SISTEM PENGUASA ABSOLUTE

SISTEM PENGUASA ABSOLUTE
91. PENYIKSAAN MIN RHEY 2


__ADS_3

Min rhey yang melihat mereka semua sudah terbangun, langsung tersenyum mengerikan, sedangkan keenam orang yang melihat senyum mengerikan yang terlukis di wajah Min rhey membuat mereka seolah-olah sedang berada di depan dewa kematian langsung yang membuat mereka bergidik ketakutan serta semua bulu kuduk mereka berdiri.


"baiklah, mari kita mulai!" ucap Min rhey sambil berjalan mendekati penatua yang pertama menyerangnya tadi seraya tersenyum menyeramkan.


"to-tolong ampuni aku tuan muda!" ucap penatua tersebut memohon kepada Min rhey dengan nada terbata-bata Karna ketakutan ketika melihat Min rhey berjalan mendekatinya.


Min rhey hanya terus tersenyum menyeramkan sambil berjalan mendekati penatua tersebut tanpa menanggapi permohonannya seraya membuat pedang Qi berwarna emas di tangan kanannya.


Jendral Chao yang melihat bahwa Min rhey dapat membuat pedang Qi, tentu saja terkejut, karna ia tahu pasti hanya seorang kultivator yang memiliki teknik pedang tingkat tinggi serta telah memahaminya hingga titik sempurna yang dapat membuat pedang Qi.


Jendral Chao semakin penasaran kepada Min rhey karna sebelumnya ketika masih dalam pertarungan di arena pertandingan, jendral Chao tidak pernah melihat Min rhey menggunakan teknik pedang atau menggunakan pedang Qi, tapi meskipun begitu ia hanya memilih terdiam saja sambil memperhatikan apa yang akan Min rhey lakukan.


"arkkkk!"


"arkkkk!"


"arkkkk!"


Teriakan-teriakan yang menyayat hati terus terdengar di ruang bawah tanah tersebut, setiap Min rhey mengiris-iris kaki dan tangan penatua tersebut seperti mengiris-iris bawang merah di dapur.


setelah kaki dan tangan penatua tersebut habis teriris-iris kecil oleh Min rhey yang menggunakan pedang Qi berwarna emasnya, ia melanjutkan penyiksaannya lagi dengan mencongkel mata penatua tersebut lalu kemudian memotong telinganya, setelah itu barulah Min rhey memenggal kepala penatua tersebut.


jendral Chao yang dari tadi menyaksikan kejadian tersebut, tidak bisa tidak terkejut, ia sangat tidak menyangka bahwa seorang pemuda yang usianya belum genap 20 tahun dapat melakukan hal yang sangat mengerikan seperti itu.


selama ia menjadi jendral di kerajaan Xue, ia juga sering menyiksa atau membunuh orang yang telah membuat masalah atau orang yang mempunyai niat buruk kepada ratu Xue, tapi ia tidak pernah berfikir melakukan hal semengerikan yang di lakukan Min rhey.


Jendral Chao melihat Min rhey seolah-olah melihat dewa kematian yang tinggal di dasar neraka yang sangat senang menyiksa orang.


patriak Se dan keempat penatua yang tersisa yang melihat cara Min rhey membunuh atau menyiksa temannya, membuat mereka merasa sedang melihat langsung dewa kematian di dasar neraka yang sedang menyiksa orang, sehingga mereka bergidik ketakutan dan tanpa mereka sadari, mereka semua mengencingi celana mereka sendiri karna sakit takutnya melihat penyiksaan Min rhey.


"ah, a-anu anak muda, apakah kita tidak bisa langsung membunuh mereka saja?" tanya jendral Chao dengan nada terbata-bata kepada Min rhey.


Min rhey yang mendengar pertanyaan jendral Chao langsung mengalihkan perhatiannya ke belakang menatap wajah jendral Chao.


"tidak bisa paman, karna mereka harus merasakan penyiksaan terlebih dahulu lalu mereka bisa mati!" ucap Min rhey dengan nada dan ekspresi wajah yang dingin kepada Jendral Chao yang berdiri di belakangnya.


jendral Chao yang mendengar dan melihat ekspresi dingin Min rhey, membuat dirinya merasa benar-benar berada di hadapan dewa kematian yang sangat menikmati penyiksaannya, lalu tanpa berkata-kata lagi jendral Chao langsung menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan Min rhey tersebut.


Setelah beberapa saat berlalu akhirnya yang tersisa sekarang adalah patriak Se seorang diri, sedangkan kelima penatua lainnya telah menjadi potongan-potongan daging kecil seperti bawang merang Yang akan di tumis.


"sekarang giliranmu pak tua!" ucap Min rhey yang telah berada di hadapan Patriak Se seraya tersenyum menyeramkan menatap wajahnya.


Patriak Se yang mendengar dan melihat senyuman Min rhey tersebut, membuat dirinya menggigil ketakutan.


"to-tolong anak muda ma-maafkan aku yang tua ini dan langsung bunuh saja aku!" ucap Patriak Se dengan nada yang terbata-bata karna ketakutan, patriak Se memohon kepada Min rhey Agar langsung di bunuh saja daripada harus merasakan penyiksaan seperti yang di alami kelima penatuanya sebelumnya.

__ADS_1


"heheheh, tunggulah pak tua, kau pasti akan kubunuh!" ucap Min rhey sambil terkekeh pelan seraya menyunggingkan senyum khasnya yang menyeramkan.


"arkkkkk!"


"arkkk!"


"arkkkkkk!"


patriak Se langsung berteriak kesakitan setiap pedang Qi berwarna emas milik Min rhey mengiris-iris bagian tubuhnya seperti tangan dan kakinya.


"hahahaha-hahahahah!" Min rhey terus tertawa menyeramkan setiap ia mengiris kecil-kecil bagian tubuh patriak Se seolah-olah ia sangat menyukai hal tersebut.


"arkkk!"


"to-tolong bunuh saja aku!"


"arkkkk!"


Teriakan-teriakan yang menyayat hati terus menggema di ruang bawah tanah tersebut, Patriak Se juga tersu memohon kepada Min rhey untuk segera di bunuh karna sudah tidak dapat menahan rasa sakit yang ia rasakan.


setelah beberapa saat akhirnya kaki dan tangan patriak Se telah habis sampai pangkalnya, Min rhey mengalihkan atensinya kepada mata Patriak Se lalu langsung tersenyum menyeramkan.


Min rhey mengalirkan energi Qi-nya ke jari-jari tangannya lalu mengambil kedua mata patriak Se secara bergantian seperti mengambil kue di dalam toples.


"arkkkkk!"


"arkkkkkk!"


patriak Se langsung berteriak kesakitan ketika Min rhey mengambil bola matanya, setelah itu Min rhey memotong telinga patriak Se lalu segera memenggal kepalanya dengan mengayunkan pedang Qi berwarna emasnya ke arah perpotongan leher patriak Se.


slash!


pedang Qi berwarna emas milik Min rhey dengan sangat mulus langsung memotong perpotongan leher milik Patriak Se, sehingga kepalanya berguling-guling di tanah.


sekarang penampakan di ruang bawah tanah tersebut atau lebih tepatnya di penjara tersebut sangatlah mengerikan, bagaimana tidak mengerikan, potongan-potongan daging kecil berserakan di mana-mana, darah mengalir seperti sungai lalu menyatu menjadi genangan cairan berwarna merah yang kental, dan juga beberapa kepala manusia yang tergeletak di lantai.


Sedangkan jendral Chao yang menyaksikan semua penyiksaan Min rhey dari tadi, membuat dirinya merasa sedikit mual karna apa yang ia lihat sangatlah menyeramkan dan menjijikkan, untung saja Xue Yi tidak ikut, jika Xue Yi ikut mungkin ia akan memuntahkan semua isi perutnya keluar jika melihat penampakan yang berada di penjara tersebut.


Setelah menyelesaikan kegiatannya, Min rhey langsung membalikkan badannya menatap Jendral Chao yang hanya terdiam menyaksikan penyiksaannya.


"paman, aku mempunyai saran untukmu!" ucap Min rhey sambil berjalan mendekati Jendral Chao.


"a-apa itu anak muda!" ucap jendral Chao yang terbata-bata karna terkejut ketika mendengar perkataan Min rhey.


"jika ada orang yang berbuat baik kepada kita, maka balas dengan seribu kebaikan tapi jika ada orang yang berbuat buruk kepada kita, maka balas dengan seribu keburukan!"ucap Min rhey dengan nada tegas kepada jendral chao.

__ADS_1


jendral Chao yang mendengar perkataan Min rhey membuat bulu kuduknya berdiri, sekarang ia mengerti mengapa pemuda di depannya itu mempunyai sikap yang sangat mengerikan kepada orang yang telah berniat buruk kepadanya, karna ia memiliki pendirian seperti itu.


Min rhey dan jendral Chao memutuskan untuk segera kembali, untuk melaporkan bahwa keenam petinggi Sekte pedang tunggal telah selesai di urus oleh Min rhey kepada Ratu Xue.


Setelah beberapa saat berjalan akhirnya mereka berdua telah berada di ruang tahta kerajaan, Ratu Xue dan juga Xue Yi, juga sudah berada di sana, untuk menunggu kedatangan mereka.


sebelumnya ketika masih berada di Gasebo yang terletak di taman belakang istana, ratu Xue memberitahu berbagai macam hal kepada Xue Yi, salah satunya adalah apa yang dirasakan sebenarnya Xue Yi kepada Min rhey.


jendral Chao segera melaporkan bahwa keenam orang petinggi sekte pedang tunggal telah selesai di atasi oleh Min rhey, ratu Xue hanya menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya kecil.


Ratu Xue langsung menyuruh Min rhey untuk pergi membersihkan dirinya, karna di bajunya terdapat beberapa bercak-bercak darah yang menempel.


Min rhey langsung menganggukkan kepalanya kecil lalu memberi hormat kepada ratu Xue, lalu segera mengikuti pelayan yang akan menuntunnya ke kamarnya.


setelah beberapa saat akhirnya Min rhey telah selesai membersihkan dirinya, lalu segera berjalan menuju ruang makan istana untuk menyantap makan malam bersama ratu Xue dan Xue Yi.


beberapa saat kemudian mereka bertiga telah selesai menyantap makan malam, lalu untuk beberapa saat mereka berbincang-bincang membahas apa yang akan di lakukan Min rhey besok.


Min rhey memutuskan untuk pergi ke sekte pedang tunggal besok pagi untuk segera menyelesaikan permasalah yang ada, Ratu Xue juga mengatakan kepada Min rhey untuk tidak membunuh mereka jika mereka ingin mendengarkan perintahnya, Min rhey hanya menganggukkan kepalanya kecil menanggapi perkataan dari ratu Xue tersebut.


sedangkan Xue Yi, Min rhey dan ratu Xue menyuruhnya untuk tetap mengikuti pertandingan babak ketiga esok hari, Min rhey juga berjanji kepada Xue Yi jika urusannya di sekte pedang tunggal telah selesai ia akan datang menonton pertarungannya besok di stadion.


Min rhey berpikir walaupun ia pergi ke stadion besok pagi, ia juga tidak akan bertarung lagi karna ia telah menyerah sehingga ia memutuskan untuk menyelesaikan permasalah murid-murid sekte pedang tunggal terlebih dahulu.


Keesokkan harinya.


setelah belasan jam berlalu, akhirnya mentari kembali menampakkan dirinya dari arah ufuk timur yang menyinari seluruh daratan alam rendah kultivator, kicauan-kicauan burung serta hembusan angin yang sejuk membuat suasana menjadi semakin damai dan tentram.


Min rhey, Xue Yi dan ratu Xue bertemu di ruang makan istana kerajaan untuk menyantap sarapan pagi terlebih dahulu sebelum pergi.


setelah menyantap sarapan pagi, Min rhey dan Xue Yi serta ratu Xue berjalan bersamaan menuju halaman istana kerajaan.


"Min rhey ingat perkataanku semalam dan berhati-hatilah!" ucap Ratu Xue mengingatkan Min rhey tentang pembicaraannya semalam.


"baik yang mulia ratu!" ucap Min rhey dengan nada sopan menanggapi perkataan dari ratu Xue tersebut.


sedangkan Xue Yi yang juga ingin mengatakan sesuatu kepada Min rhey sebelum ia pergi, membuat pipinya memerah karna malu serta menundukkan kepalanya sambil memainkan jari-jari kecilnya.


"ha-hati-hati!" ucap Xue Yi dengan anda terbata-bata kepada Min rhey.


"hehehehe, baiklah Xue Yi imut!" ucap Min rhey sambil terkekeh pelan seraya mengelus pucuk kepalanya dengan lembut.


Ratu Xue yang menyaksikan hal tersebut hanya tersenyum canggung, sedangkan Xue Yi yang mendapati perlakuan seperti itu dari Min rhey membuat hatinya merasa hangat walaupun ia juga merasa malu karna di lihat oleh ibunya.


Mereka bertiga langsung berpisah, Ratu Xue dan Xue Yi langsung bergegas menuju stadion pertandingan sedangkan Min rhey langsung pergi menuju letak Sekte pedang tunggal yang berada di pegunungan arah barat daya wilayah kerajaan Xue.

__ADS_1


**Bersambung~


jangan lupa kasih bintang lima, like, vote, dan komen jika ada yang salah atau punya saran, agar Author semakin semangat dan rajin nulisnya, ok**?


__ADS_2