
"sial! siapa yang berani mengusik dan menyakiti keluargaku akan mendapatkan penyiksaan neraka!". Ucap Min rhey yang sangat marah lalu berlari memasuki kediaman keluarga Min melewati puing-puing bangunan yang sebelumnya adalah gerbang masuk kediaman.
setelah melewati gerbang masuk Min rhey dapat melihat bangunan-bangunan yang sebelumnya berdiri kokoh sekarang hanya menyisakan puing-puing bangunan yang berserakan di mana-mana.
Min rhey yang menyaksikan hal tersebut benar-benar sangat marah, di dalam matanya yang berwarna biru langit dapat terlihat siluet api yang berkobar-kobar karna saking marahnya melihat kediaman keluarganya hancur.
Min rhey berlari menuju rumahnya setelah sampai di sana rumahnya juga telah hancur menjadi puing-puing bangunan yang tidak berguna dan juga ia dapat melihat genangan darah yang berada di dekat puing-puing tersebut.
Min rhey yang melihat genangan darah tersebut langsung merasa sangat khawatir dengan keadaan ibunya dan juga amarahnya semakin menggebu-gebu di dalam hatinya.
Min rhey terus berlari kesana kemari untuk mencari keberadaan seseorang tapi ia sama sekali tidak menemukan siapapun di dalam area kediaman keluarga.
"Sistem, apakah ada cara agar aku bisa dengan cepat menemukan keberadaan orang keluarga Min?" tanya Min rhey kepada sistem dengan terburu-buru, ia berpikir pasti sistem selalu mempunyai solusi dalam setiap masalah yang ia hadapi.
[Ding]
[tuan bisa menemukan keberadaan seseorang dengan menggunakan zona persepsi tuan, walaupun mereka berada di atas langit atau di bawah tanah pasti tuan akan mengetahui keberadaannya selama orang tersebut berada dalam zone persepsi tuan]
Min rhey yang mendengar jawaban Sistem langsung teringat bahwa ia bisa menggunakan zona persepsi untuk mengetahui keberadaan seseorang apalagi Tingkat kultivasinya yang sudah berada di tahap Dewa putih *3 membuat radius zona persepsinya semakin luas.
plak!
"aku benar-benar bodoh!" ucap Min rhey yang menampar pipinya sendiri karna kesal kepada dirinya sendiri yang tidak ingat tentang zona persepsi.
Min rhey langsung menggunakan zona persepsinya, tak lama kemudian zona persepsi Min rhey menangkap keberadaan orang yang berjumlah ribuan yang berada tepat di bawah puing-puing bangunan yang sebelumnya adalah Aula pertemuan keluarga Min.
sebenarnya terdapat ruang bawah tanah yang berada di bawah aula pertemuan keluarga tapi itu hanya di ketahui oleh patriak dan penatua keluarga, ruang bawah tanah tersebut di buat untuk di jadikan tempat persembunyian atau perlindungan jika terjadi suatu masalah yang tiba-tiba seperti sekarang ini.
Min rhey langsung berlari menuju bekas bangunan yang berada tepat di tengah-tengah kediaman keluarga Min, lalu menggunakan zona persepsinya kembali untuk mencari jalan ke ruang bawah tanah tersebut, setelah menemukan jalan menuju ruang bawah tanah Min rhey langsung berjalan menuruni anak tangga yang terdapat di lorong menuju ruang bawah tanah.
Ruang bawah tanah kediaman keluarga Min.
Dapat terlihat ribuan orang yang sedang berada di ruang bawah tanah dan juga terdapat beberapa orang yang mempunyai luka, baik itu luka serius maupun luka ringan, ruang bawah tanah tersebut sangatlah luas bahkan bisa menampung hingga puluhan ribu orang.
Min Hao dan Mou long serta ratusan orang yang bersamanya juga sudah berada di ruang bawah tanah tersebut, sebelumnya ketika mereka semua baru tiba kediaman keluarga Min sudah hancur porak-poranda, membuat mereka semua terkejut sedangkan Min Hao dan Mou long menjadi sangat marah, walaupun Mou long belum lama berada di kediaman keluarga min tapi sebagai bawahan Min rhey ia sudah menganggap kediaman keluarga min sebagai rumahnya.
Min Hao yang tidak melihat siapapun di dalam kediaman keluarga langsung mengetahui bahwa mereka semua pasti berada di ruang bawah tanah, lalu ia mengajak semua orang menuju ruang bawah tanah tersebut.
Sekarang Min Hao berada di dekat Jun Yue yaitu istrinya, sekarang keadaan Jun Yue sangat memprihatinkan dengan luka sayatan yang tidak terlalu dalam dan lebar di punggungnya.
"siapa yang telah berani menyerang kediaman keluarga kita yue'er?" Tanya Min Hao kepada Jun Yue dengan perasaan yang marah dan juga sedih yang bercampur aduk, marah karna kediaman keluarga Min di hancurkan dan sedih ketika melihat keadaan istrinya.
"keluarga Bao dan keluarga Si bergabung untuk menyerang kediaman keluarga kita, mereka menyerang ketika masih sangat pagi sekali sehingga kami semua tidak dapat mempersiapkan diri untuk melawan!" jawab Jun Yue dengan suara kecil dan pelan akibat rasa sakit yang ia rasakan.
__ADS_1
Min Hao yang mendengar jawaban Jun Yue terkejut pasalnya ia tidak menyangka bahwa kediaman keluarganya telah di serang oleh keluarga Boa dan keluarga Si padahal ia tidak pernah menyinggung kedua keluarga tersebut.
keluarga Bao adalah keluarga kedua terkuat setelah keluarga kerajaan di tambah dengan salah seorang dari keluarga tersebut menjadi jendral besar kerajaan Tan sehingga membuat keluarga tersebut semakin terkenal dan di takuti, sedangkan keluarga Si adalah keluarga terkuat ketiga setelah keluarga Bao.
"kenapa keluarga Bao dan keluarga Si menyerang kediaman keluarga kita?" Tanya Min Hao kepada Jun Yue karna tidak tahu penyebab keluarga tersebut menyerang kediaman keluarganya.
"apakah kamu sudah lupa dengan anak pertama patriak keluarga Bao yang melamar putri penatua Min Tian untuk dijadikan istri ketiga!" jawab Jun Yue sambil menolehkan kepalanya ke samping menatap seorang wanita yang masih terlihat seumuran dengan Min rhey yang sedang menangis terisak-isak.
Min Hao yang mendengar jawaban Jun Yue menganggukkan kepalanya kecil tanda mengerti atas apa yang terjadi sebenarnya, sekarang ia baru ingat bahwa dua Minggu yang lalu, keluarga Bao datang melamar putri penatua ke-dua keluarga Min yaitu penatua Min Tian tapi lamaran tersebut di tolak karna putri penatua Min Tian belum ingin menikah dan juga tidak ingin menjadi istri ketiga anak pertama patriak keluarga Bao.
Min Hao berpikir kemungkinan besar hal tersebut membuat keluarga Bao tersinggung lalu menyerang kediaman keluarga Min.
Perempuan tersebut dapat mendengar perbincangan Min Hao dan Jun Yue, sehingga ia berdiri sambil mengelap air matanya lalu berjalan mendekati kedua orang tersebut dengan keadaan yang masih terisak-isak.
"paman, bibi, hiks! tolong maafkan aku, karna diriku yang tidak menerima lamaran itu, hiks! sehingga kediaman keluarga kita di serang, hiks!" Ucap wanita muda tersebut sambil terisak-isak.
"kau tidak usah bersedih seperti itu rue'er!" ucap Min Hao sambil memegang pundak wanita muda tersebut yang bernama Min Rue.
"Dimana ayahmu rue'er?" tanya Min Hao kepada Min Rue karna belum melihat Penatua Min Tian dari tadi ketika ia sampai di ruang bawah tanah.
"ayahku ada disana paman, hiks!" ucap Min Rue yang masih terisak-isak karna sedih, membalikkan badannya lalu menunjuk ke arah orang yang sedang berbaring lemas di tanah dengan beberapa orang di sekelilingnya.
Min Hao mengalihkan pandangannya ke arah yang di tunjuk oleh Min Rue, Min Hao dapat melihat seorang pria paruh baya yang terbaring lemas dengan kedua tangan yang putus dan luka sayatan di dadanya.
"keluarga Bao dan keluarga Si juga mengambil semua Sember daya dan harta yang berada di kediaman keluarga Min!" jawab Jun yue dengan nada kecil dan pelan karna masih merasa rasa sakit.
Min Hao yang mendengar jawaban Jun Yue manjadi semakin marah, ia benar-benar tidak menyangka bahwa semua sumber daya dan harta keluarga Min juga di ambil semua oleh keluarga Bao dan keluarga Si.
Mou long yang dari tadi hanya terdiam di samping Min Hao sambil memperhatikan semua orang yang berada di ruang bawah tanah, berpikir bagaimana jika Min rhey mengetahui hal ini?.
'bagaimana jika tuan muda mengetahui kejadian ini?' batin Mou long bergidik ngeri membayangkan jika Min rhey marah.
tak lama kemudian seorang pemuda berpakaian hitam dengan garis-garis bercorak naga berwarna emas serta sebuah jubah yang senada tergantung di belakangnya berlari menuju Min Hao dan Jun Yue.
"i-ibu!" teriak pemuda tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Min rhey ketika melihat keadaan Jun Yue yang memprihatinkan.
Min Hao, Jun Yue, Min Rue dan Mou long mengalihkan perhatiannya menuju asal suara, dan mereka dapat melihat Min rhey yang sedang berlari mendekati mereka.
Min Hao yang melihat Min rhey seketika teringat dengan pembantaian di markas organisasi kabut hitam ketika menyelamatkan keluarga Mou long.
'tamatlah sudah riwayat keluarga Boa dan keluarga Si!' batin Min Hao yang merasa sedikit kasihan dengan keluarga Bao dan keluarga Si.
"i-ibu siapa yang telah berani melukaimu? siapa yang telah berani menyerang kediaman keluarga kita?" tanya Min rhey kepada Jun Yue dengan nada khawatir, Min rhey merasa sangat marah dan sedih di waktu yang bersamaan.
__ADS_1
Min Hao yang berada di dekat Jun Yue langsung menjelaskan apa yang terjadi kepada Min rhey apa yang terjadi sebenarnya sesuai dengan penjelasan Jun Yue.
"keluarga Bao? apakah keluarga itu adalah keluarga dari orang yang di sebut jendral besar Tan, jendral Bao lin?" Tanya Min rhey kepada Min Hao setelah mendengar penjelasan dari Min Hao mengenai penyerangan kediaman keluarga Min-nya, seketika ia mengingat nama jendral Bao Lin yang telah ia bunuh di dekat jurang kematian yang membuat emosinya meluap-luap.
Min Hao hanya menganggukkan kepalanya kecil menanggapi pertanyaan Min rhey, bahwa jendral Bao Lin memang berasal dari keluarga Bao.
"mereka semua memang keluarga pencari masalah! aku akan membunuh mereka semua!" ucap Min rhey dengan nada yang sangat marah.
"kau jangan membunuh orang-orang yang tidak bersalah rhey'er, di sana masih terdapat benyak anak-anak dan wanita yang tidak tahu apa-apa dengan penyerangan ini!" ucap Min Hao memperingati Min rhey.
Min rhey yang mendengar perkataan Min Hao berpikir sejenak mengenai apa yang dikatakan oleh Min Hao, Min rhey berpikir bahwa memang betul apa yang dikatakan oleh Min Hao bahwa di kediaman keluarga Boa dan Keluarga Si terdapat banyak anak-anak dan wanita yang tidak tahu apa-apa Dangan permasalahan ini sehingga ia tidak bisa langsung memusnahkan kedua keluarga tersebut.
Min rhey mengalihkan perhatiannya ke sekitar melihat orang-orang Keluarga Min banyak bagian tubuhnya yang terpotong, Min rhey memutuskan untuk membeli ribuan pil tubuh abadi tingkat surgawi untuk di berikan kepada semua orang yang terluka, sebelumnya ketika Min rhey mempersiapkan sumber daya yang akan ia berikan kepada kediaman keluarganya ia hanya membeli Pill dengan tingkat paling tinggi hanya berada di bintang 6 yang di mana keberadaannya sudah bisa membuat gempar seluruh alam rendah kultivator, karna Pill yang paling tinggi hanya berada di tingkat Pill bintang 4.
setelah membeli ribuan pil tersebut, Min rhey langsung memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan lalu mengeluarkannya dari ruang penyimpanan inventori sistem dengan melambaikan tangannya agar orang yang melihatnya tidak curiga.
"Mou long, ambil ini dan berikan kepada semua orang yang terluka!" ucap Min rhey sambil melemparkan cincin penyimpanan yang berada di tangannya kepada Mou long.
Mou long langsung menangkap cincin penyimpanan tersebut lalu mengangguk kecil tanda mengerti, ia langsung membagikan Pill yang berada di dalam cincin penyimpanan kepada semua orang.
"ibu, telanglah Pill ini!" ucap Min rhey sambil menyuapi Jun Yue.
Jun Yue langsung menelan pil yang berada di tangan Min rhey, tiba-tiba luka sayatan yang berada di punggungnya kembali menyatu dengan kecepatan yang bisa di lihat dengan mata dan juga kulitnya semakin kencang membuat dirinya semakin cantik.
Min rhey yang melihat hal tersebut langsung tersenyum bahagia, lalu berdiri sambil menatap Min Hao yang berada di dekatnya, lalu berkata,
"apakah ayah ingin ikut pergi menghujam Keluarga Boa dan keluarga Si?" tanya Min rhey kepada Min Hao sambil tersenyum sinis Yanga sangat menyeramkan.
Bersambung~
.
.
.
AUTHOR: Maaf tadi malam gak up soalnya author capek banget jadi ketiduran.
.
.
.
__ADS_1
jangan pelit kasih like dan vote-nya dan juga kalau ada yang salah atau punya saran silahkan komen serta kasih juga bintang lima ok?