
"saatnya melanjutkan perjalanan menuju ibukota kerajaan Xue!" Ucap Min rhey sambil tersenyum penuh semangat, lalu melesat terbang menuju ibukota kerajaan Xue dengan kecepatan tinggi.
Min rhey terbang menggunakan kecepatan tinggi karna sudah tidak sabar ingin melihat langsung ibukota kerajaan Xue, sebelumnya ketika Min rhey masih berada di penginapan, Min rhey mendengar banyak hal tentang ibukota kerajaan Xue dari orang-orang yang berada di penginapan tersebut.
Mulai dari pertandingan antara kultivator muda yang akan di hadiri jenius- jenius muda dari kota lain bahkan ada juga yang mengatakan jenius dari kerajaan lain akan datang untuk ikut berpartisipasi dalam pertandingan tersebut.
ada juga yang bercerita tentang putri ratu Xue yang kecantikannya bagaikan bak Dewi, bahwa ada pula yang mengatakan bahwa putri ratu Xue adalah gadis tercantik yang pernah ada di kekaisaran Kong, tapi hal tersebut tidak terlalu menarik perhatian Min rhey.
Di sebuah alam yang sangat jauh.
Di sebuah alam Yang terlihat sangat mengerikan yang sangat jauh dari alam rendah kultivator, Di alam tersebut semua permukaan tanah telah mengering sehingga menjadi tanah tandus yang berwarna hitam, pohon-pohon tidak lagi mempunyai daun dan semuanya berwarna hitam pekat serta langit yang menyelimuti alam tersebut berwarna merah darah yang membuat penampakan seluruh alam tersebut sangat-sangat mengerikan.
Di seluruh alam tersebut hanya di huni dengan berbagai macam mahluk yang sangat kuat dengan berbagai macam bentuk yang sangat mengerikan. dan juga terdapat sebuah istana yang hanya di penuhi dengan warna hitam pekat.
Di dalam ruang pertemuan istana tersebut terdapat dua orang yang duduk saling berhadapan. Satu orang yang mengenakan pakaian berjubah yang semuanya berwarna hitam pekat dengan pupil mata yang berwarna merah menyala sedangkan orang yang satunya mengenakan pakaian berjubah berwarna emas dan juga sebuah zirah berwarna emas yang menutupi bagian tubuh atasnya.
"ada apa kau kemari?" tanya orang yang berpakaian hitam pekat.
"aku mendengar dari kaisar dewa naga bahwa musuhmu akan segera kembali?" jawab orang yang berpakaian emas.
orang yang berpakaian hitam pekat tersebut langsung tersentak karna terkejut sambil membelalakkan matanya ketika mendengar jawaban orang yang berpakaian berwarna emas.
"apakah kau yakin?" tanya orang berpakaian hitam pekat lagi sambil menatap tajam orang berpakaian berwarna emas.
"aku yakin!" jawab orang berpakaian berwarna emas sambil memandangi orang berpakaian hitam pekat tersebut dengan tatapan serius.
30 menit kemudian.
selama 30 menit, mereka berdua bercerita dengan serius mengenai kembalinya Penguasa Dewa naga, dan menyusun rencana untuk membunuh Penguasa Dewa naga.
"baiklah!" ucap orang berpakaian berwarna emas lalu segera meninggalkan ruang pertemuan istana tersebut.
kembali ke Min rhey.
Min rhey yang telah terbang selama beberapa puluh menit, akhirnya sudah dapat melihat ibukota kerajaan Xue yang luasnya hampir sama dengan ibukota kerajaan Tan.
__ADS_1
Min rhey teru terbang mendekati Ibukota kerajaan Xue, laku berhenti ketika sudah berada dalam jarak 500 meter dari gerbang masuk Kota.
Min rhey turun dari atas langit dengan kaki kanannya yang pertama menyentuh permukaan tanah, setelah berada di atas permukaan tanah Min rhey langsung melangkahkan kakinya menuju gerbang masuk kota.
Min rhey yang sudah berjarak 200 meter dari gerbang kota dapat melihat banyak sekali orang yang sedang mengantri untuk masuk ke kota.
Min rhey yang melihat hal tersebut juga langsung masuk dalam barisan antrian, orang-orang yang melihat Min rhey langsung terkagum-kagum dengan ketampanan, sehingga hal tersebut menciptakan hiruk pikuk antara orang-orang yang mengantri di sana.
"siapa pemuda tampan itu?" tanya orang yang mengantri kepada temannya.
"aku tidak tahu, tapi yang pastinya dia juga ingin mengikuti pertandingan antara kultivator muda yang akan di selenggarakan 6 hari lagi!" jawab orang yang di tanya oleh orang sebelumnya.
"hei, lihat pemuda itu, wajahnya sangat tampan!" ucap wanita yang berada di barisan antrian dengan nada yang kegirangan.
"iya, dia pasti seorang tuan muda yang berasal dari kerajaan lain!" ucap wanita lainnya yang dengan nada kagum.
Min rhey yang mendengar perkataan orang-orang tersebut mengenai dirinya hanya terdiam sambil memasang wajah datar.
setelah beberapa saat kemudian akhirnya Min rhey telah tiba di depan Gerbang masuk kota, Min rhey juga dapat melihat sebuah plat yang di pasang di atas gerbang kota yang bertuliskan Meigui.
Min rhey yang mendapati pertanyaan seperti itu dari prajurit penjaga gerbang, langsung mengeluarkan kartu tanda pengenalnya lalu menyerahkannya kepada prajurit penjaga gerbang.
Prajurit penjaga gerbang langsung mengambil kartu tanda pengenal Min rhey lalu memeriksanya, ketika prajurit tersebut memeriksa kartu tanda pengenal Min rhey tiba-tiba ia sedikit terkejut ketika Mengetahui bahwa pemuda yang berdiri di depannya adalah seorang tuan muda dari keluarga terkenal di kerajaan Tan.
hal yang membuatnya tidak terlalu percaya bahwa Min rhey adalah seorang tuan muda dari keluarga terkenal, Karna Min rhey datang sendirian tanpa seorang pun pengawal.
"ini tuan muda, biaya masuk kota sebesar 3 keping koin perak!" ucap prajurit penjaga gerbang dengan nada sopan sambil mengembalikan kartu tanda pengenal Min rhey.
Min rhey hanya menganggukkan kepalanya kecil menerima kartu tanda pengenalnya lalu mengeluarkan 1 keping koin emas, setelah memberikan koin emas kepada prajurit penjaga gerbang, Min rhey langsung bergegas memasuki kota Meigui.
setelah melewati gerbang masuk kota, penampakan yang pertama Min rhey lihat di jalan utama kota Meigui adalah penampakan yang sangat meriah, seperti para pejalan kaki yang berlalu lalang sambil memakan jajanan yang telah mereka beli di pedagang makanan pinggir jalanan.
Min rhey yang melihat semua hal tersebut memutuskan untuk pergi berkeliling terlebih dahulu untuk melihat-lihat kota Meigui.
Min rhey terus berjalan mengelilingi pusat kota Meigui, di dalam perjalanan tidak sedikit pula orang-orang yang melirik Min rhey karna ketampanannya, Dan dari orang-orang tersebut tentunya kebanyakan wanita.
__ADS_1
setelah beberapa saat berjalan Min rhey berhenti di depan sebuah toko yang terlihat sangat sederhana yang sangat berbeda dengan toko-toko lainnya yang terlihat mewah.
Min rhey yang melihat penampakan toko tersebut langsung melangkahkan kakinya masuk karna merasa sedikit tertarik dan penasaran dengan pemilik toko tersebut.
kreeek!
suara gesekan antar benda terdengar ketika Min rhey membuka pintu toko, ketika pintu toko terbuka dengan sempurna, Min rhey dapat Melihat seorang anak laki-laki yang terlihat berumur 10 tahun yang mengenakan pakaian yang sudah terlihat tidak layak pakai berdiri di meja resepsionis toko tersebut.
Anak laki-laki yang melihat seseorang datang ke tokonya langsung tersenyum senang, lalu segera mendekati Min rhey.
"apakah ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya anak laki-laki tersebut sambil tersenyum serta sedikit membungkukkan badannya.
"tidak ada, aku hanya ingin tahu, apa yang kau jual di sini?" jawab Min rhey lalu bertanya kembali kepada anak laki-laki tersebut sambil memperhatikan isi toko yang hanya terdapat beberapa pedang Tingkat rendah yang sudah karatan, beberapa pakaian dan sebagainya yang terlihat tidak terlalu berguna.
"toko kami menjual pedang, pakaian, dan benda-benda yang bisa di pajang di rumah tuan!" jawab anak laki-laki tersebut yang masih tersenyum sambil sedikit membungkukkan badannya.
Min rhey yang mendengar jawaban anak laki-laki itu hanya menganggukkan kepalanya kecil lalu mengalihkan perhatiannya kepada anak laki-laki tersebut.
"di mana orang tuamu, kenapa hanya kau yang ada di toko ini?" tanya Min rhey lagi kepada anak laki-laki tersebut.
anak laki-laki yang mendengar pertanyaan Min rhey terdiam untuk beberapa saat, seperti tidak bisa menjawab pertanyaan yang di lontarkan Min rhey, tapi walaupun begitu ia masih mencoba menjawabnya.
"kedua orang tuaku sudah meninggal 2 tahun yang lalu tuan!" jawab anak laki-laki tersebut dengan nada sedih yang matanya sudah berkaca-kaca seakan-akan air matanya bisa keluar kapan saja.
Min rhey yang mendengar jawaban dari anak laki-laki tersebut langsung merasa terharu, Min rhey berpikir bahwa penderitaan yang di alami anak laki-laki tersebut selama 2 tahun tidaklah mudah.
"maaf jika itu menyinggung perasaanmu, aku turut berduka!" ucap Min rhey sambil memegang pundak anak laki-laki tersebut.
"siapa namamu?" lanjut tanya Min rhey kepada anak laki-laki tersebut.
"maaf tuan, saya lupa memperkenalkan diri sebelumnya, perkenalkan nama saya adalah Zui cao!" jawab anak laki-laki tersebut yang bernama Zui cao sambil membungkukkan badannya serta menangkupkan tangannya menghadap Min rhey.
"apakah kau ingin ikut denganku menjelajahi seluruh tempat yang ada?"
Bersambung~
__ADS_1