
"baiklah, ayo kita segera pergi mengunjungi istana kerajaan sebelum Ratu Xue-" ucap Min rhey terhenti ketika melihat Penampilan Xue Yi yang mengenakan pakaian yang ia berikan kepadanya.
Min rhey sangat terkejut sehingga tidak bisa melanjutkan perkataannya ketika melihat penampilan Xue Yi mengenakan jubah yang ia berikan.
Xue Yi semakin terlihat imut dan cantik setelah mengenakan jubah pemberian Min rhey tersebut dengan garis-garis halus bercorak akar yang menjalar di lengan bajunya yang berwarna hijau muda membuatnya sangat serasi dengan penampilannya yang mempunyai pupil mata berwarna hijau Zamrud.
Xue Yi yang melihat Min rhey menatapnya dengan tatapan terpesona, membuat dirinya malu sehingga pipinya kembali memerah seperti kepiting rebus.
"A-ada apa?" tanya Xue Yi kepada Min rhey sambil menundukkan kepalanya ke lantai karna Tidak ingin pipinya yang sudah memerah di lihat oleh Min rhey.
"kau semakin imut dan cantik Xue Yi!" jawab Min rhey kepada Xue Yi tanpa menyadari bahwa ia mengeluarkan perkataan seperti itu.
Xue Yi yang mendengar jawaban Min rhey seperti itu semakin malu, tapi entah kenapa ia juga merasa senang di waktu yang bersamaan yang membuat hatinya merasa bahagia mendengar jawaban Min rhey.
"Ah, Xue Yi ayo kita pergi!" Ucap Min rhey yang tersadar dari lamunannya lalu segera berbalik berjalan menuruni tangga.
Xue Yi langsung menganggukkan kepalanya kecil menanggapi perkataan Min rhey, laku segera mengikutinya dari belakang, Setelah beberapa saat berjalan akhirnya Min rhey dan Xue Yi sudah berada di luar penginapan.
Sekarang malam hari telah dimulai, sehingga lampu-lampu di pinggir jalan yang terbuat dari bebatuan yang seperti batu kristal menyala menerangi sepanjang jalanan kota Meigui.
Min rhey dan Xue Yi berjalan berdampingan di perjalanannya menuju istana kerajaan Xue, selama perjalan Min rhey dan Xue Yi, tak luput dari perhatian para pejalan kaki lainnya yang berada di jalanan kota Meigui yang menarik perhatian mereka sehingga menimbulkan hiruk pikuk antar pejalan kaki di sana.
"Wah, lihat pasangan muda itu, Meraka terlihat sangat serasi!"
"iya, mereka pasti sedang melakukan kencan malam ini!"
"beruntung sekali pemuda itu bisa mendapatkan gadis yang sangat cantik!"
"gadis itu sangat beruntung dapat menarik perhatian pemuda tampan seperti dirinya!"
banyak pujian-pujian yang di lontarkan para pejalan kaki kepada Min rhey dan Xue Yi, tak sedikit pula para wanita dan lelaki yang merasa iri kepada mereka berdua yang memiliki tampilan yang sangat menarik, walaupun Min rhey masih terus menggunakan skill bayangan ilusinya untuk menutupi penampilan sebenarnya tapi ketampanannya masih sangat jelas di mata para wanita yang melihatnya.
__ADS_1
Setelah berjalan santai di jalanan kota Meigui selama beberapa saat, akhirnya Min rhey dan Xue Yi telah tiba di depan gerbang masuk istana kerajaan Xue.
Apa yang Min rhey dan Xue Yi lihat adalah gerbang yang sangat besar yang terlihat sangat mewah, di sana juga terlihat beberapa prajurit yang menjaga gerbang masuk tersebut.
"mohon maaf tuan muda, apakah anda yang bernama Min rhey?" tanya prajurit yang menjaga gerbang masuk istana kepada Min rhey.
Min rhey yang mendapati pertanyaan tersebut dari prajurit penjaga gerbang, hanya menganggukkan kepalanya kecil menanggapi pertanyaan tersebut.
"baiklah, silahkan masuk, ratu sudah menunggu kedatangan anda!" ucap Prajurit tersebut mempersilahkan Min rhey masuk.
Sebelumnya Ratu Xue telah memberitahu prajurit penjaga gerbang tersebut bahwa ia akan kedatangan seorang tamu sepesial yang merupakan Pemuda bernama Min rhey dan seorang gadis yang bersamanya, agar prajurit tersebut dapat langsung mempersilahkan Min rhey masuk dan juga bersikap sopan kepadanya.
Min rhey dan Xue Yi langsung melangkahkan kakinya melewati gerbang masuk tersebut, ketika Min rhey dan Xue Yi sampai di halaman kerajaan, apa yang mereka berdua lihat adalah pemandangan yang sangat indah, yaitu taman di kiri kanan yang hampir di penuhi bunga-bunga indah dan di jalanan tersebut juga terdapat lampu yang terbuat dari batu yang lebih indah daripada jalanan kota Meigui.
Min rhey dan Xue Yi tidak bisa tidak merasa kagum menyaksikan pemandangan taman istana kerajaan Xue tersebut.
15 menit kemudian.
Prajurit istana langsung membawa Meraka ke sana karna perintah dari Ratu Xue, Ratu Xue sudah menunggu kedatangan Min rhey dan Xue Yi di meja makan yang di atasnya sudah di penuhi dengan berbagai hidangan makan malam yang berada di ruang makan istana kerajaan.
Ratu Xue duduk di ujung pertengahan meja panjang, sedangkan Min rhey dan Xue Yi duduk saling berhadapan, Di ruang makan tersebut hanya ada mereka bertiga.
"ayo kita menyantap makan malam terlebih dahulu!" ucap Ratu Xue mempersilahkan Min rhey dan Xue Yi menyantap makan malam yang di hidangkan di atas meja makan tersebut.
Min rhey dan Xue Yi hanya menganggukkan kepalanya kecil menanggapi perkataan Ratu Xue, lalu segera mengambil hidangan tersebut ke piring mereka masing-masing.
Setelah belasan menit berlalu, akhirnya mereka bertiga telah selesai menyantap makanan, para pelayan juga telah mengambil piring dan hidangan yang berada di atas meja.
"jadi apa yang anda ingin beritahukan kepadaku yang mulia ratu?" tanya Min rhey kepada ratu Xue yang langsung pada intinya.
Ratu Xue yang mendengar perkataan Min rhey, langsung menganggukkan kepalanya lalu menfokuskan perhatiannya kepada Min rhey dengan tatapan yang sangat serius.
__ADS_1
"siapa kau sebenarnya Min rhey?" tanya Ratu Xue dengan nada yang sangat serius kepada Min rhey.
Sekte pedang tunggal.
Di sebuah ruangan yang sangat luas terdapat seorang pria paruh baya yang duduk di kursi yang terletak di pusat ruangan tersebut yang juga mengenakan pakaian sekte pedang tunggal.
"patriak Se, cahaya kristal jiwa penatua ketiga dan keempat telah mati, sepertinya mereka telah di bunuh oleh seseorang!" ucap seorang pria paruh baya kepada pria paruh baya yang duduk di kursi pusat yang di panggil patriak Se sambil menyerahkan dua buah kristal yang berada di tangannya yang merupakan Kristal jiwa.
Pria paruh baya yang duduk di kursi pusat tersebut merupakan Patriak dari sekte pedang tunggal, yang bernama Se Young So.
Patriak Se langsung mengambil kedua kristal tersebut yang berada di tangan pria paruh baya yang berada di depannya. Lalu langsung mengalirkan energi Qi-nya kepada kedua kristal tersebut, tiba-tiba Muncul gambaran yang seperti Vidio yang memperlihatkan Kematian kedua penatua sektenya.
Apa yang Patriak Se lihat adalah seorang pemuda yang mengenakan pakaian berwarna hitam dengan garis-garis halus bercorak naga berwarna emas yang sedang membantai murid-murid sekte pedang tunggalnya.
Setelah pemuda tersebut membantai murid-muridnya, Patriak Se juga melihat pemuda tersebut mengeluarkan Kabut berwarna ungu dari telapak tangannya yang ia arahkan kepada Kedua penatuanya tak lama kemudian kepala kedua Penatua tersebut langsung terpisah dari tubuhnya.
Patriak Se yang menyaksikan hal tersebut tidak bisa tidak marah sehingga ia langsung memukul kursinya sambil berkata,
"kurang ajar! siapa pemuda itu sebenarnya, dia berani-beraninya membunuh kedua penatua sekteku!" ucap Patriak Se dengan nada yang sangat marah sambil mencengkram kedua kristal jiwa yang berada di tangannya sehingga kristal tersebut hancur menjadi debu.
Walaupun seperti itu, Patriak Se juga merasa sedikit terkejut ketika seorang pemuda yang penampilannya terlihat belum cukup 20 tahun dapat membunuh kedua penatua sektenya yang berada pada tahap tuan alam dengan sangat mudah.
"Kalau tidak salah pemuda itu bernama Min rhey, ia juga yang mengalahkan Jan Cok Mu di pertandingan Tadi siang!" Ucap pria paruh baya yang berada di depan Patriak Se.
"baiklah, kalau begitu besok aku akan mengunjunginya di stadion pertandingan untuk memberinya perhitungan!" ucap Patriak Se dengan nada yang sangat marah.
**Bersambung~
jangan lupa kasih bintang lima, like, vote, dan komen jika ada yang salah atau punya saran, agar Author semakin semangat dan rajin nulisnya, ok?
Maaf ya, Author lambat up soalnya tadi ketiduran 😅**
__ADS_1