SISTEM PENGUASA ABSOLUTE

SISTEM PENGUASA ABSOLUTE
93. MEMUSNAHKAN SEKTE PEDANG TUNGGAL


__ADS_3

Min rhey yang mendengar cacian-cacian murid-murid tersebut kepada dirinya hanya terdiam sambil menatap mereka semua dengan tatapan dingin.


"kau tidak usah kembali melapor ke ratu jalang itu dan lebih baik kau mati saja disini! teknik pedang mabuk, langkah ketiga, tebasan tak menentu!" ucap salah seorang murid lalu berlari menyerang Min rhey dengan menghunuskan pedangnya seraya menyebutkan nama tekniknya.


Min rhey yang menyaksikan hal tersebut hanya terdiam sambil menatapnya dengan tatapan dingin lalu tiba-tiba tersenyum penuh makna.


Ketika murid tersebut sudah berada satu meter di depan Min rhey, Min rhey langsung mengibaskan tangannya mengarah perpotongan leher murid tersebut, seketika,


Slash!


bukkkk!


sebilah pedang Qi berwarna emas langsung melesat menuju perpotongan leher murid tersebut dan tak lama kemudian kepalanya langsung terjatuh ke tanah sehingga dapat terdengar suara benda basah yang jatuh.


[Ding]


[membunuh kultivator tahap...]


suara notifikasi sistem langsung terdengar didalam kepala Min rhey bersamaan dengan layar hologram transparan yang muncul di depannya ketika murid yang menyerangnya sebelumnya telah mati, Tapi Min rhey tidak menghiraukan notifikasi sistem tersebut, ia hanya memfokuskan perhatiannya kepada semua murid yang berada di sana.


sedangkan semua murid-murid yang melihat kepala temannya terjatuh ke tanah lalu menggelinding ke depan mereka langsung terdiam karna terkejut.


mereka tidak tahu pasti apa yang terjadi barusan yang mereka tahu bahwa temannya akan membunuh pemuda yang bernama Min rhey itu, tapi sedetik kemudian kepala temannya yang langsung terpisah dari tubuhnya.


"si-sial dia yang pasti membunuh senior!"


"kurang ajar!"


"semuanya serang pemuda itu!"


"Cincang tubuhnya lalu jadikan makanan binatang buas!"


setelah beberapa saat terdiam melihat kepala salah satu temanku yang menggelinding di tanah, mereka semua langsung emosi lalu berteriak dengan nada marahnya kepada Min rhey.


Semua murid-murid yang berada di sana yang berjumlah kurang lebih 3000 orang langsung menyerang Min rhey dengan mengeluarkan senjata mereka masing-masing dari dalam Cincin penyimpanannya.


sedangkan Min rhey yang melihat hal tersebut hanya tersenyum penuh makna, 'baiklah, mari kita coba semua teknik dan elemenku!' batin Min rhey.


Min rhey berencana untuk menghadapi mereka semua dengan teknik-teknik yang telah ia kuasai tapi hanya dalam beberapa persen kekuatan sebenarnya saja, jika Min rhey menggunakan 100% kekuatannya bisa saja hanya dalam satu kali serangan seluruh wilayah sekte pedang tunggal akan rata dengan tanah.


Min rhey tidak ingin melakukan hal tersebut, karna jika ia melakukannya maka ia tidak akan menikmati pertarungannya.


semua murid-murid tersebut langsung menggunakan berbagai macam teknik-teknik yang telah mereka pelajari selama berada di sekte pedang tunggal untuk menyerang Min rhey.


walaupun begitu tentu saja Min rhey dapat dengan mudah menghindari semua serangan dari Murid-murid tersebut, baik tebasan pedang, tusukan tombak, dan serangan elemen yang datang dari berbagai arah.


"elemen petir, tombak petir!" ucap Min rhey sambil mengalirkan energi Qi-nya ke tangan kanannya seraya mengangkatnya ke depan ke arah murid-murid yang menyerangnya, seketika,


Gretttt! Gretttt!


slashhh!


slashhh!


slashhh!


di telapak tangan Min rhey keluar tombak yang terbuat dari elemen petir yang berwarna biru melesat ke arah murid-murid tersebut dengan kecepatan tinggi sehingga para murid-murid itu tidak sempat untuk menghindarinya, Tombak petir itu terus melaju dengan sangat cepat menembus tubuh murid-murid yang ada di depannya.


[Ding]


[membunuh kultivator tahap penyempurnaan Qi *1-*7 sebanyak 27...]


[Ding]

__ADS_1


[membunuh kultivator tahap penyempurnaan roh *1-*7 sebanyak 17...]


[Ding]


[membunuh kultivator tahap tranformasi *1-*7 sebanyak 33...]


Suara notifikasi sistem terus-menerus terdengar di dalam kepala Min rhey bersamaan dengan layar hologram transparan yang muncul di depannya yang juga terus-menerus berganti-ganti, setiap Min rhey melancarkan serangannya kepada para murid-murid sekte pedang tunggal.


hanya dalam beberapa menit saja sudah ratusan Murid-murid tersebut yang telah mati dengan tubuh yang hancur akibat serangan dari Min rhey.


"a-ayo serang dia!"


"ayo kita balaskan dendam teman-teman kita yang telah gugur!"


"ayo serang terus dia sampai titik darah penghabisan!"


Murid-murid tersebut tidak pantang mundur untuk terus menyerang Min rhey, walaupun murid yang sudah mendapatkan luka ia masih terus berusaha menyerang Min rhey.


Min rhey yang menyaksikan semua hal tersebut hanya tersenyum sinis lalu terus-menerus melancarkan serangannya kepada para murid-murid tersebut.


"teknik pedang pembelah kesunyian, langkah ketujuh....!"


"teknik tombak penopang kesengsaraan, langkah kelima....!"


"teknik aliran hitam putih, langkah pamungkas, abu-abu!"


murid-murid yang tersisa terus-menerus menyerang Min rhey dengan sekuat tenaga menggunakan semua teknik terkuat mereka, Tapi dari semua dari serangan mereka tidak ada satupun yang menggores permukaan kulit Min rhey.


"elemen air, naga air yang mengamuk!"


"elemen racun, kabut racun!"


"teknik pelahap alam semesta, teknik kedua, pelahap!"


"elemen angin, Sabit angin!"


Min rhey juga tidak ingin kalah dengan serangan-serangan yang dilancarkan murid-murid tersebut kepada dirinya, sehingga ia juga terus mengeluarkan berbagai macam serangan kepada murid-murid.


berbagai macam elemen keluar dari telapak tangan kiri dan kanan Min rhey yang melesat ke arah para murid-murid tersebut, Min rhey juga menyerap serangan elemen yang mengarah padanya menggunakan teknik pelahap alam semesta yang berupa lubang hitam tak berdasar di depan telapak tangannya lalu segera mengembalikan serangan tersebut kepada murid yang menggunakannya.


Slashhh!


Slashhh!


"arkkkk!"


"arkkkkk! tanganku!!!"


"kakikuuuu!!!!!"


boommmm!


duarrrrr!


Bagian-bagian tubuh murid-murid itu langsung terpisah dari tubuhnya ketika terkena serangan Min rhey dan bahkan ada juga yang kulitnya langsung meleleh akibat racun yang dikeluarkan Min rhey, sehingga dapat terdengar teriakan-teriakan yang menyayat hati dari Murid-murid tersebut yang terkena serangan dari Min rhey.


Ledakan-ledakan besar juga terus terjadi di dalam wilayah sekte pedang tunggal, sekarang pemandangan di sana sangatlah mengerikan, dimana dapat terlihat banyak sekali tubuh-tubuh manusia yang tidak lengkap yang tergeletak mengenaskan di atas tanah, darah yang mengalir di mana-mana menyatu menjadi genangan darah merah yang kental.


dapat terlihat juga lubang-lubang yang lebar dan dalam di sana, bangunan-bangunan yang berada di sana juga sudah banyak sekali yang hancur akibat serangan Min rhey yang terus melaju tanpa henti sehingga mengenai bangunan-bangunan tersebut.


[Ding]


[membunuh kultivator tahap penyempurnaan roh *1-*7 sebanyak 79...]

__ADS_1


[Ding]


[membunuh kultivator tahap penyempurnaan Qi *1-*7 sebanyak 102...]


[Ding]


[membunuh kultivator tahap transformasi *1-*7 sebanyak 29...]


[Ding]


[membunuh kultivator tahap...]


[Ding]


[membunuh...]


[Ding...]


suara notifikasi sistem juga terus-menerus saling bersahutan di dalam kepala Min rhey bersamaan dengan layar hologram yang terus-menerus berganti-ganti di depannya setiap ia mengeluarkan serangannya yang langsung membunuh puluhan sekaligus murid-murid sekte pedang tunggal yang maju menyerangnya, tapi Min rhey tidak menghiraukan notifikasi sistem tersebut dan hanya memfokuskan perhatiannya kepada pertempurannya melawan murid-murid sekte pedang tunggal.


Setelah beberapa saat berlalu akhirnya semua murid-murid tersebut sudah habis tak tersisa karna telah terbunuh semua oleh Min rhey yang hanya seorang diri saja.


sekarang di sana hanya di penuhi mayat-mayat dari murid sekte pedang tunggal dan lubang-lubang besar, untungnya suara ledakan-ledakan itu tidak sampai terdengar ke kota Meigui karna Min rhey hanya menggunakan beberapa persen kekuatannya saja, jika suara ledakannya terdengar hingga ke kota Meigui bisa-bisa itu akan memicu sebuah masalah baru karna stadion pertandingan terdapat banyak sekali para petinggi-petinggi dari keluarga, sekte, dan organisasi kuat yang hadir.


beberapa saat kemudian, Min rhey telah menggunakan Zona persepsinya untuk mencari bangunan yang di gunakan sekte pedang tunggal untuk menyimpan harta mereka.


Min rhey langsung berlari menuju bangunan tersebut, tak butuh waktu lama Min rhey sudah berada di depan pintu bangunan tersebut, Min rhey langsung mengayunkan tangannya yang terkepal ke pintu bangunan tersebut, seketika,


Banggg!


krashhh!


duarrrr!


dapat terdengar suara dentuman yang sangat keras ketika tangan Min rhey yang terkepal menyentuh permukaan pintu tersebut, sehingga pintu itu menciptakan retakan yang seperti jaring laba-laba dengan bekas pukulan Min rhey yang menjadi pusatnya, lalu tiba-tiba pintu itu langsung hancur berkeping-keping menjadi puing-puing bangunan yang tidak berguna lagi.


Setelah pintu itu hancur, Min rhey dapat melihat tumpukan-tumpukan harta dan sumberdaya yang menjadi gunung-gunung kecil di dalam bangunan tersebut.


Min rhey langsung memasukkan semua harta dan sumberdaya itu kedalam cincin penyimpanannya, setelah itu beberapa saat Min rhey telah memasukkan semaunya, lalu berjalan ke tengah-tengah wilayah sekte pedang tunggal.


Min rhey langsung melapisi seluruh tubuhnya dengan energi Qi-nya laku melayang ke udara, ketika sudah berada di ketinggian langit Min rhey memandangi wilayah sekte pedang tunggal.


"teknik dewa pedang, gerakan kedua, hujan pedang!" ucap Min rhey pelan seraya mengangkat tangannya ke atas.


tiba-tiba di atas ketinggian langit tercipta puluhan ribu lingkaran emas yang memiliki simbol-simbol aneh di sekitarnya, kemudian keluarlah pedang-pedang berwarna emas yang terbuat dari energi Qi.


ketika min rhey mengayunkan tangannya ke bawah seketika pedang-pedang emas tersebut bergetar lalu melesat ke bawah menuju wilayah Sekte pedang tunggal, seketika,


Boommm!


Boommm!


Duarrrr!


Duarrr!


pedang-pedang Qi berwarna emas tersebut mengenai bangunan-bangunan yang masih berdiri di dalam wilayah sekte pedang tunggal sehingga terjadi ledakan-ledakan yang besar yang menciptakan lubang-lubang yang lebar dan dalam.


setelah beberapa saat akhirnya seluruh Bangunan-bangunan sekte tersebut sudah rata dengan tanah, Min rhey yang melihat hal tersebut hanya menganggukkan kepalanya kecil tanda puas lalu membalikkan badannya terbang kembali menuju kota Meigui dengan kecepatan stabilnya.


Setelah beberapa puluh menit terlewati, akhirnya Min rhey sudah berada di dalam Stadion atau lebih tepatnya di dalam ruangan khusus ratu Xue untuk melaporkan apa yang ia lakukan kepada murid-murid sekte pedang tunggal.


**Bersambung~

__ADS_1


jangan lupa kasih bintang lima, like, vote, dan komen jika ada yang salah atau punya saran, agar Author semakin semangat dan rajin nulisnya, ok**?


__ADS_2