
orang-orang yang berada di dalam bangunan tersebut langsung terkejut ketika pintu bangunan tiba-tiba hancur, memperlihatkan seorang pemuda yang mengenakan pakaian berwarna hitam dengan garis-garis bercorak naga berwarna emas.
mereka semua tidak menyangka bahwa seorang pemuda dapat menghancurkan pintu tersebut, mereka berpikir bahkan jika itu mereka yang ingin menghancurkan pintu tersebut setidaknya membutuhkan kerja keras yang cukup banyak.
Setelah pintu bangunan hancur, Min rhey dapat melihat beberapa orang yang sedang berkumpul di dalam bangunan tersebut, sebenarnya bangunan tersebut adalah Aula pertemuan keluarga Si.
salah seorang pria paruh baya yang duduk di kursi pusat aula keluarga langsung berdiri dari duduknya, lalu berjalan mendekati Min rhey.
"siapa kau? kenapa kau datang ke kediaman keluarga Si?" tanya pria paruh baya tersebut ketika sudah berada di depan Min rhey dengan tatapan serius.
"aku adalah tuan muda dari keluarga Min yang telah kalian serang, dan aku datang untuk menghukum orang-orang yang telah menyerang kediaman keluarga Min-ku!" jawab Min rhey dengan wajah datar memandang pria paruh baya tersebut lalu memandang semua orang yang berada di dalam aula pertemuan keluarga.
semua orang langsung terkejut ketika mendengar jawaban pemuda yang mengatakan bahwa ia adalah tuan muda dari keluarga Min.
tak lama kemudian semua orang langsung tertawa terbahak-bahak, Ketika menyadari pemuda tersebut datang ke kediaman keluarga Si hanya seorang diri.
"hahahaha, apakah kau sudah gila, hanya seorang diri ingin menghukum kami!" ucap pria paruh baya yang berada di sisi kanan aula pertemuan keluarga.
"bahkan jika kau membawa semua orang Keluarga Min, itu belum cukup untuk mengalahkan keluarga Si kami!" ucap seorang pria paruh baya yang yang berada di sisi kiri aula pertemuan keluarga yang menambahkan perkataan pria paruh baya yang berada di sisi kanan aula pertemuan keluarga.
Min rhey yang mendengar perkataan yang menghina dari kedua orang pria paruh baya tersebut hanya menatap keduanya secara bergantian, lalu mengibaskan tangannya dengan santai mengarah ke dua orang pria paruh baya tersebut, seketika,
slash!
slash!
buk!
buk!
sebilah pedang Qi berwarna emas melesat menuju ke masing-masing perpotongan leher kedua orang pria paruh baya tersebut, lalu tak lama kemudian terdengar suara benda jatuh ke lantai.
suara notifikasi sistem terdengar sebanyak dua kali bersamaan dengan layar hologram transparan yang muncul di depannya, tetapi Min rhey tidak menghiraukan hal tersebut karna walaupun ia mendapatkan poin pengalaman itu tidak akan membuatnya menembus tingkatan.
pria paruh baya yang berada di depan Min rhey menolehkan kepalanya ke belakang menatap pria paruh baya sebelumnya seketika ia membelalakkan matanya serta menjatuhkan rahangnya karna terkejut melihat kedua kepala orang tersebut telah terjatuh menggelinding di lantai.
beberapa orang yang berada di dalam aula pertemuan keluarga juga mengubah ekspresi wajahnya seperti pria paruh baya yang berdiri di depan Min rhey ketika melihat kejadian tersebut.
mereka semua tidak menyangka bahwa pemuda tersebut dapat dengan mudah memenggal kepala kedua orang sebelumnya hanya dengan lambaian tangannya.
kedua orang sebelumnya sebenarnya adalah para penatua keluarga Si yang Tingkat kultivasinya berada di tahap tuan alam, tapi dengan mudahnya kepala mereka di penggal oleh pemuda yang mengatakan dirinya sebagai tuan muda keluarga Min.
Min rhey hanya menatap kedua kepala yang menggelinding di lantai dengan tatapan datar seolah-olah tidak terjadi apa-apa lalu mengalihkan pandangannya kepada pria paruh baya yang sedang berdiri di depannya, lalu berkata,
__ADS_1
"apakah kau patriak keluarga Si?" tanya Min rhey dengan wajah datarnya menatap pria paruh baya tersebut.
mendengar pertanyaan Min rhey pria paruh baya tersebut mengalihkan perhatiannya kepada Min rhey, lalu berkata,
"iya, aku adalah patriak keluarga Si, Si un tung!" ucap pria paruh baya tersebut dengan nada sombong memperkenalkan diri sambil menganggukkan kepalanya kecil, pria paruh baya tersebut adalah patriak keluarga Si, yang bernama Si un tung.
Min rhey yang mendengar jawaban pria paruh baya tersebut yang merupakan patriak keluarga Si, hampir tertawa ketika mendengar namanya.
'untung apanya, hari ini kau akan ku siksa sampai kau merasakan dirimu sedang di siksa di neraka!' batin Min rhey sambil menatap wajah patriak Si.
Min rhey langsung mengeluarkan artefak rantai pengekang tubuh laku melemparkannya kepada patriak Gu, seketika rantai tersebut melilit seluruh tubuh patriak Si.
Arkkk!
Arkkk!
Patriak Si langsung berteriak kesakitan ketika rantai pengekang tubuh melilit seluruh tubuhnya, ia merasakan energi Qi-nya terserap lalu merasakan seluruh tubuhnya di tusuk-tusuk oleh ribuan jarum.
"kurang ajar! kau berani sekali langsung menyerang patriak Si!" teriak marah seorang pria paruh baya yang berada di dalam aula pertemuan keluarga tersebut.
semua orang yang melihat hal yang di lakukan Min rhey langsung menjadi marah, beberapa dari mereka langsung berteriak karna marah kepada Min rhey.
"penatua ke empat, pergi dan kumpulkan semua orang yang bisa bertarung di keluarga Si, pemuda itu tidak akan muda untuk di hadapi!" ucap seorang pria paruh baya kepada pria paruh baya yang berada di dekatnya, memerintahkannya untuk pergi mengumpulkan orang-orang keluarga Si.
pria paruh baya yang mendapati perintah tersebut hanya menganggukkan kepalanya kecil tanda mengerti, lalu melesat keluar melalui puing-puing bangunan yang sebelumnya adalah pintu besar aula pertemuan keluarga.
"ayo serang pemuda itu lalu lepaskan patriak!" teriak salah seorang pria paruh baya yang berada di dalam aula pertemuan keluarga sambil mengeluarkan senjatanya dari cincin penyimpanannya.
Min rhey yang melihat hal tersebut langsung mendekati Patriak Si yang masih berteriak kesakitan serta berguling-guling di lantai, laku menyeretnya keluar dari aula pertemuan keluarga.
para pria paruh baya yang melihat hal tersebut langsung berlari mengikuti Min rhey keluar dari aula pertemuan keluarga, karna mereka mengira Min rhey takut dan akan melarikan diri.
Tapi sebenarnya pikiran mereka salah besar, Min rhey keluar dari aula pertemuan keluarga karna ia berpikir jika berada di dalam aula tersebut untuk melakukan pertarungan Ketika orang-orang dari keluarga Si datang maka ia tidak bisa membunuh mereka semua sekaligus.
setelah berada di luar tidak jauh dari Aula pertemuan keluarga, Min rhey berhenti lalu melepaskan Patriak Si, tak lama kemudian para pria paruh baya yang mengejarnya yang merupakan para penatua keluarga Si telah berada di depan Min rhey sambil memegang senjatanya Masing-masing.
"serang! Bunuh pemuda itu!" teriak salah seorang pria paruh baya yang berdiri di bagian paling depan lalu berlari menuju Min rhey sambil menghunuskan senjatanya di ikuti dengan pria paruh baya yang berada di belakangnya.
Min rhey yang melihat hal tersebut hanya menatapnya dengan tatapan datar, laku mengibaskan tangannya dengan beberapa kali, seketika,
slash!
slsah!
__ADS_1
buk!
buk!
beberapa pedang Qi berwarna emas langsung melesat ke arah perpotongan leher beberapa pria paruh baya yang berlari menuju Min rhey dan tak lama kemudian terdengar suara benda jatuh yang merupakan kepala para pria paruh baya tersebut yang sudah menggelinding di tanah.
patriak Si yang melihat hal tersebut tidak bisa tidak terkejut, ia benar-benar tidak menyangka bahwa pemuda yang mengatakan dirinya sebagai tuan muda dari keluarga Min dapat membunuh para penatua keluarganya dengan mudah, walaupun seluruh tubuhnya sudah menjadi lemas karna merasakan rasa sakit tetapi kesadarannya masih ia pertahankan sehingga dapat melihat kejadian tersebut.
tak lama setelah kejadian tersebut datang orang-orang yang berjumlah ribuan dari berbagai arah yang mengelilinginya Min rhey, patriak Si yang melihat hal tersebut langsung merasa lega, patriak Si berpikir pemuda yang telah menyerang kediaman keluarganya pasti tidak akan bisa mengalahkan orang-orang dari keluarga Si-nya yang berjumlah ribuan.
Min rhey hanya melihat sekelilingnya dengan tatapan datar menatap semua orang yang telah mengelilingi dirinya.
"serang pemuda itu! dia telah membunuh para penatua dan menawan patriak keluarga!" teriak pria paruh baya yang memimpin ribuan orang-orang tersebut, yang sebelumnya adalah pria paruh baya yang telah di perintahkan oleh pria paruh baya yang kepalanya sudah menggelinding di tanah untuk mengumpulkan orang-orang dari keluarga Si.
semua orang yang berjumlah ribuan tersebut langsung mengeluarkan senjatanya masing-masing dari cincin penyimpanan mereka masing-masing, lalu berlari menuju Min rhey sambil menghunuskan senjata mereka.
Min rhey hanya menatap semua hal tersebut dengan tatapan datar.
"teknik dewa pedang, gerakan kedua, hujan pedang!" ucap Min rhey pelan seraya mengangkat tangannya ke atas.
tiba-tiba di atas ketinggian langit tercipta ribuan lingkaran emas yang memiliki simbol-simbol aneh di sekitarnya, kemudian keluarlah pedang-pedang berwarna emas yang terbuat dari energi Qi.
ketika min rhey mengayunkan tangannya ke bawah seketika pedang-pedang emas tersebut bergetar lalu melesat ke bawah menuju ribuan orang yang ingin menyerangnya, seketika,
slash!
slash!
boom!
boom!
duarr!
duarr!
pedang-pedang Qi berwarna emas tersebut menusuk tubuh semua orang kecuali Patriak Si, tubuh-tubuh orang-orang tersebut terlempar kemana-mana, ledakan-ledakan terjadi di mana-mana, kabut darah terjadi setiap ledakan terjadi.
Bersambung~
.
.
__ADS_1
.
jangan pelit kasih like dan vote-nya dan juga kalau ada yang salah atau punya saran silahkan komen serta jangan lupa kasih bintang lima ok?