SISTEM PENGUASA ABSOLUTE

SISTEM PENGUASA ABSOLUTE
89. MIN RHEY MENYERAH


__ADS_3

"a-aku selalu ingin ada di sampingmu!" ucap Xue Yi dengan nada terbata-bata karna malu.


Min rhey yang mendengar perkataan Xue Yi yang seperti itu, tentu tidak bisa tidak merasa terkejut tapi di waktu yang bersamaan ia juga merasakan sesuatu yang pernah hilang di dalam hatinya.


"Xue Yi, aku berjanji akan mengabulkan permintaanmu itu dan juga aku akan terus melindungimu!" ucap Min rhey kepada Xue Yi dengan nada lembut sambil mengelus pucuk kepalanya setelah beberapa saat terdiam.


Xue Yi yang mendengar perkataan Min rhey dan mendapati perlakuan Min rhey yang seperti itu, langsung membuat dirinya tersenyum bahagia.


pertarungan para peserta terus berlanjut, setiap nama Min rhey di panggil oleh Lei Huang Ju untuk bertarung di atas arena, pasti peserta yang akan menjadi lawannya akan membuat alasan agar tidak bertarung dengan Min rhey.


Min rhey yang mendapati tidak ada peserta yang ingin melawannya lagi tentu saja merasa kesal 'sial! aku terlalu bodoh untuk memperlihatkan sedikit kekuatanku tadi!' batin Min rhey yang mengutuk dirinya sendiri di dalam hatinya.


Jika ada orang yang mengetahui bahwa Min rhey mengatakan bahwa ia hanya menggunakan sedikit kekuatannya, pasti mereka semua tidak akan percaya dan akan menganggap Min rhey adalah orang yang sombong, pasalnya untuk mengalahkan orang yang berada di tahap raja alam hanya dengan satu serangan, setidaknya orang tersebut harus berada beberapa tingkat di atasnya atau satu tahap di atasnya.


setelah beberapa saat menyaksikan pertarungan peserta lain, pengawal atau prajurit kerajaan datang menghampiri Min rhey lagi.


"mohon maaf tuan, yang mulia ratu Xue memanggil anda!" ucap prajurit kerajaan tersebut kepada Min rhey dengan nada yang sopan sambil memberi Min rhey hormat dengan sedikit membungkukkan badannya menghadap Min rhey.


Min rhey yang mendengar perkataan prajurit kerajaan tersebut hanya mengangguk kecil menanggapi perkataannya lalu segera berdiri bersama Xue Yi.


Min rhey dan Xue Yi berjalan menuju ruangan khusus ratu Xue dengan mengikuti langkah kaki prajurit yang berjalan di depannya.


setelah beberapa saat berjalan akhirnya mereka berdua telah sampai di depan pintu ruangan khusus ratu Xue tersebut, prajurit yang menuntun mereka langsung membuka Pintu ruangan tersebut.


Krekkkk!


dapat terdengar suara benda yang bergesekan ketika prajurit tersebut membuka pintu.


"silahkan tuan dan nona!" ucap prajurit tersebut mempersilahkan Min rhey dan Xue Yi memasuki ruangan itu.


Min rhey dan Xue Yi langsung melangkahkan kakinya memasuki ruangan khusus Xue Yi,mereka berdua terus berjalan lalu berhenti ketika sudah berada tepat di hadapan Ratu Xue.


"salam yang mulia ratu!"ucap Min rhey dengan nada yang sopan sambil sedikit membungkukkan badannya memberi hormat kepada ratu Xue.


"salam yang mulia ratu!" ucap Xue Yi dengan nada sopan sambil membungkukkan badannya serta mengangkat sedikit jubahnya memberi hormat kepada Ratu Xue.


Ratu Xue yang melihat hal tersebut hanya menganggukkan kepalanya kecil lalu segera melambaikan tangannya dengan santai tanda menerima hormat mereka berdua.


Min rhey dan Xue Yi yang mendapati lambaian tangan Ratu Xue langsung kembali mengangkat tubuhnya dari posisi bungkuknya.

__ADS_1


"ada apa anda memanggil kamu yang mulia ratu Xue!" tanya Min rhey kepada ratu Xue dengan nada yang sopan.


"apa yang akan kita lakukan pada patriak Se dan kelima penatuanya yang telah di penjarakan di ruang bawah tanah istana? apakah kita biarkan saja mereka di sana?"tanya Ratu Xue kepada Min rhey.


Sebenarnya Ratu Xue telah memikirkan apa yang ia lakukan kepada Patriak Se dan kelima penatuanya itu setelah ia kembali ke ruangannya, tapi ia bingung harus bertindak bagaimana kepada mereka berenam, karna mereka merupakan petinggi dari sekte pedang tunggal yang berada di dalam wilayah kerajaannya yang juga merupakan kekuatan tempur kerajaan Xue.


Ratu Xue juga berpikir jika ia membunuh mereka berenam, kemungkinan besar akan memicu kekacauan di sekte pedang tunggal yang bisa saja para murid-murid di sana akan memberontak kepada kerajaan Xue. sehingga ia meminta pendapat Min rhey atas permasalahan tersebut.


Min rhey yang mendengar pertanyaan Ratu Xue tersebut tiba-tiba tersenyum penuh makna, lalu berkata,


"tentu saja kita harus memusnahkan mereka karna mereka juga sebenarnya mempunyai niat buruk kepada anda!" ucap Min rhey dengan santai sambil tersenyum mengerikan.


Semua petinggi-petinggi kerajaan Xue dan Ratu Xue yang mendengar jawaban Min rhey tersebut, langsung tersentak karna terkejut.


"apakah kau yakin Min rhey? bagaimana dengan murid-murid sekte pedang tunggal yang kemungkinan besar akan memberontak jika mengetahui patriak dan para penatua mereka telah kita musnahkan?" tanya Ratu Xue lagi kepada Min rhey untuk meminta penjelasan bahwa keputusan yang ia berikan sudah benar.


"aku sangat yakin dengan perkataanku, mengenai permasalah murid-murid sekte pedang tunggal, serahkan saja padaku!" jawab Min rhey dengan penuh percaya diri kepada Ratu Xue.


Ratu Xue yang mendengar jawaban Min rhey, mengalihkan perhatiannya kepada para petinggi kerajaan lainnya yang berada di sana seperti meminta persetujuan kepada mereka, Para petinggi-petinggi tersebut terdiam untuk beberapa saat lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju dan mempercayai Min rhey.


Ratu Xue yang melihat tanggapan dari semua petinggi-petinggi kerajaan tersebut, juga langsung menganggukkan kepalanya menanggapi mereka lalu kemabli mengalihkan perhatiannya kepada Min rhey.


"Terima kasih yang mulia ratu, tapi aku ingin meminta satu hal!" ucap Min rhey menanggapi perkataan Ratu Xue dengan nada yang sopan.


"apa itu Min rhey?" tanya Ratu Xue kepada Min rhey.


"biarkan aku juga yang mengurus keenam petinggi Sekte pedang tunggal itu!" ucap Min rhey lalu tersenyum menyeramkan kepada Ratu Xue.


Ratu Xue yang mendengar dan melihat senyum menyeramkan yang terukir di wajah Min rhey langsung membuat bulu kuduknya berdiri.


"ba-baiklah!" ucap ratu Xue dengan nada terbata-bata langsung menyetujui permintaan Min rhey tersebut.


untuk beberapa saat, Ratu Xue memuji Xue Yi atas kemenangannya tadi ketika bertarung dengan Pau sia, Xue Yi yang mendengar pujian Dari Ratu Xue tersebut Tentu saja merasa senang sehingga membuatnya tersenyum senang.


setelah beberapa saat Min rhey dan Xue Yi memohon undur diri kepada ratu Xue untuk kembali ke kursi mereka yang berada di wilayah kursi peserta.


Sekarang Min rhey dan Xue Yi sudah berada di kursi mereka masing-masing sambil menyaksikan pertarungan para peserta yang berada di setiap arena.


setelah beberapa pertarungan antar peserta telah selesai, Lei Huang Ju segera memanggil nama peserta yang akan bertarung lagi di arena ketiga.

__ADS_1


"pertarungan selanjutnya di arena ketiga adalah Min rhey melawan Xue Yi!" teriak Lei Huang Ju memanggil nama peserta yang akan bertarung di arena ketiga setelah peserta yang bertarung sebelumnya sudah meninggalkan arena tersebut.


Min rhey dan Xue Yi yang mendengar perkataan dari Lei Huang Ju bahwa mereka berdua akan saling berhadapan, langsung tersentak karna terkejut lalu mereka berdua saling mengalihkan perhatian ke samping sehingga tatapan mereka bertemu.


"bagaimana Xue Yi?" tanya Min rhey kepada Xue Yi sambil tersenyum manis menatap wajah Xue Yi.


Xue Yi yang saling bertatapan dengan Min rhey tentu saja membuat pipinya berubah warna menjadi merah, lalu tiba-tiba Xue Yi langsung menundukkan kepalanya karna malu ketika mendengar pertanyaan Min rhey tersebut.


"a-aku tidak ingin melawanmu!" jawab Xue Yi dengan nada terbata-bata menanggapi pertanyaan Min rhey.


Min rhey yang mendengar jawaban Xue Yi hanya menggelengkan kepalanya, karna ia tahu kenapa Xue Yi tidak ingin melawannya, itu di karenakan Xue Yi berpikir jika ia melawan Min rhey sudah pasti ia tidak punya kesempatan untuk menang.


"aku menyerah!" ucap Min rhey setelah beberapa saat berpikir di kursinya.


Min rhey memutuskan untuk menyerah daripada melanjutkan partisipasinya atas pertandingan tersebut, Min rhey berpikir walaupun ia terus melaju ke babak selanjutnya tidak akan ada peserta yang berani melawannya karna mereka semua tahu apa yang akan terjadi kepada mereka jika berhadapan dengan Min rhey.


soal hadiah yang akan di dapatkan oleh pemenang pertandingan tersebut, Min rhey tidak terlalu memikirkannya karna ia memiliki toko sistem dan poin sistem yang sangat banyak.


para penonton yang mendengar perkataan Min rhey tentu saja menjadi heran dan bingung dengan keputusan Min rhey tersebut, tak sedikit pula yang membicarakan penyebab Min rhey menyerah.


"baiklah! pertarungan Min rhey dan Xue Yi di menangkan oleh Xue Yi karna Min rhey menyerah sebelum bertarung!" ucap Lei Huang Ju mengumumkan kemenangan Xue Yi dan Min rhey yang menyerah.


Xue Yi yang mendengar perkataan Min rhey dan pengumuman kemenangannya dari Lei Huang Ju, langsung mengalihkan perhatiannya kepada Min rhey karna heran dan bingung kenapa Min rhey menyerah.


"aku bosan jika menang terus tanpa bertarung!" ucap Min rhey yang mengerti atas tatapan Xue Yi kepadanya.


Xue Yi yang mendengar perkataan Min rhey tersebut hanya terkekeh pelan, Xue Yi juga tahu hal tersebut karna ia sudah beberapa kali mendengar dan melihat peserta yang akan menjadi lawan Min rhey langsung membuat alasan seperti sakit perut, sakit pinggang, sakit kepala dan yang lainnya agar ia tidak berhadapan dengan Min rhey, padahal jika seorang kultivator mengalami hal tersebut, bagi mereka itu hanyalah masalah kecil yang tidak terlalu berpengaruh sehingga para peserta tersebut sangat kentara bahwa mereka hanya beralasan.


4 jam kemudian.


"baiklah pertandingan babak kedua hari ini telah selesai, besok kita akan melanjutkan pertandingan babak ketiga!" ucap Lei Huang Ju menggunakan energi Qi-nya mengumumkan bahwa pertandingan telah selesai.


Para penonton dan peserta yang mendengar hal tersebut langsung berdiri dari tempat duduknya lalu bergegas berjalan keluar dari stadion.


Setelah beberapa saat berjalan akhirnya Min rhey dan Xue Yi sudah berada di luar stadion, mereka berdua memutuskan untuk langsung pergi ke istana kerajaan.


sekarang mentari sudah berada di ufuk barat pertanda bahwa sebentar lagi malam hari akan tiba. Di perjalanan menuju istana, Xue Yi juga membeli beberapa makanan yang berada di pinggir jalan kota Meigui, tentu saja yang membayarnya adalah Min rhey.


**Bersambung~

__ADS_1


jangan lupa kasih bintang lima, like, vote, dan komen jika ada yang salah atau punya saran, agar Author semakin semangat dan rajin nulisnya, ok**?


__ADS_2