
3 jam kemudian.
Lei Huang Ju berjalan menuju arena pertama setelah arena tersebut yang tadinya hancur akibat pertarungan Min rhey dengan petinggi-petinggi Sekte pedang tunggal akhirnya telah selesai di perbaiki.
"Baiklah, setelah beberapa jam menunggu kalian pasti sudah tidak sabar menantikan pertarungan para peserta di babak kedua ini kan? maka dari itu kita langsung saja mulai pertarungannya!" ucap Lei Huang Ju di atas arena pertama menggunakan energi Qi-nya agar semua orang mendengar perkataannya.
Para penonton yang mendengar hal tersebut langsung bersemangat kembali setelah beberapa jam hanya menyaksikan orang-orang yang memperbaiki arena pertandingan.
Lei Huang Ju segera memanggil satu persatu peserta yang akan bertarung di atas arena yang telah di tetapkan, para peserta yang di sebutkan namanya oleh Lei Huang Ju segera berjalan menuju arena yang telah di tetapkan untuk mereka.
ketika para peserta sudah berada di posisi masing-masing, wasit yang bertugas di setiap arena langsung memulai pertarungan dengan melambaikan tangannya dari atas ke bawah secara serempak.
clangg!
tranggg!
tringggg!
tanggg!
suara pedang yang saling berada langsung terdengar ketika para peserta menyerang lawan mereka masing-masing, mereka semua bertarung dengan semua kemampuan yang mereka miliki.
"wah lihat di arena kelima, pertarungan di sana sengit sekali!"
"wahhh! iya ya!"
"Hei! coba perhatikan gadis yang bertarung di arena ketujuh itu!"
"kenapa dengan gadis itu? tidak ada yang menarik dengan pertarungannya!"
"apakah kau buta kau tidak melihat dua buah gunung yang bergoyang-goyang itu!"
para penonton sangat antusias menyaksikan pertarungan antar peserta di setiap arena, tidak sedikit pula penonton yang membicarakan peserta yang bertarung di atas arena.
Sedangkan Min rhey dan Xue Yi sekarang masih tetap berada di kursi peserta menyaksikan pertarungan peserta lainnya, tapi seperti biasanya pertarungan yang terjadi di atas arena tidak ada yang membuat Min rhey tertarik, sehingga ia hanya duduk malas sambil menopang dagunya tangannya.
"kenapa anda selalu seperti itu?" tanya Xue Yi yang duduk di samping Min rhey sambil sedikit Manarik lengan baju Min rhey.
Min rhey yang mendengar dan mendapati perlakuan Xue Yi, langsung mengalihkan pandangannya ke samping untuk menatap Wajah Xue Yi.
"karna pertarungan peserta lain sangat membosankan dan juga, kau jangan bersikap formal seperti itu, aku lebih suka jika kau bersikap santai kepadaku seperti tadi, jika kau masih begitu aku tidak akan mengajakmu bicara lagi!" ucap Min rhey menatap wajah Xue Yi yang masih dalam posisi Menopang dagunya.
Xue Yi yang mendapati Min rhey menatap wajahnya dan mendengar perkataannya langsung menundukkan kepalanya karna tidak ingin Min rhey melihat pipinya yang memerah karna merasa malu.
"ba-baik a-aku tidak akan mengulanginya lagi!" ucap Xue Yi dengan nada terbata-bata menanggapi perkataan Min rhey.
"heheheh, bagus bagus bagus!" ucap Min rhey terkekeh Pelang sambil mengelus pucuk kepala Xue Yi dengan lembut ketika mendengar perkataan Xue Yi.
Xue Yi yang mendapati perlakuan Min rhey seperti itu di tengah-tengah orang banyak membuat dirinya semakin malu, tapi ia tidak menegur Min rhey malahan seperti sangat menikmati perlakuan Min rhey tersebut.
1 jam kemudian.
__ADS_1
setelah satu jam berlalu, sudah terlewati beberapa putaran pertarungan di babak kedua pertandingan tersebut.
"pertarungan selanjutnya di arena keenam adalah Min rhey melawan Ao Lao yao!" ucap Lei Huang Ju mengumumkan pertandingan selanjutnya di arena keenam setelah peserta yang bertarung sebelumnya meninggalkan arena tersebut.
Min rhey yang mendengar namanya di sebut oleh Lei Huang Ju langsung merasa gembira karna berpikir akan segera bertarung kembali, sedangkan lawannya yang bernama Ao Lao yao yang mendengar perkataan Lei Huang Ju yang mengatakan akan bertarung melawan Min rhey membuatnya terkejut.
'ah, sial! kenapa aku harus bertarung dengan pemuda yang bernama Min rhey itu, bisa-bisa aku di bunuh di atas arena, lebih baik aku mundur saja daripada melawannya!' batin Ao Lao yao sambil memegang dadanya karna terkejut.
"ahhh! paman aku tidak bisa bertarung perutku sakit sekali! aku menyerah saja!" teriak peserta yang bernama Ao Lao yao kepada Lei Huang Ju yang beralasan agar tidak bertarung dengan Min rhey.
"pasti dia hanya beralasan!"
"tentu saja dia tidak ingin melawan Min rhey, karna ia sudah tau bahwa ia tidak akan menang!"
"menyerah sebelum bertarung"
teriakan Ao Lao yao itu hampir terdengar oleh semua penonton, yang membuat penonton langsung tahu bahwa Ao Lao yao itu hanyalah beralasan agar tidak melawan Min rhey.
Lei Huang Ju yang mendengar perkataan dari Ao Lao yao langsung menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"baiklah, pertarungan di arena keenam telah selesai karna peserta yang bernama Ao Lao yao menyerah sebelum pertarungan di mulai, sehingga otomatis Min rhey yang menang!" ucap Lei Huang Ju kepada para penonton mengumumkan Ao Lao yao yang menyerah kepada Min rhey sebelum bertarung dengannya.
Sedangkan Min rhey yang baru saja akan melangkahkan kakinya langsung terhenti ketika mendengar perkataan Ao Lao yao yang membuat dirinya sedikit kesal karna tidak akan bertarung lagi, sehingga ia kembali lagi duduk di kursinya dengan ekspresi yang cemberut.
pertarungan babak kedua terus berlanjut sehingga setelah beberapa saat kemudian, akhirnya giliran Xue Yi tiba untuk bertarung di atas arena kedua.
"Xue Yi jika kau menang, kau boleh meminta apapun padaku!" ucap Min rhey kepada Xue Yi yang sudah ingin bergegas berjalan menuju arena kedua.
Xue Yi yang mendengar perkataan Min rhey tersebut langsung tersenyum senang lalu menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat menanggapi perkataan Min rhey itu.
peserta yang menjadi lawan Xue Yi merupakan seorang gadis juga yang juga terlihat seumuran dengan Xue Yi, tapi gadis tersebut berada pada tahap tranformasi *5 dua tingkat dia Xue Yi, gadis itu bernama Pau sia.
"apakah kalian sudah siap?" tanya wasit yang bertugas di arena kedua sambil memandangi Xue Yi dan Pau sia secara bergantian.
"siap!" ucap Xue Yi dan Pau sia secara bersamaan sambil mengeluarkan pedang mereka masing-masing dari dalam cincin penyimpanannya serta memasang kuda-kuda.
"mulaii!!" ucap Wasit tersebut memulai pertarungan Xue Yi dangan Pau sia seraya melambaikan tangannya dari atas kebawah.
Pau sia langsung berlari menuju Xue Yi sambil menghunuskan pedangnya ke arah Min rhey, Xue Yi yang melihat hal tersebut bersiap-siap untuk menyambut serangan yang akan di lancarkan oleh Pau sia.
Trangggg!
Pau sia langsung mengayunkan pedangnya ke arah pinggang Xue Yi, Xue Yi yang melihat hal tersebut tidak tinggal dia, ia juga langsung mengayunkan pedangnya untuk menahan tebasan pedang Pau sia tersebut.
Trangggg!
triiiingggg!
tangggg!
Suara nyaring terus terdengar ketika Xue Yi dan Pau sia saling menyerang satu sama lain, mereka berdua bertarung dengan sangat sengit sehingga menarik perhatian banyak penonton karna mereka berdua merupakan gadis cantik.
__ADS_1
"pertarungan di arena kedua sengit juga!"
"iya, antara gunung besar dan gunung yang masih datar!"
"dasar kau otak mesum!"
Para penonton yang menyaksikan pertarungan Xue Yi dan Pao Sia sangat antusias, tak sedikit pula yang berteriak memberi semangat kepada Xue Yi dan Pau Sia.
Sedangkan Min rhey yang duduk di kursi peserta, menyaksikan pertarungan Xue Yi dan Pau sia dengan sangat serius.
Setelah beberapa Menit saling bertukar serangan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mundur mengatur jarak serta menarik nafas.
Sekarang Xue Yi sudah terluka tapi tidak terlalu parah, seperti sayatan pedang yang ada di lengan kirinya dan di punggungnya, sedangkan lawannya yaitu Pau sia juga terkena serangan Xue Yi tapi tidak terlalu parah seperti Pahanya yang hanya tergores pedang Xue Yi tapi tetap saja berdarah.
Setelah menarik nafas, mereka berdua langsung mempersiapkan kuda-kudanya masing-masing berniat untuk melancarkan serangan mereka Berdua.
"teknik kesengsaraan, langkah pertama, perebut kebahagiaan!" ucap Pau sia menyebutkan nama tekniknya lalu segera melompat ke arah Xue Yi.
Xue Yi yang mendengar nama Jurus Pau sia yang ia sebutkan, langsung mengubah posisinya menjadi bertahan serta wajahnya yang langsung memerah karna marah setelah mendengar nama Jurus Pau sia tersebut.
Pau sia terus mengayunkan pedangnya ke arah gunung datar Milik Xue Yi dengan kecepatan maksimalnya, tapi Xue Yi masih bisa menangkis serangan tersebut.
"apakah kau ingin merebut kebahagiaanku?" ucap Xue Yi dengan nada marahnya kepada Pau si sambil terus menangkis tebasan-tebasan pedangnya.
Pau sia yang mendengar perkataan Xue Yi tersebut hanya tersenyum sinis menanggapi pertanyaan Xue Yi lalu terus melancarkan serangannya kepada Xue Yi.
"jangan pernah coba-coba merebut 'dia' dariku!" ucap Xue Yi setelah melihat senyum sinis Pau sia.
Ketika Pau sia mengayunkan pedangnya ke arah dada Xue Yi, dengan kecepatan maksimal yang Xue Yi memiliki, ia langsung membungkukkan badannya sehingga tebasan pedang Pau sia tidak mengenainya lalu di waktu yang bersamaan Xue Yi mengalirkan sejumlah energi Qi-nya ke tangan kirinya yang terkepal lalu mengayunkannya dengan sekuat tenaga ke arah perut Pau sia, seketika,
Bukkkk!
Pau sia terlempar beberapa meter kebelakang sehingga ia tidak sadarkan diri lagi membuat terkapar di atas lantai arena kedua.
Wasit yang melihat hal tersebut segera memberi kode kepada Lei Huang Ju, Lei Huang Ju yang melihat kode dari wasit tersebut langsung menganggukkan kepalanya kecil tanda mengerti.
"pemenang pertarungan di arena kedua antara Xue Yi dan Pau Sia adalah Xue Yi!" ucap Lei Huang Ju mengumumkan kemenangan Xue Yi.
Para penonton yang mendengar pengumuman kemenangan Xue Yi dari Lei Huang Ju langsung bersorak serta bertepuk tangan dengan sengat meriah kepada Xue Yi. bahkan ratu Xue yang juga menyaksikan dari tadi pertarungan putri semata wayangnya itu langsung bertepuk tangan serta tersenyum sangat senang
Xue Yi yang mendapati hal tersebut langsung tersenyum senang, lalu segera turun dari arena berjalan menuju kursinya yang berada di dekat Min rhey.
"makan Pill ini dulu, supaya luka-luka segera sembuh!" ucap Min rhey kepada Xue Yi yang sudah berada di hadapan sambil menyodorkan sebuah Pill.
setelah beberapa saat Akhirnya luka-luka Xue Yi sudah pulih seperti sedia kala, Xue Yi mengalihkan pandangannya ke samping menatap Min rhey, Min rhey yang menyadari hal tersebut, juga langsung mengalihkan pandangannya sehingga tatapan mereka berdua bertemu.
"apa yang ingin kau minta padaku Xue Yi?" tanya Min rhey kepada Xue Yi sambil tersenyum manis menatapnya.
Xue Yi yang saling bertatapan dengan Min rhey tentu selalu saja merasakan Detak Jantungnya berdetak lebih cepat daripada biasanya, yang langsung membuatnya tertunduk karna malu.
"a-aku selalu ingin ada di sampingmu!" ucap Xue Yi dengan nada terbata-bata karna malu.
__ADS_1
**Bersambung~
jangan lupa kasih bintang lima, like, vote, dan komen jika ada yang salah atau punya saran, agar Author semakin semangat dan rajin nulisnya, ok**?