
keesokan harinya.
mentari yang telah kembali menyinari seluruh daratan alam rendah kultivator yang menjadi pertanda bahwa siang hari telah di mulai, membuat semua orang kembali mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
Min rhey yang sekarang berada di dalam sebuah ruangan kamar VIP penginapan yang mewah telah mengganti pakaiannya dengan pakaian baru tapi dengan bentuk dan warna yang serupa dengan pakaiannya yang selalu ia pakai.
kemarin Min rhey memberikan sekantong yang berisikan ratusan keping koin emas kepada Zui cao, awalnya Zui cao menolaknya tapi Min rhey yang terus membujuknya akhirnya Zui cao menerima pemberian Min rhey tersebut.
Sedangkan pria dewasa yang terluka akibat menyerang Min rhey, akhirnya di sembuhkan kembali oleh Min rhey sendiri.
Pria paruh baya dan kedua pria dewasa tersebut di suruh oleh Min rhey untuk menjaga keamanan Zui cao atau lebih tepatnya di jadikan sebagai pengawal Zui cao, ketiga orang tersebut langsung menerima perintah dari Min rhey.
Setelah beberapa saat berjalan menuju lantai dasar penginapan yang merupakan sebuah restoran, akhirnya Min rhey telah sampai lalu duduk di dekat jendela yang terletak di sudut ruangan restoran tersebut.
Min rhey memesan beberapa makanan ringan untuk sarapan pagi kepada pelayan, tak lama kemudian pelayanan datang dengan membawa nampan yang berisi makanan ringan di atasnya lalu menaruhnya di meja Min rhey.
belasan menit kemudian akhirnya Min rhey telah selesai sarapan. Min rhey beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan keluar dari penginapan tersebut.
Hari ini Min rhey berencana untuk mengunjungi beberapa toko-toko besar yang terdapat di kota Meigui, seperti paviliun merak putih yang menjual berbagai macam Pill dan tanaman herbal yang berkualitas tinggi bagi alam rendah kultivator tapi tidak untuk Min rhey yang memiliki toko sistem di dalam tubuhnya.
Min rhey hanya ingin tahu seberapa tinggi kualitas Pill dan tanaman herbal yang ada di paviliun merak putih tersebut. selama di perjalanan Min rhey selalu menarik perhatian para pejalan kaki yang berlalu lalang terutama para wanita yang melihatnya.
"hey! lihat pemuda tampan itu lewat lagi!"
"Dia pasti belum punya pacarkan?"
"wowww keren!"
para wanita muda yang melihat ketampanan Min rhey langsung terkagum-kagum bahkan mungkin jika mereka di suruh oleh Min rhey untuk mencium telapak kakinya agar bisa menjadi pasangan hidupnya, Mungkin mereka semua akan berlomba-lomba untuk melakukannya tapi Min rhey bukanlah orang yang seperti itu.
"aku lebih tampan daripada pemuda itu!"
"iya, jika dia di bandingkan dengan kita, dia pasti akan berada di peringkat terakhir!"
sedangkan para pemuda yang melihat Min rhey dan mendengar pujian-pujian para wanita yang ditujukan untuk Min rhey tentu merasa iri.
__ADS_1
Min rhey yang dapat mendengar perkataan orang-orang tersebut hanya menggelengkan kepalanya lalu mempercepat langkah kakinya agar segera sampai di paviliun merak putih karna merasa tidak enak jika terlalu lama menarik perhatian para pejalan kaki.
beberapa menit kemudian akhirnya Min rhey telah sampai di sebuah bangunan tinggi dan mewah yang mempunyai 5 lantai.
Untuk beberapa saat Min rhey mengamati bangunan tersebut, Min rhey dapat melihat di atas pintu masuk bangunan tersebut terdapat plang yang bertuliskan paviliun merak putih yang menandakan bahwa bangunan tersebut adalah paviliun merak putih.
Min rhey langsung mengangguk kecil lalu melangkahkan kakinya memasuki paviliun merak putih.
Krekkkk!
suara benda yang bergesekan dapat terdengar ketika Min rhey membuka pintu paviliun merak putih, setelah pintu terbuka Min rhey dapat melihat seorang wanita muda yang berjaga di meja resepsionis.
Min rhey melangkahkan kakinya berjalan menuju meja resepsionis untuk bertanya-tanya.
"Anu-" belum sempat Min rhey menyelesaikan perkataannya tiba-tiba wanita muda yang menjaga meja resepsionis tersebut langsung bertanya kepada Min rhey.
"apa ada yang tuan muda butuhkan atau ada yang bisa saya bantu atau ada apa-apa?" tanya wanita muda resepsionis tersebut sambil tersenyum manis kepada Min rhey.
Min rhey yang mendengar pertanyaan wanita muda resepsionis tersebut terdiam untuk beberapa saat karna bingung, ini adalah baru pertama kalinya Min rhey mendapati seorang resepsionis yang seperti wanita muda tersebut.
tiba-tiba muncul lengkungan di sudut bibir Min rhey yang seperti mengandung makna tersembunyi sambil memandangi wajah wanita muda resepsionis tersebut.
"Ada tawas kah?" tanya Min rhey langsung kepada wanita muda resepsionis tersebut sambil tersenyum manis.
wanita muda resepsionis yang mendengar pertanyaan Min rhey tersebut terdiam, karna baru pertama kali ia mendengar 'tawas' padahal ia sudah bekerja selama beberapa tahun di paviliun merak putih sehingga ia sudah mendengar dan melihat Berbagai macam Pill dan tanaman herbal.
Min rhey yang melihat ekspresi wajah wanita muda resepsionis itu hampir tidak bisa menahan tawanya, Min rhey sudah tahu pasti bahwa apa yang ia tanyakan itu tidak ada di alam kultivator.
tawas adalah sebuah bongkahan batu yang di percaya dapat menghilangkan bau badan dengan menggesekkannya di ketiak yang sering di gunakan di tempat asal Min rhey ketika masih berada di bumi.
"maaf tuan muda, saya tidak pernah mendengar apa yang tuan muda cari!" ucap wanita muda resepsionis tersebut sambil membungkukkan sedikit badannya.
"begitu yaa!" ucap Min rhey sambil memegangi dagunya yang beralasan seperti sedang berpikir tapi di dalam pikirannya ia sudah tertawa terbahak-bahak.
"tawas itu apa tuan muda?" tanya wanita muda resepsionis dengan penuh rasa penasaran mengenai 'tawas'.
__ADS_1
"ah, tawas adalah sebuah tanaman herbal yang berbentuk seperti batu biasa tapi memiliki warna putih keabu-abuan, di tempat asalku tawas selalu di gunakan untuk menghilangkan bau badan!" jelas Min rhey walaupun menambahkan sedikit kebohongan dalam penjelasannya.
10 menit kemudian.
Sekarang Min rhey di antar ke lantai atas oleh wanita muda resepsionis tadi untuk melihat-lihat Pill dan tanaman herbal yang tersedia di paviliun merak putih.
tingkatan kultivasi Pill dan tanaman herbal di paviliun merak putih di atur sesuai dengan tinggi lantainya, semakin tinggi lantainya maka semakin tinggi pula kualitas dan harga Pill dan tanaman herbalnya.
Ketika berada di lantai dua, Min rhey dapat melihat sangat banyak orang yang sedang memilih tanaman herbal dan Pill, kualitas tanaman herbal di hitung dari usianya semakin lama usia tanaman herbal maka semakin tinggi khasiat yang di hasilkan.
tanaman herbal yang berada di lantai dua hanya memiliki usia mulai dari 5 sampai 10 tahun saja, sedangkan untuk Pill hanya berada di Pill bintang 2 yang paling tinggi.
Min rhey melanjutkan naik ke lantai 3 di temani oleh wanita muda resepsionis tersebut, tak butuh waktu lama akhirnya Min rhey telah sampai di lantai 3 paviliun merak putih.
Di sana sudah tidak terlalu banyak orang karna harga Pill dan tanaman herbal yang berada di sana sudah lumayan mahal, Min rhey berjalan mengelilingi rak-rak kayu tempat Pill dan tanaman herbal di pajang atau di letakkan.
Di lantai 3, Min rhey hanya mendapati pill bintang 3 untuk yang paling tinggi sedangkan untuk tanaman herbal hanya mempunyai usia mulai dari 10 sampai 50 tahun.
setelah beberapa saat berkeliling di lantai 3 di ikuti oleh wanita resepsionis, Min rhey berniat untuk naik ke lantai 4.
Tapi ketika Min rhey mendekati tangga yang menuju lantai 4, tiba-tiba Min Rhey di hentikan oleh dua orang pria dewasa yang seperti penjaga.
"anda tidak bisa naik tuan muda jika tidak mempunyai kartu VIP paviliun merak putih!" ucap salah seorang pria dewasa yang menjaga tangga menuju lantai 4 dengan nada yang sopan kepada Min rhey.
"ah, maaf aku tidak tahu soal itu!" ucap Min rhey dengan nada sopan kepada penjaga tangga sambil sedikit membungkukkan badannya.
Min rhey membalikkan badannya menatap wajah wanita muda resepsionis yang berdiri di belakangnya sambil menahan tawanya.
"hei, kenapa kau tidak memberitahuku tadi soal kartu VIP?" tanya Min rhey yang merasa sedikit kesal kepada wanita muda resepsionis yang berdiri di belakangnya.
"hei! jaga sikapmu apakah kau tidak tahu siapa sebenarnya nona Chao wulei!" teriak marah penjaga tangga tadi kepada Min rhey sambil menghunuskan ujung tombaknya kepada Min rhey.
"hah! Nona!"
**Bersambung~
__ADS_1
I LOVE YOU UNTUK NGE-VOTE😘🥰**