SISTEM PENGUASA ABSOLUTE

SISTEM PENGUASA ABSOLUTE
74. MIN RHEY SALAH PERHITUNGAN


__ADS_3

Jan Cok Mu dan kedua temannya yang terlempar langsung tidak sadarkan diri, para penonton yang melihat hal tersebut langsung terdiam semua karna tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya barusan, karna semua itu terjadi dalam hitungan sepersekian detik saja.


"hah! apa yang terjadi sebenarnya?" Ucap gadis yang berdiri di samping Min rhey dengan nada terkejut serta kebingungan setelah terdiam beberapa saat menyaksikan Jan Cok Mu dan teman-temannya terlempar keluar arena.


Di ruang khusus Ratu Xue.


Ratu Xue yang melihat pertarungan- bukan tapi melainkan serangan Min rhey kepada kelompok lawannya menjadi terdiam sejenak lalu tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya dengan kelopak mata yang terbuka lebar serta menjatuhkan rahangnya karna terkejut menyaksikan hal tersebut.


'ba-bagaimana mungkin dia memiliki elemen ilahi petir emas? dan juga teknik apa yang ia gunakan itu?' batin Ratu Xue yang terbata-bata karna terkejut.


sebagai seorang Ratu tentu pengetahuan Ratu Xue juga sangatlah luas, sehingga ia dapat mengetahui berbagai elemen, mulai dari elemen langkah, elemen spesial, dan elemen ilahi.


Ratu Xue dapat melihat petir-petir emas kecil yang muncul di tubuh Min rhey walaupun hanya sesaat ketika melakukan serangan kepanda kelompok Jan Cok Mu.


Bahkan para kelompok peserta yang sedang bertarung di arena lain berhenti karna dampak serangan Min rhey yang sangat besar yang menghancurkan dinding energi Qi transparan sehingga menciptakan suara yang sangat nyaring.


Untuk beberapa saat keheningan terjadi di dalam stadion tersebut, bahkan jika ada orang yang menjatuhkan jarum mungkin suaranya akan terdengar.


"a-apa yang terjadi di arena ketiga sebenarnya?"


"a-apakah itu adalah serangan dari pemuda itu?"


"ba-bagaimana mungkin ada teknik yang seperti itu!"


Hiruk-pikuk terjadi lagi setelah terjadi keheningan selama beberapa saat, para penonton merasa sangat terkejut, heran dan bingung karna tidak tahu pasti apa yang terjadi di arena ketiga yang membuat kelompok Jan Cok Mu terlempar keluar dari arena.


sedangkan wasit yang berada di arena ketiga atau tempat pertarungan Min rhey terdiam dengan mata yang terbelalak serta menjatuhkan rahangnya karna terkejut dengan apa yang ia saksikan tadi, wasit itupun segera menghampiri Jan Cok Mu dan kedua temannya yang terlempar keluar arena.


ketika wasit itu sampai di tempat Jan Cok Mu menderat dengan teman-temannya, apa yang wasit tersebut lihat adalah Jan Cok Mu dan teman-temannya yang mengalami luka seperti orang yang tersambar petir.


'ternyata apa yang kulihat tadi adalah benar-benar elemen ilahi petir emas, tapi bagaimana bisa ia menggunakannya tanpa mengeluarkan energi Qi-nya?' batin wasit tersebut yang terkejut ketika melihat keadaan Jan Cok Mu dan teman-temannya yang sangat mengenaskan serta mengingat kejadian dimana Min rhey menggunakan teknik modifikasi ilmu pernapasan petir emas.

__ADS_1


Gadis imut dan cantik yang berdiri di samping Min rhey memandangi Min rhey dan kelompok Jan Cok Mu yang terkapar di lantai yang berada belasan meter di luar arena secara bergantian.


"a-apakah anda yang melakukan itu?" tanya gadis tersebut kepada Min rhey dengan terbata-bata karna terkejut.


Sedangkan Min rhey yang mengeluarkan serangan tersebut menjadi terdiam karna ia juga merasa terkejut, ia tidak tahu bahwa dampak yang di hasilkan dari tekniknya akan seperti itu, sebenarnya Min rhey hanya berniat untuk membuat kelompok Jan Cok Mu terpental beberapa meter saja sehingga ia hanya menggunakan 5% kekuatannya saja.


"pe-pemanang dari pertarungan di arena ketiga adalah kelompok Min rhey dan Si gadis imut!" Ucap Lei Huang Ju mengumumkan kemenangan Min rhey dan gadis tersebut setelah mendapat pemberitahuan dari wasit yang bertugas di arena ketiga.


"wahhhh! hebatttt!"


"kuat sekaliiiii every bodyyyyy!


"Hei tampan menikahlah dengankuuuuu!"


Sorak-sorai para penonton kepada Min rhey langsung bergema di mana-mana, Min rhey yang mendengar itu semua langsung tersadar dari rasa terkejutnya, lalu melihat ke arah para penonton yang bersorak-sorai kepada dirinya.


Min rhey yang mendapati hal tersebut hanya terkekeh pelan sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal seperti orang bodoh yang senyum-senyum sendiri, tapi di dalam batinnya ia berkata, 'sial aku salah perhitungan, pasti akan banyak masalah yang menghampiriku nantinya!' batin Min rhey yang kesal kepada dirinya sendiri.


"Hei! tunggu aku!" ucap Min rhey ketika melihat gadis yang sekelompok dengannya meninggalkan dirinya di atas arena lalu segera mengejarnya.


Di wilayah kursi VIP penonton.


Banyak sekali penatua dan petinggi-petinggi yang terkejut ketika melihat serangan dari Min rhey, banyak sekali orang yang berniat untuk merekrut Min rhey atau mengajaknya masuk ke organisasinya atau sektenya, bahkan tidak sedikit pula orang yang berada di sana berdiri ketika kemenangan Min rhey di umumkan oleh Lei Huang Ju.


Tapi dari itu semua tidak luput pula orang-orang yang mempunyai pikiran-pikiran jahat kepada Min rhey setelah melihat serangannya itu, ada juga beberapa orang yang berpikir bahwa Min rhey menggunakan sebuah artefak dan ada juga yang berniat untuk mengambil kitab teknik yang di gunakan Min rhey barusan.


"Dasar murid bodoh, ia selalu saja memandang remeh seseorang dari sampulnya saja tapi tidak dengan isinya!" ucap seorang pria paruh baya dengan nada yang sanag kesal kepada Jan Cok Mu, yang juga pakaiannya mirip dengan pakaian yang di kenakan oleh Jan Cok Mu.


pria paruh baya tersebut adalah salah seorang penatua di sekte pedang tunggal serta guru Jan Cok Mu, sebagai seorang guru tentunya ia juga merasa malu jika muridnya di kalahkan hanya dengan satu kali serangan saja.


"apakah kau kesal penatua Kan asep setelah muridmu di kalahkan dengan begitu mudahnya hanya dengan satu kali serangan saja?" tanya pria paruh yang duduk di samping guru Jan Cok mu yang mengenakan pakaian seperti Guru Jan Cok Mu yang bernama Kan asep sambil tersenyum menatap wajahnya seperti sedang mengejek.

__ADS_1


"tentu saja aku kesal, lalu apa-apaan dengan senyummu yang seperti itu, apakah kau mengejekku penatua Ma Tamu Cok hah!" jawab penatua Kan Asep lalu bertanya kembali Dangan nada yang sedikit kesal kepada pria paruh baya tersebut yang juga merupakan penatua pedang tunggal yang bernama Ma Tamu Cok.


"ah, tentu saja aku tidak mengejekmu penatua Kan Asep, tapi aku tersenyum karna memikirkan sesuatu yang sangat hebat!" jawab penatua Ma Tamu Cok sambil tersenyum penuh makna kepada penatua Kan Asep.


Kembali ke Min rhey.


Sekarang Min rhey dan gadis cantik tersebut telah kembali duduk di kursi mereka sebelumnya, Gadis cantik itu masih merasa kesal kepada Min rhey dengan mengalihkan perhatiannya ke arah lain serta mengembungkan pipinya karna masalah tadi ketika ia diabaikan oleh Min rhey di atas arena pertarungan setelah pengumuman kemenangannya di umumkan.


"Hei, kau kenapa seperti itu?" tanya Min rhey kepada gadis imut tersebut yang sedang di duduk di sampingnya dengan memegang pundaknya berusaha membalikkan badannya agar ia dapat melihat wajahnya.


tiba-tiba ketika tangan Min rhey menyentuh pundak serta berusaha membalikkan badan gadis tersebut, wajah gadis tersebut berubah warna menjadi sedikit kemerahan karna malu, sebenarnya selama ini belum pernah ada yang sering menyentuhnya dengan seenaknya selain ibunya sendiri, tapi hari ini Min rhey sudah dua kali menyentuh pundaknya.


"ke-kenapa tadi anda mengabaikan diriku?" tanya gadis tersebut dengan suara terbata-bata karna malu tanpa menjawab pertanyaan Min rhey sebelumnya, sambil menundukkan kepalanya karna tidak ingin Min rhey melihat wajahnya yang sedikit memerah.


Min rhey yang mendengar pertanyaan itu, menjadi bingung dan heran kenapa gadis tersebut bertanya seperti itu, padahal ia merasa tidak mengabaikannya.


"perasaan, aku tidak mengabaikanmu, kapan aku mengabaikamu?" jawab Min rhey lalu bertanya kembali ke gadis tersebut.


"anda tadi tidak menjawab pertanyaanku ketika masih berada di atas arena!" jawab gadis tersebut lalu mengalihkan perhatiannya kembali ke arah lain sambil mengembungkan pipinya.


Min rhey yang mendengar jawaban dan melihat perilaku gadis tersebut hampir tertawa karna merasa lucu, tapi ia menahan tawanya itu.


"Apa yang kau tanya-" ucapan Min rhey terhenti ketika seorang pengawal kerajaan datang menghampiri dirinya.


"maaf tuan dan nona, anda di panggil untuk pergi menghadap ke yang mulia Ratu Xue!" ucap pengawal kerajaan tersebut sambil sedikit menundukkan kepalanya kepada Min rhey dan gadis imut tersebut.


Gadis imut itu yang mendengar perkataan pengawal tersebut ketika mengatakan bahwa ia di panggil oleh yang mulia ratu, Membuat dirinya tersentak karna terkejut.


**Bersambung~


jangan lupa kasih bintang lima, like, vote, dan komen jika ada yang salah atau punya saran, agar Author semakin semangat dan rajin nulisnya, ok?

__ADS_1


follow IG Author ya, @Amien rayzk😁**


__ADS_2