
Mereka bertiga langsung berpisah, Ratu Xue dan Xue Yi langsung bergegas menuju stadion pertandingan sedangkan Min rhey langsung pergi menuju letak Sekte pedang tunggal yang berada di pegunungan arah barat daya wilayah kerajaan Xue.
Di sekte pedang tunggal.
dapat terlihat banyak sekali murid-murid yang sedang berlatih di halaman sekte tersebut, baik melatih teknik beladiri bersenjata maupun teknik tangan kosong, Di sana juga terdapat berbagai macam bangunan-bangunan yang besar dan ada satu bangunan yang paling tinggi yang berada tepat di tengah-tengah wilayah sekte tersebut, bangunan tersebut adalah menara kultivasi sehingga dapat terlihat banyak sekali murid-murid di sana yang ingin memasuki bangunan tersebut untuk berkultivasi.
"Hei, apakah kau tidak melihat penatua kedua?" tanya salah seorang murid kepada temannya yang sedang berada di halaman sekte sambil berlatih.
Murid yang mendengar pertanyaan dari temannya tersebut langsung berhenti melakukan gerakan-gerakan tekniknya, laku segera menjawab pertanyaan temannya,
"tidak! mulai dari kemarin hingga hari ini aku tidak melihat para penatua sekalipun!" jawab murid tersebut kepada temannya tadi yang bertanya.
"aku dengar kemarin pagi, patriak dan kelima penatua lainnya pergi mengunjungi pertandingan yang di adakan di ibukota kerajaan!" ucap salah satu murid yang berada tak jauh dari mereka.
"apa yang mereka lakukan, bukankah yang pergi hanya penatua ketiga dan keempat untuk menemani senior Jan Cok Mu!" ucap Murid tadi menanggapi perkataan murid tersebut.
"aku tidak tahu pasti, tapi kemarin aku sempat mendengar pembicaraan para penatua sebelum mereka pergi, mereka pergi ke stadion pertandingan untuk mencari pemuda yang bernama Min rhey!" ucap murid tersebut menanggapi perkataan temannya.
"pemuda yang bernama Min rhey? ada apa patriak dan penatua mencarinya?"tanya murid tersebut ke temannya.
"ah! aku dengar dari murid penatua pertama, bahwa mereka mencari pemuda yang bernama Min rhey itu, karna ia telah membunuh penatua ketiga dan keempat dan juga ia yang telah mengalahkan senior Jan Cok Mu di pertandingan babak pertama!"sahut murid lain yang berjalan mendekati mereka.
"apakah kau serius! tidak mungkin penatua ketiga dan keempat bisa di bunuh oleh pemuda kan?" ucap Murid sebelumnya dengan nada yang sangat terkejut setelah mendengar perkataan murid tersebut.
"tapi jika itu memang benar kita harus membalaskan dendam penatua ketiga dan keempat, siapa tau pemuda yang bernama Min rhey itu mempunyai akal yang sangat licik sehingga bisa membunuh penatua ketiga dan keempat!" ucap murid tadi yang berhenti latihan.
mereka semua membicarakan berbagai macam hal mengenai para petinggi yang pergi mencari pemuda yang bernama Min rhey, mereka semua juga memutuskan untuk membalas dendam kepada pemuda yang bernama Min rhey, jika kabar bahwa penatua ketiga dan keempat mereka benar-benar di bunuh olehnya.
mereka juga membicarakan hal mengenai patriak Se dan kelima penatu lainnya yang belum kembali ke sekte pedang tunggal, banyak juga dari mereka yang berpikiran bahwa para petinggi yang pergi mencari pemuda tersebut telah mati terbunuh tapi pemikiran itu cepat mereka tepis karna mereka berpikir hal itu sangat tidak mungkin terjadi karna patriak mereka berada pada tahap raja alam *2 yang sangat tidak bisa di bunuh oleh seorang pemuda saja.
kembali ke Min rhey.
__ADS_1
setelah beberapa puluh menit berlalu, akhirnya Min rhey yang telah terbang dengan kecepatan stabilnya yang tidak cepat dan tidak lambat, sekarang sudah dapat melihat sebuah gerbang yang lumayan besar yang berada sekitar 500 meter di depannya.
Min rhey memutuskan untuk turun ke permukaan tanah ketika sudah berada sekitar 200 meter dari gerbang tersebut, Min rhey turun dari atas langit dengan kaki kanannya yang pertama menyentuh permukaan tanah, lalu segera berjalan menuju gerbang sekte pedang tunggal tersebut.
setelah beberapa saat berjalan akhirnya Min rhey telah sampai di depan gerbang tersebut, di sana juga dapat terlihat dua orang yang mengenakan pakaian sekte pedang tunggal yang sedang berjaga.
"siapa kau? dan apa yang kau lakukan disini?" tanya salah satu murid yang menjaga gerbang tersebut kepada Min rhey dengan nada yang arogan.
"perkenalkan namaku adalah Min rhey, aku ke sini karna perintah dari yang mulia ratu Xue!" jawab Min rhey sambil memperkenalkan diri dengan nada yang dinginnya kepada penjaga gerbang tersebut.
kedua penjaga gerbang tersebut belum tahu kabar mengenai patriak Se dan kelima penatua yang pergi mencari pemuda yang bernama Min rhey dan kabar mengenai penatua ketiga dan keempat yang telah terbunuh oleh seorang pemuda yang bernama Min rhey, pasalnya mereka terus berjaga di luar gerbang sehingga mereka berdua tidak mengetahui kabar tersebut, mereka berdua memang melihat patriak Se dan kelima penatuanya pergi keluar melewati gerbang tersebut tapi mereka tidak bertanya kepada enam orang tersebut bahwa mereka pergi akan pergi kemana.
Mereka berdua memandang Min rhey dari ujung rambut sampai ujung kaki, mereka sedikit tidak percaya atas jawaban Min rhey yang mengatakan bahwa ia ke sini atas perintah dari Ratu Xue, tapi setelah melihat dengan seksama penampilannya yang terlihat mewah, merekapun langsung percaya.
"apa yang ratu Xue perintahkan kepadamu?" tanya penjaga gerbang tersebut yang terus menggunakan nada arogannya kepada Min rhey.
"ratu Xue ingin membubarkan atau menghapus sekte pedang tunggal karna sekte ini sudah tidak memiliki petingginya lagi yang akan membimbing para murid-murid, jika murid-murid tidak mematuhi perintah dari Ratu Xue, mereka akan mendapatkan ganjarannya sendiri!" ucap Min rhey dengan nada dingin dan ekspresi wajah yang dingin kepada penjaga gerbang tersebut.
kedua penjaga tersebut yang mendengar perkataan Min rhey, tentu saja langsung terkejut, mereka tidak menyangka bahwa ratu Xue ingin membubarkan sekte pedang tunggal mereka dan yang paling mengejutkan lagi adalah ketika Min rhey mengatakan bahwa sekte mereka sudah tidak memiliki petinggi lagi, yang berarti bahwa petinggi mereka telah mati.
"sialan!"
"mati saja kau dengan ratu Xue!"
ucap mereka secara bersamaan dengan nada yang sangat emosi, Sedangkan Min rhey yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya menaggapi mereka berdua.
"teknik ilmu pernapasan, langkah pertama, hembusan jiwa!" ucap Min rhey menyebutkan nama tekniknya seraya menghirup udara sambil mengepalkan tangannya lalu menariknya kebelakang sehingga sejajar dengan dadanya bersamaan dengan membentuk kuda-kuda kaki kiri yang berada di depan.
ketika kedua penjaga gerbang tersebut sudah hampir berada tepat di depan Min rhey, Min rhey langsung mengayunkan tangannya yang terkepal ke depan ke arah kedua penjaga gerbang tersebut, seketika,
Swoshhhhh!
__ADS_1
Banggg!
krashhhh!
Duarrrr!
Kedua penjaga gerbang tersebut langsung terpental kebelakang seperti layangan putus yang tertiup angin kencang, penjaga gerbang tersebut menabrak gerbang masuk sekte sehingga terdengar suara dentuman yang sangat besar yang membuat gerbang tersebut retak dan tak lama kemudian gerbang tersebut hancur.
"suara apa itu?"
"entahlah, tapi lebih baik jika kita langsung ke asal suara itu!"
Para murid-murid yang berada di dalam wilayah sekte pedang dapat mendengar suara dentuman tersebut sehingga membuat mereka semua terkejut, lalu segera bergegas menuju asal suara dentuman itu.
Sedangkan Min rhey yang melihat bahwa gerbangnya telah hancur berkeping-keping menjadi puing-puing bangunan yang berserakan di tanah, langsung melangkahkan kakinya memasuki sekte pedang tunggal melewati bekas gerbang tersebut.
tak butuh waktu lama, semua murid-murid sekte pedang tunggal sudah berada di halaman depan sekte pedang tunggal, apa yang mereka lihat hanyala seorang pemuda yang terlihat masih berumur 17 tahun yang mengenakan pakaian berwarna hitam yang terlihat mewah.
"hei! siapa kau? apa yang kau lakukan di sini? dan juga apakah kau yang melakukan itu?" tanya seorang murid yang maju kedepan semua murid dengan nada yang sangat arogan sambil menunjuk ke arah puing-puing bangunan yang berserakan di atas tanah yang sebelumnya adalah gerbang masuk sekte pedang tunggal.
"aku adalah Min rhey, aku kesini atas perintah yang mulia ratu Xue, untuk membubarkan sekte pedang tunggal kalian, jika kalian tidak menurutinya maka kalian akan tahu sendiri akibatnya, soal gerbang itu akulah yang menghancurkannya!" ucap Min rhey dengan nada dan ekspresi wajah yang dingin menanggapi pertanyaan dari murid tersebut sambil memandangi semua murid yang berada di sana.
semua murid yang mendengar nama 'Min rhye' langsung terkejut pasalnya pemuda itulah yang di cari-cari oleh patriak dan penatua mereka, Mereka juga langsung merasa sangat marah dan kesal ketika Min rhey menyebutkan perintah Ratu Xue yang menyuruhnya untuk membubarkan sekte pedang tunggal.
"kurang ajar sekali kau!"
"apakah kau pikir kami akan menuruti perintah dari ratu ****** itu!"
"kau tidak akan bisa kembali hidup-hidup dari sini!"
semua murid-murid tersebut langsung melontarkan cacian kepada Min rhey yang dan ratu Xue Dangan nada yang sangat arogan dan sombong.
__ADS_1
**Bersambung~
jangan lupa kasih bintang lima, like, vote, dan komen jika ada yang salah atau punya saran, agar Author semakin semangat dan rajin nulisnya, ok**?