SISTEM PENGUASA ABSOLUTE

SISTEM PENGUASA ABSOLUTE
59. KEBERANGKATAN MIN RHEY


__ADS_3

"aku mengerti maksudmu, tapi jika kau ikut pergi denganku maka kekuatan keluarga Min akan berkurang karna kau yang paling kuat yang berada di sini setelah diriku!" ucap Min rhey Dangan nada tegas sambil memandangi wajah Mou long.


Min rhey tau mengapa Mou long juga ingin pergi mengikuti dirinya, itu di karenakan sebagai bawahan, Mou long khawatir dengan keselamatan Min rhey walaupun ia tahu Min rhey sangatlah kuat.


Mou long yang mendengar perkataan Min rhey tidak tahu lagi harus berkata apa, Sedangkan Min Hao yang mendengar perkataan Min rhey hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan Min rhey.


tok! tok!


tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah, Mou long yang mendengar hal tersebut langsung bergegas menuju pintu rumah untuk melihat siapa yang datang.


krekkk!


Mou long membuka pintu rumah sehingga terdengar suara gesekan benda, ketika Pintu rumah terbuka dengan sempurna dapat terlihat satu orang gadis cantik bersama dua anak lelaki kembar yang berada di sisi kanan dan kirinya.


"kakak!"


ucap kedua anak lelaki kembar tersebut secara bersamaan lalu memeluk kaki Mou long, Mou long yang mendapati perilaku kedua anak kembar itu hanya mengusap pucuk kepala mereka berdua lalu mengalihkan perhatiannya kepada gadis yang bersama mereka sebelumnya.


"ada apa Nona Min Rue?" tanya Mou long sambil menatap wajah gadis tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah anak penatua kedua yaitu Min Rue.


"tidak ada, aku ke sini karna Mou kembar rindu dengan kakak dan ibunya!" jawab Min Rue Dangan nada santai.


Mou long yang mendengar jawaban Min Rue hanya menganggukkan kepalanya kecil. Karna Min Rue mempertanyakan keberadaan Min rhey akhirnya Mou long mempersilahkan Min Rue masuk dan berjalan menuju ruang tamu.


setelah beberapa saat berjalan Mou long dan Min Rue telah tiba di ruang tamu, Mou long juga tidak lupa mempersilahkan Min Rue duduk untuk menunggu kedatangan Min rhey.


beberapa menit telah berlalu, Kini Min rhey, Min Hao, dan Jun Yue telah berada di ruang tamu dan duduk di kursi yang telah di sediakan di sana, sedangkan Mou long hanya berdiri di dekat Min rhey.


untuk beberapa saat keheningan terjadi, karna tidak ada yang memulai pembicaraan. Min Rue yang mendapati suasana seperti itu manjadi bingung karna tidak biasanya hal tersebut terjadi.


"ada apa ini bibi?" tanya Min Rue kepada Jun Yue sambil memandangi wajah Jun Yue yang terlihat agak sedih.


"ahhhh, sepupumu akan pergi dua Minggu dari sekarang!" jawab Jun Yue sambil menghela nafas panjang

__ADS_1


Min Rue yang mendengar jawaban Jun Yue terkejut, ia bingung kenapa Min rhey ingin pergi sehingga Min Rue mengalihkan pandangannya kepada Min rhey, Min Rue menatap wajah Min rhey dengan penuh tanda tanya.


Min rhey yang mendapati pandangan seperti itu dari Min Rue langsung menjelaskan alasannya mengapa ia ingin pergi, Min rhey menjelaskan sama seperti ketika ia menjelaskannya kepada Min Hao dan Jun Yue Ketika masih berada di ruang makan.


Min Rue yang mendengarkan penjelasan Min rhey mengenai keinginannya pergi hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


tapi Min rhey juga mengingatkan kepada Min Rue untuk tidak memberitahu orang-orang di keluarga Min sebelumnya waktu kepergiannya tiba.


selama beberapa puluh menit mereka semua berbincang-bincang untuk menghilangkan rasa sedih atas keputusan Min rhey yang ingin pergi walaupun masih tersisa selama dua Minggu sebelum kepergian Min rhey.


setelah berbincang-bincang Min Rue langsung kembali lagi ke rumahnya tapi ia tidak membawa lagi adik kembar Mou long, karna mereka berdua mengatakan ingin bersama ibunya dulu.


13 hari kemudian


waktu berlalu begitu cepat sehingga tak terasa 13 hari telah terlewati dengan singkat. selama 13 hari itu Min rhey menghabiskan waktunya untuk memberikan arahan kepada orang-orang di keluarga Min dan juga memberitahu tingkatan-tingkatan kultivasi mulai dari ranah fana, ranah immortal, ranah dewa biasa, ranah prajurit dewa, dan ranah Kapten dewa.


Min rhey juga sekali-kali mengadakan latih tanding dengan pemuda-pemuda bahkan dengan para penatua, Tapi ketika berlatih tanding dengan orang-orang yang berada di kediaman keluarga Min-nya, Min rhey tidak lupa menurunkan tingkat kekuatan sehingga setara dengan orang yang ia lawan, hal tersebut Min rhey lakukan agar tahu sampai di mana kemampuan orang-orang kediaman keluarga Min.


Dan hasil dari itu semua lumayan memuaskan bagi Min rhey, karna banyak sekali dari orang-orang yang tinggal di kediaman keluarga Min sekarang, yang sudah bisa mengimbangi orang-orang yang berada satu tingkat di atasnya.


semua orang yang berada di kediaman keluarga Min bingung ketika mendengar pengumuman yang mengenai kepergian tuan muda mereka, tapi rasa bingung itu langsung hilang ketika mereka semua mengetahui alasan tuan mudanya pergi dari para penatua.


belasan jam berlalu begitu saja dengan cepat sehingga jamuan makan telah di mulai, jamuan makan itu di buat dengan sangat meriah.


jalanan-jalanan yang berada di halaman yang sangat luas di kediaman keluarga Min di hiasi dengan lampu-lampu yang berwarna-warni, meja dan kursi di tata dengan rapi, serta makanan dan minuman yang terlihat sangat enak di hidangkan di atas meja-meja yang telah tersedia di halaman yang luas itu.


Ketika jamuan makan malam tersebut berlangsung dapat terdengar juga alunan musik yang membuat jamuan makan tersebut semakin meriah, para pemuda dan pemudi juga mengenakan pakaian terbaik mereka agar dapat tampil dengan percaya diri.


setelah 3 jam berlalu, kini pesta jamuan makan telah berlalu semua orang juga telah kembali ke rumah mereka masing-masing.


keesokan harinya.


mentari kembali menyinari seluruh daratan alam rendah kultivator, sinar mentari memasuki jendela kamar Min rhey sehingga menyinari wajahnya.

__ADS_1


Min rhey membuka kelopak matanya dengan perlahan-lahan ketika merasakan sinar mentari menerpa wajahnya, Min rhey mengangkat tangannya untuk menghalangi sinar matahari tersebut agar tidak menyilaukan matanya.


setelah meregangkan otot-ototnya, Min rhey bangun dari tempat tidurnya lalu bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


tak butuh waktu lama, Min rhey telah selesai membersihkan diri lalu keluar dari kamar mandi untuk mengenakan pakaiannya yang serupa dengan yang biasa ia pakai.


Min rhey Keluar dari kamarnya setelah mengenakan pakaiannya, lalu berjalan menuju ruang makan untuk menyantap sarapan pagi.


ketika Min rhey sampai di ruang makan, Min rhey tidak bisa tidak terkejut ketika melihat begitu banyak sekali makanan yang telah di hidangkan di atas meja makan.


'ini bukan lagi sarapan pagi namanya tapi makan pagi' batin Min rhey sambil tersenyum canggung lalu berjalan menuju kursi yang biasa ia duduki yang berada di samping Mou long.


Jun Yue yang melihat Min rhey telah duduk di kursinya langsung memberikan banyak sekali makanan di atas piring Min rhey, lalu berkata,


"makan banyak-banyak karna hari ini kau akan pergi, jadi kau harus membutuhkan tenaga yang sangat banyak!" ucap Jun Yue sambil tersenyum manis kepada Min rhey.


Min rhey yang melihat hal tersebut hanya tersenyum canggung lalu menganggukkan kepalanya kecil, sebenarnya walaupun Min rhey tidak makan selama satu tahun atau sepuluh tahun tenaganya akan tetap terjaga selama energi Qi-nya tidak habis di tambah dengan tahap kultivasi Min rhey yang telah mencapai ranah prajurit dewa yaitu tahap dewa putih *3 yang membuat Dantiannya dapat menampung energi Qi yang sangat banyak.


setelah beberapa saat mereka semua telah selesai sarapan pagi, tidak! tapi makan pagi bagi Min rhey karna Min rhey yang paling banyak makan dan yang paling terakhir selesai makan.


"ayah ibu, waktu kepergianku telah tiba tolong jaga kesehatan kalian, Mou long tolong jaga kediaman keluarga Min dan untuk Bibi tolong rawat rumah dan batu ibuku untuk memasak makanan!" ucap Min rhey memandangi satu persatu orang-orang tersebut.


"tenang saja rhey'er aku dan ayahmu pasti akan menjaga kesehatan dan ingat jaga diri baik-baik ketika kau sudah berada di luar sana" ucap Jun Yue sambil menatap Min rhey dengan senyum manis walaupun air matanya seakan-akan keluar kapan pun.


"tuan muda tenang saja, aku akan menjaga kediaman keluarga dan isinya bahkan jika harus mempertaruhkan nyawa!" ucap Mou long tegas dengan percaya diri.


"tuan muda tenang saja, aku akan merawat rumah dengan baik dan membantu nyonya besar!" ucap Jun Yue sambil tersenyum hangat menghadap Min rhey.


Min rhey menganggukkan kepalanya lalu tersenyum manis ketika mendengar perkataan mereka, Min rhey langsung mengibaskan tangannya dengan santai, tiba-tiba muncul sebuah giok berwarna merah di tangannya yang berbentuk seperti naga, lalu Min rhey memberikannya kepada Min Hao.


Min Hao yang menerima giok tersebut, tampak heran dan bingung karna tak tahu kegunaan giok tersebut dan mengapa Min rhey memberikannya.


"ayah pecahkan itu jika terjadi sesuatu yang sangat berbahaya, aku akan langsung datang!" ucap Min rhey sambil membalikkan badannya berjalan menuju pintu rumah.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2