SISTEM PENGUASA ABSOLUTE

SISTEM PENGUASA ABSOLUTE
29. PERTENGKARAN ANTAR JENDRAL KERAJAAN


__ADS_3

kedalaman hutan bagian barat ibukota kerajaan Tan, dekat jurang kematian.


sekarang di dekat jurang kematian terdapat banyak sekali bagian-bagian tubuh manusia yang sudah membusuk dan juga terdapat beberapa binatang buas yang memakan bagian-bagian tubuh manusia itu.


tak lama kemudian dari arah tenggara datang sekumpulan prajurit dengan persenjataan lengkap yang berjumlah berkisar seribuan dan membawa sebuah bendera berwarna ungu yang bertuliskan kerajaan xue, prajurit-prajurit tersebut tak lain dan tak bukan adalah prajurit dari kerajaan xue.


para binatang buas yang sedang asik menyantap bagian-bagian tubuh manusia yang telah membusuk, langsung lari ketika melihat kedatangan sekumpulan prajurit-prajurit tersebut.


seorang pria paruh baya bertubuh kekar mengenakan zirah dan sebilah pedang yang terselip di pinggangnya yang berdiri di bagian paling depan sekumpulan prajurit itu, berhenti ketika melihat potongan-potongan tubuh manusia yang sudah membusuk berserakan di atas tanah.


"apa yang sebenarnya terjadi di sini?" gumam pria paruh baya bertubuh kekar tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Jendral chao.


jendral chao bergidik ngeri ketika melihat pemandangan yang sangat mengerikan di depannya, walaupun ia telah melewati berbagai macam peperangan dan melihat banyak mayat di Medan perang.


tapi ia tidak pernah melihat pemandangan mengerikan yang seperti di depannya, di mana tidak ada sama sekali tubuh yang utuh.


beberapa prajurit juga ada yang muntah ketika melihat potongan-potongan tubuh manusia itu dan juga bau busuk yang sangat menyengat.


"prajurit! periksa mayat-mayat itu!" ucap jendral chao sedikit berteriak tanpa berbalik ke belakang.


para prajurit langsung pergi memeriksa mayat-mayat tersebut, walaupun merasa jijik untuk mendekat apalagi menyentuh potongan-potongan tubuh itu tapi mereka semua tidak bisa membantah perintah jendral chao.


beberapa saat kemudian seorang prajurit mengambil sebuah kepala lalu memperlihatkannya kepada jendral chao.


"salam jendral, semua mayat-mayat itu adalah prajurit dari kerajaan Tan dan kemungkinan ini adalah Jendral yang memimpin mereka" ucap prajurit tersebut memberi hormat kepada jendral chao lalu memperlihatkan kepala yang dibawanya.


Jendral chao terkejut ketika melihat kepala tersebut, ia dapat mengenalinya karna beberapa kali bertemu dengan pemilik kepala tersebut.


"je-jendral besar Bao!" ucap Jendral chao terbata-bata karna terkejut melihat kepala jendral besar kerajaan Tan.


"apakah disini telah terjadi peperangan? tapi kenapa tidak ada mayat selain prajurit dari kerajaan Tan?" gumam jendral chao yang di benaknya di penuhi banyak pertanyaan.


"apakah mungkin orang yang telah menarik kesengsaraan surgawi itu yang membunuh mereka semua!" lanjut jendral chao yang teringat dengan perkataan ratu xue.


sebelum jendral chao pergi dari kerajaan xue menuju tempat berasalnya petir-petir emas dan hitam, ia di beritahu sedikit tentang kesengsaraan surgawi oleh ratu Xue, sehingga ia berpikir bahwa orang yang telah membunuh prajurit kerajaan Tan dan Jendra besar Bao adalah orang yang menarik kesengsaraan surgawi tersebut.


tak lama kemudian datang tiga rombongan prajurit dari arah yang berbeda-beda, dengan warna bendera berbeda-beda, dan juga dengan jumlah prajurit masing-masing mencapai ribuan.

__ADS_1


dari arah Utara rombongan prajurit yang membawa bendera berwarna hijau bertuliskan kerajaan Luo, dari arah barat laut rombongan prajurit yang membawa bendera berwarna biru bertuliskan kerajaan Yuang, dan yang terakhir dari arah barat daya rombongan prajurit yang membawa bendera berwarna oranye bertuliskan kerajaan Dong. ketiga rombongan prajurit tersebut terus berjalan lalu berhenti ketika sudah berada di dekat jurang kematian.


para prajurit kerajaan Xue yang melihat kedatangan tiga rombongan prajurit tersebut langsung berkumpul kembali lalu memasang sikap waspada karna takut jika Mereka langsung di serang oleh tiga rombongan prajurit tersebut.


tiga rombongan prajurit tersebut juga memasang sikap waspada ketika melihat rombongan prajurit lain yang ada di sekitar mereka.


ketiga rombongan prajurit itu sama seperti dengan rombangan prajurit kerajaan Xue ketika melihat potongan-potongan tubuh yang berserakan di depan mata mereka yang begitu sangat mengerikan, yang membuat beberapa prajurit dari ketiga rombongan prajurit tersebut muntah-muntah.


seorang pria yang terlihat masih berumur tiga puluhan yang mengenakan zirah serta memegang sebuah tombak di tangan kanannya yang berdiri di bagian paling depan prajurit kerajaan Luo, segera membuka suara,


"apa yang kalian semua lakukan di sini?" tanya pria tersebut dengan wajah datar kepada para pemimpin pasukan, pria tersebut adalah Jendral Cheng dari kerajaan Luo.


"seharusnya aku yang bertanya begitu kepadamu jendral cheng!" ucap pria paruh yang berdiri di bagian paling depan prajurit kerajaan Dong, ia tak lain adalah Jendral Zhang.


"lalu kenapa kau tidak bertanya jendral tua zhang?" tanya jendral cheng menatap jendral Zhang dengan wajah datarnya.


"karna kau mendahuluiku bertanya jendral tak tahu tata krama!" jawab Jendral Zhang yang juga menatap jendral cheng.


"apa maksudmu dengan jendral tak tahu tata krama pak tua? huh!" tanya jendral cheng kembali dengan nada tinggi di akhir kalimatnya.


"ptthh! hahahaha!" orang-orang tertawa terbahak-bahak ketika mendengar ucapan jendral Zhang, bahkan beberapa prajuritnya juga ikut tertawa.


wajah jendral Zhang langsung memerah padam karna merasa sangat malu ketika orang-orang menertawakan dirinya.


"apa yang kalian semua tertawakan! huh!" teriak Jendral Zhang serta mengeluarkan aura membunuhnya.


para prajurit langsung terdiam ketika merasakan aura membunuh yang keluar dari tubuh jendral Zhang, sedangkan para jendral yang memimpin pasukan tersebut masih tertawa.


"hahahaha, apakah kau kira aku takut pada dirimu jendral tua keriput!" ucap seorang pria paruh baya yang mengenakan zirah serta sebilah pedang terselip di pinggangnya yang berdiri di bagian paling depan prajurit kerajaan Yuan, orang tersebut tak lain adalah Jendral Zu.


"apakah kalian berdua berpikir bahwa wajah kalian tidak keriput!" ucap jendral Zhang menatap jendral Zu dan jendral chao secara bergantian.


"hei kenapa kau juga menatapku jendral tua bodoh! wajahku lebih baik daripada jendral tua Zu itu karna wajahnya sangat berkeriput!" teriak Jendral chao yang membantah perkataan jendral Zhang seraya menunjuk ke arah Jendral Zu.


"apa maksudmu jendral chao! jelas-jelas wajahmu lebih keriput daripada wajahku tapi wajah jendral Zhang lebih keriput lagi!" ucap jendral Zu yang menatap Jendral chao tapi tangannya menunjuk-nunjuk kearah jendral Zhang.


para jendral itu sebenarnya saling kenal satu sama lain, karna beberapa kali bertemu di istana kekaisaran timur ketika mengawal raja atau ratu mereka untuk pertemuan yang di adakan oleh kekaisaran, tapi mereka semua mempunyai masalah satu sama lain.

__ADS_1


"dasar para jendral bodoh, bagaimana bisa mereka di jadikan seorang jendral jika hanya masalah wajah saja di pertengkarkan." gumam jendral cheng yang menggelengkan kepalanya ketika melihat tiga orang jendral di depannya sedang bertengkar karna masalah wajah yang keriput, padahal wajah mereka bertiga memang sudah keriput karna umurnya yang sudah sangat tua.


di sebuah pohon yang terletak tidak jauh dari jurang kematian terdapat dua belas orang yang sedari tadi hanya diam memperhatikan rombongan prajurit dan para jendral yang sedang bertengkar itu.


"kapten, apa yang harus kita lakukan?" tanya salah satu diantara dua belas orang tersebut.


"hah.. lebih baik kita mengamati mereka saja dulu, jika mereka akan menyerang satu sama lain, baru kita bertindak" jawab orang yang di panggil kapten itu sambil menghela nafas panjang.


"baik kapten!" ucap orang yang bertanya sebelumnya.


"aku tidak menyangka para kerajaan betul-betul bertindak seperti yang dikatakan oleh yang mulia kaisar, tapi yang lebih mengejutkan adalah orang-orang yang mereka suruh adalah orang yang sering membuat masalah di aula pertemuan" ucap orang yang di panggil kapten itu seraya menggelengkan kepalanya ketika melihat para jendral kerajaan itu bertengkar.


"tapi kapten, siapa yang telah membunuh para prajurit itu?" tanya orang yang tadi mengubah topik pembicaraan seraya menunjuk ke arah mayat-mayat prajurit yang bagian tubuhnya tidak utuh lagi dan sudah membusuk menjadikan pemandangan tersebut sangat mengerikan.


"itu bukan dari hasil membunuh tapi dari hasil pembantaian, kemungkinan orang yang melakukan itu adalah orang yang telah menarik kesengsaraan surgawi petir emas dan hitam, karna orang yang bisa menarik kesengsaraan surgawi harus berada pada tahap ksatria suci,"


"... terlebih lagi kesengsaraan surgawi yang orang itu tarik bukanlah kesengsaraan surgawi biasa seperti yang di katakan oleh yang mulia kaisar!" jelas orang yang di panggil kapten tersebut dengan mengubah raut wajahnya menjadi serius.


ke dua belas orang tersebut merupakan kelompok mata-mata dari kekaisaran timur dan orang yang di panggil kapten itu sebenarnya salah satu Jendral kekaisaran timur tapi ia juga merupakan kapten kelompok mata-mata kekaisaran timur.


kapten kelompok mata-mata itu juga ada ketika kaisar Kong mengadakan pertemuan yang membahas tentang orang yang telah menarik kesengsaraan surgawi petir emas dan hitam sehingga ia tahu mengenai tentang hal tersebut.


.


.


.


AUTHOR: MAAF YA🙏 TADI MALAM AUTHOR GAK UP SOALNYA AUTHOR GAK ENAK BADAN SAMPAI HARI INI, MUNGKIN CERITA INI KURANG MENARIK DAN SERU KARNA AUTHOR CUMA MAKSAIN BUAT NULISNYA.


.


.


.


JANGAN LUPA KASIH LIKE, KOMEN KALAU ADA YANG SALAH, KURANG ATAU PUNYA SARAN DAN JUGA JANGAN PELIT KASIH HADIAH DAN VOTE-NYA YAA😆

__ADS_1


__ADS_2