
"siapa yang bernama Min rhey disini! aku akan memberi perhitungan karna ia telah membunuh dua orang penatua sekteku!" teriak seorang pria paruh baya dengan menggunakan energi Qi-nya, sehingga suaranya terdengar sangat nyaring di telinga para penonton. Pria paruh baya tersebut turun dari ketinggian langit lalu mendarat di tengah-tengah stadion atau di arena pertama.
Pria paruh baya tersebut tidak sendirian, ia bersama lima orang di belakangnya yang juga mengenakan pakaian yang sama dengannya tapi kelima orang itu tidak terbang melainkan berjalan naik ke arena pertama.
Semua penonton yang berasal dari kerajaan Xue tentu dapat mengenali orang-orang tersebut, pria paruh baya yang berdiri di bagian paling depan adalah patriak Sekte pedang tunggal yang bernama Se Young So sedangkan kelima orang yang mengikutinya adalah para penatua sekte pedang tunggal.
Tak sedikit pula orang-orang yang berasal dari luar wilayah kerajaan Xue mengenali mereka, Karna murid-murid sekte pedang tunggal juga banyak yang berasal dari kerajaan-kerajaan lain.
"kenapa patriak Se mencari pemuda itu?"
"apakah kau tidak mendengarnya, Pemuda yang bernama Min rhey itu telah membunuh dua orang penatua Sekte pedang tunggal!"
"apakah pemuda yang bernama Min rhey itu benar-benar membunuh dua orang penatua Sekte pedang tunggal?"
"entahlah, tapi jika patriak Se yang langsung turun tangan mungkin itu benar!"
"kasihan sekali pemuda itu karna harus berhadapan dengan patriak Se!"
Hiruk pikuk antar penonton terjadi ketika melihat kedatangan Patriak Se dan kelima penatua yang berdiri di belakangnya, banyak sekali yang menyayangkan Min rhey karna harus berhadapan dengan patriak Se yang terkenal sangat kejam.
Mereka semua berpikir bahwa Min rhey akan di bunuh oleh patriak Se dan kelima penatua di belakangnya, tapi pemikiran mereka itu semua sangatlah salah, karna mereka tidak tahu kekuatan Min rhey yang sebenarnya.
Ratu Xue yang melihat kedatangan Patriak Se dan kelima penatua sektenya, sudah memperkirakan hal ini akan terjadi walaupun begitu ia masih berniat untuk menyelamatkan Min rhey dari Patriak Se.
"Patriak Se kenapa kau datang kemari?" tanya Ratu Xue yang masih berada di dalam ruangan khususnya menggunakan energi Qi-nya agar suaranya dapat di dengar oleh patriak Se, walaupun Ratu Xue sudah mengetahui alasan Patriak Se datang ke sana.
Patriak Se yang mendengar pertanyaan dari Ratu Xue langsung mengalihkan pandangannya kepada sumber suara tersebut atau lebih tepatnya di ruang khusus Ratu Xue.
"Aku mencari seorang pemuda yang bernama Min rhey, karna ia telah membunuh penatua ketiga dan keempat sekteku!" jawab Patriak Se kepada Ratu Xue sambil menatap lekat-lekat ruangannya.
Sedangkan Xue Yi yang menyaksikan hal tersebut, memegang erat lengan baju Min rhey yang duduk di sampingnya, Karna Xue Yi merasa takut jika terjadi suatu hal buruk kepada Min rhey.
Min rhey yang mendapati perlakuan seperti itu dari Xue Yi, langsung mengalihkan pandangannya ke samping menatap wajah Xue Yi yang sudah sangat cemas.
__ADS_1
"Xue Yi, kenapa kau seperti itu?" tanya Min rhey dengan nada santai sambil tersenyum hangat menatap Xue Yi.
Xue Yi yang mendengar pertanyaan Min rhey tersebut, juga langsung mengalihkan perhatiannya ke samping sehingga tatapan mereka berdua bertemu, entah kenapa setiap Xue Yi menatap mata Min rhey jantungnya selalu berdetak lebih cepat daripada biasanya begitupun dengan Min rhey.
"A-ayo kita lari!" ucap Xue Yi kepada Min rhey dengan nada terbata-bata dengan ekspresi wajah cemasnya.
Min rhey yang mendengar dan melihat ekspresi Xue Yi seperti itu, langsung mengelus pucuk kepalanya dengan lembut, lalu berkata,
"tenang saja Xue Yi, kau tidak usah terlalu mencemaskanku seperti itu!" ucap Min rhey dengan nada lembutnya menangkan Xue Yi, karna Min rhey mengerti mengapa Xue Yi bersikap seperti itu kepadanya.
"siapa di sini yang bernama Min rhey, cepat ke sini!" teriak Lagi Patriak Se memandangi seluruh kursi yang berada di stadion tersebut mencari pemuda yang bernama Min rhey.
Para penonton dan peserta juga tidak ada yang menunjukkan tempat duduk Min rhey atau memberitahu posisi Min rhey, karna mereka semua merasa kasihan jika Min rhey di temukan oleh Patriak Se yang kemungkinan besar akan membunuhnya.
tak lama kemudian Min rhey tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya lalu segera berjalan menuju arena pertama di mana patriak Se dan kelima penatuanya berada, sambil berkata,
"aku disini!" ucap Min rhey dengan nada santai sambil berjalan terus menuju arena pertama.
para penonton dan peserta yang mendengar dan melihat Min rhey menunjukkan dirinya dan berjalan menuju Arena pertama tempat Patriak Se berdiri, menghela nafas mereka karna sangat kasihan kepada Min rhey.
"hahahaha, kau ternyata pemberani juga anak muda!" ucap Patriak Se sambil tertawa sinis kepada Min rhey.
setelah beberapa saat akhirnya Min rhey berada di hadapan Patriak Se di atas arena pertama, Ratu Xue juga sudah berada di sana bersama ketiga orang jenderalnya.
"Patriak Se apa yang akan kau lakukan kepada pemuda ini!" tanya Ratu Xue kepada Patriak Se dengan nada dan ekspresi wajah yang sangat serius.
"tentu saja aku akan memberinya pelajaran karna telah membunuh kedua penatua sekteku!" jawab Patriak Se menanggapi pertanyaan Ratu Xue sambil tersenyum sinis.
"jangan coba-coba bertindak-!" ucap Ratu Xue terhenti ketika Min rhey memotong perkataannya.
"Ratu Xue biar saya saja yang mengurus ini karna masalah ini terjadi gara-gara saya!" ucap Min rhey dengan percaya diri sambil mengalihkan perhatiannya kepada ratu Xue.
Ratu Xue dan ketiga jendralnya yang mendengar perkataan Min rhey tidak bisa tidak terkejut, mereka berempat berpikir bahwa Min rhey sudah gila Karna ingin menghadapi Patriak Se dan kelima penatuanya seorang diri.
__ADS_1
"tapi Min rhey apakah kau yakin, jika kau bertarung dengan patriak Se yang berada pada tahap raja alam *2 sedangkan kau hanya berada di pembentukan tubuh *7 sudah di pastikan kau akan kalah atau bahkan mati!" ucap Ratu Xue memperingati Min rhey dengan nada cemas.
Min rhey yang mendengar perkataan Ratu Xue hanya menganggukkan kepalanya dengan penuh percaya diri sambil tersenyum menanggapi perkataan Ratu Xue.
"hahahaha, bagus bagus bagus, jika begitu aku bisa dengan mudah membunuhmu di depan orang banyak agar tidak ada lagi yang berani mengusik sekte pedang tunggal milikku!" ucap Patriak Se sambil tertawa sinis dengan nada yang sangat arogan dan sombong meremehkan Min rhey.
Ratu Xue hanya memilih mempercayai Min rhey lalu segera mundur dari arena pertama bersama ketiga jendralnya.
"Baiklah! para penonton sekalian, sebagai pembukaan pertandingan babak pertama aku akan bertarung melawan enam orang sekaligus petinggi sekte pedang tunggal!" teriak Min rhey dengan sangat keras berusaha agar semua penonton mendengar perkataannya.
semua orang yang berada di sana tidak bisa tidak terkejut ketika mendengar pernyataan Min rhey yang mengetakan akan melawan enam orang petinggi Sekte pedang tunggal sekaligus.
Para penonton dan peserta menganggap Min rhey sudah gila Karna sudah pasrah akan menghadapi kematian di depan matanya, Bahkan patriak Se dan kelima penatua yang berdiri di belakangnya juga berpikiran sama seperti para penonton lainnya.
Xue Yi yang mendengar dan menyaksikan Min rhey di atas arena pertama sambil berhadapan enam orang petinggi Sekte pedang tunggal tidak bisa tidak merasa cemas bahkan tanpa Xue Yi sadari air matanya sudah mengalir membasahi pipinya karna berpikir Min rhey akan tamat di atas arena jika ia bertarung dengan orang-orang tersebut.
"paman Lei Huang Ju aktifkan Dinding energi Qi-nya!" ucap Min rhey sambil menolehkan kepalanya ke arah Lei Huang Ju yang dari tadi terdiam menyaksikan apa yang terjadi.
Lei Huang Ju yang mendengar perkataan Min rhey untuk beberapa saat terdiam dari lamunannya lalu tiba-tiba segera mengaktifkan dinding energi Qi transparan.
setelah Dinding pembatas aktif, tanpa ada orang yang menyadarinya Min rhey diam-diam mengalirkan energi Qi-nya kepada dinding pembatasan energi Qi agar dinding tersebut semakin kuat, Karna Min rhey Berpikir jika patriak Se sudah serius bertarung dengannya di tambah para penatua yang bersamanya kemungkinan besar jika dinding pembatas tidak kuat, bisa-bisa stadion akan hancur yang akan membuat para penonton menjadi korban dari pertarungannya.
"hahaha, kau ini gila atau memang pemberani anak muda!" ucap Patriak Se sambil tertawa sinis kepada Min rhey.
Min rhey yang mendengar perkataan Patriak Se tersebut hanya tersenyum penuh makna menanggapi perkataan dari Patriak Se tersebut.
"jadi siapa yang akan maju duluan? atau mungkin lebih baik jika kalian sekaligus menyerangku secara bersamaan!" ucap Min rhey yang mulai memprovokasi patriak Se dan kelima orang di belakangnya.
"kurang ajar! kau terlalu sombong anak muda!" ucap salah satu yang berada di belakang Patriak Se yang langsung emosi ketika mendengar provokasi dari Min rhey lalu segera mengeluarkan pedangnya dari dalan cincin penyimpanannya.
"bahkan aku bisa membunuhmu dengan sangat muda bocah ingusan!" teriak marah orang tersebut lalu segera melesat menyerang Min rhey sambil menghunuskan pedangnya ke depan.
"jangan panggil aku bocah paman! namaku adalah Min rhey, panggil aku Min rhey!" ucap Min rhey sambil tersenyum sinis kepada pria paruh baya yang melesat maju menyerangnya.
__ADS_1
**Bersambung~
jangan lupa kasih bintang lima, like, vote, dan komen jika ada yang salah atau punya saran, agar Author semakin semangat dan rajin nulisnya, ok**?