
akhirnya Lei Huang Ju kembali lagi ke atas arena pertarungan setelah menyusun pertarungan antar kelompok.
"semua peserta telah membentuk kelompok mereka, jadi jumlah kelompok peserta yang terbentuk adalah 501 kelompok dan terdapat satu kelompok yang berisikan dua orang saja!" ucap Lei Huang Ju memberitahu jumlah kelompok yang telah terbentuk kepada para penonton.
para penonton dan peserta yang mendengar perkataan Lei Huang Ju sedikit terkejut, ketika mendengar bahwa ada sebuah kelompok yang hanya berisikan dua orang saja, pasalnya bahkan kelompok lengkap saja yang berisikan 3 orang mungkin masih kesulitan jika bertemu dengan orang-orang yang sebanding dengan mereka di dalam arena pertarungan, apalagi hanya dua orang saja.
"baiklah, mari kita mulai pertarungan antar kelompok putaran pertama di babak pertama ini!" lanjut ucap Lei Huang Ju dengan nada yang sedikit berteriak sambil menggunakan energi Qi-nya agar semua orang yang berada di dalam stadion mendengarnya.
para penonton yang mendengar hal tersebut langsung bertepuk tangan dengan meriah dan tak sedikit pula penonton yang berteriak menyebutkan nama jagoan-jagoan mereka. para peserta juga semakin bersemangat ketika mendengar perkataan Lei Huang Ju dan para penonton yang meneriakkan nama mereka.
"Di arena pertarungan pertama kelompok yang akan bertarung adalah...." Lei Huang Ju memanggil kelompok-kelompok yang akan bertarung.
para kelompok peserta yang di sebutkan namanya oleh Lei Huang Ju segera maju mendekati arena yang telah di tentukan oleh Lei Huang Ju.
"semangat!!!"
"semangat anak muda!!!"
"semangat tuan muda!!!"
"Hei pemuda tampan! aku untukmu, semangat lah!!!"
sorak-sorai para penonton yang melihat para peserta menaiki arena pertandingan membuat suasana semakin meriah, para peserta yang mendapatkan dukungan dari penonton juga semakin bersemangat, seolah-olah ingin langsung bertarung tanpa menunggu aba-aba dari wasit pertarungan.
setelah semua peserta berada di arena pertarungan yang telah di tentukan sesuai lawan mereka masing-masing, semua wasit di masing-masing arena pertarungan yang berjumlah tujuh arena segera memulai pertarungan kelompok tersebut.
"siap, mulai!"
ucap para wasit di ketujuh arena pertarungan yang hampir bersamaan, para peserta yang mendapati bahwa pertarungan telah di mulai tidak tinggal diam di tempatnya, semua peserta langsung mengambil senjata mereka masing-masing di cincin penyimpanan mereka lalu segera berlari menuju lawan mereka masing-masing sambil menghunuskan senjata mereka.
Clang!
Clang!
__ADS_1
Clang!
dentuman-dentuman pedang yang nyaring terdengar ketika para peserta mengadu senjata mereka, para penonton yang menyaksikan hal tersebut semakin bersorak-sorai seperti orang gila yang memaksa suaranya keluar.
sedangkan para penonton yang berada di area VIP kebanyakan hanya menonton pertarungan para peserta di setiap arena dengan seksama, memperhatikan semua gerakan peserta dengan sangat cermat.
sebagai orang-orang yang berasal dari sebuah keluarga atau organisasi yang memiliki kekuasaan terutama orang-orang yang bersalah dari sebuah sekte, mereka berniat merekrut peserta yang mempunyai potensi.
para peserta juga menonton dengan seksama para peserta lain yang sedang bertarung di atas arena, sebagian dari mereka juga berpikir bagaimana cara menghadapi lawan yang seperti mereka yang berada di atas arena.
sedangkan Min rhey yang menonton pertarungan para peserta itu, tiba-tiba merasa mengantuk sambil menyandarkan kepalanya ke kursi peserta karna tidak ada yang menarik bagiannya malahan hanya membuatnya bosan menunggu gilirannya untuk bertarung.
"A-anu, apakah anda tidak merasa gugup?" tanya gadis imut dan cantik yang duduk di samping Min rhey sambil menolehkan kepalanya menatap wajah Min rhey.
Min rhey yang mendengar pertanyaan gadis tersebut mengangkat kepalanya lalu menolehkan kepalanya ke samping sehingga tatapan mata Min rhey dan gadis tersebut bertemu yang membuat gadis tersebut malu sehingga menundukkan kepalanya dengan pipi yang sedikit berubah warna menjadi merah.
"tidak, apakah kau merasa gugup?" jawab Min rhey sambil bertanya kembali kepada gadis tersebut.
"I-iya, saya merasa sedikit gugup karna saya hanya berada di tahap tranformasi *3 sedangkan peserta lain rata-rata berada di tahap tranformasi *5 ke atas di tambah mereka semua mempunyai kelompok yang lengkap berbeda dengan kita yang hanya berdua!" jawab gadis imut dan cantik tersebut sambil menundukkan kepalanya serta pipinya yang masih sedikit berwarna merah.
"hei gadis cantik! kenapa kau ingin sekelompok bersama seekor semut lemah, hahahahah!" teriak Jan Cok Mu kepada gadis cantik itu lalu menunjuk ke arah Min rhey sambil tertawa terbahak-bahak.
gadis cantik yang mendengar perkataan Jan Cok Mu mengalihkan pandangannya kepada Jan Cok Mu yang berada tidak jauh dari mereka, sedangkan Min rhey yang mendapati hinaan dari Jan Cok Mu tidak menghiraukannya seperti tidak terjadi apa-apa yang tidak menyenangkan.
"tadi aku menawarimu untuk sekelompok denganku, tapi kau menolaknya dan lebih memilih bersama seekor semut lemah, tapi aku rasa kalian memang cocok bersama karna kalian berdua sama-sama lemah!" Ucap Jan Cok Mu dengan nada yang sangat sombong dan arogan kepada Min rhey dan gadis tersebut.
Gadis tersebut yang mendengar hinaan dari Jan Cok Mu sangat emosi dan ingin mendekati Jan Cok Mu untuk menyerangnya tapi langsung di hentikan oleh Min rhey dengan memegang pundaknya sambil mengatakan,
"tidak usah di ladeni, kadang orang bodoh memang banyak bicara karna tidak tahu mereka sedang menghadapi siapa!" ucap Min rhey untuk menenangkan gadis tersebut.
gadis tersebut terdiam dan heran ketika mendengar perkataan Min rhey, gadis tersebut tidak tahu arti perkataan Min rhey yang mengatakan 'kadang orang bodoh memang banyak bicara karna tidak tahu bahwa mereka sedang menghadapi siapa?', padahal gadis tersebut sudah memastikan bahwa Min rhey hanya berada di tahap pembentukan tubuh *7 beberapa tingkat di bawahnya, tapi meskipun demikian, gadis tersebut tetap menuruti Min rhey dan tidak ingin menghiraukan Jan Cok Mu lagi.
"sial, dasar lemah dan pengecut!" ucap Jan Cok Mu yang merasa sangat kesal kepada Min rhey dan gadis cantik tersebut karna tidak di hiraukan, lalu ia pun pergi menjauh dari tempat duduk Min rhey bersama teman sekelompoknya.
__ADS_1
"tadi kau di ajak oleh orang itu untuk sekelompok dengannya ya?" tanya Min rhey kepada gadis tersebut karna merasa penasaran kenapa Gadis tersebut menolak ajakan Jan Cok Mu.
"iya, sebenarnya tadi ada beberapa pemuda yang menawari hal yang sama seperti orang yang tadi itu, tapi saya menolak tawaran mereka semua!" jawab gadis imut dan cantik tersebut.
"kenapa kamu menolaknya dan memilih sekelompok denganku padahal mungkin kamu tahu aku hanya berada di tahap pembentukan tubuh *7?" tanya Min rhey yang rasa penasarannya bertambah mengenai alasan gadis tersebut menolak tawaran pemuda-pemuda lain dan lebih memilih sekelompok dengannya.
"itu karna mereka semua sangat sombong dan arogan seperti orang yang tadi itu, mereka semua mengatakan 'kamu sangatlah lemah jadi lebih baik bergabunglah dengan kelompokku aku akan melindungimu'!" jawab gadis cantik tersebut dengan menirukan suara orang-orang yang mengajaknya sebelumnya sambil mengembungkan pipinya karna merasa kesal.
Min rhey yang mendengar perkataan dan melihat ekspresi wajah kesal gadis tersebut membuat dirinya menahan tawanya sendiri karna merasa sangat lucu kepada gadis tersebut.
"lalu apa alasanmu memilihku untuk sekelompok denganmu?" ucap Min rhey mengulang pertanyaan kepada gadis tersebut sambil tersenyum manis serta menatap wajahnya.
"i-itu karna saya Melihat anda tadi di caci oleh orang itu tapi anda tetap tersenyum jadi saya memutuskan untuk sekelompok dengan anda dan juga karna anda belum mempunyai teman sekelompok!" jawab gadis tersebut dengan suara terbata-bata sambil menundukkan kepalanya karna malu serta pipinya yang semakin memerah.
"Oh, begitu ya!" ucap Min rhey menanggapi jawaban gadis tersebut dengan santai, tapi sebenarnya Min rhey sangat ingin tertawa karna merasa sangat lucu dengan sikap gadis tersebut.
setelah beberapa menit berlalu, pertarungan di arena pertarungan ketiga telah selesai, dengan kelompok pemenang yang hanya mendapatkan luka ringan sedangkan kelompok yang kalah mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh.
"pertarungan di arena ketiga telah selesai, pertarungan kelompok selanjutnya di arena ketiga adalah kelompok Min rhey dan si gadis imut melawan kelompok Jan Cok mu, zei cun, dan Om Mes Sum!" ucap Lei Huang Ju mengumumkan kelompok yang akan bertarung di arena ketiga setelah kelompok sebelum yang telah selesai bertarung telah turun dari arena.
"hahahahah!"
para penonton yang mendengar nama 'Si gadis imut' yang di sebutkan oleh Lei Huang Ju yang akan segera bertarung di arena ketiga langsung tertawa terbahak-bahak karna merasa lucu dengan nama tersebut.
"Hahahaha, siapa yang menyebut dirinya si gadis imut!" ucap gadis cantik yang sekelompok dengan Min rhey sambil tertawa terbahak-bahak.
Min rhey yang mendengar namanya di sebut oleh Lei Huang Ju segera berdiri dari tempat duduknya, lalu menolehkan kepalanya menatap gadis cantik tersebut yang masih tertawa terbahak-bahak lalu berkata,
"ayo, sekarang giliran kita yang akan bertarung!" ucap Min rhey sambil tersenyum manis kepada Gadis Tersebut.
"heh! hah! giliran kita?" ucap Gadis tersebut dengan nada yang heran dan bingung, karna namanya belum di sebut tapi Min rhey sudah mengajaknya naik ke arena untuk bertarung.
"jangan-jangan.....!" ucap wanita tersebut dengan nada yang sangat terkejut sambil membuka kelopak matanya dengan lebar-lebar serta wajahnya yang berubah memerah karna malu ketika menyadari bahwa dirinya yang di panggil oleh Lei Huang Ju dengan nama Si gadis imut.
__ADS_1
**Bersambung~
jangan lupa kasih bintang lima, like, vote, dan komen jika ada yang salah atau punya saran, agar Author semakin semangat dan rajin nulisnya, ok**?