SISTEM PENGUASA ABSOLUTE

SISTEM PENGUASA ABSOLUTE
86. MIN RHEY MELAWAN PATRIAK SE YOUNG SO 2


__ADS_3

"jangan panggil aku bocah paman! namaku adalah Min rhey, panggil aku Min rhey!" ucap Min rhey sambil tersenyum sinis kepada pria paruh baya yang melesat maju menyerangnya.


Ketika pria paruh baya tersebut sudah berada di tepat di hadapan Min rhey, ia langsung menebaskan pedangnya ke arah perpotongan leher Min rhey berniat untuk langsung memenggal kepalanya.


"Matilah bocah kurang ajar!" teriak pria paruh baya tersebut sambil mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat dan kuat.


para penonton yang melihat salah satu pria paruh baya yang berada di belakang Patriak Se melesat maju menyerang Min rhey, sudah berpikir bahwa Min rhey tidak bisa menghindari serangan tersebut, sedangkan Xue Yi yang duduk di kursi peserta menyaksikan hal tersebut membuat air matanya semakin mengalir dengan sangat deras, apa yang Xue Yi rasakan sangatlah sakit di dalam hatinya membayangkan Min rhey tidak bisa menghindari serangan tersebut yang akan membuatnya mati.


Tapi dengan tahap kultivasi Min rhey yang sudah berada di ranah prajurit Dewa, kecepatan pria paruh baya tersebut di depan mata Min rhey sangatlah lambat sehingga Min rhey dapat Menghindari serangan tersebut dengan sangat mudah.


"hehehe, ada apa tua Bangka? kenapa seranganmu itu tidak bisa mengenaiku!" ucap Min rhey sambil terkekeh pelan yang membuat pria paruh baya yang menyerangnya semakin emosi sehingga langsung melancarkan serangan tebasan-tebasan pedangnya ke arah titik vital Min rhey.


para penonton yang menyaksikan pertarungan Min rhey dengan salah satu penatua sekte pedang tunggal, sangat tidak menyangka bahwa Min rhey dapat menghindari serangan dari penatua tersebut bahkan bisa mengimbangi kecepatannya.


"wah! pemuda itu ternyata benar-benar hebat karna bisa menyeimbangi kecepatan salah satu penatua Sekte pedang tunggal!"


"iya, aku benar-benar tidak menyangka jika pemuda yang bernama Min rhey itu mempunyai kecepatan seperti itu!"


"tapi bagaimana jika patriak Se juga langsung menyerangnya apakah ia bisa menghindari serangan dari Patriak Se!"


Hiruk pikuk terjadi kembali setelah beberapa saat terjadi keheningan di antara penonton, banyak penonton yang merasa kagum dengan Min rhey yang bisa mengimbangi kecepatan serangan penatua tersebut, tak sedikit pula yang membicarakan apa yang terjadi jika Patriak Se atau salah satu penatua lainnya maju menyerang Min rhey.


Shoshhh!


shoshhh!


shoshhh!


penatua yang maju menyerang Min rhey terus mengayunkan pedangnya ke arah titik Vital Min rhey, tapi Min rhey dengan mudahnya menghindari semua serangan tersebut, sehingga serangan penatua tersebut hanya mengenai udara kosong, Saking cepatnya tebasan pedangnya sehingga menciptakan fluktuasi udara yang membuat suara suara desiran-desiran angin.


Sedangkan patriak Se yang menyaksikan pertarungan Salah satu penatuanya dengan Min rhey tentu juga merasa sedikit terkejut, karna dari semua serangan yang di lancarkan penatua tersebut bahkan tidak ada satupun yang mengenai permukaan kulit Min rhey, Bahkan ratu Xue juga merasakan hal yang sama dengan Patriak Se ketika menyaksikan pertarungan tersebut.


Setelah beberapa saat terus menghindar dari serangan penatua tersebut akhirnya Min rhey memutuskan untuk segera melakukan serangan pembalasan.


Dalam waktu yang bersamaan ketika menghindari setiap serangan dari penatua itu, Min rhey mengalirkan energi Qi-nya ke tangannya yang terkepal lalu mengayunkannya ke depan mengarah tepat dada kiri penatua tersebut dengan kecepatan tinggi, seketika,


Bukkkk!

__ADS_1


"urghh!"


Swoshhhhh!


Bangggg!


Ketika kepalan tangan Min rhey mengenai dada kiri penatua tersebut, penatua tersebut langsung memuntahkan cairan berwarna merah dari mulutnya lalu meleset terbang ke belakang seperti layangan yang putus sehingga menabrak dinding pembatas energi Qi yang menciptakan sebuah suara yang sangat nyaring, penatua tersebut langsung tidak sadarkan diri ketika terjatuh ke lantai arena.


Semua orang yang menyaksikan hal tersebut menjadi terdiam karna tidak tahu pasti penyebab penatua tersebut terlempar kebelakang dengan sangat kuat dan cepat, karna semua itu terjadi Delam waktu yang sangat cepat.


untungnya Min rhey telah memperkuat dinding pembatas tersebut, jika tidak dapat di pastikan bahwa dinding pembatas itu akan hancur sehingga penatua tersebut akan terlempar keluar arena.


"wah! hebat!"


"Min rhey semangat!"


"kuat sekali every bodyyyyy!"


Setelah beberapa saat terdiam semua penonton langsung bersorak-sorai memberi semangat kepada Min rhey, karna mereka semua berpikir bahwa penatua tersebut terlempar kebelakang adalah perbuatan dari Min rhey.


"aduh, aku kan sudah bilang mungkin lebih baik jika kalian langsung menyerangku secara bersamaan, karna jika kalian maju satu persatu, sudah pasti tidak dapat mengalahkanku!" ucap Min rhey merendahkan dan memprovokasi patriak Se dan keempat penatua yang dibelakangnya sambil tersenyum mengejek.


"jangan panggil aku anak kecil paman, panggil aku Min rhey, namaku adalah Min rhey!" ucap Min rhey dengan nada mengejek kepada kelima orang tersebut.


kelima orang itu sudah tidak memikirkan lagi harga diri mereka sebagai petinggi sekte yang akan mengeroyok seorang pemuda yang umurnya belum cukup 20 tahun karna sudah di kuasai emosi.


mereka semua langsung mengeluarkan pedang mereka dari dalam cincin penyimpanan mereka masing-masing lalu segera melesat maju sambil menghunuskan pedang mereka ke arah Min rhey.


"apa-apaan itu, apakah mereka masih bisa di anggap petinggi Sebuah sekte!"


"aku rasa mereka sudah tidak memiliki harga diri lagi karna akan mengeroyok pemuda itu!"


"pantas semua murid yang berasal dari sekte pedang tunggal tidak tau sopan santun karna para petingginya saja seperti itu!"


"iya, tapi Min rhey juga terlalu ceroboh untuk memprovokasi mereka!"


"pasti sekarang Min rhey akan mendapatkan luka atau bahkan mati oleh kelima orang itu!"

__ADS_1


Hiruk pikuk antar penonton terjadi kembali ketika melihat patriak Se dan keempat penatuanya maju bersamaan menyerang Min rhey, mereka membicarakan mengenai kelima orang tersebut yang tidak mempunyai harga diri sebagai petinggi dari sebuah sekte karna mengeroyok seorang pemuda di depan orang banyak, tak sedikit pula yang menyayangkan Min rhey yang terlalu ceroboh memprovokasi kelima orang tersebut untuk maju menyerangnya secara bersamaan.


Ratu Xue yang menyaksikan hal tersebut berniat untuk menaiki arena untuk membantu Min rhey, tapi ratu Xue segera di hentikan oleh Jendral Chao yang berada di sampingnya sambil berkata,


"mohon maaf yang mulia ratu, tapi percayalah kepada Min rhey, dia pasti bukan orang ceroboh yang akan menghadapi lawannya tanpa sebuah rencana!" ucap Jendral Chao dengan nada sopan seraya membungkukkan kepalanya sedikit kepada Ratu Xue.


Jendral Chao juga sudah merasa ada yang aneh dengan Min rhey seperti orang yang menyembunyikan kekuatan sebenarnya, karna dari setiap pertarungan Min rhey yang telah ia saksikan Min rhey selalu dengan mudah mengalahkan lawannya.


Ratu Xue yang mendengar perkataan dari Jendral Chao terdiam sejenak untuk memikirkan perkataan jendral Chao tersebut, lalu tiba-tiba langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju atas perkataan jendral Chao.


Di atas arena pertama pertarungan, Min rhey di kelilingi oleh kelima orang petinggi sekte pedang tunggal yang terus melancarkan serangan tebasan-tebasan mereka Ke arah Titik vital Min rhey di waktu yang bersamaan, berpikir bahwa Min rhey tidak akan bisa menghindari serangan mereka tersebut.


"teknik pedang, aliran pembelah gunung,...!"


"teknik pedang, teknik pedang langit,....!"


"teknik pedang, kodok menangkap lalat,...!"


"teknik pedang, pemutus ikatan cinta,...!"


Keempat penatua terus menggunakan teknik-teknik pedangnya sambil menyebutkan nama-nama teknik mereka masing-masing, tapi meskipun mereka telah menggunakan teknik mereka Min rhey masih dengan mudah menghindari serangan-serangan tersebut.


Patriak Se juga terus mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat ke arah Min rhey, tapi tetap saja Min rhey dapat menghindari serangannya, seolah-olah Min rhey tahu kemana arah tebasan-tebasan pedang mereka yang membuatnya dapat menghindar dengan mudah.


Shoshhh!


Shoshhh!


Shoshhh!


Fluktuasi-fluktuasi udara juga terus tercipta setiap tebasan pedang yang di arahkan ke tubuh Min rhey hanya mengenai udara kosong.


semua orang yang berada di dalam stadion tidak bisa tidak merasa kagum ketika Menyaksikan pertarungan Min rhey melawan lima orang petinggi sekte pedang tunggal sekaligus, mereka betul-betul tidak menyangka bahwa Min rhey masih bisa menghindari setiap serangan dari kelima orang tersebut yang di lancarkan di waktu yang hampir bersamaan.


"baiklah, saatnya kalian berempat untuk istirahat!" ucap Min Rhey kepada keempat Penatua yang menyerangnya sambil tersenyum penuh makna.


"modifikasi Teknik ilmu pernapasan api, ketenangan jiwa!" ucap Min rhey menyebutkan nama tekniknya seraya terus menghindari serangan-serangan dari kelima orang tersebut, tiba-tiba,

__ADS_1


**Bersambung~


jangan lupa kasih bintang lima, like, vote, dan komen jika ada yang salah atau punya saran, agar Author semakin semangat dan rajin nulisnya, ok**?


__ADS_2