap mata Min rhey tiba-tiba ia merasa sedang berada di hadapan dewa kematian yang membuat dirinya bergetar ketakutan.


"si-siapa sebenarnya anda tuan muda?" ucap Pria paruh baya tersebut dengan nada terbata-bata dan juga mengubah sikapnya menjadi sangat sopan berbeda 180° dari sikapnya tadi.


"aku hanyalah orang yang ingin menjadi pengelana!" jawab Min rhey dengan nada datar menatap pria paruh baya tersebut.

__ADS_1


"kau belum menjawab pertanyaanku tadi!" lanjut Min rhey karna pertanyaannya yang tadi belum di jawab oleh pria paruh baya yang berdiri di depan.


"ah ma-maaf tuan muda, Sebenarnya Zui cao itu sudah tiga Minggu tidak membayar sewa toko ini!" ucap pria paruh baya tersebut dengan nada sopan sambil menunjuk ke arah Zui cao.


Zui cao yang mendengar perkataan pria paruh baya tersebut langsung menundukkan kepalanya sedangkan Min rhey langsung menganggukkan kepalanya kecil tanda mengerti mengapa pria paruh baya tersebut ingin memukul Zui cao.


Min rhey berpikir jika hal ini terjadi di bumi, kemungkinan orang yang menunggak tersebut sudah viral di dunia Maya karna orang yang menagih sudah kehabisan kesabaran.


"berapa yang akan di bayar Zui cao?" tanya Min rhey dengan nada datar menatap wajah pria paruh baya tersebut.


"20 keping koin perak tuan muda!" jawab pria paruh baya tersebut sambil sedikit membungkukkan badannya.


Min rhey yang mendengar jawaban pria paruh baya tersebut langsung mengeluarkan 20 koin perak dari dalam ruang inventori sistem dengan melambaikan tangannya agar tidak terlihat mencurigakan.


"ini pembayaran Zui cao!" ucap Min rhey sambil menyerahkan 20 koin perak kepada pria paruh baya tersebut.


"Terimakasih tuan muda!" ucap pria paruh baya menerima koin tersebut sambil membungkukkan badannya.


"tuan kenap-" Zui cao yang ingin bertanya kepada Min rhey mengapa Min rhey membayar sewa tokonya terhenti ketika Min rhey memotong perkataannya.


"ini hanya hadiah untukmu atas tekad dan kerja kerasmu selama ini melawan kerasnya kehidupan!" ucap Min rhey membalikkan badannya lalu menatap Zui cao.


"lalu apakah kau ingin ikut denganku?" lanjut Min rhey bertanya kepada Zui cao.


"Anu tuan muda, sebenarnya saya belum ingin meninggalkan toko ini karna toko ini selalu mengingatkan saya kepada kedua orang tua saya, saya masih ingin tinggal di sini untuk beberapa tahun lalu pergi menjelajahi dunia luar seperti apa yang tuan katakan!" jawab Zui cao dengan nada yang sedikit sedih sambil memperhatikan bagian-bagian lain tokonya.


Min rhey yang mendengar jawaban Zui cao hanya menganggukkan kepalanya kecil, walaupun ia ingin membawa Zui cao bersamanya tapi ia tidak boleh memaksanya jika Zui cao tidak ingin pergi.


Min rhey menundukkan badannya agar sejajar dengan tubuh Zui cao lalu memegang pundaknya sambil berkata,


"baiklah, jika itu pilihanmu, Ambillah ini mungkin ini bisa sedikit membantumu!" ucap Min rhey sambil mengeluarkan sekantong yang berukuran sedang yang berisikan ratusan koin emas.


**Bersambung~


AUTHOR: kami orang-orang dari seluruh alam dari novel SISTEM PENGUASA ABSOLUTE mengucapkan minal aidzin wal-faidzin mohon maaf lahir dan batin🙏.

__ADS_1


Maaf untuk para pembaca novel SPA karna author ngak up selama 9 hari, Author gak up soalnya banyak banget kerjaan, mulai dari kerjaan rumah dan luar rumah, Author ini adalah orang yang mandiri loh apalagi masih jomblo, kalau ada cewek yang masih jomblo yokkk kita pacaran🤣🤣🤣


Note: AUTHORNYA NGAK PUNYA MALU YAA🤣**


__ADS_2