
[Ding]
[Tuan rumah telah kalah
Apakah tuan rumah masih ingin melanjutkan latihan?
Yes/No]
"Hehehe, ayo lanjutkan dan berlatih dengan lebih serius lagi!" Ucap Min Rhey dengan penuh semangat dan langsung memilih tombol 'YES'.
Min Rhey kembali melanjutkan latihannya terus menerus melawan tubuh tiruannya sendiri dan seiring berjalannya waktu, Min Rhey mulai memperlihatkan peningkatannya sedikit demi sedikit.
10 jam kemudian.
Setelah 10 jam berlalu di dalam ruang dimensi latihan, sekarang Min Rhey sudah dapat memberikan sedikit perlawanan kepada tubuh tiruannya dan sudah bisa bertahan selama kurang lebih 10 menit.
Tapi itu belum cukup untuk mengalahkan tubuh tiruannya sendiri.
Dapat terlihat di dalam ruang dimensi latihan tersebut, Min Rhey dan tubuh tiruan itu saling beradu elemen seperti, elemen cahaya melawan elemen kegelapan, elemen air dan api, dan elemen lainnya.
Dari tabrakan-tabrakan elemen yang berlawanan itu, menciptakan berbagai macam dampak yang sangat mengerikan, jika itu terjadi di luar dimensi latihan, dapat di pastikan akan merobek dimensi ruang dan waktu.
Hal tersebut juga membuktikan bahwa ruang dimensi latihan memiliki hukum alam yang lebih kuat di bandingkan alam di luar sana.
Kembali ke Min Rhey.
"Elemen tanah, penjara kubus!" ucap Min Rhey bersamaan dengan menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya.
Grrrekkkkkkk!
Seketika, dari jarak 1 mil di depan Min Rhey, tempat dimana tubuh tiruan itu berada, tanah di sekelilingnya bergetar lalu menciptakan kubus raksasa setinggi seratus meter yang mengurung tubuh tiruan tersebut.
Tidak berhenti di situ saja, Min Rhey kembali menggunakan teknik pedang dewa gerakan kedua, hujan pedang, lalu menggabungkannya dengan elemen api emas.
Dan di waktu yang bersamaan juga, Min Rhey menciptakan tombak dari energi Qi berwarna emas yang terselimuti elemen petir emas, setelah persiapannya selesai.
Min Rhey langsung melesatkan terlebih dahulu tombak tersebut, lalu menjatuhkan ribuan pedang energi Qi yang berada di atas ketinggian langit, seketika,
Swoshhhhh!
Swoshhhhh!
Swoshhhhh!
Boommmm!
Duarrr!
Dengan kecepatan cahaya, tombak itu langsung menghancurkan kubus tanah raksasa itu dan terus melesat ke arah tubuh tiruan tersebut, bersamaan dengan ribuan pedang yang melesat dari atas ke bawah.
Ketika ujung tombak itu sudah berjarak beberapa cm dari tubuh tiruan itu, seketika tubuh tiruan itu menggeser kaki kirinya ke samping bersamaan dengan memutar tubuhnya, lalu menangkap tombak itu.
Swoshhhhh!
__ADS_1
Tangg!
Tranggg!
Tidak berhenti di situ saja, tubuh tiruan itu langsung terbang ke atas langit dan menangkis pedang-pedang energi Qi yang melesat ke arahnya saja menggunakan tombak tersebut.
Di sisi lain, Min Rhey yang melihat hal tersebut tidak lagi terlalu terkejut, karna ia sudah banyak melihat hal-hal yang mengejutkan oleh tubuh tiruan tersebut.
kembali ke tubuh tiruan tersebut, setelah menangkis pedang-pedang energi Qi yang melesat ke arahnya, ia langsung melesatkan tombak yang berada di tangannya kanannya ke arah Min Rhey.
Swoshhhhh!
Tombak itu melesat dengan kecepatan cahaya sehingga menciptakan hembusan fluktuasi udara yang sangat kuat.
Tubuh tiruan itu juga langsung menyatukan telapak tangannya di depan dadanya.
Ketika tombak itu sudah berjarak 1 meter dari tubuh Min Rhey, Min Rhey berusaha untuk menghindarinya kesamping tapi tubuhnya tidak bisa bergerak karna seperti tertekan oleh gravitasi yang sangat kuat, seketika.
Bommm!
Duarrrr!
Tercipta ledakan yang sangat besar dan fluktuasi udara yang sangat kuat serta lubang dalam yang sangat luas, ketika tombak tersebut mengenai tubuh Min Rhey.
[Ding]
[Tuan rumah telah kalah
Apakah tuan rumah masih ingin melanjutkan latihan?
Yes/No]
Seketika kesadaran spiritualnya kembali ke tubuhnya yang masih dalam keadaan bermeditasi di atas tempat tidurnya.
Perlu di ketahui, perbandingan waktu ruang dimensi latihan dengan dunia luar adalah 10/1 jam, sehingga baru 1 jam yang berlalu di dunia luar semenjak Min Rhey memasuki ruang dimensi latihan.
"Hmm, perkembangan kakak lumayan juga!" Terdengar suara anak kecil yang familiar dari samping Min Rhey.
Min Rhey yang mendengar suara tersebut, langsung mengalihkan pandangannya ke samping sehingga dapat melihat Min Di Lhyn yang berdiri sambil memakan keripik yang entah dari mana asalnya.
Min Di Lhyn dapat mengetahui perkembangan Min Rhey tersebut karna ia dapat melihat langsung ke dalam ruang dimensi latihan bahkan tanpa memindahkan tubuhnya ke dalam sana.
"Di'er, dari mana kau mendapatkan itu?" Tanya Min Rhey kepada Min Di Lhyn, sambil menunjuk bungkus besar keripik yang terlingkari tangan Min Di Lhyn di depan dadanya.
"Tentu saja di dalam toko makanan sistem, mana ada yang jual keripik di alam iblis ini!" Jawab langsung Min Di Lhyn kepada Min Rhey.
"Pasti Di'er menggunakan poin kakak, 'kan?" Tanya lagi Min Rhey kepada Min Di Lhyn dengan mengerutkan keningnya dan mengangkat sedikit alis kanannya.
"iya, apa salahnya Di'er belanjakan 1 poin sistem saja!" Jawab Min Di Lhyn dengan sedikit kesal kepada Min Rhey.
"Hehehe, iya iya iya, tidak apa-apa Di'er belanjakan poin kakak, tapi lain kali minta izin yah?" Ucap Min Rhey kepada Min Di Lhyn seraya mengulurkan tangannya untuk mengelus pucuk kepala Min Di Lhyn.
Min Rhey sebenarnya ingin memarahi Min Di Lhyn karna tidak meminta izin kepadanya terlebih dahulu untuk membelanjakan poinnya.
__ADS_1
Tapi niatnya tersebut langsung ia urungkan ketika melihat Min Di Lhyn sedikit kesal dan juga teringat kejadian sebelumnya ketika Min Di Lhyn mengeluarkan sedikit auranya yang membuatnya hampir mati mengenaskan.
"baik kakak!" ucap Min Di Lhyn seraya tersenyum manis menanggapi perkataan Min Rhey.
"kau ini perwujudan sistem atau iblis!" Batin Min Rhey lalu menghela nafas berat, seraya menatap Min Di Lhyn yang tersenyum manis kepada dirinya.
Karna hari yang masih sore, Min Rhey memutuskan untuk berkultivasi apalagi kepadatan energi Qi di alam iblis sedikit lebih padat daripada energi Qi alam rendah kultivator.
Tanpa berlama-lama, Min Rhey memperbaiki posisinya untuk segera menyerap energi Qi yang berada di sekitarnya.
"Teknik pelahap alam semesta, teknik pertama, penghisap!" Ucap Min Rhey dengan tenang seraya menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya.
setelah mengucapkan tekniknya, tiba-tiba muncul sebuah lubang hitam tak berdasar di atas kepalanya, lubang tersebut langsung menghisap energi Qi dalam radius 10 mil.
6 jam kemudian.
Waktu berlalu begitu cepat, sehingga 6 jam terlewati dengan Min Rhey yang masih terus menerus menghisap energi Qi di dalam kamar tersebut.
Walaupun Min Rhey menghisap energi Qi selama 6 jam, tapi energi Qi di dalam dantiannya seperti tidak tertambah sedikitpun.
Hal tersebut di karenakan energi Qi yang di butuhkan Min Rhey agar bisa menembus tingkatan sangatlah banyak.
Min Rhey yang menyadari bahwa hari telah berganti menjadi malam, langsung mengakhiri aktivitasnya tersebut.
Min Rhey membuka kelopak matanya dengan perlahan sehingga sempurna bersamaan dengan terciptanya fluktuasi udara yang kuat dengan Min Rhey sebagai pusatnya.
"seperti tidak ada perubahan sedikitpun!" Ucap Min Rhey dengan nada pasrah.
"Baiklah, saatnya untuk beristirahat!" Ucap Min Rhey dan langsung menjatuhkan tubuhnya kebelakang di atas tempat tidurnya.
Sedangkan Min Di Lhyn yang dari tadi hanya mengawasi Min Rhey sambil memakan keripik terus menerus, juga ikut merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tepat di samping Min Rhey, setelah membersihkan tubuhnya dari remah-remah keripik.
Keesokan harinya.
Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya malam hari pun tergantikan dengan siang hari.
Sekarang Min Rhey dan Min Di Lhyn telah selesai menyantap sarapan pagi di dalam kamarnya.
Sarapan pagi tersebut berasal dari toko makanan sistem, sebenarnya mereka juga di panggil oleh Djevelens Levia untuk sarapan pagi bersama, tapi Min Rhey menolaknya karna ia sudah tahu hidangan apa yang akan di hidangkan yaitu hidangan yang terlihat aneh yang memang bukan untuk manusia.
Min Rhey dan Min Di Lhyn berjalan keluar dari kamarnya dan menuju ruang tahta untuk bertemu dengan Djevelens Levia.
Tak butuh waktu lama sehingga mereka berdua sudah berada di ruang tahta.
"Levia, aku ingin keluar untuk melihat-lihat!" Ucap Min Rhey dengan santai kepada Djevelens Levia yang duduk di kursi singgasananya.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1