SISTEM PENGUASA ABSOLUTE

SISTEM PENGUASA ABSOLUTE
73. SI JAN COK MU SALAH MEMPROVOKASI ORANG


__ADS_3

"jangan-jangan.....!" ucap wanita tersebut dengan nada yang sangat terkejut sambil membuka kelopak matanya dengan lebar-lebar serta wajahnya yang berubah memerah karna malu ketika menyadari bahwa dirinya yang di panggil oleh Lei Huang Ju dengan nama Si gadis imut.


"hahahaha, iya, si gadis imut itu kau dan Min rhey adalah aku yang di sebut oleh paman Lei Huang Ju, jadi ayo kita segera naik ke arena!" ucap Min rhey tertawa terbahak-bahak karna merasa lucu dengan gadis tersebut sambil lalu menunjuk ke arah Lei Huang Ju.


"ke-kenapa harus nama-" ucap gadis tersebut dengan terbata-bata karna merasa malu tapi belum sempat menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Min rhey langsung menarik tangannya lalu segera berjalan menuju arena ketiga.


"ah, ayolah jika ingin protes, sebentar saja setelah pertarungan kita selesai!" ucap Min rhey kepada gadis tersebut sambil menarik tangannya serta terus berjalan menuju arena ketiga.


Gadis tersebut hanya mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil mengembungkan pipinya karna kesal kepada Min rhey.


"jangan beri ampun kepada lawan kita, agar peserta lain takut menghadapi kita!" ucap Jan Cok Mu kepada kedua temannya dengan nada sombong dan arogannya sambil berjalan menuju arena ketiga.


"bahkan tanpa memberitahu ku seperti itu aku sudah tahu Jan Cok Mu!" ucap Om Mes Sum menanggapi perkataan Jan Cok Mu sambil mengikutinya dari belakang.


Sedangkan Zei cun hanya menganggukkan kepalanya kecil menanggapi perkataan kedua orang temannya itu, setelah beberapa saat berjalan akhirnya kelompok Jan Cok Mu telah berada di atas arena ketiga.


"Hei! lihat di arena ketiga itu adalah Jan Cok Mu dari sekte pedang tunggal!" ucap salah seorang penonton kepada temannya yang duduk di sampingnya sambil menunjuk ke arah arena ketiga tempat di mana Jan Cok Mu berdiri bersama kedua temannya.


orang-orang yang berada di dekat orang yang berkata sebelumnya dapat mendengar perkataannya sehingga mengalihkan perhatiannya ke arah arena ketiga.


"wah, iya itu adalah Jan Cok Mu!"


"siapa yang akan menjadi lawannya?"


"pasti si Jan Cok Mu itu tidak akan segan-segan menghajar habis-habisan lawannya!"


Hiruk pikuk terjadi di antara penonton ketika melihat Jan Cok Mu akan bertarung di arena ketiga, Jan Cok Mu terkenal di kerajaan Xue karna sangat suka membuat onar dengan menghajar para pejalan kaki, tidak banyak orang yang berani melawan Jan Cok Mu karna ia adalah salah satu murid dari penatua sekte pedang tunggal.


Jan Cok Mu dapat mendengar pembicaraan-pembicaraan penonton mengenai dirinya, sehingga ia semakin sombong di atas arena sambil membusungkan dadanya.


tak lama kemudian Min rhey dan gadis imut itu juga telah menaiki arena pertarungan, tapi tiba-tiba Jan Cok Mu terdiam ketika melihat siapa yang akan ia lawan lalu tertawa terbahak-bahak.


"hahahaha, ternyata kalian yang akan menjadi lawanku ya, hanya seorang yang berada di tahap tranformasi *3 dan yang satunya lagi hanya berada di tahap pembentukan tubuh *7!" ucap Jan Cok Mu dengan nada merendahkan kepada Min rhey dan gadis imut itu sambil menunjuknya secara bergantian.


para penonton juga dapat mendengar perkataan Jan Cok Mu, sehingga mereka juga mengalihkan perhatian mereka ke arah Min rhey dan gadis tersebut untuk memeriksa tahapan kultivasi keduanya.


"ternyata perkataan Jan Cok Mu benar mengenai tahapan kultivasi mereka Berdua!"


"kasihan sekali mereka, baru pertama kali akan bertarung langsung mendapatkan lawan seperti kelompok Jan Cok Mu!"

__ADS_1


"mungkin mereka adalah kelompok peserta paling lemah yang mengikuti pertandingan ini, di tambah mereka hanya berdua saja!"


"sudah dipastikan mereka tidak dapat menang dari kelompok Jan Cok Mu!"


Hiruk pikuk antar penonton terjadi lagi, karna sangat menyayangkan Min rhey dan gadis tersebut karna mereka semua berpikir bahwa Min rhey dan gadis tersebut tidak dapat menang dari kelompok Jan Cok Mu atau bahkan tidak dapat melawan, tapi pemikiran mereka semua salah besar.


"hei anak muda, apakah kalian benar-benar ingin bertarung walaupun kalian hanya berdua dan tahap kultivasi kalian juga termasuk lemah jika di bandingkan dengan peserta lainnya?" tanya wasit yang bertugas di arena ketiga kepada Min rhey dan gadis tersebut sambil berjalan menuju mereka berdua.


"iya paman, saya akan tetap bertarung!" jawab Min rhey dengan nada tegas yang sangat percaya diri kepada wasit tersebut.


sedangkan gadis cantik yang berdiri di samping Min rhey hanya menganggukkan kepalanya tanda menyetujui perkataan Min rhey, tapi diam-diam di dalam hatinya ia merasa kagum dengan keberanian dan kepercayaan diri Min rhey.


"hmm, baiklah! jika kalian sudah tidak dapat bertarung lagi kalian dapat menyerah agar pertarungan segera di hentikan!" ucap wasit tersebut sambil menganggukkan kepalanya kecil lalu membalikkan badannya berjalan menuju tengah-tengah arena.


Di ruang khusus Ratu Xue.


Ratu Xue yang dari tadi menonton pertarungan belum ada satupun yang membuatnya tertarik atau bersemangat, tapi ketika ia melihat Min rhey dan gadis imut dan cantik itu menaiki arena, tiba-tiba ia tersentak karna terkejut serta membuka lebar-lebar kelopak matanya.


'ah, anak ini selalu saja tidak ingin mendengar!' batin Ratu Xue sambil memegang kepalanya.


ketika Ratu Xue memfokuskan perhatiannya kepada Min rhey tiba-tiba ia mengerutkan keningnya karna merasa aneh kepada Min rhey seperti ada sesuatu yang mengganjal pikirannya mengenai Min rhey.


"siap!" ucap kedua kelompok secara bersamaan.


"mulai!" ucap Wasit memulai pertarungan dengan melambaikan tangannya dari atas kebawah lalu mundur kebelakang.


Jan Cok Mu dan kedua temannya langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing yang berupa pedang dari dalam cincin penyimpanan mereka, lalu memasang kuda-kuda.


Gadis cantik yang sekelompok dengan Min rhey juga langsung mengeluarkan pedangnya dari dalam cincin penyimpanan lalu segera memasang kuda-kuda, sedangkan Min rhey hanya berdiri santai seolah-olah tidak akan bertarung.


para penonton yang melihat tingkah laku Min rhey menjadi heran dan bingung, karna tidak tahu mengapa Min rhey tidak mengeluarkan senjatanya dan memasang kuda-kuda melainkan hanya berdiri santai.


"Hei orang lemah! kalian berdua boleh menyerang duluan!" ucap Jan Cok Mu yang ingin memprovokasi Min rhey dan gadis cantik itu.


Tapi Min rhey tidak terprovokasi dengan perkataan Jan Cok Mu dan hanya diam saja menatap mereka, entah apa yang Min rhey pikirkan, sedangkan gadis yang berada di dekan Min rhey wajahnya sudah memerah karna emosi kepada semua perkataan Jan Cok Mu dari tadi. tapi tiba-tiba Min rhey berkata,


"apakah aku benar-benar boleh menyerang kalian duluan?" tanya Min rhey kepada Jan Cok Mu dengan nada santai.


gadis yang berada di samping Min rhey mengalihkan perhatiannya kepada Min rhey ketika mendengar perkataannya, gadis tersebut menatap Min rhey dengan tatapan seperti melihat orang bodoh.

__ADS_1


"Hahahaha, iya! kau boleh menyerang duluan tapi kau jangan menyesal nantinya!" jawab Jan Cok Mu sambil tertawa terbahak-bahak meremehkan Min rhey.


Jan Cok mu mengira bahwa Min rhey akan langsung berlari ke arahnya untuk menyerangnya, tapi perkiraan Jan Cok Mu sangatlah salah.


Min rhey yang mendengar jawaban Jan Cok Mu tiba-tiba melengkungkan sudut bibirnya ke atas, lalu langsung memasang kuda-kuda dengan kaki kanan di belakang serta tangan kanannya yang terkepal di tarik kebelakang sehingga sejajar dengan dadanya.


"hahahaha, apakah kau ingin melawanku dengan tangan kosong? sungguh orang bodoh tapi tidak apa-apa, seranglah aku sesukamu!" ucap Jan Cok mu sambil tertawa terbahak-bahak melihat Min rhey yang memasang kuda-kuda tanpa menggunakan senjata.


para penonton juga semakin penasaran ketika melihat para peserta di arena ketiga belum bertarung, Meraka semau memfokuskan perhatian mereka kepada Min rhey yang sedang memasang kuda-kuda.


sedangkan Ratu Xue yang melihat Min rhey, semakin heran dan penasaran sambil mengerutkan keningnya, ia bahkan tidak merasakan energi Qi dari tubuh Min rhey ketika memasang kuda-kuda, padahal biasanya seorang kultivator ketika akan bertarung pasti akan menggunakan energi Qi-nya. para penatua atau petinggi-petinggi dari keluarga, organisasi dan sekte juga merasakan hal yang sama seperti Ratu Xue.


"Modifikasi, teknik ilmu pernapasan petir emas, langkah pertama hembusan jiwa!" ucap Min rhey menyebutkan nama tekniknya sambil menghirup nafas satu kali lalu menahannya.


setelah itu Min rhey langsung mengayunkan tinjunya yang terkepal ke depan bersamaan dengan kaki kanannya yang melangkah kedepan, tiba-tiba muncul petir-petir emas kecil yang menjalar di tubuh Min rhey tapi hanya dalam sepersekian detik petir-petir emas kecil itu hilang setelah Min rhey meninju ke depan, seketika terjadi,


gretttt!


gretttt!


swoshhhhh!


"hahahaha-"


bang!


duarrrrr!


Tercipta sebuah gelombang kejut yang diiringi sebuah petir-petir emas yang melesat dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat oleh mata yang menciptakan fluktuasi udara, yang mengarah kepada Jan Cok Mu dan kedua temannya.


sehingga Jan Cok Mu yang masih tertawa tiba-tiba terlempar bersama teman-temannya sehingga menghantam dinding pembatas energi transparan yang membuat dinding Qi transparan tersebut hancur, yang membuat mereka bertiga keluar dari arena.


Jan Cok Mu dan kedua temannya yang terlempar langsung tidak sadarkan diri, para penonton yang melihat hal tersebut langsung terdiam semua karna tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya barusan, karna semua itu terjadi dalam hitungan sepersekian detik saja.


"hah! apa yang terjadi sebenarnya?"


**Bersambung~


jangan lupa kasih bintang lima, like, vote, dan komen jika ada yang salah atau punya saran, agar Author semakin semangat dan rajin nulisnya, ok?

__ADS_1


follow IG Author ya, @Amien rayzk😁**


__ADS_2