
min rhey yang mendengar perkataan Mou long hanya memutar bola matanya, ia benar-benar malas terhadap sikap mou long yang terlalu formal kepadanya.
30 menit kemudian.
kini halaman kediaman keluarga min di penuhi oleh orang-orang yang tinggal di dalamnya. hiruk pikuk orang-orang terjadi karna mereka tidak tahu kenapa mereka di kumpulkan oleh patriak min.
"kenapa patriak menyuruh kita semua berkumpul disini?" tanya seorang yang sedang berkumpul.
"aku tidak tahu tentang itu!" jawab orang yang di sampingnya.
"mungkin Patriak akan membagikan sembako!" sahut orang lain yang berada di dekatnya.
tak lama datang seorang pria paruh baya yang mengenakan pakaian berjubah dengan warna hitam bergaris-garis putih yang terlihat sangat mewah berdiri di depan semua orang yang sedang berkumpul ia tak lain dan tak bukan adalah min Hao patriak keluarga min, sedangkan para penatua keluarga min berdiri di belakang min Hao.
"perhatian! harap semua tenang!" ucap patriak min pelan namun dapat di dengar oleh semua orang karna telah menggunakan energi Qi-nya agar semua orang tenang.
semua orang yang masih berbicara ke orang-orang yang berada di samping kiri dan kanannya langsung berhenti ketika mendengar suara patriak min yang menyuruh mereka untuk tenang, patriak min yang melihat semua orang sudah tenang menganggukkan kepalanya lalu melanjutkan perkataannya.
"kalian semua pasti bingung dan bertanya-tanya kenapa aku mengumpulkan kalian semua di pagi hari ini secara mendadak!" lanjut patriak min memandangi semua orang yang ada di depannya.
semua orang mengangguk secara bersamaan atas perkataan patriak min, karna mereka memang tidak tahu kenapa patriak mereka mengumpulkannya di waktu yang masih pagi sekali dan itupun secara mendadak tanpa pemberitahuan di hari sebelum-sebelumnya.
"sekarang putraku yaitu min rhey telah mengetahui siapa yang telah menyewa orang untuk menyerang dirinya dua tahun yang lalu yang mengakibatkan dentiannya rusak sehingga tidak bisa melanjutkan kultivasinya dan orang itu tinggal di kediaman min ini!" ucap min Hao yang membuat semua orang yang telah berkumpul terkejut terutama salah satu penatua yang berdiri di belakangnya.
hiruk pikuk orang-orang kembali terdengar ketika patriak min menyelesaikan perkataannya.
"siapa yang telah menyewa orang untuk menyerang tuan muda?" tanya salah satu orang kepada orang yang berada di sampingnya.
"aku tidak tahu, andaikan aku tahu mungkin sudah dari dulu aku memberitahumu!" jawab orang yang berada di sampingnya.
"ternyata kau pintar juga!" ucap orang yang bertanya tadi.
"kau saja yang bodoh!" ucap orang yang menjawab tadi.
penatua ke-tiga atau min Chang sangat terkejut ketika mendengar perkataan min Hao, wajahnya menjadi pucat dan dahinya mengeluarkan keringat dingin,
'ti-tdak mungkin pembunuh bayaran organisasi kabut hitam tertangkap lalu memberitahu identitas ku!' batin min Chang yang mencoba menepis pemikirannya.
walaupun min Chang ingin menggulingkan kekuasaan min Hao dari kursi patriak keluarga min, tapi ia juga masih mempunyai rasa takut jika semua orang tahu bahwa dalang di balik penyerangan min rhey dua tahun yang lalu adalah dirinya.
penatua ke-dua yang bernama min Tian yang berdiri di samping penatua ke-tiga atau min Chang, langsung bertanya kepada min Chang karna melihat wajahnya yang langsung pucat ketika perkataan patriak min selesai.
"ada apa penatua ke-tiga, kenapa wajahmu sangat pucat ketika mendengar perkataan patriak!" tanya penatua ke-dua.
"a-aku tidak apa-apa, aku akan kembali dulu ke rumah!" jawab penatua ke-tiga terbata-bata lalu berbalik berniat meninggalkan halaman kediaman.
penatua ke-dua atau min Tian yang melihat sikap penatua ke-tiga atau min Chang menjadi sedikit curiga,
'tidak mungkin penatua ke-tiga orangnya' batin min Tian seraya menggelengkan kepalanya menghilangkan kecurigaannya kepada penatua ke-tiga.
tapi ketika min Chang akan beranjak pergi tiba-tiba datang seorang pemuda yang mengenakan pakaian berwarna hitam dengan garis-garis bercorak naga berwarna emas serta jubah yang selaras dan di ikuti seorang pemuda yang mengenakan pakaian berwarna hijau bergaris-garis perak serta jubah yang selaras, Meraka berdua tak lain dan tak bukan adalah min rhey dan mou long.
__ADS_1
"kau mau kemana paman? acara utamanya akan baru dimulai jadi jangan pergi dulu!" ucap min rhey lalu tersenyum sinis menatap min Chang yang akan pergi.
patriak min dan para penatua langsung menolehkan kepalanya menuju asal suara, dan mereka dapat melihat min rhey dan seorang pemuda yang ikut dari belakang min rhey.
hanya patriak min dan penatua ke-tiga yang mengetahui siapa pemuda yang ikut di belakang min rhey, setelah mengetahui bahwa min rhey dan mou long datang, patriak min langsung mengalihkan atensinya kepada penatua ke-tiga atau min Chang.
penatua ke-tiga atau min Chang semakin terkejut dan ketakutan di waktu yang bersamaan, ketika melihat pembunuh bayaran organisasi kabut hitam yang telah ia sewa bersama min rhey.
"kau jangan pergi dulu min chang!" ucap patriak min menatap penatua ke-tiga yang akan pergi.
penatua ke-tiga atau min Chang berbalik dengan keringat dingin yang mengucur dari dahinya dan wajahnya semakin pucat.
"ba-baik patriak!" ucap penatua ke-tiga membungkukkan badannya seraya menangkupkan tangannya memberi hormat kepada patriak min.
min rhey berjalan mendekati patriak min yang berdiri di depan semua orang yang sedang berkumpul di ikuti dengan mou long dari belakang.
setelah sampai di dekat patriak min, min rhey langsung menyuruh mou long maju untuk menjelaskan siapa dirinya.
orang-orang yang melihat mou long menjadi bingung dan heran karna tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh pemuda yang ikut bersama tuan muda mereka.
"perkenalkan namaku adalah Mou long, aku adalah seorang pembunuh bayaran organisasi kabut hitam, aku yang telah menyerang tuan muda min rhey dua tahun yang lalu dan orang yang menyuruhku adalah penatua ke-tiga keluarga min yaitu min Chang!" jelas mou long menatap semua orang yang ada.
semua orang hampir menjatuhkan rahangnya karna terkejut ketika mendengar semua penjelasan mou long, yang mengatakan dirinya sebagai pembunuh bayaran organisasi kabut hitam, mereka semua tahu tentang organisasi tersebut.
dan yang lebih membuat mereka terkejut adalah penatua ke-tiga yaitu min Chang yang telah menyuruhnya untuk menyerang min rhey atau bisa di bilang dalang dari penyerangan min rhey yang membuat dentiannya hancur dan tidak bisa melanjutkan kultivasinya.
para penatua langsung mengalihkan pandangannya ke pada
penatua ke-tiga atau min Chang yang berniat lari tapi langsung di tangkap oleh penatua ke-dua yaitu min Tian.
"bu-bukan aku yang menyuruhnya!" ucap penatua ke-tiga membela dirinya.
"saksi sudah ada di depan semua orang, kau tidak bisa mengelak lagi!" ucap penatua ke-dua menatap tajam penatua ke-tiga lalu membawanya ke depan patriak min.
"apa yang harus kita lakukan kepada dirinya patriak?" tanya penatua ke-dua kepada patriak min.
"biar rhey'er saja yang mengurusnya!" jawab patriak min lalu menolehkan kepalanya menatap min rhey.
min rhey yang mendengar jawaban ayahnya mengangguk kecil lalu menolehkan kepalanya menatap min Chang seraya tersenyum sinis.
orang-orang yang melihat senyuman min rhey langsung ketakutan membuat bulu kuduknya berdiri, sedangkan min Chang yang di tatap langsung oleh min rhey dengan tersenyum sinis merasa dirinya sedang di tatap oleh dewa kematian yang kapan saja nyawanya bisa melayang pergi meninggalkan tubuhnya.
min rhey mengambil sebuah artefak berbentuk rantai dari ruang inventori penyimpanan sistem dengan mengibaskan tangannya agar orang yang melihatnya mengira bahwa itu berasal dari dalam cincin penyimpanannya.
sebelumnya min rhey telah membeli sebuah artefak berbentuk rantai seharga 1000 poin sistem di toko sistem, artefak tersebut dapat membuat seorang kultivator tidak bisa bergerak karna energi Qi-nya akan terus diserap dan membuatnya tidak bisa bergerak.
min rhey langsung melemparkan artefak berbentuk rantai tersebut kepada min Chang yang berada di depannya, seketika artefak tersebut langsung melilit tubuh min Chang lalu membuatnya terjatuh ke tanah.
"arkkk!"
"arkkk!"
__ADS_1
min Chang berguling-guling di tanah sambil menjerit kesakitan ketika merasakan energi Qi-nya terserap dan seluruh tubuhnya seperti di tusuk-tusuk oleh ribuan jarum kecil.
min rhey yang melihat itu hanya tersenyum sinis yang sangat menyeramkan ketika menyaksikan min Chang yang menjerit kesakitan.
semua orang sekali lagi menjatuhkan rahangnya ketika menyaksikan penatua ke-tiga yaitu min Chang berguling-guling di tanah sambil menjerit kesakitan, mereka semua hanya mengira min rhey mengeluarkan rantai biasa untuk mengikat min Chang lalu menyiksanya.
"a-apakah itu sebuah artefak rhey'er?" tanya patriak min kepada min rhey.
semua orang yang mendengar pertanyaan patriak min kepada min rhey langsung mengalihkan perhatiannya kepada min rhey untuk mengetahui jawabannya.
"iya ayah, itu adalah artefak tingkat roh kelas tinggi, yang bisa membuat seorang kultivator yang berada di tahap penguasa alam kebawah tidak bisa bergerak dan energi Qi-nya akan di serap oleh artefak itu, artefak itu bernama rantai pengekang tubuh!" jawab min rhey sambil menunjuk rantai yang mengikat tubuh min Chang.
lagi-lagi orang-orang yang mendengar jawaban min rhey menjatuhkan rahangnya karna terkejut dengan jawaban min rhey, mereka tahu betul apa itu artefak tingkat roh, artefak tingkat roh hanya pernah ada sebelum pertempuran antara seluruh ras puluhan juta tahun yang lalu.
sekarang tingkat artefak yang paling tinggi hanya berada di tingkat giok di benua timur atau bahkan di seluruh alam rendah kultivator, itupun jumlahnya bisa di hitung dengan jari.
seorang pemuda yang seumuran dengan min rhey yang mengenakan pakaian berwarna biru langit dengan garis-garis putih serta jubah yang senada berlari mengarah min rhey.
ketika pemuda tersebut sampai di depan min rhey, ia langsung bersujud dengan kepala menyentuh tanah.
"min rhey hiks.. to-tolong ampuni hiks.. ayahku i-ini semua hiks.. adalah sa-salahku karna a-aku hiks.. yang meminta ayahku untuk membunuhmu hiks.." ucap pemuda tersebut terisak-isak karna menangis melihat ayahnya yang menjerit-jerit kesakitan. pemuda tersebut tak lain dan tak bukan adalah min rong anak dari penatua ke-tiga yaitu min Chang.
"untuk apa aku mengampuni ayahmu, ini bukan tentang diriku saja yang di serang oleh pembunuh bayaran yang telah di sewa ayahmu, tapi ini juga adalah tentang ayahmu yang ingin menggulingkan ayahku dari kursi patriak keluarga!" ucap min rhey dingin.
semua orang yang mendengar perkataan min rhey yang mengatakan bahwa ayah min rong atau penatua ke-tiga mencoba menggulingkan min Hao dari kursi patriak keluarga langsung menjadi sangat marah, itu di karenakan patriak min yang sekarang sangat baik kepada semua orang yang berada di kediaman keluarga min.
"bunuh saja min Chang keco*ak itu!"
"iya bunuh saja dia!"
"cincang dia menjadi potongan-potongan daging kecil!"
orang-orang berteriak dengan marah kepada min Chang, min rong yang mendengar teriakan-teriakan itu semakin menangis seperti seorang anak perempuan kecil, karna ia berpikir mungkin ayahnya akan benar-benar di bunuh oleh min rhey.
"tolong diam dulu!" ucap min rhey menenangkan orang-orang.
setelah semua orang kembali tenang tanpa terdengar teriakan-teriakan lagi, min rhey kembali melanjutkan perkataannya,
"aku tidak akan melepaskan orang-orang yang mengusikku atau orang yang ingin menggangu kedua orang tuaku!" ucap min rhey dengan nada serius.
.
.
.
AUTHOR: GIMANA CERITANYA, MANTAP KAN?, MAAF KALAU WAKTU UPDATENYA GAK BERATURAN YAA, NANTI AUTHOR USAHAIN KASIH TENTU WAKTU UPDATENYA OKE?
.
.
__ADS_1
.
JANGAN LUPA KASIH LIKE DAN KOMEN YAAA