SISTEM PENGUASA ABSOLUTE

SISTEM PENGUASA ABSOLUTE
42. PULANG KE RUMAH


__ADS_3

Istana kerajaan Tan.


Di dalam ruang tahta terdapat seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah berwarna merah dengan corak-corak berwarna perak di dadanya dengan wajah yang sudah kelihatan keriput dan rambut panjang sepinggang serta pupil mata berwarna hitam kecoklatan, ia tak lain dan tak bukan adalah raja Tan, Tan peng, yang sedang duduk di kursi singgasananya sambil menopang kepalanya dengan tangan kanannya.


terdapat juga beberapa orang yang sedang duduk di sisi kanan dan kiri ruang tahta, Meraka adalah para menteri-menteri, wakil menteri dan juga jendral kerjaan Tan, mereka semua tidak ada yang berani membuka suara karna takut ketika melihat raut wajah raja Tan yang seperti marah dan kesal bercampur aduk menjadi satu.


"kenapa jendral besar Bao belum juga kembali?" tanya raja Tan yang membuka suara sambil menatap semua orang yang duduk di sisi kanan dan kiri ruang tahta secara bergantian.


semua orang yang mendapati pertanyaan dari raja Tan terdiam karna tak tahu harus menjawab apa, selama kepergian jendral besar Bao yang sudah tiga hari belum pulang dan tidak ada kabar, sehingga satu hari yang lalu mereka memutuskan untuk menyuruh seseorang untuk mencari informasi mengenai jendral besar Bao tapi sampai sekarang orang tersebut belum kembali.


"mungkin jendral besar Bao sedang dalam perjalanan pulang, yang mulia raja!" jawab salah seorang memberanikan diri sambil berdiri dari kursi yang berada di sisi kanan ruang tahta lalu menangkupkan tangannya menghadap raja Tan.


semua orang yang mendengar jawaban orang tersebut menganggukkan kepalanya kecil tanda menyetujui, karna mereka takut jika raja Tan marah maka mereka semua akan mendapatkan imbasnya juga.


raja Tan yang mendengar jawaban orang barusan mengalihkan perhatiannya menatap wajah orang tersebut, lalu berkata,


"hmm.. semoga saja perkataanmu benar!" ucap raja Tan menganggukkan kepalanya kecil.


Krekkkkk!


Tek lama kemudian terdengar suara pintu ruang tahta terbuka, semua orang yang berada di dalam ruang tahta langsung mengalihkan perhatiannya menuju pintu ruangan, dapat terlihat seorang pria berpakaian serba hitam yang berlari menuju hadapan raja Tan.


semua orang kecuali raja Tan langsung merasa lega ketika melihat orang tersebut, karna orang tersebut adalah orang yang telah mereka suruh untuk mencari informasi mengenai keberadaan dan keadaan jendral besar Bao selama kepergiannya menuju hutan bagian barat ibukota untuk memeriksa tempat terjadinya petir emas dan petir hitam.


raja Tan sendiri juga tau bahwa para menteri-menteri dan jendral kerajaan Tan telah menyuruh seseorang untuk pergi mencari informasi mengenai keberadaan jendral besar Bao, ia dapat mengetahui hal tersebut karna sebelumnya ia juga di beritahu mengenai hal tersebut oleh orang-orang yang berada di dalam ruang tahta.


setelah berada di hadapan raja Tan orang tersebut langsung berlutut dengan satu kaki menyentuh lantai, lalu berkata,


"salam yang mulia raja Tan!" ucap orang tersebut sambil membungkukkan badannya seraya menangkupkan tangannya memberi hormat kepada raja Tan.


Raja Tan hanya melambaikan tangannya santai memberi tanda menerima hormat orang tersebut.


"apakah kau sudah tahu keberadaan dan keadaan jendral besar Bao?" tanya raja Tan sambil menatap orang tersebut dengan ekspresi wajah yang serius.

__ADS_1


semua orang yang duduk di sisi kanan dan kiri ruang tahta juga langsung menatap orang berpakaian hitam dengan raut wajah serius ketika mendengar pertanyaan raja Tan yang di lontarkan kepada orang tersebut.


orang berpakaian hitam tersebut mendongakkan kepalanya menatap raja Tan ketika mendapati pertanyaan barusan.


"mo-mohon maaf ya-yang mulia ra-raja, jendral besar Bao dan semua pasukan yang ia bawa telah ma-mati semua karna terbunuh di dekat ju-jurang kematian!" jawab orang berpakaian hitam terbata-bata sambil menundukkan kepalanya kembali karna takut menatap wajah raja Tan.


semua orang yang mendengar jawaban orang berpakaian hitam itu menjatuhkan rahangnya karna terkejut, mereka tidak pernah berpikir bahwa orang terkuat kedua di kerajaan Tan telah mati terbunuh.


apalagi semua pasukan yang ia bawa juga telah mati semua yang mana pasukan yang di bawa oleh jendral besar Bao adalah pasukan elit kerajaan Tan, mereka tahu hal tersebut karna di beritahu oleh raja Tan sendiri.


sedangkan raja Tan yang mendengar jawaban orang berpakaian hitam tersebut langsung menjadi marah, wajahnya langsung berubah menjadi merah padam dan matanya juga ikut memerah.


"apa! apakah yang kau katakan itu benar?" tanya raja Tan sedikit berteriak karna marah.


"i-iya yang mulia ra-raja!" jawab orang berpakaian hitam terbata-bata yang masih menundukkan kepalanya karna takut.


"apakah tidak ada mayat selain prajurit kerajaan?" tanya raja Tan lagi dengan nada yang masih marah. ia berpikir jika terjadi sebuah peperangan tidak mungkin dari pihak lawan tidak ada yang menjadi korban juga.


pria berpakaian hitam yang mendapati pertanyaan raja Tan tersebut, terdiam sejenak untuk berpikir jawaban apa yang ia katakan.


semua orang-orang yang mendengar jawaban orang berpakaian hitam tersebut lagi-lagi menjatuhkan rahangnya karna terkejut, mereka betul-betul tidak menyangka jika apa yang di katakan oleh orang tersebut memang benar bahwa jendral besar Bao dan semua pasukan yang ia bawa telah mati di bantai.


mereka semua berpikir kelompok yang mana yang bisa membantai jendral besar Bao dan juga pasukan elit yang ia bawa tanpa satupun korban dari pasukannya.


sedangkan raja Tan yang mendengar jawaban orang berpakaian hitam tersebut, seketika terlintas sebuah pemikiran di dalam benaknya.


apakah orang yang menarik kesengsaraan surgawi petir emas yang telah membunuh jendral besar Bao dan juga semua prajurit yang ia bawa? untuk sekarang itu adalah jawaban yang bisa menjelaskan semua kejadian yang menimpa jendral besar Bao dan pasukan yang ia bawa pikir raja Tan.


'aku sudah memperingatkan dirimu untuk tidak menyinggung orang yang telah menarik kesengsaraan surgawi itu!' batin raja Tan sambil menenangkan dirinya.


......................


kedalaman hutan bagian tenggara dekat perbatasan kerajaan Tan dan kerajaan Xue.

__ADS_1


"sudahlah, kalian semua tidak usah bersikap terlalu formal kepadaku, karna kalian sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga Min-ku!" ucap Min rhey tersenyum manis sambil melambaikan tangannya memberi tanda kepada semua orang untuk berdiri kembali dari posisi bungkuknya.


semua orang langsung berdiri ketika mendengar perkataan min rhey, mereka semua sangat bersyukur dan senang karna telah di bebaskan dan juga akan di berikan tempat tinggal oleh orang yang telah menolong mereka apalagi mereka semua di anggap sebagai keluarganya, mereka semua merasa Min rhey adalah seorang dewa yang turun dari surga tertinggi untuk menyelamatkan mereka semua.


"sebagai balasan atas kebaikan tuan muda dermawan, saya akan bekerja keras di kediaman anda!" ucap salah satu dari orang yang berkumpul maju kedepan lalu membungkukkan badannya kembali seraya menangkupkan tangannya menghadap Min rhey.


"saya juga tuan muda dermawan!"


"saya juga!"


"saya juga!"


semua orang yang berkumpul yang telah di bebaskan oleh Min rhey maju sambil mengatakan dan mengikuti apa yang di katakan dan di lakukan oleh orang yang pertama maju.


Min rhey yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya karna sudah berapa kali melihat mereka memberi hormat kepadanya yang membuat dirinya merasa tidak enak jika di perlakukan seperti itu, ia berpikir apakah semua orang yang telah ia selamatkan akan bersikap seperti itu semua?.


"ah sudahlah, terserah kalian semua saja!" ucap Min rhey sambil tersenyum kecut.


Min Hao yang melihat Min rhey seperti itu hanya terkekeh Pelang, ia merasa lucu jika melihat Min rhey yang menolak jika ada orang yang terlalu menghormati dirinya.


"baiklah, ayo kita pulang ke rumah!" ucap Min rhey lalu tersenyum penuh makna.


Min Hao dan Mou long yang melihat senyuman Min rhey, langsung teringat ketika berangkat menuju markas organisasi kabut hitam yang membuat mereka merasa hampir mati, mereka berdua langsung mendekati Min rhey.


"rhey'er lebih baik kita berjalan saja, karna beberapa dari mereka terdapat anak kecil jika kita terbang seperti tadi bisa-bisa!" ucap Min Hao memberi saran kepada Min rhey sambil mengingat kejadian waktu ia terbang tadi yang membuat dirinya bergidik ngeri.


"itu benar tuan muda, apalagi adik kembarku masih kecil mereka berdua pasti tidak sanggup!" ucap Mou long yang mendukung saran Min Hao.


Bersambung~


.


.

__ADS_1


.


jangan pelit kasih like dan vote-nya dan juga kalau ada yang salah atau punya saran silahkan komen.


__ADS_2