
Aula pertemuan keluarga, kediaman keluarga Bao.
dapat terlihat beberapa orang telah berkumpul di dalam aula pertemuan keluarga Bao, dan duduk di kursi yang tersedia di dalam aula tersebut.
"kenapa penatua ke tiga belum juga datang?" tanya seorang pria paruh baya yang duduk di kursi pusat aula pertemuan keluarga. pria paruh baya tersebut adalah patriak keluarga Bao yaitu Boa lu tun.
"mungkin penatua ke tiga dalam perjalanan kemari patriak!" jawab seorang pria paruh baya yang duduk di kursi sisi kanan aula pertemuan sambil berdiri menghadap patriak Bao serta menangkupkan tangannya memberi hormat.
"Hmm!" Patriak Bao hanya menganggukkan kepalanya kecil menangapi jawaban pria paruh baya tersebut.
duarr!
bomm!
boomm!
tak lama kemudian mereka semua yang berada di dalam aula pertemuan mendengar suara ledakan-ledakan dari luar, yang membuat mereka semua terkejut.
"apa yang terjadi di luar! siapa yang berani datang mengacau di kediaman keluarga Bao-ku!" ucap Patriak Boa yang sangat marah ketika mendengar suara ledakan-ledakan yang berasal dari luar aula pertemuan keluarga.
tidak ada yang pernah datang menyerang atau mengacau dia kediaman keluarga Bao, semua Orang yang berada di wilayah kerajaan Tan tahu bagaimana kuatnya keluarga Bao sehingga tidak ada yang berani menyerang keluarga tersebut, tapi sekarang siapa yang telah berani membuat kekacauan di kediaman keluarga Bao?.
semua orang yang berada di dalam aula pertemuan keluarga langsung bergegas keluar dari aula tersebut untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya di luar.
ketika semua orang telah berada di luar Aula pertemuan keluarga, mereka semua dapat Melihat seorang pemuda yang mempunyai pupil mata berwarna biru langit serta rambut panjang berwarna hitam yang sedang berdiri tak jauh dari mereka.
Aula pertemuan keluarga Bao terletak di tengah-tengah kediaman keluarga Bao sehingga ketika semua orang yang berada di dalam aula tersebut dapat langsung melihat Min rhey ketika keluar dari aula pertemuan keluarga.
semua orang yang telah keluar dari aula pertemuan keluarga tidak bisa tidak terkejut ketika melihat kepala penatua ke tiga yang tergeletak di tanah karna terpisah dari tubuhnya dan juga mayat-mayat yang tubuhnya tidak utuh lagi berserakan di tanah dekat pemuda yang sebagai pusatnya.
mereka semua membelah matanya serta menjatuhkan rahangnya karna terkejut dengan apa yang mereka saksikan di depan mata mereka.
mereka semua tidak pernah melihat pemandangan yang begitu sangat mengerikan seperti yang mereka lihat di depan mata mereka.
patriak Bao yang melihat hal tersebut juga terkejut lalu langsung marah sambil menfokuskan perhatiannya kepada pemuda yang berdiri di tengah-tengah mayat yang tergeletak di tanah.
patriak Gu langsung mengajak para penatua yang berada di dekatnya untuk mendekati pemuda tersebut.
Min rhey yang masih berdiri memperhatikan sekitarnya langsung tersenyum sinis yang sangat menyeramkan ketika melihat beberapa orang paruh baya berlari mendekati dirinya.
Min rhey sudah menebak bahwa orang-orang paruh baya tersebut adalah para petinggi-petinggi keluarga Bao.
patriak Bao dan beberapa Penatua yang mengikutinya berhenti ketika telah berada di dekat Min rhey.
"apakah kau yang melakukan ini semua?" tanya Patriak Boa sambil menatap wajah Min rhey dengan tatapan seriusnya.
"hehehe, aku yang melakukannya!" jawab Min rhey terkekeh Pelang lalu mengubah raut wajahnya menjadi serius.
para penatua yang mendengar jawaban Min rhey langsung terkejut, mereka benar-benar tidak percaya bahwa seorang pemuda yang umurnya bahkan belum cukup 20 tahun dapat membunuh seorang kultivator yang berada di tahap tuan alam, padahal mereka sudah memeriksa tingkat kultivasi pemuda tersebut yang hanya berada di tahap pembentukan tubuh, tapi bagaimana mana bisa ia membunuh orang yang berada di tahap tuan alam?.
patriak Bao juga tidak dapat percaya dengan jawaban pemuda yang berada di depannya itu, tapi ia berpikir siapa lagi yang akan melakukannya karna tidak ada lagi orang lain selain pemuda tersebut yang berada di dalam wilayah kediaman keluarga Bao.
Min rhey yang melihat wajah orang-orang paruh baya di depannya dapat mengerti, lalu ia menaikkan tingkat kultivasi menjadi raja alam *1.
seketika Patriak Boa dan para penatua yang berada di belakangnya terkejut ketika merasakan tingkat kultivasi pemuda yang sedang berdiri di depannya langsung meningkat pesat.
"ra-raja alam!" ucap mereka bersamaan karna terkejut.
mereka semua benar-benar tidak dapat percaya, mereka berpikir tidak mungkin seorang pemuda yang umurnya bahkan belum cukup 20 tahun telah mencapai tahap raja alam.
__ADS_1
Di kerajaan Tan hanya raja Tan yang telah mencapai tahap raja alam, tapi pemuda yang berdiri di depan mereka telah mencapai tahap raja alam, siapa sebenarnya pemuda tersebut?.
"siapa kau sebenarnya?" tanya Patriak Bao dengan nada serius sambil menatap wajah Min rhey dengan tatapan tajam.
walaupun ia sedikit merasa takut dan ragu dengan identitas pemuda yang berdiri di depannya itu, tapi sebagai seorang patriak keluarga ia harus mempertahankan sikapnya karna tidak ingin harga dirinya direndahkan jika ia bersikap sopan kepada pemuda tersebut.
"aku adalah tuan muda keluarga Min, aku datang ke sini untuk menghukum orang-orang yang telah menyerang kediaman keluarga Min-ku!" jawab Min rhey sambil menatap wajah patriak Bao dengan tatapan tajam.
patriak Bao dan para penatua yang berada di belakangnya sekali lagi terkejut dengan jawaban pemuda yang berdiri di depan mereka, mereka tidak pernah mendengar bahwa di kediaman keluarga Min terdapat seseorang yang telah mencapai tahap raja alam.
mereka semua langsung mengerti mengapa pemuda tersebut datang kemari, karna pemuda yang berdiri di depan mereka ingin membalas dendam atas apa yang telah mereka lakukan kepada kediaman keluarga Min.
"hahahaha, walaupun kau telah mencapai tahap raja alam tapi kau tidak akan bisa mengalahkan kami, apalagi kau hanya seorang diri bahkan untuk keluar dari sini kau tidak akan bisa!" ucap patriak Bao tertawa sinis meremehkan Min rhey.
patriak Bao berpikir walaupun pemuda yang berdiri di depannya itu telah mencapai tahap raja alam tapi ia tidak akan bisa mengalahkan 7 orang yang tingkat kultivasinya telah mencapai tahap tuan alam.
"bunuh dia!" ucap patriak Bao menunjuk ke arah Min rhey menyuruh para penatua yang berada di belakangnya menyerang Min rhey.
para penatua langsung mengeluarkan senjatanya masing-masing dari cincin penyimpanan lalu berlari menuju Min rhey sambil menghunuskan senjata mereka.
Min rhey yang melihat hal tersebut hanya tersenyum sinis, lalu mengibaskan tangannya beberapa kali mengarah para penatua yang berlari ke arahnya, seketika,
slash!
slash!
slash!
Slash!
slash!
slash!
beberapa pedang Qi berwarna emas langsung melesat mengarah perpotongan leher masing-masing penatua yang berlari mendekati Min rhey, lalu dapat terdengar beberapa kali suara benda jatuh ke tanah.
patriak Bao langsung mengalihkan perhatiannya kepada ke enam penatua yang telah ia perintahkan untuk menyerang Min rhey, tiba-tiba ia membelalakkan matanya karna terkejut ketika melihat enam kepala yang menggelinding di tanah, kepala-kepala tersebut adalah kepala milik para penatua yang sebelumnya akan menyerang Min rhey.
Tapi hanya dalam hitungan detik ke enam penatua tersebut langsung mati dengan keadaan yang sengat mengenaskan karna kepalanya terpisah dari tubuhnya.
[Ding]
[membunuh kultivator tahap tuan alam *1-*4 sebanyak 6 orang mendapatkan poin pengalaman sebanyak 1.046.000 poin sistem 104.600]
suara notifikasi sistem terdengar di dalam kepala Min rhey bersamaan dengan layar hologram transparan yang muncul di depannya, setelah membunuh para penatua sebelumnya.
Min rhey langsung tersenyum mengerikan menatap patriak Bao, setelah ke enam penatua tersebut telah mati terpenggal.
patriak Bao kembali mengalihkan perhatiannya kepada Min rhey, seketika seluruh tubuhnya bergetar ketakutan ketika melihat senyum yang sengat mengerikan terlukis di wajah Min rhey, ia seakan-akan merasa dirinya sedang di tatap langsung oleh dewa kematian.
"semuanya berkumpul, ada penyusup di kediaman keluarga!" teriak Patriak Bao sambil menggunakan energi Qi agar dapat terdengar oleh semua orang yang berada di wilayah kediaman keluarga Bao.
Patriak Bao sudah sangat ketakutan, sehingga berpikir untuk memanggil semua orang Keluarga Boa untuk menyerang Min rhey.
tak butuh waktu lama, dari berbagai arah datang orang-orang yang telah memegang senjatanya masing seperti pedang, tombak, kapak, cambuk dan sebagainya, mereka semua terlihat sudah siap untuk berperan.
patriak Bao langsung tersenyum penuh makna ketika melihat orang-orang Keluarga Bao datang dari berbagai arah sambil membawa senjatanya masing-masing.
sebenarnya semua orang yang mendengar teriakan patriak Bao sangat terkejut karna tidak ada yang pernah berani menyusup masuk ke kediaman keluarga Bao, sehingga mereka semua langsung bergegas mengambil peralatan mereka lalu berlari menuju asal suara patriak Bao.
__ADS_1
semua orang langsung berhenti ketika telah berada di tengah-tengah kediaman keluarga, mereka semua langsung terkejut ketika melihat pemandangan yang sangat mengerikan di depan matanya, genangan darah terdapat di mana-mana, mayat-mayat yang tergeletak di tanah yang tubuhnya sudah tidak utuh lagi, lubang-lubang yang dalam membuat pemandangan tersebut semakin mengerikan, seolah-olah hal tersebut adalah pembantaian.
"serang pemuda itu, ia yang telah menyusup dan membunuh semua orang-orang itu!" teriak patriak Bao memerintahkan orang-orang yang telah berkumpul untuk menyerang Min rhey yang berdiri di tengah-tengah mayat-mayat yang tergeletak di tanah.
patriak Bao dapat mengerti dengan raut wajah semua orang, lalu menyuruh mereka untuk menyerang Min rhey, ia berpikir Min rhey tidak akan bisa menang jika melawan ribuan orang sekaligus, tapi sayangnya pemikiran Patriak Bao salah besar.
semua orang langsung mengalihkan perhatiannya kepada Min rhey yang berdiri ditengah-tengah mereka, mereka semua langsung marah dan bersiap-siap untuk menyerang Min rhey.
"ayo bunuh dia!"
"kurang ajar, kau telah membunuh saudara-saudara ku!"
"hiat!"
orang-orang tersebut langsung berteriak marah kepada Min rhey dan langsung berlari mengarah Min rhey sambil berteriak serta menghunuskan senjatanya masing-masing.
Min rhey yang telah di kelilingi oleh orang-orang dari keluarga Bao hanya menatap mereka semua dengan tatapan datar, lalu mengangkat tangannya ke atas ketika melihat semua orang tersebut berlari mengarah dirinya.
"teknik dewa pedang, gerakan kedua, hujan pedang!" ucap Min rhey pelan menyebutkan nama tekniknya sambil mengayunkan tangannya ke bawah.
tiba-tiba di atas ketinggian langit tercipta ribuan lingkaran emas yang memiliki simbol-simbol aneh di sekitarnya, kemudian keluarlah pedang-pedang berwarna emas yang terbuat dari energi Qi.
pedang-pedang emas tersebut bergetar lalu melesat ke bawah menuju ribuan orang yang ingin menyerangnya, seketika,
slash!
slash!
boomm!
boomm!
duarr!
duarr!
pedang-pedang Qi berwarna emas tersebut menusuk tubuh semua orang kecuali Patriak Bao, tubuh-tubuh orang-orang tersebut terlempar kemana-mana, ledakan-ledakan terjadi di mana-mana, kabut darah terjadi setiap ledakan terjadi.
Min rhey mengisahkan patriak Bao untuk ia siksa setalah semua orang telah mati, sedangkan patriak Bao yang melihat pemandangan tersebut langsung membelalakkan matanya serta menjatuhkan rahangnya karna terkejut, ia Benar-benar tidak menyangka bahwa pemuda tersebut dapat membunuh ribuan orang sekaligus dengan satu serangan saja.
lutut patriak Bao menjadi lemas sehingga tidak dapat di gerakkan, keringat mengucur deras di seluruh tubuhnya akibat ketakutan.
notifikasi-notifikasi sistem kembali terdengar di dalam kepala Min rhey, tapi Min Rhey tidak mempedulikan hal tersebut, karna itu tidak cukup membuat dirinya menembus tingkatan.
Bersambung~
.
.
.
Author: maaf yaa beberapa hari ini Author gak up soalnya banyak urusan, tapi mulai hari ini jadwal up udah kembali normal.
.
.
.
__ADS_1
jangan pelit kasih like dan vote-nya dan juga kalau ada yang salah atau punya saran silahkan komen serta jangan lupa kasih bintang lima ok?.